Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia akan memiliki warna kulit yang sama, agama yang hanya satu, tidak ada yang namanya negara, suku bangsa dan tidak ada perbedaan. Artinya Sang Khalik memang menghendaki adanya perbedaan. Perbedaan adalah hakekat penciptaan. Perbedaan itu indah.

Bola Bersih Buat Adik

Dikirim: December 21st, 2012 | Oleh: | Kategori: Agha, Lain-lain | 1 Komentar »

Saya sedang mengerjakan sesuatu di depan notebook saat terjadi percakapan antara Agha dan Bunli (nama panggilan Agha untuk Bundanya). Diawali dari pertanyaan Bunli kepada Agha yang sejak tadi berusaha mengambil beberapa bola kecil untuk dikumpulkan.

Bola itu umurnya jauh lebih tua dari Agha. Dibeli dan digunakan untuk melakukan terapi tangan saya yang patah di tahun 2007. Namun sejak kecil Agha sangat senang memainkan bola ini karena bisa mengeluarkan bunyi saat dipencet dengan keras. Memang sudah agak lama Agha tidak memainkan bola-bola itu lagi sejalan dengan bertambahnya usia.

“Bowlanya kotwor Bun. Hawrus dicuchi,” jawab Agha kepada Bunli yang sejak tadi melihatnya wira-wiri membawa bola. Saya pun menghentikan pekerjaan sejenak melihat tingkahnya berusaha mengambil bola yang ada di kolong sekitar kamar.

Baca Selengkapnya »


Pocong

Dikirim: December 21st, 2012 | Oleh: | Kategori: Nostalgia | 4 Komentar »

Ada banyak kenangan sekitar tahun 90 awal saat tinggal di kost sekitar Petukangan Jakarta. Kala itu, kawan kuliah saya, Andi Kalung, kami dandani mirip sekali dengan pocong. Incarannya tak lain adalah seorang kawan yang sudah terlelap tidur.

Kami dandani dia dengan bedak sehingga nampak seram. Apalagi dibawah lampu yang remang-remang. “Kalungnya dibuka Ndi,” usul saya kepada Andi. Kawan ini senang sekali menggunakan kalung, itu sebabnya kami memanggilnya Andi Kalung. “Masa pocong pakai kalung?” lanjut saya sambil tertawa.

Dengan modal tampang berbedak dan sarung melilit di kepalanya, kami bersiap melakukan adegan horor yang pasti sangat seru. Kamar Rury yang menjadi incaran letaknya ada di lantai bawah. Andi turun tangga dan kami pun tak sabar membayangkan apa yang terjadi.

Baca Selengkapnya »


Telur Orak Arik II

Dikirim: December 20th, 2012 | Oleh: | Kategori: Agha, Makanan dan Minuman | Belum Ada Komentar »

Baru saja terjadi, Agha ingin makan siang dengan telur orak-arik kesukaannya. “Yayyoo, Agha mau makan pake tewluwr keci-keci seperti kemayren,” pintanya. Lalu dia mengambil telur ayam kampung dari lemari es. “Tewluwrnya tinggal atu Yayyoo,” katanya memberi tahu saya. “Nanti Yayyo makan pake apa?” tanyanya membuat hati ini terharu. Ternyata dia memikirkan juga dengan apa nanti Ayahnya makan karenamenyadari telur ayamnya hanya tinggal satu butir.

“Nggak apa-apa Nak. Itu buat Agha saja. Yahyo nanti bisa makan pakai yang lain,” jawab saya meyakinkan agar dia tidak perlu memikirkan Ayahnya.

“Nanti mawlam, kita pewrgi ke jayin aja Yayyoo. Kita bewli tewluwr yang banyak. Jadi tewrluwrnya nggak abis-abis,” usulnya sambil memegang telur di tangan kirinya. “Kita pewrgi bewrsama-sama Bunni.”

Baca Selengkapnya »


Telur Orak Arik

Dikirim: December 20th, 2012 | Oleh: | Kategori: Agha, Makanan dan Minuman | 3 Komentar »

Agha sangat suka sekali telur. Dulu pernah saya masakan dia telur dadar gulung yang dibuat dari 6 telur ayam. Dia sebut telur itu sebagai telur ikan paus karena bentuknya yang besar dan bulat memanjang. Telur ini pun menjadi telur favorit mengalahkan telur mata sapi yang disebutnya sebagai teluwr mata moo. Moo adalah bunyi sapi yang dijadikan nama pengganti sapi seperti halnya menyebut guguk menggantikan sebutan anjing.

Kemarin siang, saya tawarkan masakan telur lain yang rasanya belum pernah saya buatkan. Padahal, biasanya telur ini lebih dulu dikenalkan kepada anak kecil karena membuatnya jauh lebih mudah daripada membuat telur dadar gulung. Telur itu sering disebut telur orak-arik. Setelah mengangguk tanda setuju, saya masak telur orak-arik itu di penggorengan dengan sedikit mentega.

“Baunya enaaak,” kata Agha mencium bau telur orak-arik yang sudah disajikan di piring mickey kesayangannya. Lalu tangannya yang mungil mulai menyendokkan nasi beserta telur ke mulutnya. Ya, Agha sudah bisa makan sendiri sejak umur 3 tahun kurang. Tanpa nasi yang tumpah dan mulut yang tidak belepotan. Suatu hal yang kami syukuri karena dia begitu cepat belajar untuk bisa makan sendiri. Tapi bukan berarti tidak pernah disuapin, adakalanya dia minta disuapin dan kami pun rindu melakukannya.

“Yayyoo hebat! Agha lebih suka tewluwr keci-keci ini. Lewbih enak dawri tewluwr mata moo. Lebih enak dawri tewluwr ikan paus,” celotehnya sambil menyuapkan nasi ke mulut. “Tewluwr buatan Yayyoo lebih enak dawri buatan Bunni sama Nenek,” katanya lagi. Wow, senangnya hati saya ini.

Tapi begitulah Agha. Dia suka membuat orang senang ketika dia merasa puas dengan apa yang didapatkannya. Tak perlu memasak susah payah, air tawar yang yang diberikan oleh Neneknya saat dia haus pun dia katakan “Enaaaakkk”. Bahkan, dia tidak merasa nyaman untuk mengatakan tidak enak atas kue pemberian Pakdhenya.

“Kuenya enak nggak Agha?”
“Enaaaakkkk,” katanya senyum.
“Ya sudah, ayo ambil lagi.”
“Buwat nanti aja. Disimpan duwlu.”

Baca Selengkapnya »


Kurikulum Baru

Dikirim: December 19th, 2012 | Oleh: | Kategori: Diary | 2 Komentar »

Beberapa hari yang lalu saya iseng menelpon radio saat acara talkshow dengan narsum dari Diknas mengenai kurikulum baru. Kurikulum baru untuk anak SD yang disederhanankan ini ternyata terdiri dari pelajaran Agama, Matematik, Bahasa Indonesia, Kesenian, Olah raga dan (duh) Kewarganegaraan. Saya yang sedang ditengah kemacetan mendadak gatal ingin menelpon.

Saya telepon radio itu lalu saya katakan, bahwa sebenarnya pelajaran yang dibutuhkan itu hanya Matematika, IPA, IPS dan Agama.

Pelajaran bahasa Indonesia sebenarnya bisa dimasukkan di semua mata pelajaran. Artinya dalam semua mata pelajaran, bahasa Indonesia digunakan sekaligus sebagai pelajaran berbahasa yang baik dan benar.

Sementara kesenian dan olah raga dijadikan mata pelajaran tambahan dimana siswa boleh memilih, kesenian atau olah raga apa yang diminati. Minat siswa terhadap kesenian dan olah raga itu tidak bisa di wakili oleh satu mata pelajaran saja.

Baca Selengkapnya »


Bunli Yang Hebat

Dikirim: December 18th, 2012 | Oleh: | Kategori: Agha, Makanan dan Minuman | Belum Ada Komentar »

Sudah cukup lama saya tidak mengajak Agha makan siang di luar. Kemarin, saat Bunli (nama panggilang Bundanya Agha) meeting di kampus, saya pun berinisiatif mengajaknya makan siang sambil menunggu Bunli.

“Yayyoo, kawlo nanti sampe, kita pesen minum aja. Pijjanya pesen nanti aja kawlo Bunli udah datang. Kawrena Yahyo nggak hebat kawlo pesen pijja,” katanya dalam perjalanan.

Sadar dengan dosa yang pernah saya lakukan saat memesan pizza yang tidak dia sukai, saya pun bilang, “Waaah, Yahyo nanti akan pesan pizza yang enak deh buat Agha. Kemarin itu Yahyo coba pizza yang lain, karena bosan kan pizzanya itu-itu saja?” Agha diam dan kami pun melanjutkan perjalanan menuju rumah makan Pizza yang tak jauh dari kampus dimana Bunli meeting.

Sesampainya di tujuan, Agha langsung berjalan masuk dan memilih bangku yang dia suka. Lalu seorang pramusaji menghampiri kami membawakan menu. “Mbak, tolong kasih dia satu menu juga. Dia juga ingin melihat menu,” kata saya sambil menunjuk Agha yang seolah hendak protes karena karena tak diberi menu. Agha pun sumringah saat pramusaji memberikan menu kepadanya.

Baca Selengkapnya »


Doa dan Nasi Tim

Dikirim: December 16th, 2012 | Oleh: | Kategori: Agha, Makanan dan Minuman | 4 Komentar »

Agha sangat suka nasi tim. Dan salah satu nasi tim favoritnya adalah nasi tim di Bakmi Parahyangan yang ada di rest area tol Cipularang km 97 menuju Jakarta. Sayang beberapa kali kesana sepulang dari Bandung, nasi tim sudah habis. Hari ini, setelah kemarin menghadiri undangan nikah keponakan, kami bergegas pulang ke Jakarta. Lalu seperti biasa, kami berniat mampir di rest area itu dan berharap nasi tim masih tersedia.

“Agha, Agha berdoa mudah-mudahan nasi timnya masih ada,” saran saya yang disambut dengan anggukan. Lalu Agha pun berdoa yang isinya adalah harapannya agar bisa makan siang dengan nasi tim kesukaannya.

“Ya Allah, semoga kayi ini nashi tim yang Agha suka masih ada. Jadi Agha bisa makan dengan nashi tim. Amin.” doanya.

Baca Selengkapnya »


Harmoko

Dikirim: December 14th, 2012 | Oleh: | Kategori: Diary | Belum Ada Komentar »

Siapa yang tidak ingat dengan Harmoko? Mentri dari Departemen yang sudah ditiadakan ini dulu terkenal dengan kata-katanya, “Menurut petunjuk bapak Presiden.”

Begitu banyak yang bosan bahkan muak dengan Bapak yang satu ini. Tapi perlu diakui juga, karena sikap itulah dia selalu selamat dari dinamika sosial politik bangsa ini. Bahkan tak sedikit pun dia terkena kasus di masa reformasi.

Ternyata cara bapak yang satu ini pun telah mengilhami banyak sekali orang. Lihat saja di sekitar kita, barapa banyak orang yang melakukan sesuatu dengan bersandar pada keputusan orang lain. Dan ketika merasa keburukan akan datang, dengan mudah dia katakan, “Kami lakukan karena pimpinan kami telah diberi pentujuk seperti itu oleh pimpinan kami.” atau dengan versi yang lain. “Kami lakukan atas instruksi pimpinan kami.”

Baca Selengkapnya »