Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/blogriyo/riyogarta.com/wp-content/plugins/injectscr/injectscr.php:1) in /home/blogriyo/riyogarta.com/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-phase2.php on line 62

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/blogriyo/riyogarta.com/wp-content/plugins/injectscr/injectscr.php:1) in /home/blogriyo/riyogarta.com/wp-includes/feed-rss2.php on line 8
Catatan http://riyogarta.com Blognya Riyogarta, mencatat apa yang perlu dicatat Thu, 18 Jan 2018 16:11:00 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.9.4 2006-2007 me@riyogarta.com (Catatan) me@riyogarta.com (Catatan) 1440 http://riyogarta.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress.jpg Catatan http://riyogarta.com 144 144 Blognya Riyogarta, mencatat apa yang perlu dicatat Catatan Catatan me@riyogarta.com no no Membuat LAMP Server di DigitalOcean http://riyogarta.com/2014/11/29/membuat-lamp-server-di-digitalocean/ http://riyogarta.com/2014/11/29/membuat-lamp-server-di-digitalocean/#comments Sat, 29 Nov 2014 12:32:55 +0000 http://riyogarta.com/?p=1338 Pertama, tentu saja Anda harus memiliki VPS di DigitalOcean. Jika Anda melakukan pendaftaran menggunakan refferal saya, maka Anda akan mendapatkan bonus $10. Silakan mendaftar dengan link berikut dan Anda akan langsung mendapat bonus $10.

https://www.digitalocean.com/?refcode=858c49519593

Setelah Anda mendaftar, dan mendapatkan bonus $10, selanjutnya Anda harus mengisikan data kartu kredit atau membayar $5 menggunakan Paypal. Bonus $10 tidak bisa digunakan jika Anda belum melakukan hal tersebut.

Catatan:
Jika yang Anda pilih adalah mengisikan data kartu kredit, maka kartu kredit akan di debit setelah bonus $10 habis.

Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat LAMP Server di DigitalOcean:

1. Membuat Droplet

Screenshot - 11292014 - 05:26:29 PM

 

Isikan nama Droplet (bebas), lalu pilih paket yang disediakan (select size).

Screenshot - 11292014 - 05:30:11 PM

Lalu pilih dimana server akan diletakkan.

Screenshot - 11292014 - 05:33:03 PM

 

Pilih image Sistem Operasi yang akan diinstall.

Tutorial dalam tulisan ini menggunakan Debian, Namun, saya pikir tidak banyak perbedaan jika Anda memilih Ubuntu sebagai Sistem Operasi yang diinstall.

Setelah itu klik tobol Create Droplet dan tunggu hingga proses selesai (sekitar 1 menit atau kurang). Tunggu beberapa saat dan Anda akan menerima email yang berisi alamat IP dan  password root dari droplet yang telah dibuat. Remote server menggunakan SSH menggunakan data pada email tersebut.

Anda bisa membuat lebih dari 1 droplet. Setiap droplet akan memilik satu nomor IP.

 

2. Mengamankan VPS

Pertama, setelah berhasil mengakses server melalui SSH, yang perlu Anda lakukan adalah membuat user baru lalu mengamankan user root agar tidak bisa digunakan untuk melakukan remote.

Pertama, tentu ubah dahulu password root Anda dengan mengetikkan perintah

# passwd

Setelah penggantian password selesai dilakukan, selanjutnya adalah membuat user baru

# adduser budi

Silakan ganti nama budi dengan nama yang Anda pilih, isikan password dan beberapa hal yang perlu diisi.

# visudo

Jika perintah visudo belum ada, lakukan perintah berikut:

# apt-get update && sudo apt-get upgrade
# apt-get install sudo

Perintah ini akan memanggil nano editor dan membuka file konfigurasi sudoers. Tambahkan user yang baru dibuat sebagai sudoer (user yang bisa menggunakan perintah sudo) seperti gambar berikut:

Screenshot - 11292014 - 05:53:28 PM

Terlihat pada gambar, user budi (user contoh pada perintah pembuatan user diatas) dimasukkan sebagai user yang bisa menggunakan perintah sudo. Simpan perubahan dengan menekan tombol Ctrl-X dilanjutkan dengan menekan tombol Y dan Enter.

Setelah yakin bahwa Anda menuliskan perintah dengan benar, tekan Ctrl-D atau ketik perintah exit pada terminal. Selanjutnya,  gunakan user yang baru Anda buat untuk melakukan koneksi SSH ke server.

Diasumsikan Anda telah menggunakan user yang baru dibuat untuk melakukan koneksi, bukan user root!

Edit konfigurasi SSH agar root tidak bisa digunakan untuk login melalui SSH

$ sudo nano /etc/ssh/sshd_config

Lalu cari bagian PermitRootLogin dan ubah nilainya menjadi no seperti gambar berikut

Screenshot - 11292014 - 06:04:04 PM

Simpan perubahan dengan menekan tombol Ctrl-X dilanjutkan dengan menekan tombol Y dan Enter.

Lalu restart SSH

$ sudo service ssh restart

Update dan upgrade VPS anda

$ sudo apt-get update && sudo apt-get upgrade

Setelah proses update dan upgrade selesai, install firewall agar VPS anda lebih aman dari tangan-tangan jahil. Saya memilih menggunakan UFW, karena lebih sederhana dan mudah digunakan.

$ sudo apt-get install ufw

Lalu ketikkan perintah-perintah dibawah ini

$ sudo ufw default deny incoming
$ sudo ufw default allow outgoing
$ sudo ufw allow ssh
$ sudo ufw allow www
$ sudo ufw enable

Nah, sekarang VPS Anda telah dilengkapi firewall.

Tambahan

Saya juga selalu mengubah port SSH sehingga tidak lagi menggunakan port default 22. Cara mengubahnya adalah dengan mengedit file konfigurasi ssh di /etc/ssh/sshd_config. Ubah Port 22 misalnya menjadi Port 2121. Setelah itu jangan lupa untuk membuka port ini di firewall dengan perintah sudo ufw allow 2121/tcp 

 

3. Install Apache, Mysql dan PHP

ketikkan perintah berikut pada terminal

$ sudo apt-get install apache2 mysql-server php5 php5-mysql

Setelah proses installasi selesai, buat file info.php untuk melihat apakah installasi berhasil dilakukan.

$ sudo nano /var/www/info.php

Jika ada direktory html di dalam /var/www/ maka info.php diletakkan di dalamnya

$ sudo nano /var/www/html/info.php

Isi file tersebut dengan fungsi php sederhana sebagai berikut

<?php phpinfo() ?>

Simpan perubahan dengan menekan tombol Ctrl-X dilanjutkan dengan menekan tombol Y dan Enter. Selanjutnya buka browser. Jika misalnya nomor IP droplet Anda adalah 128.90.34.123, maka ketikkan pada browser http:.//128.90.34.123/info.php.

Ketikkan perintah berikut jika Anda lupa berapa nomor IP droplet Anda
$ sudo ifconfig eth0 | grep ‘inet ‘ | awk ‘{print $2}’

Anda akan melihat tampilan ini pada browser jika proses installasi dilakukan dengan benar.

Screenshot - 11292014 - 06:42:18 PM

 

Selanjutnya adalah mengamankan Mysql, ketikkan  perintah berikut

$ sudo  mysql_secure_installation

Isikan password Mysql yang Anda ketikkan pada saat installasi dilakukan, lalu jawab semua pertanyaan dengan Y.

Proses installasi Apache, MySQL dan PHP selesai.

Tambahan

Untuk keamanan, saya juga selalu me-rename user root pada mysql menjadi nama yang lain dengan perintah:
rename user ‘root’@’localhost’ to ‘namalainroot’@’localhost’ dari mysql console. Silakan ganti namalainroot dengan nama yang Anda pilih.

 

4. Setting Domain dan Virtual Host

Jika Anda telah memiliki domain, arahkan name server (NS) domain anda ke ns1.digitalocean.com, ns2.digitalocean.com dan ns3.digitalocean.com. Login kedalam DigitalOcean panel, lalu pilih menu DNS.

Klik Add Domain lalu isikan domain milik Anda serta nomor IP droplet Anda. kemudian Click CREATE DOMAIN.

Misalnya, nama domain Anda adalah domaincontoh.com, maka berikut adalah hal yang harus dilakukan:

$ sudo cp /etc/apache2/sites-available/default.conf /etc/apache2/sites-available/domaincontoh.com.conf
$ sudo nano /etc/apache2/sites-available/domaincontoh.com.conf

Tambahkan baris berikut setelah dibawah ServerAdmin

ServerName domaincontoh.com
ServerAlias www.domaincontoh.com

Dan ubah DocumentRoot sebagai berikut

DocumentRoot /var/www/domaincontoh.com

Sehingga terlihat isi file seperti pada gambar

Screenshot - 11292014 - 07:11:24 PM

Simpan peribahan dengan menekan tombol Ctrl-X dilanjutkan dengan menekan tombol Y dan Enter.

Buat serta atur kepemilikan dan hak akses direktory tempat domaincontoh.com diarahkan

$ sudo mkdir /var/www/domaincontoh.com
$ sudo chown -R $USER:$USER /var/www/domaincontoh.com
$ sudo chmod -R 755 /var/www/domaincontoh.com

Aktifkan virtual host dan reload apache

$ sudo a2ensite domaincontoh.com.conf
$ sudo service apache2 reload

Bagaimana untuk membuat subdomain?

Masuk ke menu DNS dalam DigitalOcean panel, lalu pilih lihat domain Anda dengan klik icon kaca pembesar. Klik tombol Add Record lalu pilih A pada Select Record Type. Isikan nama subdomain yang dikehendaki. Yang diisi hanya nama subdomainnya saja, misalnya ingin membuat blog.contohdomain.com, maka yang diisikan hanyalah blog. Kemudian isi nomor IP droplet Anda lalu klik tombol Create.

Misalnya, nama subdomain yang dibuat adalah blog.domaincontoh.com, maka adalah yang yang harus dilakukan:

$ sudo cp /etc/apache2/sites-available/domaincontoh.conf /etc/apache2/sites-available/blog.domaincontoh.com.conf
$ sudo nano etc/apache2/sites-available/blog.domaincontoh.com.conf

Ubah baris-baris  setelah dibawah ServerAdmin dengan menambahkan nama subdomainnya

ServerName blog.domaincontoh.com
ServerAlias www.blog.domaincontoh.com

Dan ubah DocumentRoot sebagai berikut

DocumentRoot /var/www/blog.domaincontoh.com

Simpan peribahan dengan menekan tombol Ctrl-X dilanjutkan dengan menekan tombol Y dan Enter.

Buat serta atur kepemilikan dan hak akses direktory tempat blog.domaincontoh.com diarahkan

$ sudo mkdir /var/www/blog.domaincontoh.com
$ sudo chown -R $USER:$USER /var/www/blog.domaincontoh.com
$ sudo chmod -R 755 /var/www/blog.domaincontoh.com

Aktifkan virtual host dan reload apache

$ sudo a2ensite blog.domaincontoh.com.conf
$ sudo service apache2 reload

 

]]>
http://riyogarta.com/2014/11/29/membuat-lamp-server-di-digitalocean/feed/ 17
Upgrade SGT-N5100 ke KitKat http://riyogarta.com/2014/10/15/upgrade-sgt-n5100-ke-kitkat/ http://riyogarta.com/2014/10/15/upgrade-sgt-n5100-ke-kitkat/#comments Wed, 15 Oct 2014 12:05:12 +0000 http://riyogarta.com/?p=1332 Berikut adalah cara mengupgrade SGT-N5100 atau yang dikenal dengan nama Samsung Galaxy Note 8″. Berhubung upgrade yang akan dilakukan menggunakam Heimdall, maka ada baiknya Anda membaca cara menggunakan tools flashing tersebut pada link berikut:

Cara Menggunakan Heimdall

Kebutuhan:

  1. ROM KitKat resmi dari Samsung untuk region Indonesia yang bisa didownload di Sammobile.com.
  2. TWRP yang bisa Anda download di AndroidFileHost.com, download TWRP yang terbaru.

Langkah-langkah:

  1. Lakukan factory reset pada tablet. Ini perlu dilakukan agar sistem bersih sehingga KitKat akan bekerja sempurna.
  2. Extract ROM yang telah didownload sehingga akan didapat 8 buah file, yakni boot.img, cache.img, hidden.img, modem.bin, recovery.img, sboot.bin, system.img dan tz.img.
  3. Masuk kedalam mode download, yakni dengan menekan tombol power dan volume-down secara bersamaan. Tahan hingga muncul pilihan, pilih mode Download dengan meneekan volume-up.
  4. Colokkan kabel data USB ke PC/Notebook lalu panggil Heimdall.
  5. Buat file PIT dari SGT-N5100 seperti yang telah diterangkan disini.
  6. Lalu flash semua file KECUALI hidden.img.
  7. Tunggu hingga selesai.

Menginstall TWRP dan Rooting:

  1. Extract TWRP yang sudah di download sehingga akan didapat file recovery.img
  2. Flashing file tersebut menggunakan heimdall (tentu dalam mode download)
  3. Tunggu hingga selesai.
  4. Dari tablet, download file Super-SU di DropBox.com.
  5. Setelah selesai, masuk ke mode recovery.
  6. Install UPDATE-SuperSU-v2.02.zip menggunakan TWRP.
    1. Masuk ke mode recovery dengan menekan tombol power dan volume-up secara bersamaan. Tahan dan segera lepaskan saat nampak tulisan Samsung Galaxy Note 8. Tunggu beberapa saat dan Anda akan masuk kedalam TWRP.
    2. Pilih Install
    3. Cari file UPDATE-SuperSU-v2.02.zip
    4. Setelah ketemu, geser tombol ke kanan pada bagian Swap to confirm flash.
    5. Tunggu hingga proses selesai lalu pilih Reboot System.
  7. Setelah proses reboot selesai, panggil SuperSU
  8. Akan muncul dialog tawaran untuk disabled KNOX. Pilik Ok dan tunggu hingga proses selesai.

Catatan:

  • Jika ada masalah sehubungan dengan penulisan pada MicroSD, solusinya adalah masuk ke recovery mode (TWRP), pilih Advanced lalu pilih Fix Permissions.
  • Beberapa pengguna mengalami Wi-Fi yang tidak bisa diaktifkan setelah upgrade ke KitKat dilakukan. Saya mengalami saat mengupgrade menggunakan Odin Mobile (Odin yg terinstall di Android), beberapa pengguna lain melaporkan mengalami hal serupa dengan menggunakan Odin. Ini terjadi karena flashing yang tidak sempurna dari Odin khususnya pada bagian bootloader. Jika ini terjadi, solusinya adalah mengulangi proses flashing file sboot.bin menggunakan Heimdall.
]]>
http://riyogarta.com/2014/10/15/upgrade-sgt-n5100-ke-kitkat/feed/ 10
Cara Menggunakan Heimdall http://riyogarta.com/2014/10/15/cara-menggunakan-heimdall/ http://riyogarta.com/2014/10/15/cara-menggunakan-heimdall/#comments Wed, 15 Oct 2014 09:04:43 +0000 http://riyogarta.com/?p=1325 Bagi pengguna Android yang sering ngoprek tentu tidak asing dengan istilah flashing menggunakan Odin. Tulisan ini akan menjelaskan bagaimana menggunakan Heimdall, tools flashing alternatif yang bisa dijalankan di lingkungan Linux, Mac dan Windows.

Langkah pertama adalah mendownload Heimdall dari sumbernya di http://glassechidna.com.au/heimdall/

Karena saya pengguna Linux Debian, maka saya jelaskan penggunaan tools ini di lingkungan Debian. Namun secara umum penggunaanya akan sama di distro Linux lainnya.

  1. Download Heimdall dan Heimdall Front-end.
    Heimdall pada dasarnya adalah tools yang dijalankan melalui terminal, namun si pembuatnya juga membuatkan antarmuka yang memudahkan penggunaan.
  2. Install kedua file tersebut dan panggil melalui perintah sudo heimdall-frontend
    Maka akan muncul tampilan sebagai berikut:

    Heimdall

  3. Langkah berikutnya adalah membuat file .pit, yakni file yang menginformasikan layout partisi dari smartphone/tablet Android.
    1. Siapkan smartphone/tablet dalam mode download.
      Sebagai contoh, untuk tablet Samsung yang saya miliki, cara masuk ke mode ini adalah dengan cara menekan tombol power dan volume-down secara bersamaan, tahan terus hingga masuk dalam mode tersebut.
    2. Colokan kabel USB ke PC/Notebook.
    3. Pilih tab Utilities, klik Detect.
      Jika langkah dilakukan dengan benar, maka pada output akan tertulis Device Detected.
    4. Klik Save As pada bagian Download PIT, beri nama filenya, misalnya n5100.pit
    5. Lalu klik Download.
      Pada bagian output akan terlihat proses pembentukkan file PIT. Tunggu hingga proses selesai.
    6. File hasil dari proses inilah yang nanti akan digunakan untuk Flashing.
  4. Siapkan ROM yang akan di flash.
    Extract file ROM yang biasanya dalam bentuk ZIP sehingga akan terlihat beberapa file seperti pada gambar berikut

    Screenshot - 10152014 - 03:46:26 PM
    Catatan: Isi file ROM tidak selalu sama, tergantung jenis smartphone/tabletnya.

  5. Selanjutnya pilih tab Flash, lalu pilih file PIT yang tadi sudah dibuat.
    Dalam contoh diatas, file PIT adalah n5100.pit
  6. Setelah file PIT dipilih, maka tombol Add akan aktif. Klik tombol tersebut maka muncul pilihan Partition Name di sebelah kirinya. Pilih nama partisi lalu pilih file sesuai dengan nama partisinya.
  7. Klik kembali tombol Add, lalu pilih partisi dan file yang sesuai. Lakukan terus hingga semua file terpilih.


    Screenshot - 10152014 - 03:55:44 PM
    Catatan: Tidak selamanya semua partisi yang ada harus dipilih, tidak selamanya juga semua file harus dipilih.

  8. Setelah semua partisi dan file yang sesuai dipilih (sesuai kebutuhan), klik tombol Start dan tunggu hingga proses selesai.

Bagi saya, yang sudah pula mencoba Odin di Windows, penggunaan Heimdall jauh lebih praktis dan lebih minim risiko kegagalannya.

]]>
http://riyogarta.com/2014/10/15/cara-menggunakan-heimdall/feed/ 12
Kekuasaan http://riyogarta.com/2013/01/07/kekuasaan/ http://riyogarta.com/2013/01/07/kekuasaan/#comments Mon, 07 Jan 2013 00:49:27 +0000 http://riyogarta.com/?p=1244 “Ketuwasaan, apa itu Yah?” tanya Agha tiba-tiba menyela pembicaraan yang sedang terjadi antara saya dan Bunli.

“Kekuasaan itu kemampuan Gha. Kemampuan itu segala suatu yang bisa dilakukan,” jawab saya menjelaskan pertanyaan anak yang usianya beranjak 4 tahun.

“Misalnya Agha sekarang sudah bisa mengubah-ubah rel kereta Thomas di rumah. Nah, Agha bisa mengubah-ubah jalur kereta sesuai yang Agha mau. Artinya rel kereta yang menjalar kemana-mana di rumah itu, yang juga bikin berantakan rumah itu, adalah kekuasaan Agha.”

“Yayyoo juga bisa,” timpalnya sesaat setelah mendengarkan penjelasan tentang arti kata kekuasaan. “Yayyoo bisanya banyak. Yayyoo bisa buat kopi sendiwri, bisa masak tewlowr yang enak buat Agha, bisa mandiyin Agha, bisa beliyin susu buat Agha, bisa cawriin mainan buat Agha,” katanya terus berceloteh mengenai berbagai kebisaan Ayahnya terhadapnya. “Bisa buwat powgwram komputewr, bisa kasih makan ikan, bisa nyetiwr mobi,” lanjutnya terus membuat daftar.


Saya dan Bunli tersenyum geli memperhatikan mimiknya mendaftar satu-persatu kebisaan saya. Lucu saja melihat bagaimana seorang anak kecil berusaha meneruskan definisi terhadap suatu kata yang baru dikenalnya.

Pernah suatu hari Agha menanyakan kepada Bunlinya mengenai arti kata otomatis. Setelah Bunli menjelaskan apa artinya, maka Agha pun membuat daftar berbagai kejadian yang menurutnya merupakan contoh dari kejadian otomatis. Diantaranya menyebutkan pintu yang bisa terbuka sendiri saat masuk mall, lampu di rumah yang otomatis menyala saat gelap, kunci mobil yang otomatis terbuka saat mobil dimatikan dan lain sebagainya.

Hal itu terus dilanjutkan hingga kini saat menemukan berbagai hal yang menurutnya merupakan bagian dari definisi otomatis yang telah diketahuinya. Memang tidak semuanya tepat, seperti saat dia katakan bahwa mengganti channel tv juga bagian dari yang disebutnya otomatis. Namun usahanya untuk menerjemahkan definisi dari sebuah kata patut diacungi jempol.

“Kawlo Bunli bisanya lewbih sediki dari Yayyoo,” kata Agha melanjutkan pembicaraan mengenai definisi kekuasaan.

“Lho kenapa bisa begitu Gha?” tanya saya heran atas kesimpulannya.

“Kawrena Bunni lewbih kecii dari Yayyoo,” jawabnya membandingkan tubuh saya yang memang lebih tinggi dari Bunli. “Kawrena Bunli lewbih kecii, jadinya Bunni bisanya sedikit.”

“Ohhhh begitu,” tanggap saya menganggukan kepala. Terlihat Bunli senyum simpul memperhatikan anaknya yang masih mengerutkan jidat memikirkan sesuatu untuk diucapkan.

“Agha lewbih kecii lawgi dari Bunni. Jadinya Agha bisanya lewbih sedikit dari Bunni,” sambungnya.

“Memangnya Agha bisanya apa aja?” tanya Bunli penasaran.

“Agha masih kecii. Agha bisanya maen, bobo, makan, minum, tuwlis-tuwlis aja, nonton,” jawabnya menggantung karena masih memikirkan hal lain yang merupakan kebisaannya. Dengan kata lain, hanya hal-hal itulah yang menjadi kekuasaannya saat ini.

Saya tersenyum dan kagum melihat bagaimana seorang anak kecil tanpa disadari berusaha menjelaskan arti kekuasaan dalam kehidupan berumah tangga. Dengan kosa kata seadanya, Agha berusaha menempatkan posisi besar kecilnya kekuasaan dalam konteks tanggung jawab kehidupan berkeluarga. Yahyo sebagainya Ayahnya ditempatkannya pada posisi paling tinggi, disusul Bunli sebagai Bundanya dan Agha sebagai anak dari keduanya.

]]>
http://riyogarta.com/2013/01/07/kekuasaan/feed/ 43
Minuman Botol http://riyogarta.com/2013/01/02/minuman-botol/ http://riyogarta.com/2013/01/02/minuman-botol/#comments Wed, 02 Jan 2013 00:50:01 +0000 http://riyogarta.com/?p=1246 Beberapa hari yang lalu, saat haus di siang hari, saya menenggak hampir habis sebotol mizone dingin di lemari es. Saya benar-benar lupa kalau botol minuman itu milik Agha. “Agha nggak mo omong lwagi ama Yayyooo,” katanya dengan nada marah.

Sebelumnya dia marah sama Bunli yang menurut sangkaannya sudah menghabiskan minuman itu. Tapi setelah saya jelaskan bahwa yang meminumnya itu bukan Bunli, Agha memeluk Bunli dan mengalihkan marahnya ke saya.

“Maaf Gha, nanti Yahyo belikan lagi ya. Yahyo pikir itu punya Yahyo,” disambut gerutu Agha yang membuat saya geli. Akhir-akhir ini Agha memang sedang mengenalkan kemampuannya untuk marah. Beberapa kami tegur jika marahnya memang salah tempat, beberapa kami tanggapi karena memang layak marah.

Semalam saat kami keluar rumah, saya tawarkan kepadanya untuk mampir ke salah satu mini market membeli mizone pengganti. Namun Agha menolak, “Bunni aja yang bewyiin mijon kawrena Yayyoo uwdah abisin mijon Agha.”

“Tapi yang mau turun membeli Yahyo, jadi biar Yahyo saja yang membelinya ya?” tanya saya bersiap-siap membuka pintu mobil.

“Nggak, Bunni ajah.”

“Yahyo ajah ya,” kata saya langsung turun dari mobil. Terlihat wajah Agha yang murung duduk di pangkuan Bunli. Dia ingin Bunli yang membelikannya, namun saya tidak tega membiarkan Bunli keluar mobil di malam dingin sehabis hujan. Terdengar suaranya yang parau mengatakan keinginannya untuk membeli mizone yang sama, yakni mizone yang bungkus botolnya berwarna hijau. Saya mengiyakan lalu menutup pintu mobil dan berjalan menuju mini market.

Setelah beberapa saat, saya kembali ke mobil sambil menenteng kantong plastik berisi 1 botol mizone dan 2 botol minuman teh. Kami memang berencana mengunjungi salah satu langganan nasi goreng di sekitar rumah. Dan seperti biasa, kami membeli minum terlebih dahulu di mini market, karena secara umum penjual nasi goreng hanya menyediakan minuman botol yang kurang kami suka.

“Kalo Agha nggak mau mizone yang Yahyo belikan, ya mizonenya buat Yahyo ajah,” canda saya saat masuk mobil.

“Yayyoo nggak bowyeh becanda seperwti itu,” kata Agha dengan nada meninggi.

“Lho kenapa Yahyo nggak boleh becanda?”

“Kwarena nggak bowyeh! Becanda Yayyoo nggak bagus buwat anak keci. Hanya bagus buwat bapa-bapa,” jawabnya dengan muka kesal. Terlihat Bunli senyum geli melihat anaknya yang masih kesal. Apalagi mengatakan sesuatu yang belum pernah kami dengar mengenai becanda yang tidak bagus dan hanya bagus buat bapak-bapak.

“Iya deh. Ini mizonenya memang Yahyo belikan buat Agha kok,” sahut saya lalu melajukan mobil menuju penjual nasi goreng yang masih cukup jauh jaraknya. Dalam perjalanan Agha hanya diam. Sesekali saya lirik wajah polosnya itu, ada rasa senang dalam diri ini. Senang karena Agha sudah mulai mengenal marah namun tetap terkontrol, bahasanya yang tidak kasar dan sama sekali tidak ada kegiatan fisik yang terlibat.

Setibanya di tempat penjual nasi goreng, kami memesan 3 piring. Dua piring nasi goreng gila pedas sedang dan 1 piring nasi goreng tidak pedas buat Agha. Dan seperti kebiasaan kami, semuanya kami pesan tanpa penyedap dan bawang goreng.

“Bun, Agha nggak mo pake yang meyyah-meyyah. Agha nggak suka,” katanya kepada Bunli agar memesan nasi goreng yang tidak pedas. Bunli mengiyakan dan sekali lagi mengulang pesanannya kepada penjual nasi goreng agar Agha mendengar bahwa pesanannya sesuai.

Penjual nasi goreng mengiyakan pesanan, “Kami sudah bawa minum sendiri Bang,” kata Bunli mendahului niat si Abang menawarkan minum.

Agha yang sedang duduk di belakang tiba-tiba teringat mizone yang tadi saya beli. “Mijon Agha Bun,” pintanya mengorek-ngorek isi kantong plastik yang digantung di belakang tempat duduk Bunli.

“Mijon Agha,” katanya lagi dengan tangan yang sudah memegang botol minuman itu.

“Iya sebentar. Ini Bunli baru saja memesan nasi goreng. Sini Bunli bukain.” Bunli menerima mizone yang diberikan Agha setelah menutup kaca mobil sesaat penjual nasi goreng pergi menuju gerobak dagangannya.

Sesaat Bunli terdiam. “Yah,” sapa Bunli mengalihkan perhatian terhadap permainan Mahjong yang sedang saya mainkan di Android. “Sepertinya Yahyo salah beli deh. Ini warnanya kuning,” bisik Bunli.

Saya perhatikan warna bungkus botol itu dalam remang cahaya lampu jalan. Bunli ternyata benar, saya sudah salah mengambil botol. Yang saya ambil botol dengan bungkus kuning walau ada hijaunya juga. “Waduh,” gumam saya melirik Agha yang masih duduk di bangku belakang sambil bernyanyi, entah lagu apa.

Muncul rasa sesal mengapa tadi tidak memeriksa warna bungkus botol saat membelinya di mini market. Padahal Agha sudah mengingatkan saya dengan suara parau sesaat sebelum saya pergi membelinya. Setelah berpikir sejenak, saya pun memanggil Agha, “Agha,”

“Ya Yah,” jawabnya merdu dan riang.

“Gha, Yahyo ternyata salah beli mizonenya. Yang Yahyo beli ternyata bungkusnya berwarna kuning,” ujar saya menunjuk botol mizone.

Agha melirik botol yang ada pada tangan kanan Bunli. Dan seperti yang sudah diduga, Agha langsung nangis sambil mengatakan bahwa dia tidak suka mizone yang bungkusnya berwarna kuning itu.

“Ya sudah nanti Yahyo carikan lagi ya, tapi kalau Agha mau minum yang ini juga nggak apa-apa. Nanti tetap Yahyo carikan yang warna hijau. Atau Agha mau minum teh ini?”

“Agha nggak suka yang wawrna kuwning. Yang wawrna kuwning nggak enak. Enak yang wawrna ijo,” katanya terisak. “Yahyo bewli sekwarang mijon ijonya,” sambungnya tanpa menghiraukan minuman teh yang saya tawarkan.

“Ya kan mini market yang disini sudah pada tutup Gha,” kata saya mencoba memberikannya pengertian. “Nanti Yahyo carikan setelah makan nasi goreng ya?”

“Iya, Yahyo janji,” katanya masih terisak. Saya mangangguk tanda setuju dan tak lama tangisnya pun mulai mereda. Kedua tangannya mulai mengusap-usap matanya yang masih berlinang.

Kata Janji adalah kata paling ampuh yang selalu Agha gunakan sejak lancar berbicara. Hati ini luluh seketika jika dia sudah meminta janji walau kadang saya tawar mengenai waktu menunaikannnya. Tapi kali ini saya tidak mau menawar, saya merasa bersalah sejak meminum mizone simpanannya di lemari es.

Tak lama berselang penjual nasi goreng datang membawa pesanan. Agha yang sudah berhenti menangis langsung menanyakan pesanannya, “Nasi gowreng Agha sudah Bun?”

“Sudah, ini nasi goreng pesanan Agha,” kata Bunli bersiap untuk menyuapinya makan malam.

Kami pun makan bersama, bertiga menyantap hidangan nasi goreng di dalam mobil. Sesaat Agha melupakan kesedihannya dan berceloteh berbagai macam hal. Dari mulai bercerita tentang apa yang dia tonton siang tadi di televisi hingga mengajarkan cara cepat bermain Mahjong menurut versinya kepada saya. Mainan android ini sudah menjadi mainannya sehari-hari.

Malam semakin larut saat nasi goreng sudah habis kami santap. Agha sudah mulai memasuki masa tidurnya di kursi belakang. Setelah Bunli membayar tiga nasi goreng yang kami pesan, kami beranjak pergi mencari mini market yang masih buka.

Beruntung kami mendapatkannya dan membawa pulang satu botol mizone dengan bungkus berwarna hijau. Kali ini saya tidak salah membeli. Sesampainya di rumah, saya letakkan botol itu di meja kesayangannya.

Esok paginya saya terbangun oleh ciuman manis dari Agha yang dilanjutkan dengan pelukan erat dari kedua tangannya. “Terimakawsih Yahyo. Agha suka mijon ijo yang dibewliin Yahyo,” katanya dengan senyum yang membuat hati senang luar biasa. Lalu Agha melanjutkan dengan berbagai pertanyaan, seperti dimana saya membelinya, kapan saya membelinya dan lain sebagainya.

]]>
http://riyogarta.com/2013/01/02/minuman-botol/feed/ 32
Adang dan Nasi Goreng http://riyogarta.com/2012/12/31/adang-dan-nasi-goreng/ http://riyogarta.com/2012/12/31/adang-dan-nasi-goreng/#comments Mon, 31 Dec 2012 00:57:59 +0000 http://riyogarta.com/?p=1249 Agha sangat sering mengajak Pamannya menginap di rumah. Katanya agar dia bisa menemaninya bermain. Maka, salah satu Pamannya memutuskan untuk ikut saat Agha kami jemput dari rumah Kakek Neneknya di malam hari.

Saat perjalanan pulang, kami yang memang belum makan malam memutuskan untuk mampir di penjual nasi goreng langganan. Langganan nasi goreng yang juga disukai Agha.

“Dang,” panggil saya ke Adang. Adang adalah nama panggilan Agha kesalah satu Pamannnya. Sebuah panggilan khas di keluarga Minang yang berasal dari kata Mamak Gadang yang berarti Paman Besar. Jika Pamannya adalah saudara Ibu, disebutlah Mamak seperti hubungan Bunli, Bundanya Agha dengan Pamannya ini. Tapi jika Pamannya adalah saudara Ayahnya, dipanggilnya Bapak bukan Mamak. Sementara kata Gadang karena Pamannya masih punya adik namun bukan yang tertua.

Karena panggilannya bisa Bapak Gadang bisa pula Mamak Gadang, maka disederhanakan panggilannya menjadi Adang. Semacam standarisasi agar keponakannya tidak bingung memanggil Pamannya. 

“Kita makan nasi goreng dulu yuk.”

“Aku tadi sudah makan Mas,” jawab Adang kepada saya. Saya pun mengangguk dan melanjutkan perjalanan menuju penjual nasi goreng yang berada di kawasan Bintaro.

Setibanya di tempat penjual nasi goreng, seperti biasa kami akan memesan nasi goreng dengan spesifikasi yang sudah dihafal si penjual. Nasi goreng tanpa penyedap dan tanpa bawang goreng.

“Dang, bener nih nggak mau nasi goreng?” tanya saya mengkonfirmasi.

Adang terlihat berpikir sejenak, lalu akhirnya memutuskan untuk ikut memesan nasi goreng. Mungkin bau asap gorengan memanggil kembali seleranya untuk makan. “Boleh deh Mas, yang pedas juga boleh,” katanya sambil melongo keluar jendela mobil melihat penjual nasi goreng yang sibuk memasak pesanan pembeli.

Tak lama kami pun memanggil asisten penjual nasi goreng yang sedari tadi tampak sudah bersiap untuk dipanggil. “Biasa ya Bu? Nggak pakai vetsin dan bawang goreng,” katanya hafal setelah kami sepakat untuk memesan 4 piring nasi goreng.

“Kewnapa Adhang pesan nasi gowreng? Tadi katanya, Adhang uwdah makan?” tanya Agha tiba-tiba. Pertanyaan polos yang mengundang saya dan Bunli tertawa.

“Jleb jleb,” kata Adang sambil tertawa menyaksikan dirinya diberi pertanyaan yang menohok. “Aghaaaaaa,” katanya lagi lalu memeluk Agha yang duduk disebelahnya.

Terdengar Adang dan Agha bercakap-cakap. Adang berusaha menjelaskan duduk perkara sementara Agha mendengarkan dengan serius.

Entah berapa lama keduanya terlibat pembicaraan seru seputar mengapa Adang yang tadi mengatakan sudah makan tapi akhirnya memesan nasi goreng juga. Hingga sepertinya Agha mulai paham dan kami makan nasi goreng bersama di malam itu.

]]>
http://riyogarta.com/2012/12/31/adang-dan-nasi-goreng/feed/ 13
Pelangi di Tengah Rumah http://riyogarta.com/2012/12/29/pelangi-di-tengah-rumah/ http://riyogarta.com/2012/12/29/pelangi-di-tengah-rumah/#comments Sat, 29 Dec 2012 01:02:03 +0000 http://riyogarta.com/?p=1252 37065_4718921484303_1613343659_n
Sore tadi Agha lompat kesana kemari karena girang melihat fenomena pelangi di tengah rumah. “Mungkin pelwanginya ada gawra-gawra ada sinawr matahawri panjang itu. Tewrus kena sini sini tewrus situ tewrus sini,” katanya sambil menunjuk ventilasi udara, dinding, cermin lalu lantai.Dulu kami pernah menceritakan bagaimana pelangi terbentuk dari buku cerita anak. Dari buku itu Agha tahu kalau pelangi akan terbentuk jika terjadi hujan saat matahari bersinar.

Nah kali ini tidak ada hujan dan pelanginya pun bukan dilangit, melainkan di lantai. Hahaha, kapan-kapan saja Yahyo ceritakan mengapa hal tersebut bisa terjadi ya Nak. Untuk sementara, bersenang-senang saja dulu dengan pelangi di tengah rumah itu.

]]>
http://riyogarta.com/2012/12/29/pelangi-di-tengah-rumah/feed/ 6
Gaya Rambut http://riyogarta.com/2012/12/26/gaya-rambut/ http://riyogarta.com/2012/12/26/gaya-rambut/#comments Wed, 26 Dec 2012 01:09:11 +0000 http://riyogarta.com/?p=1259 207838_4699884808398_309027028_n

 

“Sudah Bun?” tanya Agha kepada Bunli berharap kegiatan pemotongan rambut segera selesai. Padahal pemotongan rambut baru saja dimulai. Tapi seperti biasa, Agha paling tidak betah saat rambutnya dipotong.

Bunli memang pandai memotong rambut. Bahkan saat kami dulu berpacaran, saya adalah pelanggan setianya. Potongan rambutnya bagus walau pernah salah dan diselesaikan dengan pergi ke tukang potong rambut untuk diubah menjadi potongan model TNI. Begitu juga dengan adik-adiknya, mereka adalah pelanggan setia Bunli. Kini Agha adalah pelanggan spesialnya yang cerewet. Hampir setiap menit menanyakan apakah potong rambutnya sudah selesai atau belum.

“Belum Agha,” jawab Bunli sabar. “Ini baru juga dimulai,” tambahnya. Tangan Bunli menyisir lalu mengunting rambut Agha yang memang sudah cukup panjang. Helai-helai rambut terlihat mulai berjatuhan di kain yang menyelimuti badan Agha, lalu jatuh ke lantai.

“Udah Bun?,” tanyanya lagi disambut jawaban yang sama oleh Bunli, “Belum”.

Eyang Agha di Bandung, juga ahli dalam memotong rambut. Saya dan semua kakak saya yang kini menjadi Pakde dan Budenya Agha adalah pelanggan setia Eyang dalam hal memotong rambut. Dan kini, tradisi itu kembali terjadi. Tak perlu pergi ke salon, karena ada tukang cukur yang pandai di rumah.

“Udah Bun?”
“Belum.”

Kepala Agha tampak tertunduk karena Bunli sedang memotong rambut bagian belakang. Sesekali kakinya bergoyang, disambung kepala yang juga ikut bergoyang, Entah karena mendengar musik dari televisi atau hal lainnya. “Agha diam dong. Nanti jadi nggak selesai-selesai ini memotong rambutnya,” tegur Bunli. Agha terdiam beberapa saat, namun goyangnya kembali terjadi, dan Bunli dengan sabar mengulang tegurannya.

“Udah Bun?”
“Belum”

Terlihat tangan Agha mengusir potongan rambut yang hinggap di tangannya. Lalu padangannya tertuju pada potongan-potongan rambut yang berjatuhan di lantai. Sungguh pemandangan yang mengingatkan masa kecil, saat Ibu memotong rambut saya. Like father like son, begitulah ungkapan yang harus saya percayai saat ini.

“Udah Bun?”
“Belum!”

Entah berapa lama acara memotong rambut ini dilakukan. Hingga akhirnya terdengar suara bernada kecewa disambung dengan suara tangis karena kesal dari Agha. “Bunli sayah motong wrambut Agha,” katanya sesenggukkan.

“Lho kenapa?”
“Wrambut Agha jadi kaya wrambut bayyi,” jawab Agha menangis. Terdengar suara Bunli ngakak karena geli. Rupanya sang pelanggan komplen karena menurutnya, potongan Bunli kali ini membuat wajahnya seperti bayi.

“Ah nggak kok, cukuran Bunli bagus,” timpal saya yang masih terheran, apa yang sebenarnya membuat Agha berkesimpulan potongan rambutnya seperti bayi. Namun Agha tetap bersikeras bahwa rambutnya kini seperti rambut bayi.

Bunli yang masih tertawa melihat betapa lucunya Agha menangis segera menyisir rambutnya dengan gaya yang sedikit lain. “Begini?” tanya Bunli kepada Agha. Terlihat Agha memandang cermin di hadapannya, sekejap tangisannya hilang walau masih sesenggukkan.

“Iya, gini Bun,” jawabnya pelan lalu kembali memandang wajahnya di cermin. “Iya, gini Bun. Wrambut Agha bagus kaya gini. Kaya rambut kakak,” komentarnya disambut gelak tawa Bunli.

Rupanya Agha tidak suka dengan gaya belah pinggir rambutnya yang jatuh. Dia ingin rambutnya sedikit berdiri walau tipe rambutnya bukan tipe rambut yang kaku.

“Bun, kalow wrambut Agha tiduwr jadi sepewrti bayi. Kalow begini, Agha jadi sepewrti kakak,” katanya bangga sambil mengusek-usek tanggannya di kepala agar rambutnya tetap berdiri.

Saya yang sejak tadi geli melihat tingkahnya segera membujuknya untuk mau difoto. Foto saat model rambutnya seperti bayi sesuai penuturannya, dan tentu saja satu buah foto lagi saat model rambutnya seperti rambut kakak.

]]>
http://riyogarta.com/2012/12/26/gaya-rambut/feed/ 4
Bola Bersih Buat Adik http://riyogarta.com/2012/12/21/bola-bersih-buat-adik/ http://riyogarta.com/2012/12/21/bola-bersih-buat-adik/#comments Fri, 21 Dec 2012 01:21:12 +0000 http://riyogarta.com/?p=1269 Saya sedang mengerjakan sesuatu di depan notebook saat terjadi percakapan antara Agha dan Bunli (nama panggilan Agha untuk Bundanya). Diawali dari pertanyaan Bunli kepada Agha yang sejak tadi berusaha mengambil beberapa bola kecil untuk dikumpulkan.

Bola itu umurnya jauh lebih tua dari Agha. Dibeli dan digunakan untuk melakukan terapi tangan saya yang patah di tahun 2007. Namun sejak kecil Agha sangat senang memainkan bola ini karena bisa mengeluarkan bunyi saat dipencet dengan keras. Memang sudah agak lama Agha tidak memainkan bola-bola itu lagi sejalan dengan bertambahnya usia.

“Bowlanya kotwor Bun. Hawrus dicuchi,” jawab Agha kepada Bunli yang sejak tadi melihatnya wira-wiri membawa bola. Saya pun menghentikan pekerjaan sejenak melihat tingkahnya berusaha mengambil bola yang ada di kolong sekitar kamar.

“Dicuci buat apa Gha?” tanya Bunli menunggu Agha kembali ke ruang tengah. Tak lama kemudian Agha keluar kamar sambil membawa bola lain berwarna biru.

“Dicuchi Bun. Bowlanya kowtor. Agha mo simpan buat ade Agha nanti maen.”

“Ade Agha?” tanya Bunli takjub. “Ade Agha yang mana?”

“Ade Agha dawri peyut Bunni. Nanti kalow ade Agha udah ada, ade Agha bisa maen bowla. Tapi bowlanya hawrus bwersih,” jawabnya sibuk.

“Kenapa harus bersih?” tanya Bunli jahil menahan tawa melihat Agha begitu serius melakukan hal itu. Saya yang sejak tadi melihat tingkah polanya pun ikut senyum dan membayangkan, betapa sayangnya nanti Agha kepada Adiknya yang keberadaannya masih dalam wacana.

“Hawrus bwersih Bun. Kalow kowtor nanti Ade Agha sakit,” jawabnya serius. Terdengar suara Bunli tertawa karena jawaban Agha yang dluar dugaan.

“Agha. Cucinya besok saja. Ini sudah malam, sebentar lagi Agha harus bobo. Jadi dikumpulkan saja dulu bola-bolanya. Besok baru kita cuci,” saran Bunli kepada Agha karena hari sudah malam menjelang waktu tidur. Mendengar saran Bunli, Agha lalu memutuskan untuk memasukkan semua bola yang tadi dikumpulkannya kedalam kotak main.

Lalu mereka berdua terlibat pembicaraan lain yang tak ada hubungannya dengan bola. Sesekali terdengar mereka berdua cekikikan. Dan pertanyaan khas dari Agha mengisi sela-sela pembicaraan, “Karena apa Bun?” Lalu Bunli dengan sabar menjawab berbagai pertanyaan Agha yang terdengar konyol memancing tawa.

Saya kembali menghadap diri ke notebook melanjutkan pekerjaan dengan berbagai pikiran. Sudah saatnya kah? Rasanya masih ingin melihat Agha tumbuh hingga paling tidak berumur lima tahun. Mengisi masa kecilnya sebelum hari dimana adiknya yang masih dalam wacana datang atas ijinNya.

]]>
http://riyogarta.com/2012/12/21/bola-bersih-buat-adik/feed/ 1
Pocong http://riyogarta.com/2012/12/21/pocong/ http://riyogarta.com/2012/12/21/pocong/#comments Fri, 21 Dec 2012 01:16:43 +0000 http://riyogarta.com/?p=1267 Ada banyak kenangan sekitar tahun 90 awal saat tinggal di kost sekitar Petukangan Jakarta. Kala itu, kawan kuliah saya, Andi Kalung, kami dandani mirip sekali dengan pocong. Incarannya tak lain adalah seorang kawan yang sudah terlelap tidur.

Kami dandani dia dengan bedak sehingga nampak seram. Apalagi dibawah lampu yang remang-remang. “Kalungnya dibuka Ndi,” usul saya kepada Andi. Kawan ini senang sekali menggunakan kalung, itu sebabnya kami memanggilnya Andi Kalung. “Masa pocong pakai kalung?” lanjut saya sambil tertawa.

Dengan modal tampang berbedak dan sarung melilit di kepalanya, kami bersiap melakukan adegan horor yang pasti sangat seru. Kamar Rury yang menjadi incaran letaknya ada di lantai bawah. Andi turun tangga dan kami pun tak sabar membayangkan apa yang terjadi.

“Ketuk pintunya Ndi,” kata kawan saya menunjuk pintu kamar Rury. Andi pun mengetuk pintu kamarnya sambil memanggil nama Rury dengan suara mendesah, persis seperti film-film horor yang beredar.

“Ruuurrryyy.” suara Andi terdengar diantara ketukan pintu yang dilakukan perlahan. Ketika ketukan dirasa kurang kuat, maka Andi memindahkan ketukannya di jendela sambil tetap memanggil nama Rury dengan suara mendesah.

Tak lama terdengar Rury terbangun dari tidurnya. Kami yang menyaksikan sudah tegang dan siap tertawa. Pintu kamar dibuka, lalu Rury membenarkan kacamatanya yang cukup tebal itu sambil memandang ke arah Andi yang sudah menyerigai bak pocong di layar lebar. “Ruuurrrryyy,” katanya menakuti.

“Ah elo Ndi,” kata Rury datar lalu kembali ke tempat tidur membiarkan pintu kamar tetap terbuka. Kejadian ini benar-benar di luar dugaan. Andi terlihat bengong. Tidak ada rasa takut dan kaget dari Rury. Seperti tak ada kejadian apa pun, Rury kembali meneruskan tidurnya. Kami yang melihat kejadian itu tertawa tepingkal-pingkal.

]]>
http://riyogarta.com/2012/12/21/pocong/feed/ 4
Telur Orak Arik II http://riyogarta.com/2012/12/20/telur-orak-arik-ii/ http://riyogarta.com/2012/12/20/telur-orak-arik-ii/#respond Thu, 20 Dec 2012 05:23:55 +0000 http://riyogarta.com/?p=1271 Baru saja terjadi, Agha ingin makan siang dengan telur orak-arik kesukaannya. “Yayyoo, Agha mau makan pake tewluwr keci-keci seperti kemayren,” pintanya. Lalu dia mengambil telur ayam kampung dari lemari es. “Tewluwrnya tinggal atu Yayyoo,” katanya memberi tahu saya. “Nanti Yayyo makan pake apa?” tanyanya membuat hati ini terharu. Ternyata dia memikirkan juga dengan apa nanti Ayahnya makan karenamenyadari telur ayamnya hanya tinggal satu butir.

“Nggak apa-apa Nak. Itu buat Agha saja. Yahyo nanti bisa makan pakai yang lain,” jawab saya meyakinkan agar dia tidak perlu memikirkan Ayahnya.

“Nanti mawlam, kita pewrgi ke jayin aja Yayyoo. Kita bewli tewluwr yang banyak. Jadi tewrluwrnya nggak abis-abis,” usulnya sambil memegang telur di tangan kirinya. “Kita pewrgi bewrsama-sama Bunni.”

“Ya nggak perlu beli banyak-banyak Gha. Beli secukupnya saja. Kalau nanti telurnya habis, kita beli lagi. Nggak bagus beli sesuatu terlalu banyak Gha,” nasehat saya kepadanya.

“Tapi susu Agha? Yayyoo bewlinya banyak kawli.” Rasanya seperti tertimpa panci mendengar ocehannya kali ini. Saya sadar apa yang baru saja saya nasehatkan ternyata bertentangan dengan apa yang pernah saya lakukan. Betul, dulu kami memang membeli susu UHT dalam jumlah yang cukup banyak. Hal ini kami lakukan karena susu UHT 200ml sangat jarang kami temui di supermarket. Biasanya kami memborong cukup banyak untuk persediaan 1 hingga 3 bulan saat mendapatinya.

“Susu yang Agha minum itu seringkali tidak ada di toko Gha. Makanya Yahyo atau Bunli sering membeli dengan jumlah yang banyak supaya Agha tetap bisa minum susu. Lagi pula, susu UHT itu tahan lama, tidak seperti telur yang kalau disimpan lama menjadi tidak bagus untuk dimakan.”

Lalu seperti biasa, Agha bertanya kenapa susu itu seringkali tidak ada, kenapa susu bisa tahan lama sementara telur tidak hingga kenapa telur yang sudah lama nggak bagus dimakan dan seterusnya. Hingga tiba-tiba pertanyaannya terhenti dan dia menangis cukup keras. Saya yang sedang mencuci piring untuk dia makan sontak kaget medengar tangisan yang tiba-tiba itu.

“Tewluwr Agha jatoohh. Tewluwr Agha pecah. Agha tadi nggak ati-ati Yayyoo,” katanya sesenggukan melihat pecahan telur di lantai. Antara kasihan dan ingin tertawa melihat wajahnya yang lucu, saya pun menghampiri sambil mengatakan kepadanya untuk tidak menangis.

“Nggak apa-apa, makanya lain kali hati-hati memegang telur ya Nak,” hibur saya disambut anggukan seraya mengusap pipinya yang basah. “Sudah nggak apa-apa. Yahyo nggak marah kok. Nanti Yahyo bersihkan lantainya.”

Tak lama dia pun meminta untuk menelpon Bunli yang sedang akan mengajar. Dia mau memberi laporan tentang pecahnya telur serta ingin meminta tolong Bunli untuk membelikan telur sepulangnya dari ngajar.

“Bun, Agha tadi pecah tewrluwr. Agha tadi nggak ati-ati Bun. Maf,” katanya masih terisak. “Bun, nanti towlong beli Agha tewrluwr lagi kawlow Bunni puwlang. Bewli yang banyak Bun, jadi kawlaw pecah masih ada lagi.” Diusapnya matanya yang masih sedikit basah sambil mendengarkan nasehat Bunli di telepon.

Terdengar sayup-sayup suara Bunli menasehatinya, “Nggak perlu beli banyak-banyak, secukupnya saja. Yang penting, lain kali Agha hati-hati kalau bawa telur ya.” Agha mengangguk. Wajahnya kembali ceria walau pipinya masih terlihat basah. Setelah berpamitan di telepon, dia kembali main kereta api sambil menunggu nasi keju parut sebagai gantinya telur orak-arik.

]]>
http://riyogarta.com/2012/12/20/telur-orak-arik-ii/feed/ 0
Telur Orak Arik http://riyogarta.com/2012/12/20/telur-orak-arik/ http://riyogarta.com/2012/12/20/telur-orak-arik/#comments Thu, 20 Dec 2012 01:25:33 +0000 http://riyogarta.com/?p=1273 Agha sangat suka sekali telur. Dulu pernah saya masakan dia telur dadar gulung yang dibuat dari 6 telur ayam. Dia sebut telur itu sebagai telur ikan paus karena bentuknya yang besar dan bulat memanjang. Telur ini pun menjadi telur favorit mengalahkan telur mata sapi yang disebutnya sebagai teluwr mata moo. Moo adalah bunyi sapi yang dijadikan nama pengganti sapi seperti halnya menyebut guguk menggantikan sebutan anjing.

Kemarin siang, saya tawarkan masakan telur lain yang rasanya belum pernah saya buatkan. Padahal, biasanya telur ini lebih dulu dikenalkan kepada anak kecil karena membuatnya jauh lebih mudah daripada membuat telur dadar gulung. Telur itu sering disebut telur orak-arik. Setelah mengangguk tanda setuju, saya masak telur orak-arik itu di penggorengan dengan sedikit mentega.

“Baunya enaaak,” kata Agha mencium bau telur orak-arik yang sudah disajikan di piring mickey kesayangannya. Lalu tangannya yang mungil mulai menyendokkan nasi beserta telur ke mulutnya. Ya, Agha sudah bisa makan sendiri sejak umur 3 tahun kurang. Tanpa nasi yang tumpah dan mulut yang tidak belepotan. Suatu hal yang kami syukuri karena dia begitu cepat belajar untuk bisa makan sendiri. Tapi bukan berarti tidak pernah disuapin, adakalanya dia minta disuapin dan kami pun rindu melakukannya.

“Yayyoo hebat! Agha lebih suka tewluwr keci-keci ini. Lewbih enak dawri tewluwr mata moo. Lebih enak dawri tewluwr ikan paus,” celotehnya sambil menyuapkan nasi ke mulut. “Tewluwr buatan Yayyoo lebih enak dawri buatan Bunni sama Nenek,” katanya lagi. Wow, senangnya hati saya ini.

Tapi begitulah Agha. Dia suka membuat orang senang ketika dia merasa puas dengan apa yang didapatkannya. Tak perlu memasak susah payah, air tawar yang yang diberikan oleh Neneknya saat dia haus pun dia katakan “Enaaaakkk”. Bahkan, dia tidak merasa nyaman untuk mengatakan tidak enak atas kue pemberian Pakdhenya.

“Kuenya enak nggak Agha?”
“Enaaaakkkk,” katanya senyum.
“Ya sudah, ayo ambil lagi.”
“Buwat nanti aja. Disimpan duwlu.”

Kalau sudah begini, sebenarnya dia tidak terlalu suka namun sungkan mengatakan tidak enak. Ah Agha, kecil-kecil kok ya sudah pintar berbasa-basi.

]]>
http://riyogarta.com/2012/12/20/telur-orak-arik/feed/ 3
Kurikulum Baru http://riyogarta.com/2012/12/19/kurikulum-baru/ http://riyogarta.com/2012/12/19/kurikulum-baru/#comments Wed, 19 Dec 2012 01:26:54 +0000 http://riyogarta.com/?p=1275 Beberapa hari yang lalu saya iseng menelpon radio saat acara talkshow dengan narsum dari Diknas mengenai kurikulum baru. Kurikulum baru untuk anak SD yang disederhanankan ini ternyata terdiri dari pelajaran Agama, Matematik, Bahasa Indonesia, Kesenian, Olah raga dan (duh) Kewarganegaraan. Saya yang sedang ditengah kemacetan mendadak gatal ingin menelpon.

Saya telepon radio itu lalu saya katakan, bahwa sebenarnya pelajaran yang dibutuhkan itu hanya Matematika, IPA, IPS dan Agama.

Pelajaran bahasa Indonesia sebenarnya bisa dimasukkan di semua mata pelajaran. Artinya dalam semua mata pelajaran, bahasa Indonesia digunakan sekaligus sebagai pelajaran berbahasa yang baik dan benar.

Sementara kesenian dan olah raga dijadikan mata pelajaran tambahan dimana siswa boleh memilih, kesenian atau olah raga apa yang diminati. Minat siswa terhadap kesenian dan olah raga itu tidak bisa di wakili oleh satu mata pelajaran saja.

Terakhir, buang saya itu pelajaran Kewarganegaraan. Menurut saya tidak ada maanfaatnya sama sekali. Jika ingin membuat rasa bangga terhadap tanah air, maka buatlah hal itu dalam pelajaran sejarah. Kenalkan anak-anak dengan sejarah bangsa yang luar biasa. Lalu kenalkan pula mereka dengan beragam budaya yang ada di Indonesia untuk membangun kecintaan mereka terhadap bangsanya. Dan semua itu bisa masuk dalam pelajaran IPS.

Seusia saya bicara dan menutup telepon, beberapa penelpon terdengar berkomentar senada dan mendukung apa yang saya katakan. Lalu narsum Diknas itu pun berbicara standar. Katanya, ini baru wacana, dan justru itulah kami meminta pendapat masyarakat mengenai perubahan kurikulum ini.

Aiiiihh negeri ini. Susah sekali membuat pendidikan yang sederhana. Apa karena diatas kesederhanaan akan ada proyek yang ditutup?

]]>
http://riyogarta.com/2012/12/19/kurikulum-baru/feed/ 2
Bunli Yang Hebat http://riyogarta.com/2012/12/18/bunli-yang-hebat/ http://riyogarta.com/2012/12/18/bunli-yang-hebat/#respond Tue, 18 Dec 2012 01:28:46 +0000 http://riyogarta.com/?p=1277 Sudah cukup lama saya tidak mengajak Agha makan siang di luar. Kemarin, saat Bunli (nama panggilang Bundanya Agha) meeting di kampus, saya pun berinisiatif mengajaknya makan siang sambil menunggu Bunli.

“Yayyoo, kawlo nanti sampe, kita pesen minum aja. Pijjanya pesen nanti aja kawlo Bunli udah datang. Kawrena Yahyo nggak hebat kawlo pesen pijja,” katanya dalam perjalanan.

Sadar dengan dosa yang pernah saya lakukan saat memesan pizza yang tidak dia sukai, saya pun bilang, “Waaah, Yahyo nanti akan pesan pizza yang enak deh buat Agha. Kemarin itu Yahyo coba pizza yang lain, karena bosan kan pizzanya itu-itu saja?” Agha diam dan kami pun melanjutkan perjalanan menuju rumah makan Pizza yang tak jauh dari kampus dimana Bunli meeting.

Sesampainya di tujuan, Agha langsung berjalan masuk dan memilih bangku yang dia suka. Lalu seorang pramusaji menghampiri kami membawakan menu. “Mbak, tolong kasih dia satu menu juga. Dia juga ingin melihat menu,” kata saya sambil menunjuk Agha yang seolah hendak protes karena karena tak diberi menu. Agha pun sumringah saat pramusaji memberikan menu kepadanya.

 “Ade namanya siapa?” tanya pramusaji yang sejak tadi melihat Agha tak henti-hentinya mengoceh. “Agha,” jawabnya singkat. Lalu dia sibuk membuka-buka buku menu sambil mulutnya komat-kamit seperti membaca. Terlihat senyum gemas dari pramusaji melihat Agha yang berlagak bisa membaca.

“Yayyo mo pesen apa?” tanya Agha seolah dialah yang akan mentraktir Ayahnya.

“Sebentar ya Gha,” jawabku lalu menanyakan beberapa hal sehubungan dengan pilihan-pilihan pizza yang ada di menu kepada pramusaji. Suatu hal yang nanti akhirnya saya pahami, mengapa saya dikatakan Agha tidak hebat saat memesan pizza.

“Mmmm, Yahyo pesan ini ah. Sepertinya Agha suka.” Lalu saya pun memesan salah satu Pizza yang belum pernah dia makan serta minum yang tak mengandung soda. Agha memangguk tanda setuju. “Agha mau sup sayur?” tanyaku yang juga dibalas dengan anggukan.

“Agha mo sup, kawrena Agha udah lapawr. Kalo tunggu pijja, Agha keburu lapawr.” Pramusaji tak sanggup menyembunyikan senyum mendengar Agha yang secara tidak langsung ingin mengatakan agar pesanan Pizzanya jangan terlalu lama.

“Pizzanya ditunggu 15 menit ya Pak,” info paramusaji ramah sambil menjawil pipi Agha yang masih terus sibuk membuka-buka buku menu.

Pramusaji itu pergi setelah mengucapkan kata-kata standar dengan gaya membungkuk disertai tangan di dada. Kadang muncul perasaan aneh melihat gaya mereka yang kaku dan tidak natural. Tapi begitulah standar prosedur yang mereka lakukan untuk melayani tamu. Setelah itu pramusaji datang kembali dengan membawakan mangkok kosong. Lalu saya pergi mengambilkan sup sayur yang letaknya tak jauh dari tempat kami duduk. “Agha disini saja, Yahyo ambil sup sayur dulu ya.”

Tak lama saya pun kembali dengan membawa mangkok berisi sup sayur. “Agha mo di suapin Yayyoo,” pintanya. Lalu saya suapkan sup sayur itu dengan meniupnya terlebih dahulu agra dingin. Kepulan uap air terlihat keluar dari mangkok sup yang panas karena aliran AC di ruangan.

“Tidak kepanasan kan Gha?” Dia menggeleng sambil mengatakan tidak dengan bahasanya. Mulutnya yang mungil mengunyah sup sayur itu.

Hujan diluar diluar begitu deras. “Yayyoo, Bunni nanti kita jemput aja. Bunni nggak bawa payung. Payungnya ada di mobiii. Nanti kawlo nggak dijemput Bunni keujanan.” Saya tersenyum melihat betapa sayangnya dia kepada Bunli, sampai-sampai dia ingat kalau Bunli tidak menbawa payung.

“Ya nanti mudah-mudahan saat Bunli selesai meeting, hujannya reda. Jadi Bunli nggak kehujanan,” harap saya melihat betapa derasnya hujan saat itu. “Kalau nanti memang belum reda, ya kita jemput saja Bunli ke kampus. Jadi Bunli nggak kehujanan. Ok?” Agha menjawab dengan anggukan, Matanya terus melirik ke jendela melihat hujan membasahi pelataran parkir.

“Mobii Agha dimandiin,” katanya disela-sela mengunyah sup sayur. Langit begitu gelap membuat suasana siang seperti sore. Saya mengambil tablet dan mulai menuliskan cerita sambil menyuapkan sup sayur ke Agha. Sesekali saya berhenti menulis untuk menjawab beberapa pertanyaan Agha. Dari mulai pertanyaan kenapa dia tadi tidak boleh membeli mainan kereta api yang dilihat, kenapa sup sayurnya terlihat seperti ada asapnya hingga pertanyaan lain yang tidak ada hubungannya dengan pertanya-pertanyaan sebelumnya.

“Agha mau bawlon,” katanya tiba-tiba teringat bahwa di rumah makan pizza ini, anak kecil biasanya mendapatkan balon. Saya bilang kepadanya untuk meminta balon langsung kepada pramusaji yang saya sebut kepadanya sebagai tante.

“Tante, Agha mo bawlon,” mintanya kepada pramusaji yang kebetulan ada di samping meja.

“Mbak, anak saya minta balon. Tolong ya. Tapi buatkan yang bentuknya binatang saja, bukan pedang atau pistol,” bisik saya kepada pramusaji. Lalu Agha turun dari kursi dan jalan bersama pramusaji itu untuk melihat bagaimana balon itu dibuat menjadi bentuk-bentuk yang lucu. “Ayo sana, sendiri ya, nggak perlu ditemani Yahyo.”

Dari tempat dimana saya duduk, terdengar suara Agha tertawa cekikikan karena digoda pramusaji yang mengitarinya. “Bawlonnya sepewrti kodok,” katanya teriak. Lalu terdengar juga teriakannya yang mengatakan balonnya seperti binatang yang lain. Tak lama Agha kembali membawa balon yang dikatakannya sebagai guguk (anjing).

“Agha sudah bilang terimakasih belum sama tante?” tanya saya kepada Agha. Ya, saya membiasakan dia untuk selalu ingat mengucapkan terimakasih kepada orang yang telah memberinya sesuatu.

“Oh iwya, Agha upa,” jawabnya lalu berlari kembali ke arah pramusaji yang tadi membuatkannya balon. Lalu terdengar suaranya yang nyaring dikejauhan, “Tewrimakasih.” Setelah itu dia berlari kembali ke tmpat duduk dan memain-mainkan balon itu di meja makan.

Tak terasa setengah mangkok sup sayur habis dilahap ketika pesanan pizza yang dinanti datang. Agha terlihat girang, “Agha mau makan pijja, sup sawyurnya buat nanti aja. Kawlo Agha makan sup sawyur tewrus, nanti Agha kewnyang. Nanti Agha nggak bisa makan pijja kawrena kenyang.” Saya pun menangguk setuju. Lalu saya ambilkan satu slice pizza untuk dipotong-potong.

“Nah, coba nih pizza yang belum pernah Agha pesan. Pasti enak.” Setelah itu saya suapkan satu potong kecil pizza ke mulutnya, dan dia pun mengunyah. Lalu saya suapkan lagi potongan pizza yang lainnya setelah kunyahan pertama habis di mulut.

“Gimana Agha? Enakkan pesanan Yahyo? Hebat nggak Yahyo?” tanyaku sedikit cemas kalau-kalau dia ternyata tidak suka.

Raut wajahnya terlihat serius berpikir dengan mulut yang terus mengunyah. Lalu dengan sungguh-sungguh di katakan, “Nanti duwlu!”

Entah kenapa saya tiba-tiba tertawa mendengar jawabannya. Seperti ucapan seorang juru rasa yang sedang memikirkan apakah pizza yang dimakannya ini layak dikategorikan enak. Dia terus mengunyah tanpa menghilangkan raut muka yang serius.

“Pijjanya enak Yayyoo,” ujarnya tak lama kemudian setelah menelan pizza di mullutnya. Sebuah jawaban yang benar-benar membuat hati ini senang.

“Jadi Yahyo hebat juga kan? Sama hebatnya dengan Bunli?” tanya saya sambil tersenyum bangga.

“Masih hebat Bunni,” jawabnya lurus. “Kawlo Bunni pesan pijja nggak tanya-tanya kaya Yayyoo. Kawlo Bunni pesan, pesan ajah nggak tanya-tanya, tewrus pijjanya datang. Kawlo Yayyoo pesan tapi tanya-tanya duwlu.”

“Ah Bunli juga kalau pesan tanya-tanya dulu,” bela saya sedikit komplen.

“Ndaaak. Bunli kawlo pesan cepat,” katanya membela Bunli.

Saya pun tersenyum, Bunli memang lebih hebat dari Yahyo. Menjadi seorang Ibu dari seorang anak adalah hal yang paling mulia di bumi ini. Betapa capeknya dia mengurus, namun tak sedikit pun mengeluh. Padahal, selain megurus anak, seorang Ibu adalah juga seorang istri yang juga wajib mengurus suaminya. Pantaslah jika surga ada dibawah telapak kaki Ibu. Dan sungguh saya senang saat Agha mengatakan bahwa Bunli lebih hebat dari saya. Nyatanya memang Bunli benar-benar hebat.

]]>
http://riyogarta.com/2012/12/18/bunli-yang-hebat/feed/ 0
Doa dan Nasi Tim http://riyogarta.com/2012/12/16/doa-dan-nasi-tim/ http://riyogarta.com/2012/12/16/doa-dan-nasi-tim/#comments Sun, 16 Dec 2012 01:30:42 +0000 http://riyogarta.com/?p=1279 Agha sangat suka nasi tim. Dan salah satu nasi tim favoritnya adalah nasi tim di Bakmi Parahyangan yang ada di rest area tol Cipularang km 97 menuju Jakarta. Sayang beberapa kali kesana sepulang dari Bandung, nasi tim sudah habis. Hari ini, setelah kemarin menghadiri undangan nikah keponakan, kami bergegas pulang ke Jakarta. Lalu seperti biasa, kami berniat mampir di rest area itu dan berharap nasi tim masih tersedia.

“Agha, Agha berdoa mudah-mudahan nasi timnya masih ada,” saran saya yang disambut dengan anggukan. Lalu Agha pun berdoa yang isinya adalah harapannya agar bisa makan siang dengan nasi tim kesukaannya.

“Ya Allah, semoga kayi ini nashi tim yang Agha suka masih ada. Jadi Agha bisa makan dengan nashi tim. Amin.” doanya.

“Kita kesana, sekayi makan,” tambahnya meyakinkan diri bahwa kami akan mampir ke tempat itu.

“Sekali makan? Maksudnya sekalian makan kali,” kata Bunli membenarkan ucapan Agha. Agha selalu lupa menambahkan imbuhan ‘an’ atau ‘in’ sehingga banyak ucapannya yang terlihat janggal seperti, dibewrsih yg maksudnya dibersihin, dibewres yang artinya diberesin, dan masih banyak kata lainnya.

Dalam perjalanan menuju rest area, dia pun mengimaginasikan bentuk awan mendung yang terlihat. Ada yang katanya mirip ikan, kodok, dinosaurs dan sebagainya. Belum lagi ocehan mengarang indah mengenai kisah Thomas, kereta api kesayangannya. Semua membuat perjalanan menjadi penuh hiburan yang tidak jarang membuat kami ngakak mendengarnya.
Tak lama kami pun tiba di rest area tujuan. Agha penuh semangat berjalan menuju rumah makan Bakmi Parahyangan. Dan betapa senangnya dia saat mengetahui nasi tim masih tersedia. Kami pun memesan 1 porsi nasi tim untuknya dan tentu Bakmi yang enak itu untuk kami berdua.

“Bun, nasi tim Agha mana?” tanyanya tak sabar menunggu pesanan tiba. Dan saat pesanan tiba, dia pun makan dengan lahap. Dia mulai belajar arti sebuah doa, dan alhamdulillah kali ini doanya didengar untuk diwujudkan.

Saat kami hendak pulang, dia pun bilang kepada pelayan rumah makan, “Om, nashi timnya atu wlagi. Dibwungkhus. Buat malam Agha makan.” Dan saat nasi tim yang dibungkus itu tiba, dia pun bilang, “Tewrimakasih.”

]]>
http://riyogarta.com/2012/12/16/doa-dan-nasi-tim/feed/ 4