Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia akan memiliki warna kulit yang sama, agama yang hanya satu, tidak ada yang namanya negara, suku bangsa dan tidak ada perbedaan. Artinya Sang Khalik memang menghendaki adanya perbedaan. Perbedaan adalah hakekat penciptaan. Perbedaan itu indah.

What a Wonderful World

Dikirim: February 7th, 2006 | Oleh: | Kategori: Uncategorized | 1 Komentar »

Louis AmsrongI see trees of green…….. red roses too
I see ’em bloom….. for me and for you
And I think to myself…. what a wonderful world.

I see skies of blue….. clouds of white
The bright blessed days….dark sacred nights
And I think to myself …..what a wonderful world.

The colors of a rainbow…..so pretty in the sky
Are also on the faces…..of people going by
I see friends shaking hands…..sayin’ how do you do
They’re really sayin’……i love you.

I hear babies cry…… I watch them grow
They’ll learn much more…..than I’ll never know
And I think to myself …..what a wonderful world

And I think to myself …..what a wonderful world

Entah kenapa, kalau saya dengarkan lagu karya George Weiss / Bob Thiele yang dibawakan oleh Louis Amstrong ini selalu terharu. Terharu karena teringat masa kecil, juga masa-masa yang sudah kami (baca:saya dan istri) lewati. Pas banget deh ini lagu buat ngelamun untuk mengenang masa-masa lampau yang indah :)


Dukung Taxi Blue Bird di Bandung …

Dikirim: January 23rd, 2006 | Oleh: | Kategori: Uncategorized | 6 Komentar »

Salah satu hal yang luar biasa dari kota Bandung adalah “kehebatan” para supir taxi yang selalu menyambut kedatangan penumpang di Stasiun KA Bandung. Kalau Anda kebetulan sampai disana dan Anda tidak mengenal jalanan kota Bandung *waduh*, silakan Anda dibuat terbengong-bengong dengan harga taxi untuk jarak yang ternyata tidak seberapa. Anda bisa mengeluarkan Rp. 40.000 untuk jarak yang jika dhitung dengan argo mungkin hanya sekitar Rp. 15.000 hingga Rp. 20.000. Luar biasa toh?

Makanya saya setuju sekali dengan Dukung Masuknya Taksi Bluebird ke Bandung, petisi online yang dibuat oleh Priyadi Nurcahyo dengan pengantar dalam blognya yang berjudul Aksi Mendukung Taxi Blue Bird Bandung.

Ayoo, dukung yuk … (*) (*) (*)

Cara mendukung? Gampang, klik saja ini.


Mengetik Menggunakan Huruf Aneh

Dikirim: January 18th, 2006 | Oleh: | Kategori: Uncategorized | 4 Komentar »

Karakter AnehHe he he, tulisan ini sebenarnya ditujukan sebagai rasa salut saya atas kehebatan istriku saat mengetik menggunakan Microsoft Word ;) . Bagaimana tidak, dia ini kalau mengetik benar-benar luar biasa canggihnya. Saya katakan canggih karena hasil ketikannya dijamin rapi dan selalu mengikuti berbagai aturan main yang seharusnya memang dipergunakan ketika menggunakan software keluaran Microsoft ini. Hasilnya, bukan hanya format apa pun bisa dia lakukan dengan cepat dan benar, tetapi berbagai perubahan signifikan dari format yang telah dibuat juga bisa dilakukannya dalam sekejap.

Berbeda dengan kebiasaan umum yang dilakukan orang ketika mengetik, istriku ini senangnya menggunakan fasiltas formatting marks. Akibatnya, kalau dia sedang mengetik selalu saja terlihat berbagai karakter formatting marks –yang saya sebut sebagai karakter aneh– pada layar editornya. Sekilas hasil ketikkanya tampak tidak rapi, tetapi ketika karakter ini kembali disembunyikan atau ketika hasil ketikkannya ini di cetak, hasilnya terlihat rapi. Dan hebatnya lagi, istriku ini benar-benar memanfaatkan berbagai fitur yang ada sehingga (rasa-rasanya) tidak ada fitur pada Microsoft Word yang tidak dipergunakan saat dia melakukan aksinya ;)

Ini salah satu sebab mengapa ketika istriku membuat skripsi, lalu kemudian thesis dengan berbagai aturan dan format penulisan didalamnya, bisa dia kerjakan tanpa mengalami kesulitan teknis pengetikan yang berarti, meskipun sering mengalami perubahan.

Sayang memang, banyak sekali orang menggunakan software canggih dengan harga yang mahal seperti Microsoft Word, tetapi tidak menggunakan berbagai fitur yang seharusnya membuat kegiatan mengetik menjadi jauh jauh lebih mudah dan menyenangkan. Mungkin juga termasuk saya :D

Oke deh, salut buat istriku atas kehebatannya ini =d>. Saya ingin belajar juga sih … tapi bisa nggak yah kalau nggak kudu pakai karakter aneh-aneh itu :D


Masih Adakah Makanan Yang Sehat?

Dikirim: January 12th, 2006 | Oleh: | Kategori: Uncategorized | 13 Komentar »

Akhir-akhir ini kita mendengar mengenai kandungan formalin pada beberapa makanan seperti halnya baso yang bisa menyebabkan kanker paru-paru serta gangguan pada alat pencernaan dan jantung. Sebelumnya, beberapa tahun yang lalu juga heboh masalah borax sebagai bahan pengawet makanan yang dapat menyebabkan gangguan pada hati, otak dan kulit. Belum selesai dengan semua masalah itu, salah satu televisi swasta menyiarkan mengenai betapa menjijikkannya proses pembuatan sauce sambal dan tomat. Beberapa hari kemudian, muncul juga hebohnya baso dengan daging tikus.

Masih belum selesai mikirin berbagai hal mengenai kandungan makanan yang menyeramkan itu, hari ini saya mendapatkan email dari kawan dengan subjek “Yang nggak ramah buat hidupmu!“. Isinya, duh … banyak aduhnya :(( Berikut petikan isi email tersebut:

Baca Selengkapnya »


Monalisa

Dikirim: January 7th, 2006 | Oleh: | Kategori: Uncategorized | 14 Komentar »

Monalisa Siapa yang tidak tahu Monalisa, lukisan dengan gaya sfumato yang paling terkenal di seluruh penjuru dunia. Tergoda akibat membaca Da Vinci Code, saya iseng membelah lukisan karya seniman besar ini tepat di pertengahan mukanya. Setelah membelahnya menjadi dua bagian kiri dan kanan, lalu masing-masing belahan saya buat copy-nya dan kedua hasil copy-nya saya flip secara horizontal. Belahan kanan saya satukan dengan hasil copy-nya yang telah di flip secara horizontal, hal yang sama saya lakukan juga pada belahan kiri. Hasilnya? Luar biasa! Silakan klik thumbnail diatas.

Anda bisa melihat bahwa hasil penyatuan belahan kanan dan hasil copy-nya yang telah di flip secara horizontal terlihat seperti seorang laki-laki. Sementara hasil penyatuan belahan kiri dan hasil copy-nya yang telah di flip secara horizontal terlihat seperti seorang wanita. Ini sesuai dengan apa yang dikatakan Langdon pada buku fiksi Da Vinci Code edisi Bahasa Indonesia halaman 166, “Sisi kiri adalah perempuan dan sisi kanan adalah lelaki”. Mmmm, :-?

“.…You’re so like the lady with the mystic smile ….”, kata Nat King Cole.


Fakta 17 Agustus

Dikirim: August 25th, 2005 | Oleh: | Kategori: Uncategorized | 36 Komentar »

Menarik membaca kiriman email dari salah satu teman saya mengenai berbagai fakta sehubungan dengan hari kemerdekaan Indonesia yang selalu kita rayakan setiap tanggal tanggal 17 Agustus. Fakta-fakta ini didapatkan si pengirim email dari Harian Suara Merdeka , hari Jumat, tanggal 18 Agustus 1995, halaman VII, dalam rangka memperingati 50 tahun kemerdekaan Indonesia.

Berikut pengatar dan fakta-fakta mengenai hari kemerdekaan Indonesia:

Sejarah bisa diceritakan dalam berbagai versi dan gaya. Kali ini, seorang pemerhati sejarah di Jakarta, Iwan Satyanegara, menyajikan “Lintasan Sejarah” dari sisi dan style lain. Selain bisa menambah wawasan, tulisan yang diramu dari berbagai sumber dan hasil renungan penulisnya itu diharapkan juga mampu memberikan hiburan segar dalam rangka nuansa Indonesia Emas.

  • Mungkinkah Revolusi Kemerdekaan Indonesia disebut sebagai revolusi dari kamar tidur? Coba simak ceritanya. Pada 17 Agustus 1945 pukul 08.00, ternyata Bung Karno masih tidur nyenyak di kamarnya, di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini. Dia terkena gejala malaria tertiana. Suhu badannya tinggi dan sangat lelah setelah begadang bersama para sahabatnya menyusun konsep naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda.
    “Pating greges”, keluh Bung Karno setelah dibangunkan dr Soeharto, dokter kesayangannya. Kemudian darahnya dialiri chinineurethan intramusculair dan menenggak pil brom chinine. Lalu ia tidur lagi.
    Pukul 09.00, Bung Karno terbangun. Berpakaian rapi putih-putih dan menemui sahabatnya, Bung Hatta.
    Tepat pukul 10.00, keduanya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari serambi rumah.
    “Demikianlah Saudara-saudara! Kita sekalian telah merdeka!”, ujar Bung Karno di hadapan segelintir patriot-patriot sejati. Mereka lalu menyanyikan lagu kebangsaan sambil mengibarkan bendera pusaka Merah Putih. Setelah upacara yang singkat itu, Bung Karno kembali ke kamar tidurnya. masih meriang. Tapi sebuah revolusi telah dimulai…

Baca Selengkapnya »