Blognya Riyogarta, mencatat apa yang tidak perlu dicatat
Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia akan memiliki warna kulit yang sama, agama yang hanya satu, tidak ada yang namanya negara, suku bangsa dan tidak ada perbedaan. Artinya Sang Khalik memang menghendaki adanya perbedaan. Perbedaan adalah hakekat penciptaan. Perbedaan itu indah.
Setelah mencari kesana dan kesini, mencoba ini dan itu, akhirnya saya berhasil juga menginstall Coverflow (Clutterflow) di Ubuntu 9.10. Apa itu Coverflow? Daripada saya jelaskan panjang lebar lebih baik Anda melihat sendiri Coverflow yang saya jalankan di notebook
Apakah ada Games di Linux Ubuntu yang menarik? Bagi yang masih memiliki keraguan atas hal ini –selain sebenarnya sudah ada pula berbagai games menarik di repository bawaan Ubuntu– games di PlayDeb mungkin akan membuat keraguan ini menjadi pertanyaan. Apa iya games di Linux Ubuntu tidak ada yang menarik? Jawabnya, silakan Anda browsing di www.playdeb.net/updates/Ubuntu/9.10/.
Tidak ada yang meragukan kemampuan Gimp sebagai image editor yang handal di lingkungan FOSS. Namun banyak sekali penggunanya –termasuk saya–yang tetap tidak sreg dengan user interface windownya yang terpisah-pisah. Namun akhirnya GIMP menjawab keluhan interfacenya dengan membuatnya menjadi single window. Benarkah? Benar!
Mungkin sudah banyak yang tahu mengenai GetDeb, atau ada juga yang belum mengetahuinya. Bagi yang belum mengetahuinya, GetDeb adalah proyek tidak resmi (unofficial project) yang menyediakan paket free opensource siap pakai untuk Ubuntu. Paket-paket yang ada di situs ini adalah paket-paket yang umumnya lebih baru bahkan belum tersedia pada repository resmi dari Ubuntu.
Sebelum pengguna bisa menginstall paket-paket yang disediakan oleh GetDeb, pengguna diharuskan menambah daftar repository yang ada. Sayangnya, paket-paket menarik yang disediakan GetDeb ini berada di server luar. Untuk itulah saya berinisiatif untuk menyediakan repository GetDeb tersebut di server yang ada di Indonesia (Lokal).
Sudah hampir sebulan saya menggunakan Ubuntu Karmic 9.10. Tidak ada masalah kecuali satu saja, yakni Gnome Global Menu yang sudah terbiasa saya gunakan tidak bisa berjalan dengan baik di Karmic. Beberapa aplikasi tidak mau dipanggil akibat pemasangan applet tersebut. Namun masalah tersebut tidak bertahan lama, karena update Gnome Global Menu akhirnya keluar dan bisa berjalan dengan baik di Karmic
Berikut adalah beberapa aplikasi dan tools yang hampir selalu saya install setelah menginstall Ubuntu:
Sudah seminggu ini saya menggunakan Ubuntu versi terbaru yang keluar pada tanggal 29 Oktober 2009 menggantikan Ubuntu versi 9.04 (Jaunty Jackalope) yang sudah saya pergunakan selama 6 bulan. Selama 6 bulan? Ya, karena Ubuntu akan selalu mengeluarkan versi terbarunya setiap 6 bulan. Berikut beberapa hal yang bisa dilihat secara kasat mata sebagai peningkatan dari Ubuntu versi sebelumnya:
From: torvalds@klaava.Helsinki.FI (Linus Benedict Torvalds)
Newsgroups: comp.os.minix
Subject: What would you like to see most in minix?
Summary: small poll for my new operating system
Message-ID: <1991Aug25.205708.9541@klaava.Helsinki.FI>
Date: 25 Aug 91 20:57:08 GMT
Organization: University of Helsinki
Hello everybody out there using minix – I’m doing a (free) operating system (just a hobby, won’t be big and professional like gnu) for 386(486) AT clones. This has been brewing since april, and is starting to get ready.I’d like any feedback on things people like/dislike in minix, as my OS resembles it somewhat (same physical layout of the file-system(due to practical reasons) among other things). I’ve currently ported bash(1.08) and gcc(1.40),and things seem to work.This implies that I’ll get something practical within a few months, and I’d like to know what features most people would want. Any suggestions are welcome, but I won’t promise I’ll implement them :-)
Linus (torvalds@kruuna.helsinki.fi)
PS. Yes – it’s free of any minix code, and it has a multi-threaded fs. It is NOT protable (uses 386 task switching etc), and it probably never will support anything other than AT-harddisks, as that’s all I have :-(.
Sebenarnya judul ini sudah kelewat beberapa bulan yang lalu. Mulanya mau saya tulis Setahun Lewat Menggunakan Ubuntu 100%, hanya terlihat jadi aneh , jadi akhirnya diputuskan untuk tetap membuat judul seperti diatas.
Yang mau saya sampaikan sebenarnya adalah suka dukanya menggunakan Ubuntu selama setahun yang artinya: terbebas dari lingkungan Windows selama setahun penuh! Ada rasa bangga dan puas dalam diri saya pribadi karena saya berhasil hijrah dari pengguna Windows 100% ke pengguna Ubuntu 100%. Di luar itu, ada pula rasa senang karena ternyata –seperti halnya virus– saya telah berhasil menginfeksi sekian banyak orang disekitar saya untuk pindah menggunakan Ubuntu
Recent Comments