<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>
<channel>
	<title>Catatan &#187; Ubuntu</title>
	<atom:link href="http://riyogarta.com/category/ubuntu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://riyogarta.com</link>
	<description>Blognya Riyogarta, mencatat apa yang perlu dicatat</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 01:24:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>in</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Netbook Asus Eee PC 1215B</title>
		<link>http://riyogarta.com/2012/02/09/netbook-asus-eee-pc-1512b/</link>
		<comments>http://riyogarta.com/2012/02/09/netbook-asus-eee-pc-1512b/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 04:52:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riyogarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://riyogarta.com/?p=1220</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya, setelah dipikir dan dipikir, saya memutuskan untuk membeli netbook baru untuk menggantikan si Axioo yang sudah dipakai sejak tahun 2006. Setelah banyak membaca berbagai review, pilihan saya jatuh pada Netbook merek Asus dengan tipe Eee PC 1215B. Berikut beberapa fakta dari netbook yang mendapat banyak penghargaan sebagai netbook terbaik ini. Ternyata, meskipun tipenya sama, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya, setelah dipikir dan dipikir, saya memutuskan untuk membeli netbook baru untuk menggantikan si <a href="http://riyogarta.com/2006/09/19/axioo-nl658i/" target="_blank">Axioo yang sudah dipakai sejak tahun 2006</a>. Setelah banyak membaca berbagai review, pilihan saya jatuh pada Netbook merek <a href="http://www.asus.com/Eee/Eee_PC/Eee_PC_1215B/#specifications" target="_blank">Asus dengan tipe Eee PC 1215B</a>. Berikut beberapa fakta dari netbook yang mendapat banyak <a href="http://www.asus.com/Eee/Eee_PC/Eee_PC_1215B/#Awards" target="_blank">penghargaan sebagai netbook terbaik ini</a>.</p>
<p><a href="http://riyogarta.com/wp-content/uploads/2012/02/P_500.jpg"><img class=" wp-image-1227 alignnone" title="P_500" src="http://riyogarta.com/wp-content/uploads/2012/02/P_500.jpg" alt="" width="460" /><span id="more-1220"></span></a></p>
<ol>
<li>Ternyata, meskipun tipenya sama, namun netbook ini tersedia dalam beberapa jenis dengan processor yang berbeda. Dari pemantauan saat membelinya kemarin, ada yang menggunakan processor C-60, C-70, E-350 dan E-450. Tentu hal ini sangat berpengaruh terhadap harganya. Jadi, hati-hati jika ingin membeli, periksa processor yang digunakan terlebih dahulu.Akibat hal ini, harga Asus Eeee PC 1215B menjadi sangat bervariasi, dari mulai 2.6 juta hingga 3.4 juta.
<p>Selain itu, netbook ini juga dijual dalam 2 jenis paket. Paket yang membawa serta OS didalamnya yakni Windows &amp; Home dan paket yang tidak membawa OS (Non OS). Saya membeli yang Non OS karena memang tidak berencana menggunakan Windows. Tentu, harga kedua paket ini berbeda jauh.</li>
<li>Meskipun agak membingungkan, namun disimpulkan bahwa hanya Asus Eee PC 1215B dengan processor E-450 lah yang bisa diupgrade memory-nya menjadi 8 GB &#8212; CMIIW. Ternyata si penjual netbook-nya pun baru tahu kalau bisa di upgrade hingga 8 GB, karena ASUS-nya sendiri sebagai vendor hanya menginformasikan bahwa netbook ini hanya memiliki kapasitas maksimal 4 GB. Si penjual punya pengalaman pada Asus Eee PC 1215B dengan processor E-350 yang menurutnya hanya bisa diupgrade hingga 6 GB.Banyak penjual bilang tidak ada netbook yang bisa di upgrade ke 8 GB.
<p>Mereka bilang saya harus beli notebook. Meh!</li>
<li>Saya mengisi netbook ini dengan OS Ubuntu 11.10 64 bit. Sama sekali tidak muncul permasalahan pada hardware. Semua terdeteksi dengan baik. Masalah muncul justru ketika driver Radeon HD 6320 diupgrade sesuai rekomendasi yang muncul pada <em>additional driver</em>. Setelah upgrade dilakukan, muncul <em>Not Supported Hardware</em> di sisi kanan bawah layar. Tapi solusinya mudah, hanya menjalankan <strong>sudo apt-get install fglrx-updates &#8211;reinstall</strong> :) Setelah itu, dengan mematikan <em>Sync to VBlank</em> OpenGL di Compiz dan memilih <em>Enable Tear Free Desktop pada Catalyst, tampilan terlihat menjadi lebih _smooth</em>.
<p>Jadi jika Anda kebetulan memiliki netbook ini, sebaiknya langsung mengupgrade dengan perintah  <strong>sudo apt-get install fglrx-updates</strong>, abaikan rekomendasi ytang diberikan <em>additional hardware</em>.Jadi graphic ATi di Ubuntu sudah tidak <em>horor</em> lagi seperti dulu <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_smiley.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Agak sedikit di luar dugaan, saya mendapatkan Asus Eee PC 1215B dengan HD terpasang sebesar 500 GB. Saya pikir seperti umumnya netbook yang hanya 350 GB.</li>
<li>Ketahanan batere? Indikator batere terlihat berwarna merah setelah digunakan lebih dari 5 jam. Saya menggunakan Jupiter <a href="http://www.webupd8.org/2011/09/jupiter-applet-finally-available-for.html">http://www.webupd8.org/2011/09/jupiter-applet-finally-available-for.html</a> yang menyediakan support khusus untuk tipe netbook Eee sehingga bisa memaksimalkan <em>Super Hybrid Engine</em>.</li>
<li>Oh ya, benar kata kawan-kawan, processor AMD sekarang tidak panas ya? <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_smiley.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Dulu saya saya masih menjadi pengguna PC, processor inilah yang menjadi brand processor favorit saya. Namun saat saya beralih menggunakan notebook saya tidak memilih yang AMD karena isu panas yang dikeluarkan.</li>
<li>Kekurangannya? tombol pada touchpad agak keras, kurang nyaman digunakan. Tapi bisa menjadi jarang digunakan karena bisa digantikan perannya dengan memanfaatkan fitur <em>multitouch</em> pada <em>touchpad</em></li>
</ol>
<p>Mudah-mudahan netbook ini awet seperti notebook Axioo yang telah saya gunakan selama 6 tahun.</p>
<p><strong>Update<br />
</strong>Ternyata ada beberapa permasalahan yang muncul &#8211;sepertinya&#8211; setelah update kernel saya lakukan pada Eee PC 1512B yang menggunakan OS Ubuntu 11.10. Permasalahan berikut solusinya adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>IDE native versus IDE -&gt; AHCI<br />
Opsi ini bisa ditemukan pada BIOS. Saya mengalami kesulitan saat melakukan installasi ketika modenya pada posisi AHCI. Cara mudahnya adalah mengubah pilihan ini ke mode IDE Native terlebih dahulu. Setelah installasi selesai, ubah kembali ke AHCI dan hardisk SATA bisa bekerjan jauh lebih maksimal.</li>
<li>Netbook tidak mau bangun kembali setelah Suspend atau Hibernate dilakukan<br />
Masalah ini dapat diatasi dengan mudah, yakni mematikan fitur C60 pada BIOS <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_smiley.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Ada beberapa kasus yang membuat cursor touchpad freeze sesaat bahkan benar-benar freeze sehingga membuat netbook hang. Pada kasus yang saya alami, permasalahan ini &#8211;entah kenapa&#8211; tiba-tiba hilang setelah dilakukan update kernel. Namun bagi yang tetap mengalami, silakan baca tips pada link dibawah sebagai solusi dari permasalahan touchpad tersebut:<br />
<a href="http://www.kaskus.us/showpost.php?p=402904806&amp;postcount=2">http://www.kaskus.us/showpost.php?p=402904806&amp;postcount=2</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riyogarta.com/2012/02/09/netbook-asus-eee-pc-1512b/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengatasi Masalah Cursor Freeze dan Hibernate di Ubuntu 11.10</title>
		<link>http://riyogarta.com/2011/11/22/mengatasi-masalah-cursorfreeze-cursor-dan-hibernate-di-ubuntu-11-10/</link>
		<comments>http://riyogarta.com/2011/11/22/mengatasi-masalah-cursorfreeze-cursor-dan-hibernate-di-ubuntu-11-10/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Nov 2011 11:09:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riyogarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://riyogarta.com/?p=1169</guid>
		<description><![CDATA[Permasalahan yang saya alami di Ubuntu pada notebook adalah cursor touchpad yang tidak mau bergerak setelah kondisi suspend dan tidak bisa melakukan hibernate. Berikut adalah solusi yang saya dapatkan untuk kedua permasalahan tersebut: Freeze Cursor Konsepnya adalah memutuskan koneksi touchpad dan menyambungnya kembali. Jalankan perintah ini melalui terminal dan cursor kembali bisa digerakkan. sudo modprobe [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Permasalahan yang saya alami di Ubuntu pada notebook adalah cursor touchpad yang tidak mau bergerak setelah kondisi suspend dan tidak bisa melakukan hibernate. Berikut adalah solusi yang saya dapatkan untuk kedua permasalahan tersebut:</p>
<p><strong>Freeze Cursor</strong><br />
Konsepnya adalah memutuskan koneksi touchpad dan menyambungnya kembali. Jalankan perintah ini melalui terminal dan cursor kembali bisa digerakkan.</p>
<blockquote><p><strong>sudo modprobe -r psmouse; sleep 2; sudo modprobe psmouse</strong></p></blockquote>
<p>Bagaimana agar tidak perlu menjalankan perintah ini setiap kali cursor tidak bisa digerakkan setelah kondisi suspend? Caranya adalah membuat bash script yang diletakkan di /etc/pm/sleep.d/</p>
<p>Berikut script tersebut:</p>
<blockquote>
<pre>#!/bin/bash
case $1 in
    suspend|suspend_hybrid|hibernate|resume)
        modprobe -r psmouse; sleep 2; modprobe psmouse
        ;;
esac
exit $?</pre>
</blockquote>
<p>simpan script tersebut (nama file bebas) di /etc/pm/sleep.d/ lalu buatlah agar menjadi file eksekusi dengan menggunakan perintah</p>
<blockquote><p><strong>sudo chmod +x <em>nama_file</em></strong></p></blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Hibernate<br />
</strong>Install uswsusp dengan mengetikkan perintah ini pada terminal</p>
<blockquote><p><strong>sudo apt-get install uswsusp</strong></p></blockquote>
<p><strong></strong>Setelah sukses terinstallasi maka hibernate bisa dilakukan pada Ubuntu 11.10 Anda.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Catatan:</span><br />
<em>Hibernate membutuhkan partisi swap yang besarnya sama dengan besarnya memory pada komputer. Tanpa partisi swap yang besarnya sesuai, hibernate tidak akan bisa dilakukan. </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riyogarta.com/2011/11/22/mengatasi-masalah-cursorfreeze-cursor-dan-hibernate-di-ubuntu-11-10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ubuntu Dalam Genggaman</title>
		<link>http://riyogarta.com/2011/06/11/ubuntu-dalam-genggaman/</link>
		<comments>http://riyogarta.com/2011/06/11/ubuntu-dalam-genggaman/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jun 2011 08:31:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riyogarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://riyogarta.com/?p=1145</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Sebenarnya sudah cukup lama ingin membuat Ubuntu Dalam Genggaman, maksudnya adalah menginstall Ubuntu pada sebuah flashdisk. Tentu tidak sama dengan Startup Disk Creator yang membuat Ubuntu Live pada sebuah flashdisk. Dengan menginstall Ubuntu pada sebuah flashdisk maka dengan mudah kita bisa menggunakan Ubuntu di komputer mana pun yang bisa melakukan booting melalui flashdisk. Banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1146" class="wp-caption aligncenter" style="width: 470px"><a href="http://riyogarta.com/wp-content/uploads/2011/06/318138882.jpg"><img class="size-full wp-image-1146  " title="318138882" src="http://riyogarta.com/wp-content/uploads/2011/06/318138882.jpg" alt="" width="460" height="277" /></a><p class="wp-caption-text">Foto diambil oleh Yuliazmi </p></div>
<p>Sebenarnya sudah cukup lama ingin membuat <strong>Ubuntu Dalam Genggaman</strong>, maksudnya adalah menginstall Ubuntu pada sebuah flashdisk. Tentu tidak sama dengan <em>Startup Disk Creator</em> yang membuat Ubuntu Live pada sebuah flashdisk. Dengan menginstall Ubuntu pada sebuah flashdisk maka dengan mudah kita bisa menggunakan Ubuntu di komputer mana pun yang bisa melakukan booting melalui flashdisk.</p>
<p><span id="more-1145"></span>Banyak cara untuk menginstall Ubuntu ke sebuah flashdisk, namun saya menggunakan cara yang sederhana saja, yakni membuat agar PC atau notebook menganggap flashdisk sebagai satu-satunya HD yang ada. Caranya adalah dengan mencabut HD yang ada pada PC/Notebook. Berikut tahapannya:</p>
<ol>
<li>Cabut semua HD yang terpasang pada PC/Notebook</li>
<li>Masukan installer Ubuntu (bisa gunakan installer dalam bentuk CD maupun flashdisk)</li>
<li>Tancapkan flaskdisk kosong (minimum sebesar 8 GB)</li>
<li>Nyalakan PC/Notebook dan set agar booting dilakukan dari CD/DVD drive atau dari removable disk jika menggunakan flashdisk sebagai Ubuntu installer.</li>
<li>Selanjutnya lakukan installasi seperti biasanya. Ubuntu akan memilih flashdisk kosong yang telah ditancapkan sebagai HD dari PC/Notebook yang digunakan.</li>
</ol>
<p>Setelah proses installasi selesai, maka flashdisk kosong tadi sudah siap menjadi Ubuntu Dalam Genggaman. Bisa digunakan di PC/Notebook mana pun yang bisa melakukan booting dari flashdisk.</p>
<blockquote><p>Saya menginstall Unity-2D untuk mengantisipasi komputer-komputer yang graphic cardnya tidak didukung secara langsung oleh Ubuntu. Dari pengalaman yang sudah saya lakukan, Unity-2D sanggup dijalankan pada semua PC/Notebook dengan lancar. Bagaimana menginstallnya?</p>
<p><strong>sudo apt-get install unity-2d</strong></p></blockquote>
<p>Lalu apa keuntungan membuat Ubuntu Dalam Genggaman?</p>
<ul>
<li>Bisa bekerja dimana saja dengan komputer apa pun dengan lingkungan OS yang sesuai dengan selera kita tanpa mengubah sedikit pun setting dan konfigurasi OS komputer yang digunakan. Juga sudah barang tentu tidak perlu melakukan installasi apa pun.</li>
<li>Tidak perlu melakukan pengkopian bahan pekerjaan ke flashdisk atau media lainnya untuk melanjutkan pekerjaan di tempat lain.</li>
<li>Selain bentuknya yang kecil, flashdisk tidak seperti HD removable yang rentan terhadap guncangan. Jadi bisa dibawa-bawa dengan mudah, baik masuk kantong atau pun dikalungkan.</li>
<li>Tidak perlu repot membawa notebook, cukup bawa flashdisk dan pinjem komputer nganggur yang ada disekitar kita :D</li>
</ul>
<blockquote><p>Tips:</p>
<ul>
<li>Tidak semua flashdisk bisa digunakan untuk membuat Ubuntu Dalam Genggaman, karena tidak semua flahdisk bisa digunakan untuk melakukan booting.</li>
<li>Pilih flashdisk yang memiliki kecepatan baca/tulis yang baik. Pengalaman saya, kecepatan membaca 20 MB/s sudah lebih dari cukup. Flashdisk-flashdisk bermerk biasanya menyertakan keterangan tersebut.</li>
<li>Disarankan untuk tetap melakukan backup terhadap data. Saya selalu melakukan backup dengan memanfaatkan <a href="http://db.tt/U7mnCCF">dropbox</a>.</li>
</ul>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riyogarta.com/2011/06/11/ubuntu-dalam-genggaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>76</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengaktifkan Koneksi Wifi Lewat Terminal</title>
		<link>http://riyogarta.com/2011/04/17/mengaktifkan-koneksi-wifi-lewat-terminal/</link>
		<comments>http://riyogarta.com/2011/04/17/mengaktifkan-koneksi-wifi-lewat-terminal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Apr 2011 06:04:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riyogarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://riyogarta.com/?p=1140</guid>
		<description><![CDATA[Ada kalanya koneksi Wifi dibutuhkan namun Ubuntu hanya bisa diakses melalui mode terminal. Berikut adalah catatan singkat bagaimana mengaktifkan koneksi Wifi melalui terminal. sudo iwlist scan Perintah diatas akan memberikan daftar AP yang mungkin digunakan. Pada wlan0 scan complete, perhatikan bagian ESSID. Misalnya ESSID yang akan digunakan berisi &#8220;Wifiku&#8221;, berikut adalah perintah untuk mengaktifkan koneksi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada kalanya koneksi Wifi dibutuhkan namun Ubuntu hanya bisa diakses melalui mode terminal. Berikut adalah catatan singkat bagaimana mengaktifkan koneksi Wifi melalui terminal.</p>
<blockquote><p><strong>sudo iwlist scan</strong></p></blockquote>
<p>Perintah diatas akan memberikan daftar AP yang mungkin digunakan. Pada <em>wlan0 scan complete, </em>perhatikan bagian ESSID. Misalnya ESSID yang akan digunakan berisi &#8220;Wifiku&#8221;, berikut adalah perintah untuk mengaktifkan koneksi ke AP tersebut.</p>
<blockquote><p><strong>sudo iwconfig wlan0 essid &#8220;Wifiku&#8221;</strong></p></blockquote>
<p>Setelah pengaktifan koneksi berhasil dilakukan, langkah terkahir adalah meminta agar DHCP yang ada pada AP memberikan nomor IP ke Ubuntu.</p>
<blockquote><p><strong>sudo dhclient wlan0</strong></p></blockquote>
<p>Selesai, selamat mencoba <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_smiley.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riyogarta.com/2011/04/17/mengaktifkan-koneksi-wifi-lewat-terminal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>69</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengganti apt-get Dengan apt-fast Agar Lebih Cepat</title>
		<link>http://riyogarta.com/2010/12/29/mengganti-apt-get-dengan-apt-fast-agar-lebih-cepat/</link>
		<comments>http://riyogarta.com/2010/12/29/mengganti-apt-get-dengan-apt-fast-agar-lebih-cepat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Dec 2010 21:22:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riyogarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://riyogarta.com/?p=1123</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya saya sudah cukup lama menggunakan apt-fast untuk menggantikan apt-get guna mempercepat proses download aplikasi, namun baru ingat untuk menggunakannya lagi setelah koneksi Speedy melambat akhir-akhir ini. Pada dasarnya, apt-fast adalah script yang memanfaatkan axel untuk mendownload file-file .deb yang dibutuhkan sebelum proses apt-get sesungguhnya dilakukan. axel adalah download accelerator yang perintahnya dijalankan melalui terminal. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya saya sudah cukup lama menggunakan <em>apt-fast</em> untuk menggantikan <em>apt-get</em> guna mempercepat proses download aplikasi, namun baru ingat untuk menggunakannya lagi setelah koneksi Speedy melambat akhir-akhir ini. Pada dasarnya, <em>apt-fast</em> adalah script yang memanfaatkan <em>axel</em> untuk mendownload file-file .deb yang dibutuhkan sebelum proses <em>apt-get</em> sesungguhnya dilakukan.</p>
<blockquote><p><em>axel</em> adalah download accelerator yang perintahnya dijalankan melalui <em>terminal. </em>Banyak pengguna memanfaatkan <em>axel</em> untuk menggantikan <em>wget</em>.</p>
</blockquote>
<p>Berikut cara menginstall dan menggunakan <em>apt-fast</em></p>
<ol>
<li>Install <em>axel</em> terlebih dahulu</p>
<p><strong>sudo apt-get install axel</strong></li>
<li>download apt-fast.sh di <a href="http://www.mattparnell.com/linux/apt-fast/" target="_blank">sini</a></li>
<li>Rename apt-fast.sh menjadi apt-fast</li>
<li>Pindahkan apt-fast ke /usr/bin/ </li>
<li>Buat file apt-fast menjadi <em>executable file</em>
<p><strong>sudo chmod +x /usr/bin/apt-fast</strong></li>
</ol>
<p>Setelah langkah-langkah diatas dilakukan dengan benar, silakan coba gunakan <em>apt-fast</em> dengan cara yang sama ketika Anda menggunakan <em>apt-get</em> dan rasakan perbedaannya <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_smiley.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </p>
<blockquote><p>contoh:<br /><strong>sudo apt-fast update &amp;&amp; sudo apt-fast upgrade</strong></p>
</blockquote>
<p>Selamat mencoba</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riyogarta.com/2010/12/29/mengganti-apt-get-dengan-apt-fast-agar-lebih-cepat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Cepat Resize dan Rotate Foto di Nautilus</title>
		<link>http://riyogarta.com/2010/11/28/cara-cepat-resize-dan-rotate-foto-di-nautilus/</link>
		<comments>http://riyogarta.com/2010/11/28/cara-cepat-resize-dan-rotate-foto-di-nautilus/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Nov 2010 03:07:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riyogarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://riyogarta.com/?p=1107</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali kita dihadapkan pada kebutuhan untuk me-resize atau me-rotate foto saat kegiatan upload hendak dilakukan. Lalu kita pun membuka foto tersebut satu per satu, me-resize atau me-rotate foto demi foto. Bagaimana jika jumlah fotonya cukup banyak bahkan mungkin mendekati angka 100 atau lebih? Saya akan memberitahukan cara sederhana yang bisa dilakukan untuk melakukan hal tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seringkali kita dihadapkan pada kebutuhan untuk me-<em>resize</em> atau me-<em>rotate</em> foto saat kegiatan upload hendak dilakukan. Lalu kita pun membuka foto tersebut satu per satu, me-<em>resize</em> atau me-<em>rotate </em>foto demi foto. Bagaimana jika jumlah fotonya cukup banyak bahkan mungkin mendekati angka 100 atau lebih? Saya akan memberitahukan cara sederhana yang bisa dilakukan untuk melakukan hal tersebut diatas sambil memejamkan mata <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt=':d' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-1107"></span>
<p>Buka terminal dan ketik perintah dibawah ini untuk menginstak <strong>imagemagick</strong></p>
<blockquote><p><strong>sudo apt-get install imagemagick</strong></p>
</blockquote>
<p>Setelah <strong>imagemagick </strong>terinstall, siapkan foto-foto yang hendak anda resize dalam sebuah <em>directory</em> (misal namanya resizefoto) terpisah dan ketik perintah di bawah ini</p>
<blockquote><p><strong>cd resizefoto<br />for f in *.jpg; do convert &quot;$f&quot; -resize 640&#215;480 -quality 86 &quot;$f&quot;; done</strong></p>
</blockquote>
<p>Setelah perintah diatas dijalankan, yang perlu Anda lakukan adalah hanya menunggu semua foto yang ada berubah ukurannya menjadi 640&#215;480. Anda bisa mengubah nilai <em>quality, </em>semakin tinggi nilainya semakin baik hasil konversinya namun semakin besar ukuran filenya. </p>
<p>Lalu bagaimana jika ingin me-<em>rotate</em> foto? Caranya hampir sama yakni dengan mengubah perintah <em>resize </em>menjadi <em>rotate</em> seperti dbawah ini</p>
<blockquote><p><strong>for f in *.jpg; do convert &quot;$f&quot; -rotate 90 -quality 86 &quot;$f&quot;; done</strong></p>
</blockquote>
<p>Perintah diatas akan me-<em>rotate</em> foto 90 derajat searah jarum jam. Dan seperti biasa, Anda hanya perlu menunggu hingga semua foto selesai di <em>rotate. </em></p>
<p>Sebenarnya masih ada lagi perintah lainnya, seperti mengubah berdasarkan <em>scale</em> dan lain sebagainya. Tentu bukan hal yang mudah untuk menghafalkan perintah-perintah diatas saat hendak melakukan kegiatan tersebut. Untunglah Ubuntu telah menyediakan dalam <em>repository</em> nya sebuah tools agar hal diatas bisa dilakukan dengan hanya melakukan klik dan klik <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_smiley.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Caranya dengan menginstall <strong>Nautilus Image Converter</strong>.</p>
<blockquote><p><strong>sudo apt-get install nautilus-image-converter imagemagick</strong> </p>
</blockquote>
<p>Setelah installasi selesai, restart Nautilus dan Anda akan mendapatkan menu tambahan di klik kanan popup menu seperti gambar dibawah</p>
<p><img src="http://riyogarta.com/wp-content/uploads/2010/11/screenshot_117.png" width="460" /></p>
<p>dan berikut adalah window dialog yang keluar dari kedua menu tersebut</p>
<p><img src="http://riyogarta.com/wp-content/uploads/2010/11/screenshot_118.png" width="460" /></p>
<p><img src="http://riyogarta.com/wp-content/uploads/2010/11/screenshot_119.png" width="460" /></p>
<p>Selamat mencoba <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_smiley.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riyogarta.com/2010/11/28/cara-cepat-resize-dan-rotate-foto-di-nautilus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beberapa Hal Yang Saya Lakukan Setelah Menginstall Ubuntu 10.10</title>
		<link>http://riyogarta.com/2010/11/04/beberapa-hal-yang-saya-lakukan-setelah-menginstall-ubuntu-10-10/</link>
		<comments>http://riyogarta.com/2010/11/04/beberapa-hal-yang-saya-lakukan-setelah-menginstall-ubuntu-10-10/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2010 04:08:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riyogarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://riyogarta.com/?p=1082</guid>
		<description><![CDATA[Seperti biasa, saya selalu mengupdate notebook dengan Ubuntu yang terbaru. Mungkin bagian dari kesenangan sehingga saya tidak pernah merasa capek melakukannya setiap 6 bulan sekali. Berikut adalah beberapa hal yang saya lakukan setelah menginstall Ubuntu 10,10 Apache, MySQL, PHP dan PHPMyAdmin Ini adalah hal yang wajib dilakukan karena berhubungan dengan pekerjaan. Cara menginstall semua ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti biasa, saya selalu mengupdate notebook dengan Ubuntu yang terbaru. Mungkin bagian dari kesenangan sehingga saya tidak pernah merasa capek melakukannya setiap 6 bulan sekali. Berikut adalah beberapa hal yang saya lakukan setelah menginstall Ubuntu 10,10 </p>
<p><span id="more-1082"></span>
<p><strong><u>Apache, MySQL, PHP dan PHPMyAdmin</u></strong></p>
<p>Ini adalah hal yang wajib dilakukan karena berhubungan dengan pekerjaan. Cara menginstall semua ini mudah, berikut caranya:</p>
<blockquote><p><strong>sudo tasksel</p>
<p></strong><img src="http://riyogarta.com/wp-content/uploads/2010/11/screenshot_100.png" width="300" /><br />setelah Package Configuration terpanggil, pilih LAMP Server, lalu Ok dan tunggulah hingga proses installasi LAMP selesai. </p>
<p>setelah itu, install phpmyadmin<br /><strong>sudo apt-get install phpmyadmin </strong></p>
</blockquote>
<p>Beberapa hal lain seperti membuat alias dan memindahkan direktory database, sehingga memudahkan user ubuntu saat melakukan installasi ulang atau upgrade akan dibahas pada tulisan yang lain.</p>
<blockquote><p>JIka Tasksel belum terinstall, <a href="apt:tasksel">klik disini</a> untuk menginstallnya atau menginstall melalui terminal dengan mengetikkan perintah</p>
<p><strong>sudo apt-get install tasksel</strong></p>
</blockquote>
<p><strong><u>Ubuntu-Restricted-Extras</u></strong></p>
<p>Ubuntu membutuhkan ubuntu-restricted-extras agar bisa memainkan file-file multimedia seperti mp3, avi, mpg dan lain sebagainya. Installasinya bisa menggunakan Ubuntu Software Center, atau <a href="apt:ubuntu-restricted-extras">klik disini</a> atau melalui terminal</p>
<blockquote><p><strong>sudo apt-get install ubuntu-restricted-extras</strong></p>
</blockquote>
<p>Berikut tambahan agar Ubuntu bisa memutar film DVD</p>
<blockquote><p><strong>sudo /usr/share/doc/libdvdread4/install-css.sh</strong></p>
</blockquote>
<p><strong><u>Nautilus Elementary</u></strong></p>
<p>Membuat Nautilus default bawaan Ubuntu lebih sederhana, berikut cara installnya</p>
<blockquote><p><strong>sudo add-apt-repository ppa:am-monkeyd/nautilus-elementary-ppa<br />sudo apt-get update &amp;&amp; sudo apt-get dist-upgrade</strong></p>
</blockquote>
<p><img src="http://riyogarta.com/wp-content/uploads/2010/11/screenshot_109.png" width="460" /></p>
<p>Nautilus diatas telah ditambahkan <em>breadcrumbs</em> (perhatikan navigasi riyo &#8212; screenshot pada gambar). Cara installasinya adalah sebagai berikut:</p>
<blockquote><p><strong>cd<br />wget http://gnaag.k2city.eu/nautilus-breadcrumbs-hack.tar.gz<br />tar -xvf nautilus-breadcrumbs-hack.tar.gz<br />nautilus -q</strong></p>
</blockquote>
<p><img src="http://riyogarta.com/wp-content/uploads/2010/11/screenshot_110.png" width="460" /></p>
<p>Clutterflow sudah terintegrasi didalam Nautilus Elementary (tekan F4 untuk memunculkannya</p>
<blockquote><p>Ada sedikit bug yang membuat ClutterFlow tidak bisa muncul, berikut cara mengatasinya</p>
<p>sudo gedit /etc/environment<br />lalu tambahkan</p>
<p>export CLUTTER_VBLANK=none</p>
<p>setelah itu restart</p>
</blockquote>
<p><img src="http://riyogarta.com/wp-content/uploads/2010/11/screenshot_111.png" width="460" /></p>
<p>Embed terminal di Nautilus Elementary (tekan F7 untuk memunculkannya)</p>
<p><strong><u>Tambahkan Medibuntu Repository</u></strong></p>
<p>Medibuntu adalah adalah paket-paket yang tidak bisa disertakan dalam paket repo ubuntu karena perbedaan pandangan mengenai HAKI di beberapa wilayah negara. Berikut langkah-langkah untuk menambahkannya</p>
<blockquote><p><strong>echo deb http://packages.medibuntu.org/ karmic free non-free | sudo tee -a /etc/apt/sources.list</p>
<p>wget -q http://packages.medibuntu.org/medibuntu-key.gpg -O- | sudo apt-key add -</p>
<p>sudo apt-get update</strong></p>
</blockquote>
<p><strong><u>Tetek Bengek Seputar Kompilasi dan Kompresi</u></strong></p>
<p>Saya salah selalu menginstall hal-hal dibawah ini untuk berbagai keperluan seputar kompilasi dan kompresi</p>
<blockquote><p><strong>sudo apt-get install unace rar unrar zip unzip p7zip-full p7zip-rar sharutils uudeview mpack lha arj cabextract file-roller</p>
<p>sudo apt-get install build-essential checkinstall cdbs devscripts dh-make fakeroot alien</strong></p>
</blockquote>
<p><strong><u>Gimp dengan One Window</u></strong></p>
<p>Installasi Gimp bisa dilakukan baik melalui Ubuntu Software Center, atau <a href="apt:gimp">klik disini</a> atau dengan menjalankan perintah installasi melalui terminal </p>
<blockquote><p><strong>sudo apt-get install gimp </strong></p>
</blockquote>
<p>Selanjutnya adalah bagaimana membuat Gimp memiliki One Window <em>(saya tidak suka dengan tampilan Gimp dengan Window yang terpisah-pisah itu, memusingkan),</em> berikut caranya </p>
<blockquote><p><strong>sudo wget http://gimpbox.googlecode.com/hg/gimpbox.py -O /usr/local/bin/gimpbox</p>
<p>sudo chmod +x /usr/local/bin/gimpbox</strong></p>
</blockquote>
<p>Setelah langkan diatas dijalankan, ubah pemanggilan aplikasi Gimp yang semula ada gimp menjadi gimpbox. berikut adalah tampilan Gimp One Window</p>
<p> <img src="http://riyogarta.com/wp-content/uploads/2010/11/screenshot_101.resized.png" width="460" /></p>
<p><strong><u>Ubuntu Tweak</u></strong></p>
<p>Nah yang satu ini adalah utility yang wajib dimiliki pengguna Ubuntu. Jangan tanya kepada saya apa pentingnya utility ini, pokoknya install saja dan Anda akan mengerti nanti mengapa Ubuntu Tweak ini sangat penting untuk diinstall. Cara menginstallnya adalah dengan cara mendownload pake .deb yang disediakan dalam situsnya di <a href="http://ubuntutweak.com">UbuntuTweak.com</a>.</p>
<blockquote><p>Pastikan Ubuntu Tweak Stable PPA ada di source center Ubuntu sehingga Ubuntu Tweak akan selalu uptodate.</p>
</blockquote>
<blockquote><p><img src="http://riyogarta.com/wp-content/uploads/2010/11/screenshot_102.resized.png" width="400" /></p>
</blockquote>
<p><strong><u>Shutter</u></strong></p>
<p>Saya termasuk user yang sering screenshot, nah utility paling bagus &#8211;menurut saya&#8211; untuk melakukan hal ini di ubuntu namanya Shutter. Installasi bisa dilakukan melalui Ubuntu Software Center, atau <a href="apt:shutter">klik disini</a>, atau dengan menjalankan perintah melalui terminal</p>
<blockquote><p><strong>sudo apt-get install shutter</strong></p>
</blockquote>
<p><strong><u>Chrome Browser</u></strong></p>
<p>Meskipun Ubuntu sudah menyediakan Firefox, namun saya saat ini lebih menyukai Chrome. <em>Bahkan berharap agar kedepan Ubuntu akan membuat Chrome sebagai default Browser. </em>Menginstall Chrome Browser yang paling mudah adalah dengan memanfaatkan Ubuntu Tweak.</p>
<blockquote><p>Dalam repo ubuntu sebenarnya ada Chromium, Chrome Browser versi Open source. Namun saya memilih menggunakan Chrome Browser karena Chromium akhir-akhir ini terlalu banyak melakukan update.</p>
</blockquote>
<p><strong><u>Thunderbird</u></strong></p>
<p>Ubuntu telah menyediakan Evolution sebagai klien email, namun sejak dahulu saya sudah kepincut dengan Thunderbird dan rasanya akan tetap menggunakannya. Untuk menginstallnya Thunderbird bisa menggunakan Ubuntu Software Center, atau <a href="apt:thunderbird">klik disini</a> atau dengan menjalankan perintah melalui terminal</p>
<blockquote><p><strong>sudo apt-get install thunderbird</strong></p>
</blockquote>
<p><strong><u>Liferea</u></strong></p>
<p>Liferea adalah aplikasi guna membaca RSS. Installasi bisa dilakukan melalui Ubuntu Software Center, atau <a href="apt:liferea">klik disini</a> atau dengan menjalankan perintah melalui terminal</p>
<blockquote><p><strong>sudo apt-get install liferea</strong></p>
</blockquote>
<p><strong><u>F-Spot</u></strong></p>
<p>Ubuntu 10.10 telah mengganti F-Spot dengan Shotwell, namun saya kurang menyukainya. Jadi saya tetap menginstall F-Spot untuk menggantikan Shotwell. Untuk menginstallnya F-Spot bisa menggunakan Ubuntu Software Center, atau <a href="apt:fspot">klik disini</a> atau dengan menjalankan perintah melalui terminal</p>
<blockquote><p><strong>sudo apt-get install fspot</strong></p>
</blockquote>
<p><strong><u>Pidgin</u></strong></p>
<p>Saya tetap <s>tidak</s> belum suka dengan Emphaty bawaan Ubuntu. Jadi saya tetap menginstall Pidgin, caranya bisa menggunakan Software Center Ubuntu, atau <a href="apt:pidgin">klik disini</a>, atau melalui terminal</p>
<blockquote><p><strong>sudo apt-get install pidgin</strong></p>
</blockquote>
<p><strong><u>Gnome-Do</u></strong></p>
<p>Yang ini tidak pernah ketinggalan diinstall karena benar-benar bermanfaat dalam menghemat apa yang harus dilakukan. Sebagai contoh, jika saya ingin chatting menggunakan pidgin dengan <a href="http://yuliazmi.com">Yuliazmi</a>, maka tidak perlu membuka Pidgin, cukup tekan tombol SUPER+Space dan ketik nama Yuliazmi. Setelah itu tekan ENTER dan jendela chatting Pidgin untuk Yuliazmi akan terbuka</p>
<p><img src="http://riyogarta.com/wp-content/uploads/2010/11/screenshot_103.png" width="460" /></p>
<p>Ini hanya satu dari banyak kemudahan yang ditawarkan dengan menggunakan Gnome-do. Banyak hal lainnya seperti membuka aplikasi, membuka direktory bahkan melakukan aktifitas <em>ngetwit</em>. Cara menginstallnya bisa menggunakan Ubuntu Software Center, atau klik disini atau melalui terminal</p>
<blockquote><p><strong>sudo apt-get install gnome-do</strong></p>
</blockquote>
<p><strong><u>Tilda</u></strong></p>
<p>Tilda ini sebenarnya hanya aplikasi senang-senang saja, tidak terlalu penting namun menjadi favorit saya ketika sedang bermain-main di terminal. Banyak aplikasi sejenis namun saya tetap suka dengan Tilda. Cara menginstallnya bisa menggunakan Ubuntu Software Center, atau <a href="apt:tilda">klik disini</a> atau melalui terminal</p>
<blockquote><p><strong>sudo apt-get install tilda</strong></p>
</blockquote>
<p><strong><u>CompizConfig Setting Manager</u></strong></p>
<p>Yang ini jelas tujuannya adalah keren-kerenan desktop. Namun desktop yang keren dan bagus juga akan membantu penggunanya untuk betah meskipun bekerja dengan pekerjaan yang membosankan. Compiz pada dasarnya sudah terinstall secara default di Ubuntu namun tools untuk mensettingnya belum terinstallasi. Untuk mengistallasi tools ini bisa menggunakan Ubuntu Software Center, atau <a href="apt:compizconfig-settings-manager">klik disini</a> atau melalui terminal</p>
<blockquote><p><strong>sudo apt-get install compizconfig-settings-manager</strong></p>
</blockquote>
<blockquote><p>Jika efe-efek desktop yang ada masih dirasa kurang, Anda bisa menginstall plugin extra <br /><strong>sudo apt-get install compiz-fusion-plugins-extra</strong></p>
</blockquote>
<p><img src="http://riyogarta.com/wp-content/uploads/2010/11/screenshot_107.png" width="460" /></p>
<p>beberapa pengguna lebih menyukai setting yang lebih tampak sederhana yakni Simpe Compizconfig Setting Manager, berikut cara installasi melalui terminal</p>
<blockquote><p><strong>sudo apt-get install simple-ccsm compiz-fusion-plugins-extra compiz-fusion-plugins-main compiz-plugins emerald </strong></p>
</blockquote>
<p><strong><u>Appmenu</u></strong></p>
<p><s>Global menu di Ubuntu 10.10 berubah nama menjadi Appmenu dan tentu masih dalam bentuk applet yang dipasang pada panel Gnome. Dengan menggunakan Appmenu, menu Ubuntu akan seperti menu pada Mac OS X. Cara installasinya adalah sebagai berikut:</s></p>
<blockquote><p><strong><s>sudo add-apt-repository ppa:canonical-dx-team/une &amp;&amp; sudo apt-get update &amp;&amp; sudo apt-get upgrade<br />sudo apt-get install appmenu-gtk libqtgui4 indicator-applet-appmenu indicator-appmenu</s></strong></p>
</blockquote>
<blockquote><p><s>Setelah selesai, klik kanan panel Gnome, dan pilih Add to panel &#8230; dan tambahkan Indicator Appmenu Applet ke panel.</s></p>
</blockquote>
<p><img src="http://riyogarta.com/wp-content/uploads/2010/11/screenshot_106.png" width="460" /></p>
<p><em>Sudah diganti menggunakan Gnome Global Menu, silakan lihat update di bawah</em></p>
<p><strong><u>Font Microsoft</u></strong></p>
<p>Terus terang, saya masih tetap suka dengan font-font yang ada di OS Windows. Untunglah Ubuntu menyediakan paket installer TTF core fonts. Cara installasinya adalah <a href="apt:ttf-mscorefonts-installer">klik disini</a> atau melalui terminal</p>
<blockquote><p><strong>sudo apt-get install ttf-mscorefonts-installer</strong> </p>
</blockquote>
<p><strong><u>Editor</u></strong></p>
<p>Beberapa editor yang saya install adalah:</p>
<ul>
<li>Geany, digunakan untuk membuat dan mengedit script PHP </li>
<li>Eclipse PDT, digunakan untuk membuat dan mengedit script PHP dalam dalam bentuk proyek</li>
<li>vim, digunakan sebagai default editor di terminal</li>
</ul>
<p>Untuk mengistall Geany dan vim bisa dilakukan melalui Ubuntu Software Center, atau <a href="apt:geany">klik disini</a> untuk Geany dan <a href="apt:vim">klik disini</a> untuk vim atau langsung melalui terminal</p>
<blockquote><p><strong>sudo apt-get install geany vim</strong></p>
</blockquote>
<p>Sedangkan Eclipse PDT harus <a href="http://www.eclipse.org/pdt/downloads/">mendowload langsung dari situs Eclipse</a>. </p>
<p><strong><u>Google Desktop</u></strong></p>
<p>Mencari sesuatu di internet tentu menggunakan Google, begitu juga ketika hendak mencari di dekstop yang digunakan. Google Desktop mampu melakukan tugas pencarian yang sangat baik di desktop Ubuntu. Sayang, versi saat ini masih belum bisa melakukan index pencarian pada email di Thunderbird 3.x. Paket Google Desktop bisa <a href="http://desktop.google.com/linux/">didowload di sini</a>.</p>
<p><img src="http://riyogarta.com/wp-content/uploads/2010/11/screenshot_105.png" width="460" /></p>
<p><strong><u>Blogilo</u></strong></p>
<p>Dulu bernama Bilbo dan sekarang berganti nama menjadi Blogilo. Aplikasi ini digunakan untuk menulis blog dan mendukung mesin WordPress, blogspot dan sebagainya. Berikut cara melakukan installasinya</p>
<blockquote><p><strong>sudo apt-get install blogilo libqt4-sql-sqlite</strong></p>
</blockquote>
<p><img src="http://riyogarta.com/wp-content/uploads/2010/11/screenshot_104.png" width="460" /></p>
<p>Anda punya beberapa hal lain yang dilakukan setelah menginstall Ubuntu 10.10? Silakan berbagi di komentar dibawah <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_smiley.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p><span style=" font-size:x-large;"><strong>Update</strong></span><strong> </p>
<p></strong><strong><u>TweetDeck</p>
<p></u></strong>Entah kenapa saya tidak suka dengan Broadcast bawaan Ubuntu 10.10 yang menggunakan Gwibber sebagai Social Network Client. Sebagai gantinya saya menginstall TweetDeck. TweetDeck adalah aplikasi yang berjalan di bawah AdobeAir, jadi untuk menginstallnya dibutuhkan AdobeAir yang bisa didownload <a href="http://get.adobe.com/air/" target="_blank">disini</a>. Setelah itu download dan install Tweetdeck-nya <a href="http://www.tweetdeck.com/desktop/" target="_blank">disini</a>. </p>
<p>Akun tweet saya @riyogarta :D &#8212; thanks buat @denbayan yang sudah mengingatkan hal ini <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_smiley.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </p>
<p><strong><u>KCHMViewer</u></strong></p>
<p>Saya membutuhkan ini untuk membaca file-file CHM. Cara installasi</p>
<p><strong>sudo apt-get install kchmviewer</p>
<p></strong><strong><u>Redshift</u></strong><strong></p>
<p></strong><a href="http://jonls.dk/redshift/" target="_blank">Redshift</a> digunakan untuk mencegah kerusakan mata akibat memandang layar monitor. Tool ini akan mengatur temperatur warna layar sesuai dengan penghitungan posisi matahari. Cara installasi:</p>
<p><strong>sudo add-apt-repository ppa:jonls/redshift-ppa <br />sudo apt-get update &amp;&amp; sudo apt-get install redshift</p>
<p></strong><strong><u>Gnome Global Menu</u></strong><strong></p>
<p></strong>Akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan Gnome Global Menu menggantikan App Menu yang memiliki Bug di menu Places dan beberapa bug lainnya yang cukup mengganggu. Berikut cara menginstallnya:</p>
<p><strong>sudo add-apt-repository ppa:nilarimogard/webupd8<br />sudo apt-get update<br />sudo apt-get install gnome-globalmenu</p>
<p></strong><strong><u>Tambahan Dari Komentar di Bawah<br /></u></strong><br /><a href="apt:gdebi"><strong>GDebi</strong></a>, digunakan untuk menggantikan Ubuntu Software Center yang akan dipanggil saat menginstall aplikasi langsung dari file .deb. Pemanggilan GDebi lebih ringan dibandingkan Ubuntu Software Center. Cara installasi</p>
<p><strong>sudo apt-get install gdebi</p>
<p></strong><a href="apt:multiget"><strong>Mutilget</strong></a><strong> </strong>digunakan sebagai download accelerator. Cara installasi</p>
<p><strong>sudo apt-get install multiget</strong></p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riyogarta.com/2010/11/04/beberapa-hal-yang-saya-lakukan-setelah-menginstall-ubuntu-10-10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>55</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Error Pada MySQL Server 5.1 5.1.37 di Ubuntu</title>
		<link>http://riyogarta.com/2010/03/15/error-pada-mysql-server-5-1-5-1-37-di-ubuntu/</link>
		<comments>http://riyogarta.com/2010/03/15/error-pada-mysql-server-5-1-5-1-37-di-ubuntu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 06:58:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riyogarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://riyogarta.com/2010/03/15/error-pada-mysql-server-5-1-5-1-37-di-ubuntu/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah beberapa hari ini saya gagal melakukan upgrade MySQL ke versi 5.1 5.1.37. Ternyata kegagalan ini berawal mula dari kegagalan sistem untuk memberhentikan service MySQL. Jika Anda mengalami kegagalan saat service MySQL di stop dengan pesan: Stopping MySQL database server mysqld [fail]error: &#8216;Access denied for user &#8216;debian-sys-maint&#8217;@'localhost&#8217; (using password: YES)&#8217; maka hal ini diakibatkan oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah beberapa hari ini saya gagal melakukan upgrade MySQL ke versi 5.1 5.1.37. Ternyata kegagalan ini berawal mula dari kegagalan sistem untuk memberhentikan service MySQL. Jika Anda mengalami kegagalan saat service MySQL di stop dengan pesan:</p>
<blockquote><p>Stopping MySQL database server mysqld [fail]<br />error: &#8216;Access denied for user &#8216;debian-sys-maint&#8217;@'localhost&#8217; (using password: YES)&#8217;</p>
</blockquote>
<p>maka hal ini diakibatkan oleh berubahnya password default debian-sys-maint pada sistem. Jangan tanya mengapa ini bsa terjadi, karena saya sendiri tidak tahu kenapa <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt=':d' class='wp-smiley' />  Yang jelas, setelah googling kesana kemari, akhirnya solusi yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Buka /etc/mysql/debian.cnf dan copy password yang tertera dalam file tersebut.</li>
<li>Login kedalam mysql </li>
<blockquote><p style=" -qt-block-indent:1;">mysql -u root -p<br />mysql&gt;SET PASSWORD FOR &#8216;debian-sys-maint&#8217;@'localhost&#8217; = PASSWORD(&#8216;isikan_password_yg_td_dicopy_disini&#8217;);<br />mysql&gt;exit</p>
</blockquote>
<li>Lakukan upgrade MySQL ke versi 5.1 5.1.37</li>
<li>Terkadang, upgrade ini membuat MySQL memiliki error sebagai berikut</li>
<blockquote><p style=" -qt-block-indent:1;">ERROR 1577 (HY000) at line 1: Cannot proceed because system tables used by Event Scheduler were found damaged at server start</p>
</blockquote>
<li>Jika error diatas terjadi, lakukan hal berikut untuk menghilangkannya</li>
<blockquote><p style=" -qt-block-indent:1;">sudo mysql_upgrade &#8211;force -u root -p</p>
</blockquote>
<li>Selesai, MySQL Anda sudah diupgrade dan tidak lagi bermasalah saat start, stop atau restart. </li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riyogarta.com/2010/03/15/error-pada-mysql-server-5-1-5-1-37-di-ubuntu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Coverflow (Clutterflow) di Ubuntu 9.10</title>
		<link>http://riyogarta.com/2010/03/02/coverflow-clutterflow-di-ubuntu-9-10/</link>
		<comments>http://riyogarta.com/2010/03/02/coverflow-clutterflow-di-ubuntu-9-10/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 16:14:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riyogarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://riyogarta.com/?p=1057</guid>
		<description><![CDATA[Setelah mencari kesana dan kesini, mencoba ini dan itu, akhirnya saya berhasil juga menginstall Coverflow (Clutterflow) di Ubuntu 9.10. Apa itu Coverflow? Daripada saya jelaskan panjang lebar lebih baik Anda melihat sendiri Coverflow yang saya jalankan di notebook Berikut cara instalasi Coverflow di Ubuntu 9.10: Buka terminal dan jalankan perintah dibawah satu persatu $ cd [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah mencari kesana dan kesini, mencoba ini dan itu, akhirnya saya berhasil juga menginstall Coverflow (Clutterflow) di Ubuntu 9.10. Apa itu Coverflow? Daripada saya jelaskan panjang lebar lebih baik Anda melihat sendiri Coverflow yang saya jalankan di notebook <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_smiley.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/nM6xNxeU-gI&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/v/nM6xNxeU-gI&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><span id="more-1057"></span></p>
<p>Berikut cara instalasi Coverflow di Ubuntu 9.10:</p>
<ol>
<li>Buka terminal dan jalankan perintah dibawah satu persatu<br />
<blockquote><p>$ cd<br />
$ git clone git://git.clutter-project.org/clutter<br />
$ cd clutter<br />
$ ./autogen.sh &#8211;prefix=/usr<br />
$ make<br />
$ sudo make install<br />
$ git clone git://git.clutter-project.org/clutter-gtk<br />
$ cd clutter-gtk<br />
$ ./autogen.sh &#8211;prefix=/usr<br />
$ make<br />
$ sudo make install<br />
$ sudo apt-get build-dep nautilus<br />
$ sudo apt-get install build-essential<br />
$ bzr branch lp:nautilus-elementary<br />
$ cd nautilus-elementary/<br />
$ ./autogen.sh &#8211;prefix=/usr<br />
$ make<br />
$ sudo make install
</p></blockquote>
</li>
<li>Jika sudah selesai, restart Nautilus dengan perintah<br />
<blockquote><p>$ nautilus -q</p></blockquote>
</li>
<li>Jika semua tahap diatas selesai, nautilus Anda saat ini memiliki menu tambahan yakni View > Clutter View</li>
</ol>
<p>Selamat mencoba <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_smiley.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riyogarta.com/2010/03/02/coverflow-clutterflow-di-ubuntu-9-10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Repository GetDeb &amp; PlayDeb di Server Indonesia (Lokal)</title>
		<link>http://riyogarta.com/2010/01/28/repository-getdeb-playdeb-di-server-indonesia-lokal/</link>
		<comments>http://riyogarta.com/2010/01/28/repository-getdeb-playdeb-di-server-indonesia-lokal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 19:17:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riyogarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://riyogarta.com/2010/01/28/repository-getdeb-playdeb-di-server-indonesia-lokal/</guid>
		<description><![CDATA[Apakah ada Games di Linux Ubuntu yang menarik? Bagi yang masih memiliki keraguan atas hal ini &#8211;selain sebenarnya sudah ada pula berbagai games menarik di repository bawaan Ubuntu&#8211; games di PlayDeb mungkin akan membuat keraguan ini menjadi pertanyaan. Apa iya games di Linux Ubuntu tidak ada yang menarik? Jawabnya, silakan Anda browsing di www.playdeb.net/updates/Ubuntu/9.10/. Namun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah ada Games di Linux Ubuntu yang menarik? Bagi yang masih memiliki keraguan atas hal ini &#8211;<em>selain sebenarnya sudah ada pula berbagai games menarik di repository bawaan Ubuntu</em>&#8211; games di PlayDeb mungkin akan membuat keraguan ini menjadi pertanyaan. <strong>Apa iya games di Linux Ubuntu tidak ada yang menarik? </strong>Jawabnya, silakan Anda browsing di <a href="http://www.playdeb.net/updates/Ubuntu/9.10/" target="_blank">www.playdeb.net/updates/Ubuntu/9.10/</a>. </p>
<p><span id="more-1045"></span>
</p>
<p>Namun begitu, ada pula kendala yang membuat berbagai games menarik yang disediakan oleh PlayDeb menjadi sulit untuk diinstall. Hal ini karena repository games tersebut ada di jalur internet internasional. Karena saya juga menyenangi games, maka saya berinisiatif untuk mmbuat mirrornya di server lokal. Dengan begini, installasi (download) games dari situs tersebut menjadi jauh lebih cepat.</p>
<blockquote><p>Minggu lalu saya membuat <a href="http://riyogarta.com/2010/01/20/repository-getdeb-di-server-indonesia-lokal/">mirror untuk repository GetDeb di server lokal</a>, maka kali ini saya melengkapinya dengan memirror juga repository untuk PlayDeb nya.</p>
</blockquote>
<p>Oke, Berikut adalah cara agar pengguna bisa memanfaatkan repository lokal yang sudah saya sediakan untuk seluruh paket-paket yang ada di server <a href="http://www.playdeb.net/" target="_blank">PlayDeb</a> dan sekaligus juga <a href="htt://www.getdeb.net" target="_blank">GetDeb</a>, </p>
<blockquote><p>sudo gedit /etc/apt/sources.list</p>
</blockquote>
<p>Lalu tambahkan baris berikut</p>
<blockquote><p>deb http://ubuntu.solvewithit.com/getdeb karmic-getdeb apps games</p>
</blockquote>
<p>lalu simpan dan kunjungi situs <a href="http://www.playdeb.net/updates/Ubuntu/9.10/">www.playdeb.net/updates/Ubuntu/9.10</a> untuk melihat-lihat paket games yang akan diinstall dan <a href="http://www.getdeb.net/updates/ubuntu/9.10/">www.getdeb.net/updates/ubuntu/9.10/</a> untuk melihat-lihat paket aplikasi yang mana yang akan Anda install. Cara menginstallnya sangat mudah, Anda cukup mengklik tombol <strong>Install this now</strong>.</p>
<p><img src="http://riyogarta.com/wp-content/uploads/2010/01/screenshot_055.png" /></p>
<blockquote><p>Ah ya, mohon maaf, saya hanya menyediakan repository GetDeb dan PlayDeb untuk Ubuntu 9.10 (Karmic Koala).</p>
</blockquote>
<p>Akhir kata, selamat mencoba berbagai aplikasi menarik dari GetDeb dan berbagai games menarik dari PlayDeb. Selamat mencoba <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_smiley.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riyogarta.com/2010/01/28/repository-getdeb-playdeb-di-server-indonesia-lokal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gimp Dengan Single Window</title>
		<link>http://riyogarta.com/2010/01/25/gimp-dengan-single-window/</link>
		<comments>http://riyogarta.com/2010/01/25/gimp-dengan-single-window/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 19:18:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riyogarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://riyogarta.com/2010/01/25/gimp-dengan-single-window/</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada yang meragukan kemampuan Gimp sebagai image editor yang handal di lingkungan FOSS. Namun banyak sekali penggunanya &#8211;termasuk saya&#8211;yang tetap tidak sreg dengan user interface windownya yang terpisah-pisah. Namun akhirnya GIMP menjawab keluhan interfacenya dengan membuatnya menjadi single window. Benarkah? Benar! Gimp versi 2.7 telah mengubah tampilannya sehingga pengguna bisa memilih, apakah tetap menggunakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak ada yang meragukan kemampuan Gimp sebagai image editor yang handal di lingkungan FOSS. Namun banyak sekali penggunanya &#8211;termasuk saya&#8211;yang tetap tidak <em>sreg</em> dengan <em>user interface</em> windownya yang terpisah-pisah. Namun akhirnya GIMP menjawab keluhan interfacenya dengan membuatnya menjadi single window. Benarkah? Benar!</p>
<p><span id="more-1041"></span></p>
<p>Gimp versi 2.7 telah mengubah tampilannya sehingga pengguna bisa memilih, apakah tetap menggunakan multi window atau single window. Cara mengubahnya adalah dengan mencontreng opsi Single window mode yang berada pada menu Windows. Pertanyaannya adalah, bagaimana menginstall Gimp versi 2.7 ini?</p>
<p><a href="http://riyogarta.com/wp-content/uploads/2010/01/screenshot_059.png"><img src="http://riyogarta.com/wp-content/uploads/2010/01/screenshot_059.png" alt="" width="460" /></a></p>
<p>Gimp versi 2.7 belum disediakan dalam repository bawaan Ubuntu, tetapi ada didalam repository PPA. Untuk menginstallnya, lakukan hal berikut:</p>
<blockquote><p>sudo add-apt-repository ppa:matthaeus123/mrw-gimp-svn<br />
sudo apt-get update<br />
sudo apt-get install gimp</p></blockquote>
<p>Selamat mencoba <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_smiley.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riyogarta.com/2010/01/25/gimp-dengan-single-window/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Repository GetDeb di Server Indonesia (Lokal)</title>
		<link>http://riyogarta.com/2010/01/20/repository-getdeb-di-server-indonesia-lokal/</link>
		<comments>http://riyogarta.com/2010/01/20/repository-getdeb-di-server-indonesia-lokal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 05:46:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riyogarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://riyogarta.com/2010/01/20/repository-getdeb-di-server-indonesia-lokal/</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin sudah banyak yang tahu mengenai GetDeb, atau ada juga yang belum mengetahuinya. Bagi yang belum mengetahuinya, GetDeb adalah proyek tidak resmi (unofficial project) yang menyediakan paket free opensource siap pakai untuk Ubuntu. Paket-paket yang ada di situs ini adalah paket-paket yang umumnya lebih baru bahkan belum tersedia pada repository resmi dari Ubuntu. Sebelum pengguna [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin sudah banyak yang tahu mengenai <a href="http://www.getdeb.net" target="_blank">GetDeb</a>, atau ada juga yang belum mengetahuinya. Bagi yang belum mengetahuinya, GetDeb adalah proyek tidak resmi (<em>unofficial project</em>) yang menyediakan paket free opensource siap pakai untuk Ubuntu. Paket-paket yang ada di situs ini adalah paket-paket yang umumnya lebih baru bahkan belum tersedia pada repository resmi dari Ubuntu. </p>
<p>Sebelum pengguna bisa menginstall paket-paket yang disediakan oleh GetDeb, pengguna diharuskan menambah daftar repository yang ada. Sayangnya, paket-paket menarik yang disediakan GetDeb ini berada di server luar. Untuk itulah saya berinisiatif untuk menyediakan repository GetDeb tersebut di server yang ada di Indonesia (Lokal). </p>
<p><span id="more-1015"></span><br />
<blockquote>
<p>Mohon maaf, paket-paket yang saya sediakan ini hanya untuk Ubuntu versi terbaru saja, yakni Ubuntu versi 9.10 (Karmic Koala)</p>
</blockquote>
<p>Berikut adalah cara agar pengguna bisa memanfaatkan repository lokal yang sudah saya sediakan untuk seluruh paket-paket yang ada di server <a href="htt://www.getdeb.net">GetDeb</a>. </p>
<blockquote><p>sudo gedit /etc/apt/sources.list</p>
</blockquote>
<p>Lalu tambahkan baris berikut</p>
<blockquote><p>deb http://ubuntu.solvewithit.com/getdeb karmic-getdeb apps</p>
</blockquote>
<p>lalu simpan dan kunjungi situs GetDeb di <a href="http://www.getdeb.net/updates/ubuntu/9.10/" target="_blank">www.getdeb.net/updates/ubuntu/9.10/</a> untuk melihat-lihat paket yang mana yang akan Anda install. Cara menginstallnya sangat mudah, Anda cukup mengklik tombol <strong>Install this now</strong>.</p>
<p><img src="http://riyogarta.com/wp-content/uploads/2010/01/screenshot_055.png" /></p>
<p>Selamat mencoba <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_smiley.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riyogarta.com/2010/01/20/repository-getdeb-di-server-indonesia-lokal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>19 Aplikasi dan Tools Yang Saya Install di Ubuntu 9.10</title>
		<link>http://riyogarta.com/2009/11/21/19-aplikasi-dan-tools-yang-saya-install-di-ubuntu-9-10/</link>
		<comments>http://riyogarta.com/2009/11/21/19-aplikasi-dan-tools-yang-saya-install-di-ubuntu-9-10/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 05:25:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riyogarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://riyogarta.com/?p=982</guid>
		<description><![CDATA[Sudah hampir sebulan saya menggunakan Ubuntu Karmic 9.10. Tidak ada masalah kecuali satu saja, yakni Gnome Global Menu yang sudah terbiasa saya gunakan tidak bisa berjalan dengan baik di Karmic. Beberapa aplikasi tidak mau dipanggil akibat pemasangan applet tersebut. Namun masalah tersebut tidak bertahan lama, karena update Gnome Global Menu akhirnya keluar dan bisa berjalan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah hampir sebulan saya menggunakan Ubuntu Karmic 9.10. Tidak ada masalah kecuali satu saja, yakni Gnome Global Menu yang sudah terbiasa saya gunakan tidak bisa berjalan dengan baik di Karmic. Beberapa aplikasi tidak mau dipanggil akibat pemasangan applet tersebut. Namun masalah tersebut tidak bertahan lama, karena update Gnome Global Menu akhirnya keluar dan bisa berjalan dengan baik di Karmic <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_smiley.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Berikut adalah beberapa aplikasi dan tools yang hampir selalu saya install setelah menginstall Ubuntu:</p>
<p><span id="more-982"></span>
<ol>
<li><strong>Tilda</strong><br />Salah besar jika pengguna Linux tidak pernah menggunakan perintah console, karena (sebenarnya) disinilah salah satu kenikmatan menggunakan Linux <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt=':d' class='wp-smiley' />  Nah, Tilda adalah console yang terinspirasi dari game tenar di tahun 90-an yaitu Quake. Tilda berfungsi membuat tampilan console menjadi jauh lebih menyenangkan.</p>
<p>Install: <br /><span style=" font-family:'monospace'; color:#555555;">sudo apt-get install tilda</span></p>
<p>atau <a href="apt:tilda">klik disini</a></p>
</li>
<li><strong>Ubuntu Tweak</strong><br />Ini adalah tools di ubuntu yang paling menarik. Mengapa menarik? Kalau saya ceritakan akan menjadi terlalu panjang disini, jadi sebaiknya langsung Anda coba saja <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_smiley.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />
<p><img src="http://riyogarta.com/wp-content/uploads/2009/11/screenshot_010.png" /></p>
<p>Install:<br /><a href="http://ubuntu-tweak.com/downloads" target="_blank">http://ubuntu-tweak.com/downloads</a></p>
</li>
<li><strong>Gnome-Do</strong><br />Khusus bagi mereka yang lebih menyukai penggunaan shortcut dibandingkan harus mengklik-klik menu <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_smiley.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Namun jangan salah, Gnome-Do tidak hanya digunakan untuk memanggil aplikasi, namun Gnome-Do &#8211;dengan puluhan pluginnya&#8211; bisa digunakan untuk hal lain yang mungkin belum pernah terbayang oleh Anda <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt=':d' class='wp-smiley' />
<p>Install:<br /><span style=" font-family:'monospace'; color:#555555;">sudo apt-get install gnome-do</span></p>
<p>atau <a href="apt:gnome-do">klik disini</a></p>
<p>atau</p>
<p>Panggil Ubuntu Tweak, buka bagian Application &#8211;&gt; Add/Remove dan cari dan centang Gnome-do dan Gnome-do-plugins lalu Apply.</p>
</li>
<li><strong>Gnome Global Menu</strong><br />Nah bagi yang sudah terbiasa atau menganggap bahwa model menu Mac OS lebih nyaman digunakan, maka Anda harus menginstall applet yang satu ini di Gnome.
<p>Install (khusus Ubuntu 9.10):<br /><span style=" font-family:'monospace'; color:#555555;">sudo add-apt-repository ppa:abhidg/ppa <br />sudo apt-get update<br />sudo apt-get install gnome-globalmenu</span></p>
</li>
<li><strong>Thunderbird</strong><br />Saya menggunakan Thunderbird karena tidak suka dengan email client Evolution bawaan Ubuntu. Selain itu, saya sudah menggunakan Thunderbird lebih dari 5 tahun dengan data yang tetap terus terpelihara. Alhamdulillah meskipun datanya sudah sangat besar, Thunderbird tetap tidak menampakkan masalah.
<p><img src="http://riyogarta.com/wp-content/uploads/2009/11/screenshot_018.png" /></p>
<p>Install:<br /><span style=" font-family:'monospace'; color:#555555;">sudo apt-get install thunderbird</span></p>
<p>atau <a href="apt:thunderbird">klik disini</a></p>
</li>
<li><strong>Chromium Web Browser </strong><br />Entah kenapa, saya lama-lama menjadi tidak terlalu betah menggunakan Firefox setelah kemunculan Chromium di Ubuntu. Firefox sering menguras memory notebook <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  Selain itu, rasanya lebih cepat browsing menggunakan Chromium dibandingkan Firefox.
<p><img src="http://riyogarta.com/wp-content/uploads/2009/11/screenshot_012.png" /></p>
<p>Install (khusus 9.10):<br /><span style=" font-family:'monospace'; color:#555555;">sudo add-apt-repository ppa:chromium-daily/ppa<br />sudo apt-get update<br />sudo apt-get install chromium-browser</span></p>
<p>atau</p>
<p>Panggil Ubuntu Tweak, buka bagian Application &#8211;&gt; Add/Remove dan cari dan centang Chromium Browser dan Apply.</p>
</li>
<li><strong>Pidgin (semenjak 9.10)</strong><br />Ubuntu 9.10 membawa Empathy sebagai IM default sementara saya tetap lebih suka menggunakan Pidgin.
<p>Install:<br /><span style=" font-family:'monospace'; color:#555555;">sudo apt-get install pidgin</span></p>
<p>atau <a href="apt:pidgin">klik disini</a></p>
</li>
<li><strong>Skype</strong><br />Sebenarnya saya sangat jarang chatting menggunakan Skype, juga tidak pernah pula menggunakannya untuk internet telephony. Skype lebih sering saya gunakan untuk melakukan transfer file <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_smiley.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />
<p>Install:<br />Panggil Ubuntu Tweak, buka bagian Application &#8211;&gt; Add/Remove dan cari dan centang Skype dan Apply.</p>
</li>
<li><strong>CompizConfig Settings Manager</strong><br />Ini adalah tools untuk mengaktifkan berbagai eye candy dari Compiz.
<p><img src="http://riyogarta.com/wp-content/uploads/2009/11/screenshot_014.png" /></p>
<p>Install:<br /><span style=" font-family:'monospace'; color:#555555;">sudo apt-get install compizconfig-setting-managers</span></p>
<p>atau <a href="apt:compizconfig-settings-manager">klik disini</a></p>
<p>atau</p>
<p>Panggil Ubuntu Tweak, buka bagian Application &#8211;&gt; Add/Remove dan cari dan centang Compizconfig-Setting-Manager dan Apply.</p>
</li>
<li><strong>Liferea Feed Reader</strong><br />Tools aggregator yang saya gunakan untuk mengikuti banyak blog dan media melalui RSS.
<p><img src="http://riyogarta.com/wp-content/uploads/2009/11/screenshot_015.png" /></p>
<p>Install:<br /><span style=" font-family:'monospace'; color:#555555;">sudo apt-get install liferea</span></p>
<p>atau <a href="apt:liferea">klik disini</a></p>
<p>atau</p>
<p>Panggil Ubuntu Tweak, buka bagian Application &#8211;&gt; Add/Remove dan cari dan centang Liferea dan Apply.</p>
</li>
<li><strong>Exaile Music Player<br /></strong>Saya menggunakan Exaile semenjak Amarok memiliki tampilan <em>overacting</em> di versi 2.0 nya <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_smiley.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />
<p>Install:<br /><span style=" font-family:'monospace'; color:#555555;">sudo apt-get install exaile</span></p>
<p>atau <a href="apt:exaile">klik disini</a></p>
<p>atau</p>
<p>Panggil Ubuntu Tweak, buka bagian Application &#8211;&gt; Add/Remove dan cari dan centang Exaile Music Player dan Apply.</p>
</li>
<li><strong>XMind</strong><br />Aplikasi ini banyak saya gunakan untuk mencatat ide, gagasan dan beberapa hal lainnya yang sangat sulit untuk dibuat dalam bentuk tulisan biasa.
<p><img src="http://riyogarta.com/wp-content/uploads/2009/11/screenshot_016.png" /></p>
<p>Install:<br /><a href="http://www.xmind.net/downloads/" target="_blank">http://www.xmind.net/downloads/</a></p>
</li>
<li><strong>Gloobus</strong><br />Tools ini berguna untuk melihat isi sebuah file tanpa harus membuka aplikasinya. Fungsinya yang membantu pekerjaan serta tampilannya yang sungguh keren membuat Gloobus adalah salah satu tools yang wajib Anda install <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_smiley.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />
<p>Install (khusus 9.10):<br /><span style=" font-family:'monospace'; color:#555555;">sudo add-apt-repository ppa:tualatrix/gloobus<br />sudo apt-get update<br />sudo apt-get install gloobus-preview</span></p>
<p>atau</p>
<p>Panggil Ubuntu Tweak, buka bagian Application &#8211;&gt; Add/Remove dan cari dan centang Gloobus dan Apply.</p>
</li>
<li><strong>Shutter</strong><br />Tools penangkap layar (screenshot) dengan banyak fitur (sebanding dengan aplikasi di Windows).
<p>Install:<br /><span style=" font-family:'monospace'; color:#555555;">sudo add-apt-repository ppa:shutter/ppa<br />sudo apt-get update<br />sudo apt-get install shutter</span></p>
<p>atau</p>
<p>Panggil Ubuntu Tweak, buka bagian Application &#8211;&gt; Add/Remove dan cari dan centang Shutter dan Apply. </p>
</li>
<li><strong>Sun VirtualBox</strong><br />Sesuai namanya, tools ini adalah mesin virtual yang dapat digunakan untuk menginstall berbagai sistem operasi untuk berbagai tujuan.
<p>Install:<br /><a href="http://www.virtualbox.org/wiki/Linux_Downloads" target="_blank">http://www.virtualbox.org/wiki/Linux_Downloads</a></p>
<p>atau</p>
<p>Panggil Ubuntu Tweak, buka bagian Application &#8211;&gt; Add/Remove dan cari dan centang Virtualbox dan Apply. </p>
</li>
<li><strong>Geany</strong><br />Geany saya gunakan sebagai editor script PHP. Editor ini ringan dan memiliki banyak fitur yang membantu dalam pembuatan script PHP.
<p>Install: <br /><span style=" font-family:'monospace'; color:#555555;">sudo apt-get install geany</span></p>
<p>atau <a href="apt:geany">klik disini</a></p>
</li>
<li><strong>SMPlayer</strong><br />Player di Linux sebenarnya sangat banyak dengan masing-masing kelebihan dan kekurangan. Saya SMPlayer karena suka dengan tampilannya yang sederhana dan tidak aneh-aneh <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_smiley.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />
<p><img src="http://riyogarta.com/wp-content/uploads/2009/11/screenshot_017.png" /></p>
<p>Install:<br /><span style=" font-family:'monospace'; color:#555555;">sudo apt-get install smplayer</span></p>
<p>atau <a href="apt:smplayer">klik disini</a></p>
</li>
<li><strong>KchmViewer</strong><br />Ini adalah pembaca file Compiled HTML atau lebih dikenal dengan nama file CHM. Saya memilih menggunakan KchmViewer karena fitur pencariannya berfungsi dengan baik. XChm dan GnoChm sampai versi terakhir ini fitur pencariannya tidak bisa berfungsi <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />
<p>Install:<br /><span style=" font-family:'monospace'; color:#555555;">sudo apt-get install kchmviewer</span></p>
<p>atau <a href="apt:kchmviewer">klik disini</a></p>
</li>
<li><strong>Bilbo</strong><br />Nah, yang terakhir ini adalah aplikasi yang berguna untuk menulis blog. Bilbo mendukung berbagai macam engine blog, diantaranya wordpress. movabletype dan blogger. Kalau Anda eks pengguna Windows yang sering menggunakan Livewriter, Bilbo adalah aplikasi penggantinya di Linux <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_smiley.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />
<p><em>posting ini ditulis menggunakan Bilbo <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p></em><img src="http://riyogarta.com/wp-content/uploads/2009/11/screenshot_0111.png" /></p>
<p>Install:<br /><span style=" font-family:'monospace'; color:#555555;">sudo apt-get install bilbo</span></p>
<p>atau <a href="apt:bilbo">klik disini</a></li>
</ol>
<blockquote><p>Anda memiliki aplikasi dan tools yang juga hampir selalu diinstall? Ada baiknya untuk melakukan dokumentasi terhadap aplikasi dan tools tersebut di <a href="http://allmyapps.com/" target="_blank">AllMyApps</a>. Dengan begitu, selain mendokumentasikan apa yang telah diinstall dan dipergunakan, Anda juga membantu user lain untuk memilih Aplikasi dan Tools melalui hasil pilihan pengguna di <a href="http://allmyapps.com/" target="_blank">AllMyApps</a>.</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riyogarta.com/2009/11/21/19-aplikasi-dan-tools-yang-saya-install-di-ubuntu-9-10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>78</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>User Review: Ubuntu Desktop 9.10 (Karmic Koala)</title>
		<link>http://riyogarta.com/2009/11/09/user-review-ubuntu-desktop-9-10-karmic-koala/</link>
		<comments>http://riyogarta.com/2009/11/09/user-review-ubuntu-desktop-9-10-karmic-koala/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 19:13:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riyogarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://riyogarta.com/?p=971</guid>
		<description><![CDATA[Sudah seminggu ini saya menggunakan Ubuntu versi terbaru yang keluar pada tanggal 29 Oktober 2009 menggantikan Ubuntu versi 9.04 (Jaunty Jackalope) yang sudah saya pergunakan selama 6 bulan. Selama 6 bulan? Ya, karena Ubuntu akan selalu mengeluarkan versi terbarunya setiap 6 bulan. Berikut beberapa hal yang bisa dilihat secara kasat mata sebagai peningkatan dari Ubuntu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah seminggu ini saya menggunakan Ubuntu versi terbaru yang keluar pada tanggal 29 Oktober 2009 menggantikan Ubuntu versi 9.04 (Jaunty Jackalope) yang sudah saya pergunakan selama 6 bulan. Selama 6 bulan? Ya, karena Ubuntu akan selalu mengeluarkan versi terbarunya setiap 6 bulan. Berikut beberapa hal yang bisa dilihat secara kasat mata sebagai peningkatan dari Ubuntu versi sebelumnya:</p>
<p><span id="more-971"></span></p>
<ul>
<li>Berbeda dengan <a href="http://riyogarta.com/2009/04/26/jaunty-jackalope-touchpad-intel-graphic/" target="_blank">versi 9.04 yang bermasalah dengan video graphic Intel,</a> pada versi ini saya tidak menemukan hambatan sedikit pun terhadap hal ini. Kinerja graphic intel kelihatan benar-benar dioptimalkan tanpa harus mengubah sedikit pun setting yang ada.</li>
<li>Tampilan pada saat start yang lebih terlihat elegan dan (katanya) lebih cepat dibandingkan dengan versi sebelumnya.</li>
</ul>
<blockquote><p>Saya pribadi tidak terlalu melihat penambahan kecepatan signifikan saat proses boot.</p></blockquote>
<ul>
<li>Tampilan icon-icon aplikasi yang lebih terlihat manis. Selain itu, icon-icon yang biasanya terdapat pada setiap tombol juga dihilangkan secara default.</li>
</ul>
<ul>
<li>Penggatian default internet messaging yang semula menggunakan Pidgin menjadi Empathy.</li>
</ul>
<blockquote><p>Namun saya tidak menyukai Emphaty sehingga memutuskan untuk menginstall dan kembali menggunakan Pidgin.</p></blockquote>
<ul>
<li>Take Screenshot sebagai salah satu Accessories bawaan telah memiliki fitur <em>Select Area to grab</em>, yakni fitur untuk menangkap layar dalam area yang kita tentukan.</li>
<li>Jika pada Ubuntu versi sebelumnya harus menginstall <em>dontzap </em>untuk mengaktifkan tombol Ctr-Alt-Backspace, maka pada versi kali ini hal tersebut tidak perlu dilakukan. Cukup mengubah setting yang disediakan di Layout Keyboard.</li>
<li>Ubutu One terinstall sebagai utility bawaan.</li>
</ul>
<blockquote><p>Ubuntu One adalah layanan seperti halnya <em>dropbox</em>, yakni fitur yang digunakan sebagai  hardisk virtual. Sayang, meskipun versi gratisnya memberikan space sebesar 2GB kepada penggunanya, namun kemungkinan menjadi tidak terlalu terpakai oleh masayarakat Indonesia karena aksesnya yang tidak terlalu cepat. Hal ini dikarenakan server Ubuntu One tidak terletak di jalur Internet lokal. <em>Mmmm, kapan ya layanan Ubuntu One ini ada di server yang diletakkan di jalur internet lokal?</em></p></blockquote>
<ul>
<li>Perubahan fitu Add/Remove Software menjadi Ubuntu Software Centre yang lebih informatif. Fitur ini bukan hanya memberikan keterangan lengkap mengenai software-software yang disediakan secara free namun juga memberikan screenshot sebagai gambaran atas software yang akan diinstall.</li>
<li>Penambahan <em>Safely Remove Drive</em> untuk benar-benar memutuskan hubungan antara media removable/portable dengan sistem.</li>
<li>Bagi yang terbiasa menggunakan repository dari <em>PPA</em>, tersedia perintah baru yakni <em>add-apt-repository</em>. Dengan perintah ini, pengguna tidak perlu lagi disibukkan jika penambahan tersebut membutuhkan GPG key.</li>
<li>Game permainan Logika dipisahkan dalam menu tersendiri. <em>Yang ini kelihatannya tidak terlalu penting ya?</em></li>
</ul>
<p><em><span style="font-style: normal;">Yang menjadi catatan disini adalah, saya melihat peningkatan demi peningkatan setiap penggantian versi Ubuntu ke versi yang lebih baru <strong>tanpa harus menambah atau mengganti hardware yang saya pergunakan</strong>. Saya menggunakan Ubuntu 100% sejak versi 7.04, artinya hingga saat ini saya sudah melakukan penggantian versi Ubuntu sebanyak 5 kali dan semuanya tetap berjalan pada mesin yang sama. Kalau pun ada penggantian hanyalah penggantian hardisk yang penuh. Penuh bukan akibat membengkaknya sistem operasi beserta aplikasinya, namun akibat data yang saya miliki semakin banyak <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_smiley.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riyogarta.com/2009/11/09/user-review-ubuntu-desktop-9-10-karmic-koala/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Ulang Tahun Linux</title>
		<link>http://riyogarta.com/2009/08/25/selamat-ulang-tahun-linux/</link>
		<comments>http://riyogarta.com/2009/08/25/selamat-ulang-tahun-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 08:58:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riyogarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://riyogarta.com/?p=941</guid>
		<description><![CDATA[Terinspirasi dari Pradna&#8217;s Corner, sebagai pengguna Linux 100% saya juga turut mengucapkan: Selamat Ulang Tahun Linux From: torvalds@klaava.Helsinki.FI (Linus Benedict Torvalds) Newsgroups: comp.os.minix Subject: What would you like to see most in minix? Summary: small poll for my new operating system Message-ID: &#60;1991Aug25.205708.9541@klaava.Helsinki.FI&#62; Date: 25 Aug 91 20:57:08 GMT Organization: University of Helsinki Hello everybody [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terinspirasi dari <a href="http://pojokpradna.wordpress.com/2009/08/25/18th-linux-anniversary/" target="_blank">Pradna&#8217;s Corner</a>, sebagai <a href="http://riyogarta.com/2009/03/08/tips-menjadi-100-pengguna-linux-ubuntu/" target="_blank">pengguna Linux 100%</a> saya juga turut mengucapkan:</p>
<h1>Selamat Ulang Tahun Linux</h1>
<blockquote><p>From: torvalds@klaava.Helsinki.FI (Linus Benedict Torvalds)<br />
Newsgroups: comp.os.minix<br />
Subject: What would you like to see most in minix?<br />
Summary: small poll for my new operating system<br />
Message-ID: &lt;1991Aug25.205708.9541@klaava.Helsinki.FI&gt;<br />
Date: <strong>25 Aug 91 20:57:08 GMT</strong><br />
Organization: University of Helsinki</p>
<p>Hello everybody out there using minix &#8211; I&#8217;m doing a (free) operating system (just a hobby, won&#8217;t be big and professional like gnu) for 386(486) AT clones. This has been brewing since april, and is starting to get ready.I&#8217;d like any feedback on things people like/dislike in minix, as my OS resembles it somewhat (same physical layout of the file-system(due to practical reasons) among other things). I&#8217;ve currently ported bash(1.08) and gcc(1.40),and things seem to work.This implies that I&#8217;ll get something practical within a few months, and I&#8217;d like to know what features most people would want. Any suggestions are welcome, but I won&#8217;t promise I&#8217;ll implement them :-)</p>
<p>Linus (torvalds@kruuna.helsinki.fi)<br />
PS. Yes &#8211; it&#8217;s free of any minix code, and it has a multi-threaded fs. It is NOT protable (uses 386 task switching etc), and it probably never will support anything other than AT-harddisks, as that&#8217;s all I have :-(.</p>
<p>Sumber: <a href="https://netfiles.uiuc.edu/rhasan/linux/" target="_blank">https://netfiles.uiuc.edu/rhasan/linux/</a></p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riyogarta.com/2009/08/25/selamat-ulang-tahun-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 1.411 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-02-11 12:51:35 -->

