Dikirim: June 16th, 2008 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Film | 34 Komentar »
Hahaha, film ini memang sudah dinanti sejak lama dan kemarin akhirnya kami berdua bisa menikmati film ini dengan puas! Jadi sebenarnya hari Sabtu kemarin kami berniat menonton film ini, sayang film ini terlalu banyak peminatnya sehingga kami pun tidak kebagian karcis masuk
Padahal bioskop sudah menyediakan 2 studionya untuk memutar film ini. Alhasil kami memutuskan untuk menonton The Incredible Hulk di waktu midnight. Sayang film Hulk yang sudah dua kali dibuat ini tidak berhasil membuat kami puas, bahkan cenderung kecewa karena filmnya tidak seheboh trailer yang sudah sering kami lihat sebelumnya
Baca Selengkapnya »
Dikirim: February 23rd, 2008 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Film | 19 Komentar »
Sudah beberapa hari ini kami rekreasi dengan menonton beberapa film, seperti Rambo IV, kisah tentang John Rambo yang beranjak tua
. The Waterhorse: Legend of The Deep, kisah tentang persahabatan seorang anak bernama Angus dan Nessy (monster legendaris di danau Lochness), CJ7 film baru dari Stephen Chow. Jumper yang mungkin akan menjadi film berseri dan terakhir kami menonton Cloverfield kemarin.
Dari beberapa film yang kami tonton terakhir, Cloverfiled menjadi film yang paling menarik menurut kami karena digarap dengan (sangat) kreatif. Kami katakan kreatif karena jika Anda sempat menonton film ini, maka Anda akan melihat film ini –seolah-olah– adalah sebuah film dokumentasi hasil kameramen amatir.
Baca Selengkapnya »
Dikirim: January 27th, 2008 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Film | 12 Komentar »
Sudah beberapa bulan ini kami tidak berhasil menemukan film berbobot yang bisa dinikmati. Mulanya kami berharap dengan film American Gangster, namun kami merasa film ini kurang memuaskan karena ceritanya tidak terlalu jelas —mungkin juga akibat pemotongan disana-sini
. Begitu juga dengan film Golden Compass yang ternyata memiliki cerita tidak terlalu jelas, tidak sesuai dengan apa yang kami harapkan dari melihat poster dan iklannya
Malah menurut kami film Stardust jauh lebih bagus untuk sebuah cerita bertema fairy tale dibandingkan Golden Compass.
Minggu-minggu sebelumnya kami sempat pula menonton 30 Days of Night, cerita vampir dengan gaya yang lain. Kemudian 1408, cerita horor karya Stephen King yang menurut kami lumayan bagus, membuat ketegangan horor dengan cara yang agak lain. Lalu Skinwalker yang mengecewakan, Alvin & The Chipmunk yang biasa saja dan masih banyak lagi. Duh … untungnya HTM bioskop sekarang sudah Rp. 15.000
Atau Pay One Get Two dengan memanfaatkan BCA Card
Baca Selengkapnya »
Dikirim: December 26th, 2007 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Bingungsiana, Film | 23 Komentar »
Ini adalah hal yang selalu saya pertanyakan dari film-film horor yang pernah saya tonton. Bagaimana membuat penonton hanyut dalam ketegangan yang mencekam. Padahal kita sadar bahwa apa yang kita lihat, kita tonton itu sebenarnya tidak nyata. Tetapi beberapa film seperti What Lies Beneath (2000) dan The Others (2001) sanggup membuat jantung penonton berdetak kencang, apalagi jika Anda berkesempatan menontonnya di bioskop.
Baca Selengkapnya »
Dikirim: November 22nd, 2006 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Film | 9 Komentar »
Akhirnya saya menonton juga film ini meskipun ada perasaan gak sreg dengan penampilan James Bond kali ini (Baca: Wajah Baru James Bond). Ditambah lagi komentar dari Yan, “Untuk yang belum melihat, dan memang selama ini menyukai film-film James Bond, atur jadwal, dan tonton!“, seperti yang ditulis dalam blognya.
Alhasil setelah menonton tamat film ini, menurut saya, ini film James Bond terbaik dalam 20 tahun terakhir (film terakhir yang menurut saya seru adalah A View To A Kill yang masih diperankan oleh Roger Moore). Artinya, film ini kemungkinan akan menjadi awal dari kebangkitan agen M16 yang akhir-akhir ini kelihatannya lesu. Dengan gaya yang sama sekali berbeda, James Bond kali ini justru terlihat lebih manusiawi, dan saya rasa memang beginilah seharusnya penampilan agen mata-mata di abad 21. Jadi, meskipun sedikit berat hati melihat perubahan gaya James Bond pada film ini, jujur saya akui Daniel Craig sungguh pas memerankannya.
Baca Selengkapnya »
Dikirim: October 19th, 2006 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Film | 4 Komentar »
Pasti sudah pada kenal dengan agent double O seven alias 007 alias James Bond yang selalu berkenalan dengan mengatakan, “My name is Bond, James Bond.” Entah kenapa, saya rasanya gak sreg melihat tokoh pemeran James Bond kali ini, rasanya kok terlalu tua, terlalu dingin, bahkan lebih pantas berperan sebagai tukang pukul musuhnya James Bond :D
Tapi yah sudah, kali emang rejekinya kepilih jadi James Bond hehehe. Kita lihat saja nanti filmnya yang berjudul Casino Royale, bagus apa tidak.
Dikirim: March 13th, 2006 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Film | 4 Komentar »
Duh, saya memang sudah lama sekali tidak menonton film Indonesia. Alasannya karena bosan dengan tema yang itu-itu saja. Kalau tidak tema cinta remaja, ya apalagi kalau bukan horor –yang seringnya juga tidak berhasil membuat saya tegang atau takut. Film Indonesia yang terakhir saya tonton adalah Gie, karena menurut saya film ini agak sedikit lain dan saya pun puas menonton film ini meskipun ada beberapa hal yang menurut saya kurang pas.
Lalu hari ini saya pun melirik untuk menonton Ekspedisi Madewa yang menurut saya memiliki tema lain dengan tema-tema yang sudah ada. Alhasil saya pun memutuskan untuk menonton film ini. Hasilnya, aduh … saya kecewa karena film ini benar-benar jauh dari bayangan saya. Belum lagi beberapa adegan yang tidak logis. Sebut saja adegan diawal-awal film ketika Maulana (Indra Birowo) menodongkan pistolnya ke Tiro Mandawa (Tora Sudiro). Kenapa Maulana dengan pistol tetap mengarah musti meninggalkan Tiro terlebih dahulu, lalu kembali lagi mengejar Tiro sambil menambakinya. Belum lagi mengenai berbagai peralatan teknologi yang dibuat agar kelihatan canggih tetapi –menurut saya– malah menjadi norak. Disisi lain, ketapel yang seharusnya menjadi senjata andalan Tiro juga tidak signifikan terlihat fungsinya.
Satu adegan yang saya suka pada film ini hanyalah adegan saat Tiro Mandala dan Sandhika (Marsha Timothy) berbicara berdua di depan api ungun. Lhaaa ini kan film action, kok malah adegan kayak begini yang disuka??
Bagi Anda yang hobi nonton film-film petualangan dengan tokoh seperti Indiana Jones, Allan Quatermain, Jack Colton dan lainnya pasti kecewa melihat film ini. Tetapi Ekspedisi Madewa paling tidak sudah memberikan warna baru dalam dunia perfilman di Indonesia. Ayo, maju terus film Indonesia
0
0
0
Dikirim: January 1st, 2006 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Diary, Film | 3 Komentar »
Hari ini tanggal 1 Januari, tanggal pertama di tahun 2006 yang baru berumur beberapa jam saja. Saya dan istri tidak ikut merayakan pergantian tahun ini, bahkan tidak sadar kalau tahun sudah berganti karena kami serius menikmati jalan cerita Memoirs Of a Geisha yang benar-benar membikin kami terkesan.
Beberapa hal yang bisa saya dapatkan dari film yang dibintangi Ziyi Zhang ini.
Pertama, Geisha bukanlah lonte, geisha adalah wanita yang memanfaatkan kecantikkan, tingkah laku dan keindahan kimono untuk menghibur tamu. Geisha adalah pekerjaaan profesional yang membutuhkan pendidikan khusus.
Yang kedua, adalah bagaimana seorang anak kecil bernama Chiyo berdoa dan berusaha mewujudkan doanya –jadi ingat Proposal Buat Tuhan. Apa yang terjadi pada Chiyo ini menggambarkan bahwa kita semua sebenarnya diberi kebebasan untuk berusaha dan menentukan takdir kita sendiri. Dengan kecantikkan dan kekuatan “air� yang dimilikinya, Chiyo berusaha keras bukan hanya untuk menjadi Sayuri, seorang Geisha yang legendaris, tetapi juga untuk mendapatkan cinta sejatinya.
Sebuah film yang bagus untuk menutup tahun 2005 dan membuka tahun 2006. Masuk bioskop tanggal 31 Desember 2005 jam 21.50 dan keluar bioskop tanggal 1 Januari 2006 jam 00.15. Gila …1 tahun dalam bioskop :D
Recent Comments