Dikirim: December 12th, 2006 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Bingungsiana, Diary | 33 Komentar »
Sudah nyaris 2 tahun saya menggunakan iPAQ 6365, PDA Phone keluaran HP (dulunya Compaq). Selama ini sama sekali tidak ada masalah dan saya sangat puas memilikinya. Namun beberapa hari ini 6365 saya ternyata punya masalah pada bagian phone-nya. Saya pikir memang ada kerusakan pada hardware, tetapi ternyata tidak. Beberapa pengguna gadget yang tergabung dalam milis iPAQers pun ternyata memiliki keluhan yang sama, dimana iPAQ 6365 yang mereka miliki tiba-tiba saja tidak bisa melakukan panggilan ataupun menerima, padahal segala sesuatunya nampak beres.
Herannya, semua kejadian ini hanya menimpa mereka yang menggunakan SIM Card INDOSAT. Dari penuturan beberapa anggota milis iPAQers, iPAQ 6365 mereka sama sekali tidak bermasalah ketika menggunakan SIM Card dengan provider lain. Bahkan, yang lebih mengherankan adalah kejadian ini (mungkin) hanya terjadi di Jakarta dan sekitarnya, karena beberapa pengguna di luar Jakarta tidak mengalaminya
Aneh! Ada sesuatu yang tidak benar dengan Indosat. Alhasil, pengguna iPAQ 6365 dengan SIM Card INDOSAT harus rajin-rajin melakukan soft reset, karena hanya dengan cara ini HP-nya bisa kembali melakukan pangilan atau menerima panggilan. Dan, menurut info, hal ini juga terjadi pada beberapa HP bermerk Siemens.
Duh, masa harus ganti provider sih …
Dikirim: December 9th, 2006 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Agama, Bingungsiana | 37 Komentar »
Beberapa hari yang lalu saya sempat berdialog di pembukaan kuliah saya mengenai poligami, apalagi kalau bukan gara-gara berita A’a Gym yang memutuskan untuk memiliki istri kedua. Saat mereka menanyakan pendapat saya, saya jawab saya setuju dengan poligami, tetapi bukan berarti saya mau melakukannya.
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.(QS An-Nissa:3)
Disisi lain, saya katakan bahwa tidak ada masalah bagi saya A’a Gym menikah lagi, itu haknya A’a dan lagi saya bukan pengangum berat A’a. Saya adalah muslim yang kadang-kadang saja mendengarkan ceramah A’a, tidak lebih dari itu.
Dan diakhir pembicaraan, saya kemukakan pendapat saya bahwa kesalahan fatal A’a sebagai public figure adalah, “Kenapa harus wartawan dulu yang mengetahui A’a menikah untuk keduakalinya?, Apakah kalau wartawan tidak memberitakan perkawinan ini lalu A’a tidak akan bilang kepada publik? Apakah memang ada niat dari A’a yang ingin menyembunyikan perkawinan keduanya ini?” Yang lebih membuat saya tidak habis fikir adalah bagaimana efek poligami yang dilakukan A’a terhadap para penggemarnya yang masih belum cukup umur … mmm, bagi mereka A’a adalah panutan yang harus dicontoh
Lalu hari ini saya menemukan tulisan yang sangat bagus dari harian Kompas, Benarkan Poligami Sunah?, kalau saja A’a mau membaca ini sebelum memutuskan menikah untuk keduakalinya, mungkin hasilnya lain.
Dikirim: December 5th, 2006 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Bingungsiana, Diary | 17 Komentar »
Akhirnya tiba juga hari yang saya nantikan, hari dimana saya sidang akibat kena tilang seminggu yang lalu. Dengan semangat ingin ikut sidang dan melakukan pembelaan, ternyata hanya “mebuang waktu” menunggu sidang tanpa disidang .. hiks
Sebenarnya sudah bukan rahasia lagi bahwa sidang tilang hanyalah basa-basi yang ujungnya hanyalah membayar denda sesuai dengan pasal yang kita langgar. Beberapa kawan pun sudah bilang bahwa hal yang saya inginkan untuk melakukan pembelaan itu rasanya sulit untuk direalisasikan. Tetapi, saya tetap ingin melakukan, selain karena penasaran, juga karena merasa diperlakukan tidak adil.
Baca Selengkapnya »
Dikirim: November 30th, 2006 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Bingungsiana | 5 Komentar »
Siang ini saya diberitahu oleh teman bahwa notepad di windows memiliki sedikit keanehan. Silakan ikuti langkah-langkah dibawah ini:
- Buka notepad
- Tulis bush hid the facts
- Save dengan nama file apa saja (terserah)
- Tutup notepad dan buka lagi .. dan lihatlah apa yang terjadi
Karena penasaran dengan fenomena ini, saya pun mencari jawabannya menggunakan google. Berikut adalah apa yang saya dapatkan atas fenomena ini.
- Fenomena ini tidak hanya terjadi pada kata bush hid the facts tetapi juga terjadi pada kalimat riyo hid the facts atau yuli hid the facts
- Syarat fenomena ini bisa terjadi adalah:
- Kata pertama dalam kalimat haruslah terdiri dari huruf yang jumlahnya genap. Jadi Anda bisa saja mengganti kata pertama menjadi apapun, misalnya cobacoba hid the facts
-
- kata the bisa diganti dengan these
- Yang aneh adalah, kata bush tidak bisa diganti menjadi bu atau bushbu atau bushbush meskipun jumlahnya genap.
Jadi, katanya sih ini bug dari notepad, hanya kok agak aneh yah, kenapa untuk kata bush tidak bisa diutak-atik
**programmernya iseng kali yah :D
Ada yang bisa memberikan penjelasan ilmiah dari bug ini?
UPDATE:
Ini dia penjelasannya 
http://www.hoax-slayer.com/bush-hid-the-facts-notepad.html
Dikirim: November 28th, 2006 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Bingungsiana | 10 Komentar »
Maksud hati ingin menghindar dari kecelakaan yang sangat mungkin terjadi, eeehhh, malah ditilang
Baca pengalaman saya selengkapnya Petugas Polantas Yang Tidak Bijaksana di detik.com
Baca Selengkapnya »
Dikirim: October 17th, 2006 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Bingungsiana, Diary | 2 Komentar »
Ada satu hal yang membuat PC Magazine Indonesia menjadi majalah yang sangat memalukan. PC Magazine edisi 10/IV Oktober 2006 halaman 74 dan 75. Pada halaman 74 tertulis spek Relion Enduro LM-TW12K memiliki processor Intel AMD Sempron 3100+. Begitu pula pada halaman 75, disebutkan bahwa spek dari Relion Enduro RL-777 memiliki processor Intel AMD Sempron 3100+.
Sejak kapan Intel dan AMD merger?
Atau sejak kapan Intel memiliki model processor yang dinamakan AMD?
Duh, coba yah lain kali kalau menerbitkan majalah itu diperiksa dulu dengan teliti.
Dikirim: October 14th, 2006 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Bingungsiana, Diary, Diary Dosen | 4 Komentar »
Coba perhatikan judul tulisan diatas, tulisan tersebut sudah jelas berbeda dengan (TUGAS). Tulisan pada judul mempergunakan kurung siku [ dan ]. Sementara tulisan (TUGAS) menggunakan kurung biasa, ( dan ). Herannya, cukup banyak siswa saya yang mengirim tugas melalui email menuliskan (TUGAS) pada subjeknya, padahal saya menggunakan MS.Word melalui LCD proyektor dengan jelas menuliskan bahwa subjek harus didahului dengan prefix [TUGAS], saya tebalkan dan saya besarkan hurufnya agar nampak jelas!
Dari [TUGAS] menjadi (TUGAS) itu mungkin masih bisa dimaafkan. Karena ada yang jauh lebih nekat, “beliau” ini hanya menulis TUGAS pada subjeck emailnya. Duh
Tak hanya sampai disini, ada juga yang lebih nekat, tepatnya nekad (pake d) karena tidak menggunakan prefiks sama sekali, jadi polos ajah dengan menuliskan NIM #-ob-(
Oke, oke. Kali ini saya maafkan khusus bagi mereka yang dengan kreatif mengubah [TUGAS] menjadi (TUGAS). Tetapi TIDAK untuk mereka yang lebih kreatif dari itu #:-s
UPDATE:
Baru saja saya menerima email tugas dengan prefiks yang kreatif, [CONTOH], |TUGAS|
Dikirim: April 16th, 2006 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Bingungsiana | 2 Komentar »
Begitulah pertanyaan saya dalam hati ketika melihat betapa hebohnya mereka akibat terbitnya majalah Playboy. Bagi saya –meskipun belum sempat beli & lihat karena keburu habis– majalah ini tidak jauh beda dengan majalah-majalah yang ada sebelumnya, bahkan menurut beberapa orang yang sudah sempat melihatnya, majalah ini katanya jauh lebih sopan dibandingkan majalah FHM dan Popular :o
Lalu kenapa baru sekarang sebuah organisasi (yang katanya Islam) tersebut ribut? Bahkan sampai melakukan tindakan pengrusakan yang sama sekali tidak terpuji? Kenapa hal yang sama tidak dilakukan pada majalah-majalah senada yang telah terbit jauh-jauh hari sebelum terbitnya Playboy? Mmm,
apa iya hanya karena sebuah nama Playboy?
Ayolah, salurkan tenaga dan energi yang ada untuk hal-hal lain yang jauh lebih bermanfaat. Ketidaksetujuan terhadap terbitnya majalah Playboy bukan tidak bermanfaat, tetapi alangkah jauh lebih bermanfaat jika bisa menunjukkan ketidakseutujuan tersebut dengan cara yang simpatik sehingga bisa menjadi contoh bagi semua umat di Indonesia.
0
0
Recent Comments