Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia akan memiliki warna kulit yang sama, agama yang hanya satu, tidak ada yang namanya negara, suku bangsa dan tidak ada perbedaan. Artinya Sang Khalik memang menghendaki adanya perbedaan. Perbedaan adalah hakekat penciptaan. Perbedaan itu indah.

Gaya Rambut

Dikirim: December 26th, 2012 | Oleh: | Kategori: Agha, Lain-lain | 4 Komentar »

207838_4699884808398_309027028_n

 

“Sudah Bun?” tanya Agha kepada Bunli berharap kegiatan pemotongan rambut segera selesai. Padahal pemotongan rambut baru saja dimulai. Tapi seperti biasa, Agha paling tidak betah saat rambutnya dipotong.

Bunli memang pandai memotong rambut. Bahkan saat kami dulu berpacaran, saya adalah pelanggan setianya. Potongan rambutnya bagus walau pernah salah dan diselesaikan dengan pergi ke tukang potong rambut untuk diubah menjadi potongan model TNI. Begitu juga dengan adik-adiknya, mereka adalah pelanggan setia Bunli. Kini Agha adalah pelanggan spesialnya yang cerewet. Hampir setiap menit menanyakan apakah potong rambutnya sudah selesai atau belum.

Baca Selengkapnya »


Bola Bersih Buat Adik

Dikirim: December 21st, 2012 | Oleh: | Kategori: Agha, Lain-lain | 1 Komentar »

Saya sedang mengerjakan sesuatu di depan notebook saat terjadi percakapan antara Agha dan Bunli (nama panggilan Agha untuk Bundanya). Diawali dari pertanyaan Bunli kepada Agha yang sejak tadi berusaha mengambil beberapa bola kecil untuk dikumpulkan.

Bola itu umurnya jauh lebih tua dari Agha. Dibeli dan digunakan untuk melakukan terapi tangan saya yang patah di tahun 2007. Namun sejak kecil Agha sangat senang memainkan bola ini karena bisa mengeluarkan bunyi saat dipencet dengan keras. Memang sudah agak lama Agha tidak memainkan bola-bola itu lagi sejalan dengan bertambahnya usia.

“Bowlanya kotwor Bun. Hawrus dicuchi,” jawab Agha kepada Bunli yang sejak tadi melihatnya wira-wiri membawa bola. Saya pun menghentikan pekerjaan sejenak melihat tingkahnya berusaha mengambil bola yang ada di kolong sekitar kamar.

Baca Selengkapnya »


Kenapa Bertiga

Dikirim: December 7th, 2012 | Oleh: | Kategori: Agha, Lain-lain | 1 Komentar »

“Yayyooo. Kenapa kita betiga?” tanyanya suatu hari.
“Maksudnya kita bertiga itu apa Gha?” jawabku juga bertanya.
“Kita betiga, Yayyoo, Bunni sama Agha. Kenapa tidak bewrempat?”

“Lho, kita memang bertiga kan? Kenapa Agha tanya seperti itu?”

“Kalo ada bayyi, kita jadi jadi bewrempat. Kalo ada bayyi lagi, kita bewrlima,” katanya dengan semangat berapi. Matanya yang polos memandang ke langit-langit memikirkan kata-kata lain yang hendak diucapkannya. “Kalo kita bewrempat, nanti Agha bisa main dengan bayyi. Jadi kalo Yayyo dan Bunni sedang kewrja, Agha bisa main dengan bayyi. Gitu Yayyoo.”

Ya ya ya, rupanya anakku sudah menginginkan seorang kawan di rumah. Seorang kawan yang bisa menemaninya saat kami sibuk. Haruskah kami memulainya sekarang?