Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia akan memiliki warna kulit yang sama, agama yang hanya satu, tidak ada yang namanya negara, suku bangsa dan tidak ada perbedaan. Artinya Sang Khalik memang menghendaki adanya perbedaan. Perbedaan adalah hakekat penciptaan. Perbedaan itu indah.

Kekuasaan

Dikirim: January 7th, 2013 | Oleh: | Kategori: Agha, Definisi Kata | 42 Komentar »

“Ketuwasaan, apa itu Yah?” tanya Agha tiba-tiba menyela pembicaraan yang sedang terjadi antara saya dan Bunli.

“Kekuasaan itu kemampuan Gha. Kemampuan itu segala suatu yang bisa dilakukan,” jawab saya menjelaskan pertanyaan anak yang usianya beranjak 4 tahun.

“Misalnya Agha sekarang sudah bisa mengubah-ubah rel kereta Thomas di rumah. Nah, Agha bisa mengubah-ubah jalur kereta sesuai yang Agha mau. Artinya rel kereta yang menjalar kemana-mana di rumah itu, yang juga bikin berantakan rumah itu, adalah kekuasaan Agha.”

“Yayyoo juga bisa,” timpalnya sesaat setelah mendengarkan penjelasan tentang arti kata kekuasaan. “Yayyoo bisanya banyak. Yayyoo bisa buat kopi sendiwri, bisa masak tewlowr yang enak buat Agha, bisa mandiyin Agha, bisa beliyin susu buat Agha, bisa cawriin mainan buat Agha,” katanya terus berceloteh mengenai berbagai kebisaan Ayahnya terhadapnya. “Bisa buwat powgwram komputewr, bisa kasih makan ikan, bisa nyetiwr mobi,” lanjutnya terus membuat daftar.

Baca Selengkapnya »


Tasuk!!

Dikirim: December 14th, 2012 | Oleh: | Kategori: Agha, Definisi Kata | 1 Komentar »

“Yayooo, iyat tuh, tasuk,” teriak Agha tiba-tiba. Saya yang sedang menyetir bingung mendengarnya. “Tasuk Yayooo,” teriaknya lagi.
“Tasuk itu apa Agha?” tanyaku bingung. Sesaat dia teriak lagi dengan bunyi yang sama berulang-ulang. Kadang seperti inilah menghadapi anak yang sedang belajar bicara banyak. Kata-katanya kadang tidak jelas terdengar, namun dia merasa sudah sangat jelas.

“Taaaa Suk,”¬†katanya berusaha menurunkan volume suaranya agar lebih jelas. Sementara saya tetap tidak mengerti apa maksudnya. Memutar ingatan berusaha agar tahu apa yang dimaksud. Dan tentu karena tidak ingin mengecewakan wajah mungil itu, karena berusaha bicara jelas.

“Taaaa Suk?’ tanya saya mengikutinya, dia pun menggelengkan kepala. “Maa Suk?”

Baca Selengkapnya »