<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Catatan &#187; Agama</title>
	<atom:link href="http://riyogarta.com/category/agama/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://riyogarta.com</link>
	<description>Blognya Riyogarta, mencatat apa yang perlu dicatat</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 May 2010 06:38:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>in</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
		<item>
		<title>Poligami dan A&#8217;a Gym</title>
		<link>http://riyogarta.com/2006/12/09/poligami-dan-aa-gym/</link>
		<comments>http://riyogarta.com/2006/12/09/poligami-dan-aa-gym/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Dec 2006 06:54:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riyogarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Bingungsiana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riyogarta.com/2006/12/09/poligami-dan-aa-gym/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu saya sempat berdialog di pembukaan kuliah saya mengenai poligami, apalagi kalau bukan gara-gara berita A&#8217;a Gym yang memutuskan untuk memiliki istri kedua. Saat mereka menanyakan pendapat saya, saya jawab saya setuju dengan poligami, tetapi bukan berarti saya mau melakukannya. Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://riyogarta.com/2005/12/06/sepeda-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sepeda #2'>Sepeda #2</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu saya sempat berdialog di pembukaan kuliah saya mengenai poligami, apalagi kalau bukan gara-gara berita A&#8217;a Gym yang memutuskan untuk memiliki istri kedua. Saat mereka menanyakan pendapat saya, saya jawab saya setuju dengan poligami, tetapi bukan berarti saya mau melakukannya.</p>
<blockquote><p>Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.(QS An-Nissa:3)</p></blockquote>
<p>Disisi lain, saya katakan bahwa tidak ada masalah bagi saya A&#8217;a Gym menikah lagi, itu haknya A&#8217;a dan lagi saya bukan pengangum berat A&#8217;a. Saya adalah muslim yang <u>kadang-kadang saja</u> mendengarkan ceramah A&#8217;a, tidak lebih dari itu. </p>
<p>Dan diakhir pembicaraan, saya kemukakan pendapat saya bahwa kesalahan fatal A&#8217;a sebagai <em>public figure</em> adalah, &#8220;Kenapa harus wartawan dulu yang mengetahui A&#8217;a menikah untuk keduakalinya?, Apakah kalau wartawan tidak memberitakan perkawinan ini lalu A&#8217;a tidak akan bilang kepada publik? Apakah memang ada niat dari A&#8217;a yang ingin menyembunyikan perkawinan keduanya ini?&#8221; Yang lebih membuat saya tidak habis fikir adalah bagaimana efek poligami yang dilakukan A&#8217;a terhadap para penggemarnya yang masih belum cukup umur &#8230; mmm, bagi mereka A&#8217;a adalah panutan yang harus dicontoh <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_think.gif' alt=':-?' class='wp-smiley' />  <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_dontknow.gif' alt=':-??' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Lalu hari ini saya menemukan tulisan yang sangat bagus dari harian Kompas, <a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0305/12/swara/302149.htm" target="_blank">Benarkan Poligami Sunah?</a>, kalau saja A&#8217;a mau membaca ini sebelum memutuskan menikah untuk keduakalinya, mungkin hasilnya lain.  </p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://riyogarta.com/2005/12/06/sepeda-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sepeda #2'>Sepeda #2</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riyogarta.com/2006/12/09/poligami-dan-aa-gym/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Idul Fitri 1427H</title>
		<link>http://riyogarta.com/2006/10/23/idul-fitri-1427h/</link>
		<comments>http://riyogarta.com/2006/10/23/idul-fitri-1427h/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Oct 2006 10:08:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riyogarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riyogarta.com/2006/10/23/idul-fitri-1427h/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah berpuasa sebulan lamanya, tibalah saatnya merayakan hari kemenangan. Kali ini Indonesia lagi-lagi tidak bisa menetapkan hari Idul Fitri secara bersama, di satu sisi inilah perbedaan yang harus kita hormati, di sisi lain kenapa yah gak bisa dibikin kompak? Saya sendiri ikut keputusan pemerintah yang telah ditetapkan tadi malam yakni tanggal 24 Oktober 2006, sementara [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://riyogarta.com/2006/02/01/ada-apa-dengan-tahun-baru-islam/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ada Apa Dengan Tahun Baru Islam?'>Ada Apa Dengan Tahun Baru Islam?</a></li>
<li><a href='http://riyogarta.com/2007/10/10/mudik-mohon-maaf-lahir-dan-batin/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mudik &#8230; Mohon maaf Lahir dan Batin'>Mudik &#8230; Mohon maaf Lahir dan Batin</a></li>
<li><a href='http://riyogarta.com/2006/02/09/menghitung-hari/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Menghitung Hari ..'>Menghitung Hari ..</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah berpuasa sebulan lamanya, tibalah saatnya merayakan hari kemenangan. Kali ini Indonesia   lagi-lagi tidak bisa menetapkan hari Idul Fitri secara bersama, di satu sisi inilah perbedaan yang harus kita hormati, di sisi lain <em>kenapa yah gak bisa dibikin kompak?</em> Saya sendiri ikut keputusan pemerintah yang telah ditetapkan tadi malam yakni tanggal 24 Oktober 2006, sementara kedua mertua saya, beberapa saudara saya dan beberapa teman saya telah merayakannya hari ini (23 Oktober 2006). Rasanya kurang &#8220;mengasyikkan&#8221; saja ketika yang lain sudah merasakan lebaran, sementara yang lain masih berpuasa atau sebaliknya. </p>
<p><span id="more-292"></span></p>
<p>Memang tidak bisa yah seluruh ormas Islam dan pemerintah berkumpul terlebih dahulu, bahkan diawal ramadhan bilamana perlu untuk merumuskan bagaimana tepatnya 1 syawal ditentukan, apakah pakai ruhyat atau menggunakan hisab? </p>
<blockquote><p>Dari Ibnu Umar ra. berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Bila kalian lihat hilal, maka berpuasalah. Dan bila kamu melihat hilal maka berLebaranlah. Tapi kalau tidak nampak oleh kalian, maka kadarkanlah (hitunglah).&#8221; (HR Muttafaq &#8216;alaihi)</p></blockquote>
<p>Saya pribadi sejak awal hanya melihat kalender <a href="http://www.pocketislam.com" target="_blank">Pocket Islam</a> yang sehari-harinya juga saya pergunakan sebagai pengingat waktu shalat. Disebutkan disana, 1 Syawal jatuh pada tanggal 24 Oktober 2006 &#8211;(kebetulan) sama dengan keputusan pemerintah. Tetapi kalau kita melihat <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_Konferensi_Islam" target="_blank">OKI (Organisasi Konferensi Islam)</a> yang memiliki ide hilal tidak perlu dilihat di negeri sendiri dan bisa menjadi acuan bagi negara lain, keputusannya adalah tanggal 23 Oktober 2006 &#8211;karena (katanya) di beberapa negara yang tergabung dalam OKI telah melihat hilal pada tanggal 22 Oktober 2006. </p>
<p>Mana dari keduanya yang benar? Saya pikir semua kembali kepada keyakinan masing-masing, tidak ada yang salah, yang terjadi adalah tidak adanya koordinasi yang baik antara pemerintah dengan ormas-ormasi Islam di Indonesia. Mudah-mudahan, perbedaan yang telah terjadi untuk kesekian kalinya ini bisa diambil hikmahnya, baik bagi pemerintah maupun bagi ormas-ormas Islam di Indonesia. </p>
<p>Menteri Agama Maftuh Basuni mengatakan, bahwa perbedaan itu adalah sesuatu yang wajar dan tak perlu dianggap sebagai sengketa atau perselisihan. Saya setuju, tetapi janganlah kata-kata tersebut akhirnya selalu dijadikan alasan untuk menutupi kelemahan atau ketidakmampuan Departemen Agama untuk menyatukan perbedaan penetapan 1 Syawal.</p>
<p>Akhir kata, semoga perbedaan 1 Syawal 1427H tahun ini tidak mengurangi makna hari tersebut. </p>
<p align="center"><big><b>Mohon Maaf Lahir dan Batin, Minal Aidin Wal Fa Idzin, Taqabballahu Minna Wa Minkum, Selamat Idul Fitri 1427H (23/24 Oktober 2006).</p>
<p align="center">Riyogarta &#038; Istri</b></big></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://riyogarta.com/2006/02/01/ada-apa-dengan-tahun-baru-islam/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ada Apa Dengan Tahun Baru Islam?'>Ada Apa Dengan Tahun Baru Islam?</a></li>
<li><a href='http://riyogarta.com/2007/10/10/mudik-mohon-maaf-lahir-dan-batin/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mudik &#8230; Mohon maaf Lahir dan Batin'>Mudik &#8230; Mohon maaf Lahir dan Batin</a></li>
<li><a href='http://riyogarta.com/2006/02/09/menghitung-hari/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Menghitung Hari ..'>Menghitung Hari ..</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riyogarta.com/2006/10/23/idul-fitri-1427h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Freedom of Speech, It&#8217;s True?</title>
		<link>http://riyogarta.com/2006/02/07/freedom-of-speech-its-true/</link>
		<comments>http://riyogarta.com/2006/02/07/freedom-of-speech-its-true/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2006 15:08:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riyogarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riyogarta.com/2006/02/07/freedom-of-speech-its-true/</guid>
		<description><![CDATA[Masih seputar kartun penghinaan terhadap nabi Muhammad, hari ini saya mendapatkan berita yang cukup mengejutkan. Pemerintah Denmark melalui perdana menterinya Anders Fogh Rasmussen selalu berlindung di balik hak kebebasan berbicara. Ternyata hal ini bohong besar. Anda bisa membaca berita Danish Paper Rejected Jesus Cartoon Berikut kutipannya: The Danish daily turned down the cartoons of Christ [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih seputar kartun penghinaan terhadap nabi Muhammad, hari ini saya mendapatkan berita yang cukup mengejutkan. Pemerintah Denmark  melalui perdana menterinya Anders Fogh Rasmussen selalu berlindung di balik hak kebebasan berbicara. Ternyata hal ini bohong besar. Anda bisa membaca berita <a target="_blank" href="http://www.guardian.co.uk/international/story/0,,1703501,00.html">Danish Paper Rejected Jesus Cartoon</a> <img src='http://riyogarta.com/wp-includes/images/smilies/yahoo_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Berikut kutipannya:</p>
<blockquote><p>The Danish daily turned down the cartoons of Christ three years ago, on the grounds that they could be offensive to readers and were not funny.</p></blockquote>
<p>Oooh jadi begitu?</p>
<blockquote><p>The decision smacks of &#8220;double-standards&#8221;, said Ahmed Akkari, spokesman for the Danish-based European Committee for Prophet Honouring, the umbrella group that represents 27 Muslim organisations that are campaigning for a full apology from Jyllands-Posten.</p></blockquote>
<p>Ehem. Sudahlah Denmark, gak usah malu, minta maaf sajalah melalui PM-nya dengan tulus dan segera menindak tegas gambar-gambar tersebut.</p>
<p>Posting sebelumnya: <a target="_blank" href="http://riyogarta.com/2006/02/03/kartun-nabi-muhammad-saw-benar-benar-keterlaluan/">Kartun Nabi Muhammad SAW, Benar-Benar Keterlaluan!!!</a></p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riyogarta.com/2006/02/07/freedom-of-speech-its-true/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
