Poligami dan A’a Gym
Dikirim: December 9th, 2006 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Agama, Bingungsiana | 35 Komentar »Beberapa hari yang lalu saya sempat berdialog di pembukaan kuliah saya mengenai poligami, apalagi kalau bukan gara-gara berita A’a Gym yang memutuskan untuk memiliki istri kedua. Saat mereka menanyakan pendapat saya, saya jawab saya setuju dengan poligami, tetapi bukan berarti saya mau melakukannya.
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.(QS An-Nissa:3)
Disisi lain, saya katakan bahwa tidak ada masalah bagi saya A’a Gym menikah lagi, itu haknya A’a dan lagi saya bukan pengangum berat A’a. Saya adalah muslim yang kadang-kadang saja mendengarkan ceramah A’a, tidak lebih dari itu.
Dan diakhir pembicaraan, saya kemukakan pendapat saya bahwa kesalahan fatal A’a sebagai public figure adalah, “Kenapa harus wartawan dulu yang mengetahui A’a menikah untuk keduakalinya?, Apakah kalau wartawan tidak memberitakan perkawinan ini lalu A’a tidak akan bilang kepada publik? Apakah memang ada niat dari A’a yang ingin menyembunyikan perkawinan keduanya ini?” Yang lebih membuat saya tidak habis fikir adalah bagaimana efek poligami yang dilakukan A’a terhadap para penggemarnya yang masih belum cukup umur … mmm, bagi mereka A’a adalah panutan yang harus dicontoh
Lalu hari ini saya menemukan tulisan yang sangat bagus dari harian Kompas, Benarkan Poligami Sunah?, kalau saja A’a mau membaca ini sebelum memutuskan menikah untuk keduakalinya, mungkin hasilnya lain.
Recent Comments