Blognya Riyogarta, mencatat apa yang tidak perlu dicatat
Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia akan memiliki warna kulit yang sama, agama yang hanya satu, tidak ada yang namanya negara, suku bangsa dan tidak ada perbedaan. Artinya Sang Khalik memang menghendaki adanya perbedaan. Perbedaan adalah hakekat penciptaan. Perbedaan itu indah.
Tidak ada yang meragukan kemampuan Gimp sebagai image editor yang handal di lingkungan FOSS. Namun banyak sekali penggunanya –termasuk saya–yang tetap tidak sreg dengan user interface windownya yang terpisah-pisah. Namun akhirnya GIMP menjawab keluhan interfacenya dengan membuatnya menjadi single window. Benarkah? Benar!
Bermula dari sebuah wawancara di radio Elshinta (yang saya dengar dalam perjalanan) bersama seorang yang mengaku dirinya sebagai praktisi IT pada tanggal 23 Januari 2010 jam 20.40 WIB, saya kokgatal rasanya mendengar penjelasan beliau mengenai bagaimana caranya mengamankan diri kita saat bertransaksi di dunia internet. Si praktisi IT tersebut memberikan tips yang singkatnya, “Jangan berikan jawab YES ketika sebuah pertanyaan security munculpada browser Anda.” Jadi si praktisi IT itu menyaranakan untuk menjawab dialog tersebut dengan NO, Lalu bagaimana? Dan lebih konyol lagi pemberian tips pun berlanjut, singkatnya seperti ini, “Nah, kalau sudah dijawab NO maka transaksi tidak berlanjut, jadi kita aman.”
Mungkin sudah banyak yang tahu mengenai GetDeb, atau ada juga yang belum mengetahuinya. Bagi yang belum mengetahuinya, GetDeb adalah proyek tidak resmi (unofficial project) yang menyediakan paket free opensource siap pakai untuk Ubuntu. Paket-paket yang ada di situs ini adalah paket-paket yang umumnya lebih baru bahkan belum tersedia pada repository resmi dari Ubuntu.
Sebelum pengguna bisa menginstall paket-paket yang disediakan oleh GetDeb, pengguna diharuskan menambah daftar repository yang ada. Sayangnya, paket-paket menarik yang disediakan GetDeb ini berada di server luar. Untuk itulah saya berinisiatif untuk menyediakan repository GetDeb tersebut di server yang ada di Indonesia (Lokal).
Beginilah gaya Agha ketika menjaga pencitraan dirinya karena ingin terlihat kasep saat di shooting
Agha itu kalau lihat kamera suka jaim. Nah ini akibatnya, sebelumnya dia meringis-ringis walau doyan mencicipinya, tetapi ketika di shoot saat mencicipi keduakalinya dia bertahan untuk tetap jaim meskipun pada akhirnya gak kuat juga
Tak terasa tahun sudah tiba di penghujung tahun 2009, tahun yang paling berkesan dalam kehidupan semenjak berkeluarga. Di bulan maret Alhamdulillah kami akhirnya dikaruniai seorang putra setelah menanti selama 8.5 tahun lamanya. Anugrah dari Allah yang luar biasa bagi kami. Rasanya tidak percaya ketika pada akhirnya kami bisa menghabiskan tahun 2009 dengan seorang putera yang senantiasa menjadi dambaan kami sejak dulu. Ya, Muhammad Gamitra Aqilafathi yang lebih dikenal dengan nama Agha menjadi The Man of The Year bagi kami di tahun ini
Sebenarnya trik ini sudah saya lakukan sejak lama, namun baru ingat untuk di share saat ini. Trik ini tidak membutuhkan tools tambahan atau program baru (apalagi harus beli atau mengcrack), tetapi hanya menambahkan penggunaan applet kedalam Gnome Panel. Berikut cara penggunaannya:
Buka Add To Panel dengan cara klik-kanan pada gnome panel.
Cari applet dengan nama CPU Frequency Scaling Monitor dan klik tombol Add untuk menambahkannya ke gnome panel.
Klik kiri pada applet yang telah terpasang di gnome panel, dan setting di posisi On Demand
Dengan menggunakan applet ini, processor akan menyesuaikan frekuensinya (kecepatan processor) dengan kebutuhan prosesnya. Jadi processor tidak selalu serta merta menggunakan kekuatan maximalnya untuk menyelesaikan proses yang ada.
Dari berbagai kegiatan yang dilakukan, secara umum processor yang saya gunakan selalu berada di level 800MHz, hampir setengah dari kemampuan processornya. Padahal, Ubuntu yang saya gunakan selalu full dengan eye candy. Kecuali jika sudah melakukan proses berat, misalnya urusan database dengan banyak table dan record lebih dari satu juta, baru deh processor bekerja full di 1.7GHz. Ah, OS yang satu ini memang benar-benar hemat resource
Untuk mengecek berapa suhu processor setiap saat, silakan menginstall sensors-applet atau klik disini. Sensor ini akan memberitahukan kepada pengguna suhu processor saat itu dan memberi warning jika suhu processor sudah kelewat panas. Thanks buat Harry untuk info applet ini
Sudah hampir sebulan saya menggunakan Ubuntu Karmic 9.10. Tidak ada masalah kecuali satu saja, yakni Gnome Global Menu yang sudah terbiasa saya gunakan tidak bisa berjalan dengan baik di Karmic. Beberapa aplikasi tidak mau dipanggil akibat pemasangan applet tersebut. Namun masalah tersebut tidak bertahan lama, karena update Gnome Global Menu akhirnya keluar dan bisa berjalan dengan baik di Karmic
Berikut adalah beberapa aplikasi dan tools yang hampir selalu saya install setelah menginstall Ubuntu:
Akhirnya kami bisa juga menyempatkan diri untuk menonton film bertema isu kiamat di tahun 2012 ini di hari pertama pemutarannya. Saya adalah salah satu dari sekian banyak orang yang mengikuti berita perkembangan isu kiamat di tahun itu. Isu ini sangat menarik karena didukung oleh banyak hal, dari mulai penanggalan bangsa maya, ramalan para cenayang hingga sains yang belakangan dibantah oleh NASA.
Isu kiamat tahun 2012 bisa dikatakan merupakan isu kiamat yang terbesar yang pernah terjadi. Sebelumnya ada pula berbagai isu kiamat, seperti kiamat di tahun 2.000, kiamat ketika matahari dan semua planet hingga pluto terletak dalam satu garis (tahun 80-an), hingga isu kiamat yang diramalkan oleh segelintir orang dan sekte yang tak tehitung banyaknya.
Recent Comments