Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia akan memiliki warna kulit yang sama, agama yang hanya satu, tidak ada yang namanya negara, suku bangsa dan tidak ada perbedaan. Artinya Sang Khalik memang menghendaki adanya perbedaan. Perbedaan adalah hakekat penciptaan. Perbedaan itu indah.

Minuman Botol

Dikirim: January 2nd, 2013 | Oleh: | Kategori: Agha, Makanan dan Minuman | 19 Komentar »

Beberapa hari yang lalu, saat haus di siang hari, saya menenggak hampir habis sebotol mizone dingin di lemari es. Saya benar-benar lupa kalau botol minuman itu milik Agha. “Agha nggak mo omong lwagi ama Yayyooo,” katanya dengan nada marah.

Sebelumnya dia marah sama Bunli yang menurut sangkaannya sudah menghabiskan minuman itu. Tapi setelah saya jelaskan bahwa yang meminumnya itu bukan Bunli, Agha memeluk Bunli dan mengalihkan marahnya ke saya.

“Maaf Gha, nanti Yahyo belikan lagi ya. Yahyo pikir itu punya Yahyo,” disambut gerutu Agha yang membuat saya geli. Akhir-akhir ini Agha memang sedang mengenalkan kemampuannya untuk marah. Beberapa kami tegur jika marahnya memang salah tempat, beberapa kami tanggapi karena memang layak marah.

Semalam saat kami keluar rumah, saya tawarkan kepadanya untuk mampir ke salah satu mini market membeli mizone pengganti. Namun Agha menolak, “Bunni aja yang bewyiin mijon kawrena Yayyoo uwdah abisin mijon Agha.”

“Tapi yang mau turun membeli Yahyo, jadi biar Yahyo saja yang membelinya ya?” tanya saya bersiap-siap membuka pintu mobil.

“Nggak, Bunni ajah.”

“Yahyo ajah ya,” kata saya langsung turun dari mobil. Terlihat wajah Agha yang murung duduk di pangkuan Bunli. Dia ingin Bunli yang membelikannya, namun saya tidak tega membiarkan Bunli keluar mobil di malam dingin sehabis hujan. Terdengar suaranya yang parau mengatakan keinginannya untuk membeli mizone yang sama, yakni mizone yang bungkus botolnya berwarna hijau. Saya mengiyakan lalu menutup pintu mobil dan berjalan menuju mini market.

Setelah beberapa saat, saya kembali ke mobil sambil menenteng kantong plastik berisi 1 botol mizone dan 2 botol minuman teh. Kami memang berencana mengunjungi salah satu langganan nasi goreng di sekitar rumah. Dan seperti biasa, kami membeli minum terlebih dahulu di mini market, karena secara umum penjual nasi goreng hanya menyediakan minuman botol yang kurang kami suka.

“Kalo Agha nggak mau mizone yang Yahyo belikan, ya mizonenya buat Yahyo ajah,” canda saya saat masuk mobil.

“Yayyoo nggak bowyeh becanda seperwti itu,” kata Agha dengan nada meninggi.

“Lho kenapa Yahyo nggak boleh becanda?”

“Kwarena nggak bowyeh! Becanda Yayyoo nggak bagus buwat anak keci. Hanya bagus buwat bapa-bapa,” jawabnya dengan muka kesal. Terlihat Bunli senyum geli melihat anaknya yang masih kesal. Apalagi mengatakan sesuatu yang belum pernah kami dengar mengenai becanda yang tidak bagus dan hanya bagus buat bapak-bapak.

“Iya deh. Ini mizonenya memang Yahyo belikan buat Agha kok,” sahut saya lalu melajukan mobil menuju penjual nasi goreng yang masih cukup jauh jaraknya. Dalam perjalanan Agha hanya diam. Sesekali saya lirik wajah polosnya itu, ada rasa senang dalam diri ini. Senang karena Agha sudah mulai mengenal marah namun tetap terkontrol, bahasanya yang tidak kasar dan sama sekali tidak ada kegiatan fisik yang terlibat.

Setibanya di tempat penjual nasi goreng, kami memesan 3 piring. Dua piring nasi goreng gila pedas sedang dan 1 piring nasi goreng tidak pedas buat Agha. Dan seperti kebiasaan kami, semuanya kami pesan tanpa penyedap dan bawang goreng.

“Bun, Agha nggak mo pake yang meyyah-meyyah. Agha nggak suka,” katanya kepada Bunli agar memesan nasi goreng yang tidak pedas. Bunli mengiyakan dan sekali lagi mengulang pesanannya kepada penjual nasi goreng agar Agha mendengar bahwa pesanannya sesuai.

Penjual nasi goreng mengiyakan pesanan, “Kami sudah bawa minum sendiri Bang,” kata Bunli mendahului niat si Abang menawarkan minum.

Agha yang sedang duduk di belakang tiba-tiba teringat mizone yang tadi saya beli. “Mijon Agha Bun,” pintanya mengorek-ngorek isi kantong plastik yang digantung di belakang tempat duduk Bunli.

“Mijon Agha,” katanya lagi dengan tangan yang sudah memegang botol minuman itu.

“Iya sebentar. Ini Bunli baru saja memesan nasi goreng. Sini Bunli bukain.” Bunli menerima mizone yang diberikan Agha setelah menutup kaca mobil sesaat penjual nasi goreng pergi menuju gerobak dagangannya.

Sesaat Bunli terdiam. “Yah,” sapa Bunli mengalihkan perhatian terhadap permainan Mahjong yang sedang saya mainkan di Android. “Sepertinya Yahyo salah beli deh. Ini warnanya kuning,” bisik Bunli.

Saya perhatikan warna bungkus botol itu dalam remang cahaya lampu jalan. Bunli ternyata benar, saya sudah salah mengambil botol. Yang saya ambil botol dengan bungkus kuning walau ada hijaunya juga. “Waduh,” gumam saya melirik Agha yang masih duduk di bangku belakang sambil bernyanyi, entah lagu apa.

Muncul rasa sesal mengapa tadi tidak memeriksa warna bungkus botol saat membelinya di mini market. Padahal Agha sudah mengingatkan saya dengan suara parau sesaat sebelum saya pergi membelinya. Setelah berpikir sejenak, saya pun memanggil Agha, “Agha,”

“Ya Yah,” jawabnya merdu dan riang.

“Gha, Yahyo ternyata salah beli mizonenya. Yang Yahyo beli ternyata bungkusnya berwarna kuning,” ujar saya menunjuk botol mizone.

Agha melirik botol yang ada pada tangan kanan Bunli. Dan seperti yang sudah diduga, Agha langsung nangis sambil mengatakan bahwa dia tidak suka mizone yang bungkusnya berwarna kuning itu.

“Ya sudah nanti Yahyo carikan lagi ya, tapi kalau Agha mau minum yang ini juga nggak apa-apa. Nanti tetap Yahyo carikan yang warna hijau. Atau Agha mau minum teh ini?”

“Agha nggak suka yang wawrna kuwning. Yang wawrna kuwning nggak enak. Enak yang wawrna ijo,” katanya terisak. “Yahyo bewli sekwarang mijon ijonya,” sambungnya tanpa menghiraukan minuman teh yang saya tawarkan.

“Ya kan mini market yang disini sudah pada tutup Gha,” kata saya mencoba memberikannya pengertian. “Nanti Yahyo carikan setelah makan nasi goreng ya?”

“Iya, Yahyo janji,” katanya masih terisak. Saya mangangguk tanda setuju dan tak lama tangisnya pun mulai mereda. Kedua tangannya mulai mengusap-usap matanya yang masih berlinang.

Kata Janji adalah kata paling ampuh yang selalu Agha gunakan sejak lancar berbicara. Hati ini luluh seketika jika dia sudah meminta janji walau kadang saya tawar mengenai waktu menunaikannnya. Tapi kali ini saya tidak mau menawar, saya merasa bersalah sejak meminum mizone simpanannya di lemari es.

Tak lama berselang penjual nasi goreng datang membawa pesanan. Agha yang sudah berhenti menangis langsung menanyakan pesanannya, “Nasi gowreng Agha sudah Bun?”

“Sudah, ini nasi goreng pesanan Agha,” kata Bunli bersiap untuk menyuapinya makan malam.

Kami pun makan bersama, bertiga menyantap hidangan nasi goreng di dalam mobil. Sesaat Agha melupakan kesedihannya dan berceloteh berbagai macam hal. Dari mulai bercerita tentang apa yang dia tonton siang tadi di televisi hingga mengajarkan cara cepat bermain Mahjong menurut versinya kepada saya. Mainan android ini sudah menjadi mainannya sehari-hari.

Malam semakin larut saat nasi goreng sudah habis kami santap. Agha sudah mulai memasuki masa tidurnya di kursi belakang. Setelah Bunli membayar tiga nasi goreng yang kami pesan, kami beranjak pergi mencari mini market yang masih buka.

Beruntung kami mendapatkannya dan membawa pulang satu botol mizone dengan bungkus berwarna hijau. Kali ini saya tidak salah membeli. Sesampainya di rumah, saya letakkan botol itu di meja kesayangannya.

Esok paginya saya terbangun oleh ciuman manis dari Agha yang dilanjutkan dengan pelukan erat dari kedua tangannya. “Terimakawsih Yahyo. Agha suka mijon ijo yang dibewliin Yahyo,” katanya dengan senyum yang membuat hati senang luar biasa. Lalu Agha melanjutkan dengan berbagai pertanyaan, seperti dimana saya membelinya, kapan saya membelinya dan lain sebagainya.


19 komentar untuk “Minuman Botol”

  1. 1
    Ilmu Pengasihan
    berkomentar pada jam 11:44 am
    tanggal 12 February 2013

    asik ghan crita lo

  2. 2
    amalan hikmah
    berkomentar pada jam 11:45 am
    tanggal 12 February 2013

    cocok ghan loe jadi penulis cerpen

  3. 3
    Pusaka ghaib
    berkomentar pada jam 11:46 am
    tanggal 12 February 2013

    ajib dah.. seru abis

  4. 4
    Mustika Cinta
    berkomentar pada jam 1:19 pm
    tanggal 12 February 2013

    hahahaa lucu ghan, dan mengharukan

  5. 5
    Kalung Ayat Kursi
    berkomentar pada jam 1:29 pm
    tanggal 12 February 2013

    Mantap ghan,, ceritanya semoga sukses selalu

  6. 6
    Azimat dan Rajah
    berkomentar pada jam 1:30 pm
    tanggal 12 February 2013

    ajib dah salam kenal ghan

  7. 7
    Buka Aura
    berkomentar pada jam 1:31 pm
    tanggal 12 February 2013

    jos ghandos ,, ghan… ane sampe ngakak bacanya

  8. 8
    Ilmu Kecerdasan (Ilmu Laduni)
    berkomentar pada jam 1:34 pm
    tanggal 12 February 2013

    cerdas ghan ,, cocok ndan ikut standup komedi

  9. 9
    mustika kecerdasan
    berkomentar pada jam 1:43 pm
    tanggal 12 February 2013

    ditunggu crita berikutnya ghan

  10. 10
    pesugihan islam
    berkomentar pada jam 1:45 pm
    tanggal 12 February 2013

    selalu berkarya , ndan ,, kirain tu apaan ternyata,,,

  11. 11
    uang asmak
    berkomentar pada jam 1:48 pm
    tanggal 12 February 2013

    kasian bagt si Agha

  12. 12
    Pengobatan Alternatif
    berkomentar pada jam 2:42 pm
    tanggal 12 February 2013

    wah ,, harus lebih teliti tu,,,

  13. 13
    Obat Kuat Herbal
    berkomentar pada jam 2:43 pm
    tanggal 12 February 2013

    josss bossss

  14. 14
    sejarah kota
    berkomentar pada jam 9:20 am
    tanggal 2 March 2013

    Wah ternyata bang riyo benar2 sayang anak nih.
    Keren2x

  15. 15
    Supplier Herbal Murah
    berkomentar pada jam 1:12 pm
    tanggal 21 June 2013

    Cerita yang manis, gan. .
    salam buat keluarga. .
    :)

  16. 16
    Kosmetik yang Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui
    berkomentar pada jam 4:27 pm
    tanggal 26 September 2013

    Cerita yang menarik

  17. 17
    syahrul
    berkomentar pada jam 6:11 pm
    tanggal 20 November 2013

    Gara-garanya minuman 1 botol ckck

  18. 18
    furniture jepara
    berkomentar pada jam 2:51 am
    tanggal 19 March 2014

    mantab ne ceritanya..

  19. 19
    Jasa Beli Barang dari Luar Negeri
    berkomentar pada jam 2:01 am
    tanggal 25 May 2014

    terima kasih sharingnya mas


Isi Komentar


  • *