Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia akan memiliki warna kulit yang sama, agama yang hanya satu, tidak ada yang namanya negara, suku bangsa dan tidak ada perbedaan. Artinya Sang Khalik memang menghendaki adanya perbedaan. Perbedaan adalah hakekat penciptaan. Perbedaan itu indah.

Pocong

Dikirim: December 21st, 2012 | Oleh: | Kategori: Nostalgia | 4 Komentar »

Ada banyak kenangan sekitar tahun 90 awal saat tinggal di kost sekitar Petukangan Jakarta. Kala itu, kawan kuliah saya, Andi Kalung, kami dandani mirip sekali dengan pocong. Incarannya tak lain adalah seorang kawan yang sudah terlelap tidur.

Kami dandani dia dengan bedak sehingga nampak seram. Apalagi dibawah lampu yang remang-remang. “Kalungnya dibuka Ndi,” usul saya kepada Andi. Kawan ini senang sekali menggunakan kalung, itu sebabnya kami memanggilnya Andi Kalung. “Masa pocong pakai kalung?” lanjut saya sambil tertawa.

Dengan modal tampang berbedak dan sarung melilit di kepalanya, kami bersiap melakukan adegan horor yang pasti sangat seru. Kamar Rury yang menjadi incaran letaknya ada di lantai bawah. Andi turun tangga dan kami pun tak sabar membayangkan apa yang terjadi.

“Ketuk pintunya Ndi,” kata kawan saya menunjuk pintu kamar Rury. Andi pun mengetuk pintu kamarnya sambil memanggil nama Rury dengan suara mendesah, persis seperti film-film horor yang beredar.

“Ruuurrryyy.” suara Andi terdengar diantara ketukan pintu yang dilakukan perlahan. Ketika ketukan dirasa kurang kuat, maka Andi memindahkan ketukannya di jendela sambil tetap memanggil nama Rury dengan suara mendesah.

Tak lama terdengar Rury terbangun dari tidurnya. Kami yang menyaksikan sudah tegang dan siap tertawa. Pintu kamar dibuka, lalu Rury membenarkan kacamatanya yang cukup tebal itu sambil memandang ke arah Andi yang sudah menyerigai bak pocong di layar lebar. “Ruuurrrryyy,” katanya menakuti.

“Ah elo Ndi,” kata Rury datar lalu kembali ke tempat tidur membiarkan pintu kamar tetap terbuka. Kejadian ini benar-benar di luar dugaan. Andi terlihat bengong. Tidak ada rasa takut dan kaget dari Rury. Seperti tak ada kejadian apa pun, Rury kembali meneruskan tidurnya. Kami yang melihat kejadian itu tertawa tepingkal-pingkal.


4 komentar untuk “Pocong”

  1. 1
    Obat Herbal Khusus Asam Urat
    berkomentar pada jam 12:30 pm
    tanggal 21 January 2013

    xixixi………… jadi ingat masa kecil mas, ceritanya hampir mirip hahaha… setiap kali inget pasti ngakak

  2. 2
    adahantu
    berkomentar pada jam 6:19 pm
    tanggal 5 July 2014

    lucu gan hahahha

  3. 3
    max
    berkomentar pada jam 11:46 am
    tanggal 14 November 2014

    .

    thanks for information.

  4. 4
    matthew
    berkomentar pada jam 5:11 am
    tanggal 18 November 2014

    .

    ñýíêñ çà èíôó!!


Isi Komentar