Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia akan memiliki warna kulit yang sama, agama yang hanya satu, tidak ada yang namanya negara, suku bangsa dan tidak ada perbedaan. Artinya Sang Khalik memang menghendaki adanya perbedaan. Perbedaan adalah hakekat penciptaan. Perbedaan itu indah.

Bola Bersih Buat Adik

Dikirim: December 21st, 2012 | Oleh: | Kategori: Agha, Lain-lain | 1 Komentar »

Saya sedang mengerjakan sesuatu di depan notebook saat terjadi percakapan antara Agha dan Bunli (nama panggilan Agha untuk Bundanya). Diawali dari pertanyaan Bunli kepada Agha yang sejak tadi berusaha mengambil beberapa bola kecil untuk dikumpulkan.

Bola itu umurnya jauh lebih tua dari Agha. Dibeli dan digunakan untuk melakukan terapi tangan saya yang patah di tahun 2007. Namun sejak kecil Agha sangat senang memainkan bola ini karena bisa mengeluarkan bunyi saat dipencet dengan keras. Memang sudah agak lama Agha tidak memainkan bola-bola itu lagi sejalan dengan bertambahnya usia.

“Bowlanya kotwor Bun. Hawrus dicuchi,” jawab Agha kepada Bunli yang sejak tadi melihatnya wira-wiri membawa bola. Saya pun menghentikan pekerjaan sejenak melihat tingkahnya berusaha mengambil bola yang ada di kolong sekitar kamar.

“Dicuci buat apa Gha?” tanya Bunli menunggu Agha kembali ke ruang tengah. Tak lama kemudian Agha keluar kamar sambil membawa bola lain berwarna biru.

“Dicuchi Bun. Bowlanya kowtor. Agha mo simpan buat ade Agha nanti maen.”

“Ade Agha?” tanya Bunli takjub. “Ade Agha yang mana?”

“Ade Agha dawri peyut Bunni. Nanti kalow ade Agha udah ada, ade Agha bisa maen bowla. Tapi bowlanya hawrus bwersih,” jawabnya sibuk.

“Kenapa harus bersih?” tanya Bunli jahil menahan tawa melihat Agha begitu serius melakukan hal itu. Saya yang sejak tadi melihat tingkah polanya pun ikut senyum dan membayangkan, betapa sayangnya nanti Agha kepada Adiknya yang keberadaannya masih dalam wacana.

“Hawrus bwersih Bun. Kalow kowtor nanti Ade Agha sakit,” jawabnya serius. Terdengar suara Bunli tertawa karena jawaban Agha yang dluar dugaan.

“Agha. Cucinya besok saja. Ini sudah malam, sebentar lagi Agha harus bobo. Jadi dikumpulkan saja dulu bola-bolanya. Besok baru kita cuci,” saran Bunli kepada Agha karena hari sudah malam menjelang waktu tidur. Mendengar saran Bunli, Agha lalu memutuskan untuk memasukkan semua bola yang tadi dikumpulkannya kedalam kotak main.

Lalu mereka berdua terlibat pembicaraan lain yang tak ada hubungannya dengan bola. Sesekali terdengar mereka berdua cekikikan. Dan pertanyaan khas dari Agha mengisi sela-sela pembicaraan, “Karena apa Bun?” Lalu Bunli dengan sabar menjawab berbagai pertanyaan Agha yang terdengar konyol memancing tawa.

Saya kembali menghadap diri ke notebook melanjutkan pekerjaan dengan berbagai pikiran. Sudah saatnya kah? Rasanya masih ingin melihat Agha tumbuh hingga paling tidak berumur lima tahun. Mengisi masa kecilnya sebelum hari dimana adiknya yang masih dalam wacana datang atas ijinNya.


Satu komentar untuk “Bola Bersih Buat Adik”

  1. 1
    Joshua
    berkomentar pada jam 2:00 pm
    tanggal 25 November 2014

    .

    thanks for information!


Isi Komentar