Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia akan memiliki warna kulit yang sama, agama yang hanya satu, tidak ada yang namanya negara, suku bangsa dan tidak ada perbedaan. Artinya Sang Khalik memang menghendaki adanya perbedaan. Perbedaan adalah hakekat penciptaan. Perbedaan itu indah.

Teori Kepunahan Dinosaurus

Dikirim: November 28th, 2012 | Oleh: | Kategori: Agha, Pengetahuan | 2 Komentar »

Saya membuat kegiatan rutin dengan anak saya, Agha. Kegiatan “Bertanya”, yakni kegiatan dimana Agha boleh bertanya apa saja kepada saya dan saya akan memberi jawabannya. Kegiatan ini saya buat selain untuk menambah ilmu pengetahuan dini kepada anak, juga mengajarkan kepadanya untuk bisa lebih banyak mengenal kata agar semakin pandai berbicara.

Kegiatan ini sangat menarik, ada saja yang ditanyakanyang kadang membuat saya harus berpikir untuk menjelaskan dengan bahasa terbatas, bahasa untuk anak berumur 3.5 tahun.

Suatu hari dia bertanya mengenai Komodo. Lalu saya jelaskan mengenai hewan tersebut. Karena dia sedang menyukai Dinosaurus, maka saya ceritakan bahwa Komodo adalah hewan yang sudah ada sejak jaman Dinosaurus.

“Kenapa dinosauwus udhah nggak ada tapi omodo masih ada Yayyoo?” tanyanya kepada saya. Saya pun menjelaskan, bahwa hingga kini belum ada yang tahu kenapa hal tersebut bisa terjadi.

Diluar dugaan dia langsung berceloteh, “Duwu omodo ompat-ompat, tewrus nawbruak pow’on. Twerus pow’onnya wroboh, tewrus dinosauwus ketimpa pow’on, tewrus mati. Tewrus omodo lawri-lawri, ompat-ompat sembunyi. Dinosauwusnya mati jadi tuwang-tuwang. Githu.”

Hahaha, seru melihat dia bertanya dan kadang mengarang sebuah cerita untuk melengkapi hal-hal yang menurut dia belum lengkap. Dan jadilah sebuah teori kepunahan dinosaurus yang belum pernah saya dengar :D


2 komentar untuk “Teori Kepunahan Dinosaurus”

  1. 1
    Gerald
    berkomentar pada jam 12:38 am
    tanggal 24 November 2014

    .

    thank you.

  2. 2
    harvey
    berkomentar pada jam 2:29 am
    tanggal 26 November 2014

    .

    ñïàñèáî çà èíôó!


Isi Komentar