Sebuah Komentar Atas Rencana Demo Di Tanggal 28 Januari 2010
Dikirim: January 28th, 2010 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Opini | 11 Komentar »Kemarin berbagai media banyak membahas mengenai rencana demo besar-besaran yang akan dilaksanakan tepat pada 100 hari pemerintahan SBY Boediono. Terus terang, saya adalah salah satu dari manusia Indonesia yang tidak memilih pasangan tersebut dalam Pemilu Presiden 2009. Jadi, setelah melihat apa yang terjadi dalam 100 hari ini, saya juga turut bersyukur karena tidak menjadi salah satu dari sekian juta penduduk Indonesia yang memilih kedua pemimpin tersebut.
Kemenangan SBY Boediono dengan perolehan suara lebih dari 60% menunjukkan bahwa pasangan capres dan cawapres ini memiliki dukungan dari mayoritas pemilih. Saya tidak menyebutkan mayoritas penduduk Indonesia, karena jumlah pemilih tidak sama dengan jumlah penduduk Indonesia. Ya, jumlah pemilih disini adalah jumlah penduduk yang memiliki hak pilih sesuai Undang-undang yang berlaku. Lalu jika diteliti lebih lanjut, dari 176.367.056 pemilih, hanya 121.504.481 yang menggunakan hak suaranya, selebihnya 54.862.575 pemilih tidak menggunakan hak pilihnya alias golput. Artinya, jika suara golput turut diperhitungkan, maka kemenangan SBY Boediono adalah 41,89%, tidak melebihi 50%!
Ini yang sangat disayangkan. Ada sebanyak 31,11% pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya. Lalu, ketika pada akhirnya banyak orang kecewa atas kepemimpinan SBY Boediono, muncullah rasa ketidakpuasan yang diwujudkan dalam berbagai cara. Diantaranya adalah demonstransi besar-besaran yang rencananya akan dilaksanakan tanggal 28 Januari 2010.
Yang menjadi ganjalan dalam hati saya adalah: siapakah para demonstran ini? Jika para demonstran ini adalah mereka yang menggunakan hak suaranya saat Pilpres 2009 kemarin digelar, itu tidaklah menjadi persoalan. Artinya, mereka yang ikut demonstrasi bisa jadi adalah pemilih SBY Boediono yang kecewa dan ingin menuntut janji-janjinya kampanye mereka. Atau bisa jadi mereka yang merasa benar karena tidak memilih pasangan SBY Boediono.
Tetapi jika mereka yang ikut berdemonstrasi tanggal 28 Januari 2010 besok ini adalah mereka yang kemarin memilih untuk golput, mohon maaf, saya kira mereka yang termasuk dalam kelompok ini tidak layak menuntut kepada pasangan SBY Boediono agar memenuhi janji-janjinya apalagi menuntut agar mereka turun.
Saya mendukung aksi demonstrasi yang akan dilakukan, namun ingin rasanya saya mempertanyakan, “Apakah mayoritas pelaku demonstrasi tanggal 28 Januari 2010 ini kemarin ikut memilih?” Sungguh, saya sama sekali tidak menaruh simpati jika mereka pelaku demonstrasi ini adalah mereka yang memilih untuk golput saat pilpres 2009 kemarin. Sebaliknya, saya akan memberikan rasa hormat saya, simpati saya, dukungan saya, jika ternyata mereka yang melakukan demonstrasi ini adalah mereka yang menggunakan hak pilihnya saat Pilpres 2009 kemarin digelar.
Related posts:
berkomentar pada jam 5:43 am
tanggal 28 January 2010
borong Pertamax
saya pun bertanya demikian …siapa “dajal” yg nyelip ditengah mahasiswa …
berkomentar pada jam 6:02 am
tanggal 28 January 2010
saya GOLPUT, dan saya tidak ikut demo…
tapi… bisa jadi, yang demo itu bukan mendemo SBY-Boediono, mereka kan rakyat juga, dan mereka mendemo kinerja pemerintah (siapapun itu)…
.-= Andy MSE´s last blog ..28 Januari =-.
berkomentar pada jam 6:12 am
tanggal 28 January 2010
kira2 apa dengan demo kinerja sby akan tambah baik ya?
.-= jimmy´s last blog ..Apa Salahnya Jadi Referral? =-.
berkomentar pada jam 6:43 am
tanggal 28 January 2010
Lha wong sekarang yang Mayoritas-Minoritas sudah gak jelas.
Tapi siapapun saudara-saudara kita itu, pastinya itu sebagai salah satu bentuk kekecewaan terhadap kinerja pemerintahan, bukan masalah milih SBY atau bukan.
Keadilan itu harga mati….
.-= nahdhi´s last blog ..Hamemayu Hayuning Bawana =-.
berkomentar pada jam 8:42 am
tanggal 28 January 2010
ada demo ya? hemm…
hihi..
entahlah… dari dulu juga selalu dicari siapa yang menjadi dalang dibalik semua ini, kalo di tilik apakah yang demo itu dari golongan putih atau bukan itu sedikit sulit mas, soalnya pemilu kita itu menganut bersifat rahasia, umum, bersih, jujur dan adil
.-= waterbomm´s last blog ..QOTD – Mahathir Mohamad =-.
berkomentar pada jam 11:44 am
tanggal 28 January 2010
@andy
oalaa iya, golput ya hehehe, nggak niat nyindir lho
ya apapun yang mereka demo, ke sby kan ke pemerintah kah, pertanyaannya adalah apakah mereka (yg demo) sudah menyumbang sesuatu ke pememrintah apa belum? sumbangan paling gampang adalah dengan menggunakan hal suaranya pada pemilu 2009 yg lalu
@jimmy
gak tahu juga, lha wong yang didemo juga keluar kota hahaha
@nadhi
Memang bukan masalah memilih SBY atau bukan, tapi masalah yang mendemo saat ini ikut berperan gak saat pemilu presiden tahun lalu?
@waterbomm
Betul … makanya pertanyaan dari posting ini hanya bisa dijawab dari hati hehehe
berkomentar pada jam 8:18 pm
tanggal 28 January 2010
Saya ikut milih lhooo bang Riyooooooo… Juga ikut demo.. tapi ikutan demo via nonton tipi… :D
berkomentar pada jam 8:23 pm
tanggal 28 January 2010
maaf…
pertama, yg golput itu memang golput atau digolputkan?, karena banyak mereka yang punya hak suara tapi ternyata tidak mendapat kartu pemilih dan surat undangan bahkan tidak terdaftar di daftar pemilih. (yg lucu malah yg sudah mati malah dapat kartu pemilih dan surat undangan)
kedua, dengan logika berpikir yg anda bangun bahwa yang golput tak punya hak untuk bersikap kritis terhadap pemerintahan SBY, lalu apakah itu juga berarti bahwa pemerintahan SBY hanya bekerja untuk 60% atau 41,58% suara yang memenangkannya.
mohon penjelasannya… terima kasih…
berkomentar pada jam 10:48 pm
tanggal 28 January 2010
demo nya siapa ya?
lawan politik?
tapi emang pantas di demo
berkomentar pada jam 9:01 am
tanggal 29 January 2010
@itempoeti
Setuju, untuk yang digolputkan tidak termasuk dalam kriteria yang saya katakan golput. tapi saya melihat bahwa lebih banyak anak muda (mahasiswa) yang saat ini demo justru bersikap masa bodo saat pemilu presiden kemarin dilaksanakan. kemana mereka saat presiden kemarin kampanye? mereka tidak menyuarakan suara-suara mereka, mereka semua diam. maaf jika pandangan saya salah.
saya pikir golput, dengan definisi memiliki hak dan terdaftar namun tidak menggunakannya, tidak sepantasnya bersikap kritis. toh mereka tidak melakukan pilihan atas capres yang ada saat itu?
mau tak mau presiden terpilih harus bekerja untuk 100% rakyat indonesia, dan bagi yang tidak menggunakan hak suaranya silakan terima apa adanya
berkomentar pada jam 6:29 pm
tanggal 30 January 2010
wah iya,ya…
bagaimanapun golput memang merugikan
pilihan DPR, saya digolputkan
pilihan presiden, balas dendam…ndak milih yg terpilih sekarang
.-= Pojok Pradna´s last blog ..Andai Aku Tak Terlahir =-.