Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia akan memiliki warna kulit yang sama, agama yang hanya satu, tidak ada yang namanya negara, suku bangsa dan tidak ada perbedaan. Artinya Sang Khalik memang menghendaki adanya perbedaan. Perbedaan adalah hakekat penciptaan. Perbedaan itu indah.

Membuat Processor Lebih Dingin di Ubuntu

Dikirim: November 28th, 2009 | Oleh: | Kategori: Diary | 27 Komentar »

Sebenarnya trik ini sudah saya lakukan sejak lama, namun baru ingat untuk di share saat ini. Trik ini tidak membutuhkan tools tambahan atau program baru (apalagi harus beli atau mengcrack), tetapi hanya menambahkan penggunaan applet kedalam Gnome Panel. Berikut cara penggunaannya:

  1. Buka Add To Panel dengan cara klik-kanan pada gnome panel.
  2. Cari applet dengan nama CPU Frequency Scaling Monitor dan klik tombol Add untuk menambahkannya ke gnome panel.
  3. Klik kiri pada applet yang telah terpasang di gnome panel, dan setting di posisi On Demand

Dengan menggunakan applet ini, processor akan menyesuaikan frekuensinya (kecepatan processor) dengan kebutuhan prosesnya. Jadi processor tidak selalu serta merta menggunakan kekuatan maximalnya untuk menyelesaikan proses yang ada.

Dari berbagai kegiatan yang dilakukan, secara umum processor yang saya gunakan selalu berada di level 800MHz, hampir setengah dari kemampuan processornya. Padahal, Ubuntu yang saya gunakan selalu full dengan eye candy. Kecuali jika sudah melakukan proses berat, misalnya urusan database dengan banyak table dan record lebih dari satu juta, baru deh processor bekerja full di 1.7GHz. Ah, OS yang satu ini memang benar-benar hemat resource :d

Untuk mengecek berapa suhu processor setiap saat, silakan menginstall sensors-applet atau klik disini. Sensor ini akan memberitahukan kepada pengguna suhu processor saat itu dan memberi warning jika suhu processor sudah kelewat panas. Thanks buat Harry untuk info applet ini :)


27 komentar untuk “Membuat Processor Lebih Dingin di Ubuntu”

  1. 1
    rangga aditya
    berkomentar pada jam 5:21 am
    tanggal 29 November 2009

    pertamax! hehehehe

  2. 2
    rangga aditya
    berkomentar pada jam 5:27 am
    tanggal 29 November 2009

    selain cpu, jangan lupa suhu harddisk juga di monitor mas, kalau mau install dua-duanya ketik: sudo aptitude install lm-sensors sensors-applet hddtemp terus ikuti semuanya dengan menekan yes :)

  3. 3
    Riyogarta
    berkomentar pada jam 1:18 pm
    tanggal 29 November 2009

    @Rangga
    Wah, kalau hardisk gak bisa dihindari lagi, pasti panas … paling-paling hanya bisa dikurangi panasnya dengan mengunakan cache.

    Kalau processor kan bisa :)

    Btw, thanks infonya. Nanti saya coba juga.

  4. 4
    andri
    berkomentar pada jam 3:39 pm
    tanggal 29 November 2009

    Kalo dipake di xfce bisa ngga bang? *belum pernah nyoba* :-D

  5. 5
    Rosyidi
    berkomentar pada jam 9:38 pm
    tanggal 29 November 2009

    Lha aku liat di Vistaku sekarang cuma digunakan 3%. berarti lebih hemat vista donk ?
    Aku lagi buka 14 tab di Firefox, download di flashget, PixelView TV Tunner (lagi nonton TV).

  6. 6
    Riyogarta
    berkomentar pada jam 10:52 pm
    tanggal 29 November 2009

    @Andri
    Sama, belum pernah coba juga :d

    @Rosyidi
    Bukan penggunaan resource processor –wah kalau ini yang dibahas akan jauh hasilnya dengan Vista yang sudah terkenal super boros resource itu :d–, tapi penggunaan kemampuan kecepatan processor.

    Processor yang saya gunakan, setiap corenya berfrekuensi 1.7 GHz, namun dengan applet ini bisa diturunkan sesuai kebutuhan hingga 800 Mhz. Ini bisa membuat processor menjadi lebih dingin dan sudah tentu juga akan menghemat daya.

  7. 7
    Riyogarta
    berkomentar pada jam 10:54 pm
    tanggal 29 November 2009

    @Andri
    Ooops, sorry … kelihatannya tidak bisa karena yang namanya applet ini –sepengetahuan saya– hanya jalan di gnome-panel. sementara Xfcepunya panel sendiri, tidak menggunakan gnome-panel

  8. 8
    rangga aditya
    berkomentar pada jam 4:06 am
    tanggal 30 November 2009

    @riyogarta: huhuhu … gitu yah… tapi lumayan lah kedetek jadi ke monitor…

    @andry: di Kubuntu bisa kok mas! tapi harus donlot applet lagi yang namanya ksensor biar bisa ada kayak gome panel…. pada dasarnya cara diatas itu cuman untuk mengaktifkan deteksi, kebetulan di ubuntu udah otomatis ada di panel aja…

  9. 9
    Uchan
    berkomentar pada jam 12:21 am
    tanggal 3 December 2009

    Wah, saya make kpowersave. Ada CPU scaling juga, cuma integrated sama monitor dim, screen brightness, sama pilihan scheme yg dipake. Gnome power manager malah saya buang, doh X-O

  10. 10
    rangga aditya
    berkomentar pada jam 5:34 am
    tanggal 5 December 2009

    mas riyogarta, emang cairo dock itu berat banget yah? apa lagi menggunakan effeknya? soalnya kok laptop centrino T5500 dengan VGA 950GMA kok “berat” bangets yah (rata-rata cpu jadi 20 persen) trus juga kok cpu cepet panas … segitu beratnya kah? atau jangan2 karena hal lain …

  11. 11
    Riyogarta
    berkomentar pada jam 11:25 am
    tanggal 5 December 2009

    @rangga
    saya kurang tahu, dulu saya tidak pakai cairo dock, tapi pakai awn (avant windows navigator)

  12. 12
    mautauaja
    berkomentar pada jam 12:11 pm
    tanggal 6 December 2009

    Dock cairo seingat saya terpaket di Mac4Lin (yang sudah masuk versi final 1.0). Di laptop Acer Aspire 5052 yang saya gunakan normal-normal saja (prosesor AMD Athlon 64 Turion) dan tidak membebankan kinerja lainnya.

  13. 13
    Jason
    berkomentar pada jam 9:29 am
    tanggal 14 December 2009

    Cool. We don’t need to install additional fan to keep the CPU cool. Nice idea.

  14. 14
    gadgetboi
    berkomentar pada jam 1:42 pm
    tanggal 18 December 2009

    Kembali bertanya mas riyo… :p saya mau nanya kenapa desktop manager ringan seperti iceWM tidak bisa compiz?. ada yg menjawab disebuah forum itu karena tidak bisa ada dua desktop environment (compiz juga desktop environment toh… Hehe baru tahu). Yang saya tanyakan adalah kok gnome, kde, xfce dll yg lain bisa? Bukannya desktop environment juga? :? Jadi bingung nich…

  15. 15
    Andy MSE
    berkomentar pada jam 5:03 pm
    tanggal 23 December 2009

    nyontek tips-nya oom! xixixi

  16. 16
    alief.web.id
    berkomentar pada jam 5:36 am
    tanggal 24 December 2009

    jadi tambah pengen migrasi ke ubuntu nie…., ada ssaran dan masukan gak untuk aspire one cucok nya make yang 9.10 kuat gak ya?/

  17. 17
    Riyogarta
    berkomentar pada jam 11:58 am
    tanggal 24 December 2009

    @Andy
    Halah … hehehe …

    @Alief.web.id
    Coba saja dengan memanfaatkan LiveCD nya terlebih dahulu sebelum menginstallnya :)
    .-= Riyogarta´s last blog ..Membuat Processor Lebih Dingin di Ubuntu =-.

  18. 18
    novi cuk lanang
    berkomentar pada jam 7:36 am
    tanggal 25 December 2009

    woi gitu ya. asiknya pake linux.
    saya seringkali masalah dengan panasnya laptop
    .-= novi cuk lanang´s last blog ..The Heroes and The Bonex =-.

  19. 19
    andif
    berkomentar pada jam 9:53 pm
    tanggal 25 December 2009

    thanks infonya, kalau dilaptop saya yg panas itu hardisknya bisa sampe 56 derajat, makany aharus pakai kipas.
    salam,
    .-= andif´s last blog ..Mastering Ubuntu Karmic =-.

  20. 20
    gadgetboi
    berkomentar pada jam 8:42 am
    tanggal 30 December 2009

    mas riyo :p , kalau setting kita supaya enggak berubah gimana yah? itu setting cpu, padahal sudah di set on demand, tapi kok pas restart kembali ke performance lagi :(
    .-= gadgetboi´s last blog ..Sabily 9.10 Gaza (karmic Koala-base) release! =-.

  21. 21
    waroeng ubuntu
    berkomentar pada jam 5:36 pm
    tanggal 31 December 2009

    processor saya memakan 37 % saat firefox 3.5 6 tab + d4x lagi download

    ubuntu yg digunakan versi 9.10

  22. 22
    Riyogarta
    berkomentar pada jam 2:55 am
    tanggal 1 January 2010

    @gadgetboi
    begitu ya? masalahnya di saya tidak begitu … wah bingung saya mau kasih solusi apa ya? maaf.

    @waroeng ubuntu
    lalu?

  23. 23
    Riyogarta
    berkomentar pada jam 3:29 pm
    tanggal 7 January 2010

    @gadgetboi
    setting supaya gak berubah lagi saat reboot,
    sudo chmod +s /usr/bin/cpufreq-selector

  24. 24
    aby
    berkomentar pada jam 4:19 pm
    tanggal 16 January 2010

    kenapa pilihan icon di lopiku paling dikit 1.20 GHz (60%). apakah bisa diturunkan?
    ijin copas ya gan.

  25. 25
    agusisdiyanto
    berkomentar pada jam 5:21 am
    tanggal 2 November 2011

    tips yang bagus…. tapi terus terang belum paham untuk mencobanya. maksih mas.

  26. 26
    rodney
    berkomentar pada jam 11:06 am
    tanggal 18 November 2014

    .

    good info!!

  27. 27
    Kirk
    berkomentar pada jam 9:50 am
    tanggal 20 November 2014

    .

    ñïñ!


Isi Komentar