Tips Menjadi 100% Pengguna Linux (Ubuntu)
Dikirim: March 8th, 2009 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Ubuntu | 54 Komentar »Banyak orang yang bertanya kepada saya sebagai eks 100% pengguna Windows kok bisa pindah menjadi 100% pengguna Linux Ubuntu. Yang menjadi pertanyaan sebenarnya adalah kok gak bisa? Karena yang sebenarnya tidak bisa itu –menurut saya– adalah 100% pengguna Linux pindah menjadi 100% pengguna Windows
Kalau pengguna Windows menjadi pengguna Linux itu sih biasa, sama sekali tidak susah. Yang sulit itu adalah pengguna Linux pindah menjadi pengguna Windows. Tidak percaya? Tanya saja kepada mereka yang sudah terbiasa menggunakan Linux sebagai satu-satunya OS yang digunakan
Lalu apa yang sebenarnya membuat mereka yang hendak pindah ke Linux selalu berpikir panjang? Tak lain dan tak bukan adalah masalah bagaimana nasib mereka setelah pindah dari Windows ke Linux? Apakah bisa? Apakah program atau aplikasi yang biasa mereka gunakan jalan di Linux? Apakah ada software alternatifnya di Linux? Apakah game anu jalan di Linux? dan sebagainya. Ini merupakan masalah umum, wajar dan manusiawi. Jadi tidak salah jika banyak pula orang yang mencoba Linux dengan membuat dual booting, OS Linux dan Windows dalam satu komputer untuk digunakannya sesuai dengan kebutuhannya saat itu. Di sisi lain, salah satu cara agar bisa cepat menjadi linuxer adalah menggunakan sistem operasi tersebut 100%
Ah, saya hanya bisa bercerita atas pengalaman saya sendiri. Dan sudah pasti, pengalaman saya belum tentu bisa diterapkan kepada semua orang yang ingin migrasi ke Linux. Hanya siapa tahu, pengalaman ini bisa memberikan inspirasi, ide atau bahkan motivasi bagi mereka yang ingin migrasi ke Linux
Berikut beberapa hal yang saya lakukan sehingga menjadi 100% pengguna Linux Ubuntu:
- Membuang Windows dan menginstall Linux Ubuntu 100%. Jadi tidak ada jalan lain selain harus berusaha agar semua pekerjaan yang biasa saya lakukan di Windows (harus) bisa juga di lakukan di Linux. Di awal sudah pasti berbagai masalah muncul, kenapa begini kenapa begitu, mengapa kok begini mengapa kok begitu, namun seiring dengan berjalannya waktu –juga atas bantuan Google dan milis– saya bisa melewatinya. Alhasil, kurang dari 1 bulan saya sudah benar-benar bisa meninggalkan Windows 100%

Setelah itu, saya ajak istri saya menjadi 100% pengguna Linux Ubuntu. Hal ini penting, untuk menghilangkan semua komponen Windows di sekitar kita sehingga kita benar-benar konsentrasi menyelesaikan segala sesuatunya menggunakan Linux. Dan lagi, karena saya mengajak istri saya menggunakan Linux Ubuntu, maka saya pun harus bertanggung jawab ketika pekerjaannya tidak bisa dilakukan di Linux. Alhasil, saya harus mencari solusinya … nah tambah lagi ilmunya
- Game? Ah, saya sudah kapok menjadi Gamer di PC
Menjadi Gamer di PC benar-benar menguras uang di kantong. Dari ganti processor, graphic card, memory, hardisk dsb. Saya lebih memilih memindahkan hobi saya tersebut ke PS2
Namun, jangan salah, game di Linux sudah sangat banyak dan tak kalah bagusnya dibandingkan games di Windows. - Mencari software altenatif secara terus menerus. Silakan Anda melihatnya berbagai software alternatif di Linux. Alternatif software pengganti di Linux umumnya tidak hanya satu, tetapi ada beberapa, jadi memang ada baiknya mencoba yang mana yang paling pas dengan penilaian subyektif
- Memanfaatkan Wine sebagai jalan terakhir untuk menjalankan software under Windows di Linux. Hanya saja, tidak semua software under Windows yang bisa jalan sempurna menggunakan Wine, untuk lebih jelasnya silakan melihat software-software yang dapat dijalankan di Wine.
- Menggunakan Windows yang diinstall diatas VirtualBox jika Wine tidak bisa menghasilkan solusi.
Nah, ternyata hanya ada lima empat langkah yang telah saya lakukan untuk menjadi 100% pengguna Linux. Bagaimana? Apakah Anda mau mencobanya?
Artikel terkait:
Berbagai Keuntungan Menggunakan Ubuntu
Gerakan Mengurangi Dosa di Sektor IT
Related posts:
- Setahun Menggunakan Ubuntu 100%
- Kerugian Menggunakan (Linux) Ubuntu!
- Selamat Ulang Tahun Linux
- Tampilan Linux Ubuntu
- Tips Unik Pengguna GMail
berkomentar pada jam 7:11 pm
tanggal 8 March 2009
Salam linux
berkomentar pada jam 7:23 pm
tanggal 8 March 2009
yang sebenarnya tidak bisa itu –menurut saya– adalah 100% pengguna Linux yang sebelumnya 100% pengguna windows pindah menjadi 100% pengguna windows lagi
berkomentar pada jam 7:46 pm
tanggal 8 March 2009
Selamat bisa 100% pake Ubuntu.
Saya sih tetap gak mungkin bisa 100% pake Ubuntu, kalo 100% Fedora masih mungkin, walau kelihatannya juga agak mustahil
berkomentar pada jam 7:48 pm
tanggal 8 March 2009
Wah kapan2 saya pengen belajar pake linux tuh
berkomentar pada jam 8:16 pm
tanggal 8 March 2009
dulu juga dah pernah ngasih solusi gitu : “don’t ever think to use dual boot on your desktop / notebook” karena kalau menemui masalah di linux dan males ngoprex, bisa dipastikan akan tergiur lagi untuk masuk lewat jendela
ehhh sekarang malah kejebak lagi di windy gara2 pekerjaan yang [sedikit] membosankan. Mudah2an akhir bulan ini bisa selesai dan bisa “menggila” lagi bersama Mandy 2009
Salut sama Bang Riyo <:-P
berkomentar pada jam 8:42 pm
tanggal 8 March 2009
Linux Sucks!!! Ubuntu yess!!!
berkomentar pada jam 8:48 pm
tanggal 8 March 2009
saya bukan pengguna linux…
btw, semoga besok lancar yah, buat bunli dan junior…
berkomentar pada jam 9:53 pm
tanggal 8 March 2009
mantab kaleee..
berkomentar pada jam 5:47 am
tanggal 9 March 2009
[...] . Dalam contoh berikut saya menggunakan posting artikel dari Mas Riyogarta yang tulisannya tentang migrasi dari Windows ke Linux Ubuntu menarik untuk disimak. Thanks buat mas Riyogarta untuk tulisannya yang memberikan [...]
berkomentar pada jam 5:49 am
tanggal 9 March 2009
Thanks buat tulisannya. Menarik dan perjalanannya mirip juga meski beda jalur :-D
berkomentar pada jam 9:22 am
tanggal 9 March 2009
Aku dulu juga pernah beberapa kali coba migrasi ke linux. tapi susah banget. banyak software yg blom tergantikan.
Kalo soal game, ya gak mungkin linux bisa bersaing dengan windows. Lha PS2 aja gak bisa. Contohnya Burnout Paradise, Assasin Cred, GTA IV, Rainbowsix Vegas 2, dll. Mana ada game itu di PS2. Semuanya di PS3.
hahaha..
Tapi di PC semua game itu ada. lha aku abis maen ketiga game itu.
Ntar aku nunggu kalo Linux dah gampang. Yg sekarang masih susah banget. Ya meskipun sudah jauh lebih gampang ketimbang 5 tahun lalu. :D
berkomentar pada jam 11:14 am
tanggal 9 March 2009
Saya merasa, membuang-buang waktu untuk ngurusi kendala-kendala di Windows -terutama urusan virus- lebih melelahkan daripada menyediakan waktu untuk ngoprek yang lebih mengasyikkan.
Bagaimanapun juga, saya harus bisa semua, karena lingkungan pekerjaan -dan lain-lain lingkungan- masih banyak yang menggunakan Windows…
Beruntung saya tidak suka game, juga tidak suka wine.. hehe
berkomentar pada jam 6:12 am
tanggal 10 March 2009
Linux is ok….salut
berkomentar pada jam 11:01 am
tanggal 10 March 2009
ubuntu bagus sekali, cuman belum lancar ngopreknya saja saya…
berkomentar pada jam 7:14 am
tanggal 11 March 2009
Tes,.tes..tes
Gara2 baca artikel ini. Akhirnya mencoba mencicipi linux.
Terimakasih
berkomentar pada jam 7:21 pm
tanggal 13 March 2009
beliau ini(mas riyo) yg menularkan virus ubuntu di kantor, ampe semua karyawan ikut2an pake ubuntu…tapi saya lum bisa 100% ke ubuntu, jadi dual booting sama windows xp, abis gak nahan mo maen game DOTA(warcraft III) online di windows xp. Dah coba jalanin warcraft III di ubuntu pake wine(no.4) eh malah hang…hehe.
berkomentar pada jam 12:20 am
tanggal 20 March 2009
saia pake dual.. ubuntu dan windows.. ya emang sih hampir semua kerjaan saya mulai ketak-ketik, brosang-brosing udah di linux. yang ga bisa ditinggalkan dari windows buat saia adalah game dan software pengolah gambar (semacam photoshop, corel, dll) soale alternatif di linux masih kurang sip… gimp yang udah sedikit banyak jadi alternatif.
berkomentar pada jam 8:32 pm
tanggal 25 March 2009
huhehehehe option nomer lima itu loh mas :P
aku pengguna ubuntu mania, dan alhamdulillah sudah lepas dari windows dari 2 thn yang lalu untuk kepentingan pribadi *notebook pribadi ya :D *
and I love it!
berkomentar pada jam 10:01 am
tanggal 4 April 2009
sayang mas,aku pakae metatrader untuk trading dan marketiva untuk trading,gak jalan semua di linux,mungkin perlu pakai virtual box kali ya mas,tapi spec kompie minim,jadi di windows dulu aja deh
berkomentar pada jam 1:28 pm
tanggal 7 April 2009
alhamdulillah, saya sdh pake linux,
tapi dreamweaver masih sy pake sampe skrg walaupun lewat wine.
saya pake dreamweaver portable.
sulit dapatlkan pengganti dreamwaver.
berkomentar pada jam 12:29 am
tanggal 10 April 2009
Baca-baca dulu tentang linux,nyobanya entar
berkomentar pada jam 11:29 am
tanggal 21 April 2009
Mungkin untuk langkah awal bagi newbie lainnya, bisa langsung install Ubuntu Ultimate Edition 2.1 (kernel 2.6, openoffice 3.01, firefox 3.06, repo file multimedia yang siap pakai). Asyiknya distro tersebut adalah perpaduan GNOME dan KDE yang stabil.
Sekali coba langsung terasa enaknya. Hehehe…
Berhubung saya berada di luar kantor dan tidak membawa laptop, maaf saja klo terdeteksi menggunakan Windows.
berkomentar pada jam 9:26 pm
tanggal 1 May 2009
salam kenal. Saya pengguna baru linux. Baru aza nginstall PCLinux3D derivatnya PCLinuxOS, turunan asli Debian. Katanya sih….
berkomentar pada jam 4:15 pm
tanggal 6 May 2009
Artikel yang menarik,
Saya pertama kali menggunakan linux tahun 2003, tapi sampai sekarang memang belum bisa 100% nyaman di linux karena berbagai sebab yang salah satunya kompatibilitas.
berkomentar pada jam 10:11 am
tanggal 8 May 2009
syarat bagi pengguna linux:
1. harus suka ngulik… cocok buat anak muda kalo yg dah tua mah ogah-ogahan belajar lagi
2. wajib konek internet… kalo nggak …. hahahahhah mendingan windows ahhhh…
berkomentar pada jam 7:15 pm
tanggal 8 May 2009
Boleh dicoba tipsnya neh, mas. Saya sendiri masih dual boot openSUSE sama mikocok jendela.
berkomentar pada jam 12:03 am
tanggal 14 May 2009
cie…….
ayo kita beralih ke ubuntu!!!!!!
berkomentar pada jam 2:29 pm
tanggal 15 May 2009
saya sudah install ubuntu dari dulu dan ubuntu juga asik digunakan
berkomentar pada jam 12:43 am
tanggal 21 May 2009
Jadi semangat pindah ke linux :D
berkomentar pada jam 2:11 pm
tanggal 21 May 2009
Untuk “Pekerjaan” masih belum bisa meninggalkan Jendela…
Tapi lambat laun saya juga akan mengikuti jejak bung Rio…
Salam Ubuntu
berkomentar pada jam 4:11 pm
tanggal 21 May 2009
Iya sih… tp sayangnya modem HSDPA vodafone saya gak bisa dipake di ubuntu Itrepid Ibex, udah dicoba berkali2 gak bisa… akhirnya balik kewindows lg… padahal beberapa minggu kemarin sempet nyaman pake Ubuntu berhari2 tanpa menyentuh windows…
berkomentar pada jam 9:21 am
tanggal 25 May 2009
Duuuhh yg sudah jadi Bapak.. Selamat Yah… Lama gak ninggal komen di sini nih… Kalo saya mas.. masih Dual boot… tapi sudah 60%linux dan 40%windows… <:-P
berkomentar pada jam 5:09 pm
tanggal 26 May 2009
Jadi pengen pindah ke Linux, penasaran neh
berkomentar pada jam 11:13 am
tanggal 28 May 2009
Kalo saya sudah 1:6, artinya 1 wind di kantor + 4 linux di kantor + 2 notebook linux di rumah.
Istri dan anak saya sudah 100% pakai linux di rumah, buat ngetik, internetan dan flash games.
Sedangkan saya, krn tuntutan pekerjaan masih pakai Win. Dual boot dgn Dewalinux, sich :-)
berkomentar pada jam 1:07 pm
tanggal 31 May 2009
sayang sekali, nomor 5 tidak bisa saya coret. Maklum, developer web butuh banyak browser untuk testing:(
berkomentar pada jam 2:30 pm
tanggal 31 May 2009
@Silent
Lho, gak bisanya kenapa? Dari 3 browser yang sering dijadikan patokan, hanya Internet Explorer yg tidak bisa diinstal di Linux (sebenarnya bisa, hanya versinya saja yang tertinggal)
berkomentar pada jam 4:39 pm
tanggal 5 June 2009
Sorry kalo banyak nih, trus di sini nulisnya krn dah daftar di ubuntulinux.or.id ga di asep2.
critanya, KEMARIN, mo konek ke akses poin, dah nanya ke pengelola, dikasih DNS sama password, dirubahlah tuh DNS jadi 192.168.1.10 di “edit conection” pada Network Connection. dah coba4 eh ternyata gagal juga, akhirnya nyerah karena dah malam. Pulang.
Ehhhh .. HARI INI, wired connection, browsing ga ada masalah, lha tapi kok mau update, mau install kok failed terus.
Contoh failed nya:
Failed to fetch http://ubuntu.indika.net.id/dists/edgy/Release.gpg Could not connect to 192.168.1.10:8080 (192.168.1.10). – connect (113 No route to host)
Failed to fetch http://ubuntu.indika.net.id/dists/edgy/main/i18n/Translation-en_US.bz2 Could not connect to 192.168.1.10:8080 (192.168.1.10). – connect (113 No route to host)
Saya juga sudah cek semua connection, dan sudah cek juga di apt.conf tidak ada
bagaimana ini Mas Riyo & teman2. Apa bisa dicopy, gitu ganti. Saya solo bandung, stand by. :D
berkomentar pada jam 11:49 am
tanggal 6 June 2009
@Goenawan
Lho, daftar milisnya disini Pak
http://groups.google.co.id/group/id-ubuntu/
Masalah diatas, mungkin port 8080 dimana pak Gun menggunakan internet ditutup.
Atau, Bapak bisa coba ini:
System–>Administrator–>Software Sources
Pada Tab Ubuntu Software, pilih Download from Others, nanti muncul dialog dan pilih “Select Best Server”. Sistem akan mencarikan repository yang bisa digunakan dan tentu yang paling cepat.
Jika Ini tidak bisa juga, maka kesalahan ada pada networking yang digunakan
Mungkin di blok?
berkomentar pada jam 12:04 pm
tanggal 6 June 2009
@Gunawan
Oh ya Pak ini mungkin bisa membantu:
http://ubuntuforums.org/showthread.php?t=1116915
berkomentar pada jam 1:07 pm
tanggal 6 June 2009
yg nomor lima – jawaban pintar
saya sendiri menggunakan virtual box untuk mencoba os baru seperti linux mint dan windows 7
berkomentar pada jam 2:50 pm
tanggal 12 June 2009
Salam
Saya setuju bgt kl mau belajar 100%harus hilang dulu os windows dari pc atau laptop,saya sekarang pakai ubuntu 9.4,lancar”aja.Tapi saya masih ada yg mengganjal karena blm berhasil konfigurasi projektor dari PC.ada yg tau ga?
yuuuuuuuuu kita sama”kembangkan ubuntu.
Firman Ardiansyah
berkomentar pada jam 6:31 pm
tanggal 23 June 2009
saya masi dual boot ama windows…
abisnya di banyak software n game2 lucu yang cuma bisa pake di windows…
berkomentar pada jam 1:29 am
tanggal 23 July 2009
sama ama komentar no 42 masih menggunakan dual OS hehehehehe
andi´s last blog ..Termenung
berkomentar pada jam 5:39 pm
tanggal 25 July 2009
aku juga masih dual boot XP dengan Ubuntu, tadinya dualbootnya XP dengan Opensuse, tetapi karna melihat kayaknya Gnome lebih sip yach nyoba ubuntu dan untuk saat ini masih bertahan pake ubuntu+xp (lom isa ninggalin hehehe)
berkomentar pada jam 10:51 am
tanggal 20 August 2009
Mohon ijin kopas tulisan ini untuk http://solvewithit.com
Andy MSE´s last blog ..Warna-warni Bendera Kita
berkomentar pada jam 7:09 am
tanggal 7 December 2009
wekekekek itu yang kelima engak ngaruh buat saya. soalnya engga bisa-bisa aktifin seamless mode
hihihihi
wine memang jalan terakhir yang bagus. soalnya saya enggak bisa maen nintendo 8 bit dengan emulator bawaan linux (enggak tau sering freez) pake emulatornya widos via wine lancar!
oiya, jadi per maret 2009 ini mas riyo udah full ubuntu nich? vistanya long gone?? … :D
btw link mas riyo saya add sebagai rasa terima kasih saya atas artikel-artikel yang sangat membantu saya…
berkomentar pada jam 5:50 pm
tanggal 7 December 2009
@rangga
, jadi sudah 3 tahun lebih.
Lho, saya udah 100% sejak tahun 2006
berkomentar pada jam 8:34 am
tanggal 8 December 2009
Sepertinya saya akan meninggalkan windows untuk memperdalam ilmu tentang Linux. sayangnya masih menggunakan Ubuntu dan keturunannya, belum mencicipi Distro lainnya.
berkomentar pada jam 5:38 pm
tanggal 19 December 2009
wah mas, klo gak pake jendelo, ntar rumahnya sumuk..
piss.
iyo mas, kudu mantabkan hati biar bisa 100 % memakai linux, trus sekalian menyebarkan virus linux ke temen-temen sekitar.
berkomentar pada jam 7:35 pm
tanggal 20 December 2009
sudah waktunya linux itu menjadi os yang di konsumsi kita semua…..
berkomentar pada jam 10:27 am
tanggal 31 December 2009
[...] jadi hari jumat-sabtu saya enggak lupa berkunjung. siapa tau dapat pertamax! wekekekek … Mas riyogarta juga demikian [...]
berkomentar pada jam 11:31 pm
tanggal 14 January 2010
sebenarnya tiap os ada kelemahan dan kelebihan:
linux itu open source jadi harganya bisa sangat murah. karena sangat murah mudah mendapatkan software yg asli.
tapi kelemahannya linux gak familiAR di masyarakat
windows make lisensi jadi harganya sangat mahal. karena mahal orang lebih suka membajaknya, jadi sangat sulit mendapatkan software yg asli dari penjual. tapi windows begitu familiar di masyarakat.
berkomentar pada jam 5:11 pm
tanggal 15 January 2010
@tomo
familiar itu sebenarnya hanya masalah waktu. Dulu pun pertama windows pertama kali keluar, tak ada satu pun yang familiar karena sudah terbiasa menggunakan Windows 3.11 yang diinstall diatas DOS
Jadi sebenrany hanya masalah niat saja, mau menggunakan yang legal atau tidak. Kalau mau pakai Windows itu harus beli, karena bajakan = mencuri, tidak legal. Kalau sayang dengan uangnya ya pakailah Linux
berkomentar pada jam 9:13 am
tanggal 17 January 2010
kayaknya susah mas untuk jd bener2 100% pengguna ubuntu/linux…maklum di kntr beta pke jendela semua..wk..wk..wk
irawan´s last blog ..Pemrograman Python dan Gambas