Inilah Yang Saya Lakukan
Dikirim: January 15th, 2009 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Diary | 39 Komentar »Mungkin apa yang saya lakukan ini terlihat berlebihan, sok-sok’an dan mungkin saja tidak umum, namun hal ini selalu saya lakukan sejak dulu hingga sekarang. Hal ini saya lakukan secara konsisten, jadi insya Allah, jika Anda bertemu dengan saya maka Anda akan melihat saya melakukan salah satu hal dibawah ini
- Tidak membuang sampah sembarangan di jalan raya. Saya sering heran melihat cukup banyak pengguna mobil yang dengan semena-mena membuang sampah melalui jendela. Entah kenapa, saya kok malu melalukannya. Yang semakin membuat saya heran, banyak juga mereka yang menggunakan mobil mewah melakukan hal ini. Mmm, punya banyak uang dan mampu membeli mobil mewah namun sayang, tidak mampu membeli keranjang sampah di mobilnya.
- Masih berhubungan dengan sampah, meskipun tidak selalu, saya sering membuang sisa makanan di rumah makan fastfood sendiri lho. Pacar saya (yang saat ini menjadi istri) dulu sempat heran melihat tingkah saa ini
- Selalu antri dengan tertib. Kadang heran juga masih banyak orang yang tidak mau antri dan menyalib antrian yang ada tanpa malu. Ah orang-orang begini selalu menjadi santapan saya untuk beradu mulut
- Selalu berusaha tertib berlalu lintas bukan karena takut ditilang. Sayang, saat ini rasanya sudah banyak pengemudi yang mengabaikan hal ini
- Selalu tertib duduk di dalam bioskop
- Duduk sesuai nomor yang diberikan di karcis. Eh jangan salah lho, banyak kejadian dimana ada orang yang duduk sembarangan tanpa memperhatikan nomor yang tertera pada karcis.
- Mematikan HP (maksudnya dibuat silent atau getar) dan tidak menerima telepon masuk tentunya.
- Tidak ngobrol keras-keras. Ah, saya paling sebel jika ada penonton seperti ini.
- Tidak menyandarkan kaki ke bangku depan dan berusaha untuk tidak banyak bergerak. Gerakan kita bisa menggoyangkan satu deret bangku yang bisa sangat menganggu kenyamanan menonton.
- Memberi jalan kepada kendaraan lain yang meminta dengan sopan. Saya heran, banyak sekali pengendara di Jakarta yang benar-benar pelit memberikan jalan kepada kendaraan lain. Padahal tidak jarang jalan menjadi macet akibat para supir pelit memberikan jalan kepada kendaraan lain.
- Tidak merokok di tempat umum yang tertutup (kecuali bertuliskan smooking room atau memang diperbolehkan merokok). Sayang banyak perokok merasa kemerdekaannya terganggu ketika mereka dilarang untuk merokok di tempat-tempat tersebut. Padahal jika mereka merokok di tempat-tempat tersebut, yang mereka lakukan sebenarnya adalah merampas kemerdekaan orang-orang yang tidak senang terhadap keberadaan asap rokok.
- Berusaha untuk tidak memberikan tip kepada mereka yang bertugas, kecuali saya tahu betul bahwa mereka bertugas secara sukarela. Apakah saya pelit? Ya terserah Anda menilai
- Menutup perkara ketika orang yang bersangkutan mengatakan “Maaf”. Sebenarnya, hal ini lebih kepada rasa penasaran saya saja sih, banyak orang susah mengatakan “Maaf” jika melakukan kesalahan. Padahal apa sih susahnya mengatakan hal tersebut? Alhamdulillah, saya hingga saat ini tidak berat untuk mengatakan “Maaf”, bahkan pada saat saya tidak yakin bahwa saya lah yang salah
Mudah-mudahan beberapa hal positif diatas –kecuali yang bertulis merah adalah hal positif dari sesuatu yang negatif– bisa menular ke lebih banyak orang lain. Dilakukan bukan karena kebanggaan tetapi lebih kepada kesenangan hati
Sementara hal-hal negatif tidak usah ditularkan
Related posts:
- Tanggapan SMS Yang Dikirim Kepada Saya
- 5 Tips Berhenti Merokok
- Beberapa Hal Yang Menyebalkan Di Jalan
- 19 Aplikasi dan Tools Yang Saya Install di Ubuntu 9.10
- Premiere Yang Tidak Menyenangkan
berkomentar pada jam 1:21 am
tanggal 15 January 2009
udah ada yang ngomen blm ya?
*clingak-clinguk*
komen dulu ahh baru baca :D
berkomentar pada jam 1:28 am
tanggal 15 January 2009
paling percaya sama yang point ke 5
berkomentar pada jam 1:30 am
tanggal 15 January 2009
Hmmm baru selesai bacanya, Sebelumnya Assalamu’alaikum Wr. Wb. [-O tapi saya kadang masih suka merokok diruangan tertutup, yaitu diruangan saya sendiri
IMHO, memang kebersihan, kesadaran, ketertiban dan "kebersihan" suatu negara itu dimulai dari diri sendiri. Sekecil apapun yang kita perbuat, usahakan itu memberikan kontribusi yang positif bagi Indonesia tercinta ini.
[wahh kok jadi banyak omong nih si ãñÐrî]
OK, Keep on blogging bang Riyogatra *ups* bang Riyogarta,
saya siap mengomen kapan saja, ehehee
Wassalam…
berkomentar pada jam 6:40 am
tanggal 15 January 2009
Coba semua orang bisa nglakuin itu semua ya, pasti negara ini makin adem ayem…
salam.
berkomentar pada jam 7:45 am
tanggal 15 January 2009
Itu bukan merupakan sebuah kebanggaan. Tetapi memang langka yang melakukan, apa lagi dilakukan dengan konsisten (istiqomah).
berkomentar pada jam 9:48 am
tanggal 15 January 2009
Hmmm.. ya ya.. saya juga begitu
berkomentar pada jam 10:16 am
tanggal 15 January 2009
Saya mengikuti:
1, 2. tidak pernah… masih berhubungan dengan sampah, bahkan saya suka bikin kompos dari sampah rumahtangga yang dimasukkan ke dalam biopori, jarang menerima kantong plastik dari toko kecuali benar2 butuh. sayangnya masih sering buang puntung rokok sembarangan.
3. sama, selalu antri dengan tertib tapi suka marah2 kalau orang lain nyerobot.
4. selalu tertib berlalu lintas kecuali SIM yang sudah kedaluwarsa malas untuk perpanjang,
5. soal ini jarang nonton sih, hehe
6. sama.. tapi karena saya tidak sabaran, lebih milih naik motor (apalagi sekarang bisanya cuma beli motor).
7. lebih suka merokok ditempat terbuka dan tetap toleran pada orang lain termasuk wanita hamil, hihi… jangan sampai asap rokok kena orang lain.. di rumah punya ruangan khusus merokok.
8. tidak suka memberi tip, memberi pengemis, tapi suka kalau ada pengamen nyanyinya bagus.
9. saya pendendam tapi juga pemaaf.
Wah… sepertinya Cah Sholeh juga hebat ya??? (narsis)… hehehe…
berkomentar pada jam 10:42 pm
tanggal 16 January 2009
artinya bung riyo adalah orang modern dan beradab…
berkomentar pada jam 11:21 pm
tanggal 16 January 2009
jgn memberi tip, apalagi sama polantas
berkomentar pada jam 1:41 pm
tanggal 17 January 2009
as.wr.wb numpang komen…
“Masih berhubungan dengan sampah, meskipun tidak selalu, saya sering membuang sisa makanan di rumah makan fastfood sendiri”
wah..mas punya rumah makan fastfoood y?..hehe.
soal sampah penting banget ma, kita jangan malu2 kalo abis makan burger atau minum susu kotak, jangan dibuang sembarangan.kalo gak ada kotak sampah ya dibawa dulu..
suatu hari di airport. Saya pernah berjumpa dengan mbak2 tkw yang baru pulang dari taiwan. saya tanyakan mengenai pengalamannya kerja di sana..dia bilang “beda banget!”
katanya gak ada yang jalannya pelan, semua cepat. Gak ada yang merokok sembarangan apalagi di kendaraan umum. Nah, mengenai membuang sampah ada kebiasaan yang bagus di sana.. kalo mereka abis minum sofdrink dan gak ada tempat sampah, maka dimasukin ke tas/kantong mereka..pas ada tempat sampah langsung dibuang..
Huaduuh..panjang banget komennya
..ya sekian dulu.. kita mulai dari yang palin sederhana dan yg paling dekat dulu yak.
Pakdenunu
Hidup Efektif dan Produktif dengan Teknologi
berkomentar pada jam 1:39 pm
tanggal 18 January 2009
ajakan yang bagus, bung. semoga saya bisa mengikuti. :D
berkomentar pada jam 8:17 pm
tanggal 18 January 2009
dah lama gak update blog pak.
Salut banget pak, patut dicontoh. Aku juga melakukan hal yang hampir sama, kecuali makan dan rokok. Kalo soal rambu lalu lintas, untuk beberapa kasus tidak aku patuhi. Karena tidak sedikit rambu yang dibuat asal-asalan, tidak dilakukan survey. Karena di rute perjalanan ke kampusku ada satu trafic light yang ngaco, karena menurutku sangat tidak perlu diberi trafic light. Lha dari arah yang berlawanan itu sangat jarang sekali ada yang lewat, sejam mungkin gak sampai 10. Lha terus kita dipaksa berhenti karena lampu merah beberapa menit hanya untuk nungguin “hantu” lewat, karena emang gak ada yang lewat? kan buang-buang waktu banget.
Ya semoga aja kinerja dep hub semakin baik. Aku tau ngatur lalu lintas kota itu susah banget, karena temenku juga ada yg di dep hub, tapi kalo kejadian semacam ini kan masyarakat yang dirugikan. Karena serba salah, kalo nurutin lampu merah, gak ada yang lewat, kalo dilanggar bisa kena tilang.
berkomentar pada jam 11:57 pm
tanggal 18 January 2009
hampir sama dengan saya saat ini. terutama sejak 2 tahun ini.
cuma agak beda dikit di 2 point.
pertama yang ditanda merahin itu. Kalau saya :
* Tidak merokok lagi, dimanapun dan kapanpun sejak 2 tahun 3 bulan yang lalu.
* Tidak nonton bioskop lagi, sejak 16 tahun lalu
dan 1 yang belum bisa sampe sekarang
* Tertib berlalu lintas/berkendara :P. Sangat jarang pakai helm (ke kota sebesar Medan sekalipun) tapi untung selalu didiemin pak polisi. soalnya pas pakai helm malah kena tilang sekarang jadi males pake helm.
Tambahannya
*Tidak punya KTP apalagi SIM. Check in di bandara pake KTP hasil print sendiri gak ketahuan, untung aku bukan teroris(ups jangan bilang-bilang). Sebenarnya sih pengen punya KTP. seperti dulu. dulu sekali 10 tahun yang lalu.
berkomentar pada jam 12:00 am
tanggal 19 January 2009
ternyata beda banget ya.
berkomentar pada jam 4:57 pm
tanggal 19 January 2009
nomer 4 sama dengan saya … kecuali ada rajia pasti kabur
berkomentar pada jam 9:13 pm
tanggal 19 January 2009
Hahaha… ketahuan sering nonton bioskop nih.
berkomentar pada jam 10:00 am
tanggal 21 January 2009
wah, sama mas. saya juga (berusaha) begitu. dan sangat neg liat sampah dibuang seanaknya. apalagi liat orang buang sampah tinggal buka jendela mobil . dan paling menyiksa kalau sudah naik kereta – kebetulan hampir tiap minggu pp antar kota- orang-orang gampang sekali buang sampah ke luar. 1 meter katanya mmg lahan PT. KA, tapi sampahnya kan beterbangan kemana-mana sampai ngotori persawahan milik pak tani. dan saya yakin org buang sampah tdk karena masih lahan PT.KA. wes kebiasaan ae.
rasanya tabiat orang-orang spt itu lebih sampah daripada apa yang dibuangnya.
berkomentar pada jam 5:11 pm
tanggal 22 January 2009
Mantab mas riyo.. Saya juga merasa risih jika merokok ditempat umum yang tertutup..
berkomentar pada jam 11:43 am
tanggal 23 January 2009
Alhamdulillah sudah coba dan masih ngelakuin beberapa hal yang dilakuin si om.
tapi bingung di poin ini:
memberi jalan jalan kepada kendaraan lain yang meminta dengan sopan
bagaimana kalo yang minta tidak sopan?? mau ga dikasihh? tabrakan doong..
berkomentar pada jam 11:16 pm
tanggal 23 January 2009
keren resolusinya, kalo resolusi saya awal tahun ini untuk tidak lupa membuat resolusi di tahun depan…
berkomentar pada jam 3:27 pm
tanggal 24 January 2009
Idem, om … aye juga begitu. Justru yang kayak gitu jadi barang langka n mahal di Indonesia tercintah inih :D
berkomentar pada jam 11:40 am
tanggal 26 January 2009
iya..aku jadi sakit paru2 gra2 dikelilingi orang2 rokok,,,
huh
berkomentar pada jam 8:13 pm
tanggal 27 January 2009
Tidak merokok di tempat umum!
Hm… saya pikir, toilet menjadi tempat favorit akhir-akhir ini bagi saya
berkomentar pada jam 7:31 am
tanggal 28 January 2009
inspiratif mas, walaupun hal2 yang sangat mendasar :D
makasih2 mas atas infonya
berkomentar pada jam 11:40 am
tanggal 28 January 2009
Coba semua orang begitu…jalanan pasti lancar, gak asal srudak sruduk…gak berpolusi asap rokok…ama ramah2 karna hatinya pada bersih…
Kayanya rada susah diterapin dech …
berkomentar pada jam 12:10 am
tanggal 29 January 2009
hm..larangan merokok itu memang perlu sekali
berkomentar pada jam 1:38 am
tanggal 30 January 2009
Andai setiap kita peduli ya,aman dunia.
,
hwa, salut utk merokok diruangnya Om
setuju banget ama berusaha tertib lalin bukan semata karena takut pak pulisi sama halnya dengan helm, karena demi keselamatan diri juga.
berkomentar pada jam 1:20 am
tanggal 31 January 2009
Sma,, diriku juga ngak meroko di tempat umum
*sebenernya si d mana pun, kerena diriku emang ngak ngerokok*
Diriku adalah penentang budaya merokok, harus di komporin nie mumpung lagi hot
berkomentar pada jam 12:07 pm
tanggal 1 February 2009
Oo…indahnya kalau bisa taat aturan. Tapi saya masih sering melanggar aturan, terutama aturan jalan raya. Apalagi kalau lagi dikejar waktu.
berkomentar pada jam 9:27 pm
tanggal 2 February 2009
bungkus2 permen saya taruh saku kalau ngga ada tempat sampah, tapi habis itu sering lupa buang, jadi yang kena getahnya akhirnya si tukang laundy
berkomentar pada jam 9:29 pm
tanggal 2 February 2009
berkomentar pada jam 7:41 am
tanggal 3 February 2009
pemilik blog ini sepertinya sibuk banget…
nyepam dulu ah…
*berharap jadi komentator pertama di bulan pebruari*
berkomentar pada jam 12:47 pm
tanggal 6 February 2009
<:-P
Selamat Taon Baru dulu om … telat banget yach …
Hampir semuanya mirip ma saia … kecuali yg merah itu … dach niat … tapi sengaja mengulur² …. malah gak jalan …
Sukses dech …
berkomentar pada jam 9:33 pm
tanggal 6 February 2009
sip
berkomentar pada jam 5:56 pm
tanggal 12 February 2009
hihihi.. itu mah saya banget.. anteng aja gitu
berkomentar pada jam 12:03 pm
tanggal 14 February 2009
klo nyari no kursi di bioskop paling males, soale gelap en mbak2-nya ngasi tau sekenanya
berkomentar pada jam 12:21 pm
tanggal 14 February 2009
@toim
Kalau cari bangku malas ya ga usah nonton
Kalau beli kan sebenarnya sudah jelas lokasinya, saya gak pernah tanya tuh, tapi selalu duduk di bangku yang sesuai
berkomentar pada jam 11:00 am
tanggal 19 February 2009
setuju banget sama apa yang sudah dilakukan,
intinya jangan berharap jangan orang lain dulu yang melakukan, tapi dimulai dari diri sendiri :D
berkomentar pada jam 6:01 pm
tanggal 10 April 2009
Kayaknya saya juga sama..minus jarang nonton bioskop