Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia akan memiliki warna kulit yang sama, agama yang hanya satu, tidak ada yang namanya negara, suku bangsa dan tidak ada perbedaan. Artinya Sang Khalik memang menghendaki adanya perbedaan. Perbedaan adalah hakekat penciptaan. Perbedaan itu indah.

Inilah Yang Saya Lakukan

Dikirim: January 15th, 2009 | Oleh: | Kategori: Diary | 40 Komentar »

Mungkin apa yang saya lakukan ini terlihat berlebihan, sok-sok’an dan mungkin saja tidak umum, namun hal ini selalu saya lakukan sejak dulu hingga sekarang. Hal ini saya lakukan secara konsisten, jadi insya Allah, jika Anda bertemu dengan saya maka Anda akan melihat saya melakukan salah satu hal dibawah ini :)

  • Tidak membuang sampah sembarangan di jalan raya. Saya sering heran melihat cukup banyak pengguna mobil yang dengan semena-mena membuang sampah melalui jendela. Entah kenapa, saya kok malu melalukannya. Yang semakin membuat saya heran, banyak juga mereka yang menggunakan mobil mewah melakukan hal ini. Mmm, punya banyak uang dan mampu membeli mobil mewah namun sayang, tidak mampu membeli keranjang sampah di mobilnya.
  • Masih berhubungan dengan sampah, meskipun tidak selalu, saya sering membuang sisa makanan di rumah makan fastfood sendiri lho. Pacar saya (yang saat ini menjadi istri) dulu sempat heran melihat tingkah saa ini :d
  • Selalu antri dengan tertib. Kadang heran juga masih banyak orang yang tidak mau antri dan menyalib antrian yang ada tanpa malu. Ah orang-orang begini selalu menjadi santapan saya untuk beradu mulut :d
  • Selalu berusaha tertib berlalu lintas bukan karena takut ditilang. Sayang, saat ini rasanya sudah banyak pengemudi yang mengabaikan hal ini :(
  • Selalu tertib duduk di dalam bioskop
    • Duduk sesuai nomor yang diberikan di karcis. Eh jangan salah lho, banyak kejadian dimana ada orang yang duduk sembarangan tanpa memperhatikan nomor yang tertera pada karcis.
    • Mematikan HP (maksudnya dibuat silent atau getar) dan tidak menerima telepon masuk tentunya.
    • Tidak ngobrol keras-keras. Ah, saya paling sebel jika ada penonton seperti ini.
    • Tidak menyandarkan kaki ke bangku depan dan berusaha untuk tidak banyak bergerak. Gerakan kita bisa menggoyangkan satu deret bangku yang bisa  sangat menganggu kenyamanan menonton.
  • Memberi jalan kepada kendaraan lain yang meminta dengan sopan. Saya heran, banyak sekali pengendara di Jakarta yang benar-benar pelit memberikan jalan kepada kendaraan lain. Padahal tidak jarang jalan menjadi macet akibat para supir pelit memberikan jalan kepada kendaraan lain.
  • Tidak merokok di tempat umum yang tertutup (kecuali bertuliskan smooking room atau memang diperbolehkan merokok). Sayang banyak perokok merasa kemerdekaannya terganggu ketika mereka dilarang untuk merokok di tempat-tempat tersebut. Padahal jika mereka merokok di tempat-tempat tersebut, yang mereka lakukan sebenarnya adalah merampas kemerdekaan orang-orang yang tidak senang terhadap keberadaan asap rokok.
  • Berusaha untuk tidak memberikan tip kepada mereka yang bertugas, kecuali saya tahu betul bahwa mereka bertugas secara sukarela. Apakah saya pelit? Ya terserah Anda menilai ;)
  • Menutup perkara ketika orang yang bersangkutan mengatakan “Maaf”. Sebenarnya, hal ini lebih kepada rasa penasaran saya saja sih, banyak orang susah mengatakan “Maaf” jika melakukan  kesalahan. Padahal apa sih susahnya mengatakan hal tersebut? Alhamdulillah, saya hingga saat ini tidak berat untuk mengatakan “Maaf”, bahkan pada saat saya tidak yakin bahwa saya lah yang salah :)

Mudah-mudahan beberapa hal positif diatas –kecuali yang bertulis merah adalah hal positif dari sesuatu yang negatif– bisa menular ke lebih banyak orang lain. Dilakukan bukan karena kebanggaan tetapi lebih kepada kesenangan hati :) Sementara hal-hal negatif tidak usah ditularkan ;)