Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia akan memiliki warna kulit yang sama, agama yang hanya satu, tidak ada yang namanya negara, suku bangsa dan tidak ada perbedaan. Artinya Sang Khalik memang menghendaki adanya perbedaan. Perbedaan adalah hakekat penciptaan. Perbedaan itu indah.

Tatap Muka Dengan Kang Onno

Dikirim: April 17th, 2008 | Oleh: | Kategori: Diary | 54 Komentar »

Jam sudah menunjukkan pukul 10 kurang 20 menit ketika saya dan istri masuk ke front office Green Radio. Setelah meyakinkan diri dengan bertanya bahwa benar ini adalah tempatnya, maka saya mengisi buku tamu yang disodorkan mbak Front Officer.

Saat mengisi, saya melirik baris diatas tempat saya mengisikan nama, tertulis “Onno W Purbo” dengan kepentingan “Talk show jam 10.00”. Pikir saya ini pasti acara kemarin, tetapi saya tidak menemukan kolom tanggal pada buku tamu tersebut. Dalam hati saya bertanya, apa jangan-jangan beliau mengisi acara yang sama ya? Berarti pembicara satunya adalah kang Onno?

“Silakan naik ke atas Pak. Kalau tidak salah sudah ada tamu juga yang menunggu acara talk show jam 10,” kata mbak Front Officer sambil menerima buku tamu. Ah, benar nih jangan-jangan.

Saya dan istri pun masuk dan naik tangga menuju ruangan tunggu yang berada di lantai 2. Dan saya lihat ternyata duggan saya benar, Kang Onno terlihat duduk sambil memangku sebuah notebook yang mereknya Axioo. Hahaha, ini merek notebook favorit saya :d

“Pagi. Ini Kang Onno ya?,” sapa saya sok akrab sambil menyodorkan tangan mengajak bersalaman. Kang Onno pun dengan ramah menyambut dan menjabat erat tangan saya.

“Betul,” jawabnya singkat.

“Saya biasanya hanya melihat foto saja, nama saya Riyogarta dan ini istri saya.”

“Ah, bahaya itu.”

“Hehehe, bahaya, karena bisa jadi foto itu dimanipulasi ya Kang,” potong saya dan kami pun tertawa terbahak-terbahak.

“Ya, ya. Oh ini yang namanya Riyogarta itu. Eh gimana kemarin hasilnya ketemuan ama Roy Suryo? Lho berarti ngisi acara jam 10 ini kan? Wah gak rame atuh, gak bakalan seru soalnya moal mungkin aya debat atuh,” katanya dengan logat khas jawa barat sambil tertawa.

Kami akhirnya cukup banyak berbicara, ngalor ngidul membahas isu seputar Roy Suryo dengan UU-ITE hingga hal-hal lain yang banyak mengudang kami untuk tertawa. Saya pun berkenalan dengan salah seorang crew Green Radio dan salah satu anggota Air Putih. Jadi cerita akhirnya berlanjut ke penemuan Indonesia Raya hingga Proklamasi Kemerdekaan.

Pada kesempatan itu saya juga bertanya kepada kang Onno mengenai isu bahwa dirinya susah untuk dihubungi oleh wartawan. “Emang bener, HP saya memang sering dimatikan. Kalo temen-temen yang udah tahu saya mah pasti hubungi saya lewat email. Soalnya mereka tahu kalau kalau lewat HP mah gak bakal diangkat,” katanya menjawab sambil tertawa.

Kang Onno sebagai salah satu pakar IT (asli) di Indonesia dengan segudang hasil karyanya ternyata tetap berpenampilan low profile. Bicaranya blak-blakkan bahkan nyaris blong tanpa rem :d Ini juga yang dia khawatirkan. “Saya kan orangnya sering becanda, pernah suatu saat saya teh ngomong becanda, ehhh tahunya malah jadi berita di Detik,” katanya. “Makanya sekarang mah ngomong ama wartawan jadi ati-ati bisi dijadikan berita euy,” katanya lagi sambil tertawa.

Tak terasa waktu akhirnya menunjukkan pukul 10.00, waktu dimana saya dan kang Onno akan mengisi acara dialog publik. Kami berdua pun masuk kedalam studio dan dimulailah acara tersebut.

Entah kenapa, aura kang Onno benar-benar membuat saya agak gugup diawal ketika acara dialog dimulai. Ini berbeda dengan saat saya menghadapi Roy Suryo dalam dialog terbuka, alhamdulillah sama sekali tidak merasa kecil. Namun ketika saya berhadapan dengan kang Onno, tiba-tiba saya merasa bahwa saya berada dalam ruangan dimana saya seharusnya hanya menjadi pendengar, bukan sebagai pembicara :)

Namun yang terjadi sungguh di luar dugaan. Beberapa pertanyaan yang diajukan kepada beliau malah dilempar kepada saya. Beberapa kali dia memberi kode agar saya saja yang mengomentari dan menanggapi pertanyaan pendengar baik melalui SMS maupun telepon. Wah, luar biasa. Saya melihat kang Onno benar-benar memberikan kesempatan kepada saya untuk berbicara. Beliau tidak ingin acara ini didominasi oleh dirinya meskipun menurut saya adalah hal yang wajar jika ini terjadi.

“Ah, jangan saya. Riyo ajah ini mah yang menjawab, ya Riyo jawab tuh,” katanya sambil memperlihatkan wajahnya yang jika bisa diterjemahkan menjadi kata, pasti menjadi tulisan. “Ayo, semangat, jangan minder sama saya”. ;)

Setiap dia berbicara dia selalu menoleh kepada saya, seperti mengatakan “Bener kan bener kan? Setuju kan setuju kan” hahaha. Salut saya kepada kang Onno. Dengan keahlian yang dimilikinya, wawasan dan pengalaman yang luas bukan lantas menjadikan dirinya sosok yang sombong dan narsis. Seperti ini sebenarnya gambaran seorang pakar sesungguhnya. Pakar yang menerapkan ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk.

Akhirnya sampai pada penghujung acara, saya dan kang Onno berbarengan keluar dari studio. Di ruang tunggu kami masih sempat berbicara cukup lama dan selalu diselingi oleh gurau yang mengundang tawa.

“Ah, saya mah bukan blogger, tapi wikier.”

“Yang penting kan bukan medianya apa Kang, tetapi tujuan yang sama yaitu untuk selalu menulisnya,” kata saya kepada beliau.

“Haaa, iya bener, yang penting itu adalah menulis. Karena bangsa Indonesia itu sekarang butuh orang-orang yang mau menulis,” sambut beliau menanggapi perkataan saya sebelumnya.

Media untuk menulis adalah Sebuah Pilihan™, kang Onno memilih wiki sebagai tempat dimana beliau akan menuliskan karya-karyanya. Dan saya memilih blog sebagai media untuk menulis. Berbeda namun tujuannya sama, yakni agar tulisan yang dihasilkan bisa dibaca oleh umum dan mungkin kelak akan menjadi referensi bagi generasi yang akan datang. Namun jika pilihannya adalah SMS … halah jadi ngebahas beginian lagi :))

Kang Onno, terimakasih atas obrolan dan bantuannya tadi di Green Radio. Saya berharap akan bertemu dengan kang Onno lagi di kemudian hari dan bisa mengobrol lagi mengenai berbagai hal. Salam salut saya buat kang Onno.

Oh ya, isi pembicaraan talk show nya malah gak dibahas :d Oke, nanti saya coba bahas dalam posting berikutnya.


54 komentar untuk “Tatap Muka Dengan Kang Onno”

  1. 1
    eko
    berkomentar pada jam 1:52 pm
    tanggal 7 August 2008

    wah, cerita menarik. salam kenal :)

    eko’s last blog post..Soal “Possibly Related Posts” di WordPress v2.6

  2. 2
    download mp3 gratis
    berkomentar pada jam 12:10 pm
    tanggal 1 August 2009

    Kang ono w porbo emang mantap. pandai dan low profile.
    .-= download mp3 gratis´s last blog ..Cantik dalam 5 menit =-.

  3. 3
    Forlin
    berkomentar pada jam 9:45 am
    tanggal 24 August 2009

    Hi, wow nice post. I’m new in blogging, it’s great because I’m seeing new ideas from you. I hope to see more of your post. Thanks.

  4. 4
    gadgetboi
    berkomentar pada jam 5:55 pm
    tanggal 29 June 2010

    wah … orang hebat ketemu orang hebat nich :d … memang kang Onno selalu Low profile … padahal dia jauh lebih berjasa dari si sukro :p


Isi Komentar