Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia akan memiliki warna kulit yang sama, agama yang hanya satu, tidak ada yang namanya negara, suku bangsa dan tidak ada perbedaan. Artinya Sang Khalik memang menghendaki adanya perbedaan. Perbedaan adalah hakekat penciptaan. Perbedaan itu indah.

Kemudahan Mendapatkan Gelar Pakar

Dikirim: April 12th, 2008 | Oleh: | Kategori: Diary | 47 Komentar »

Sebenarnya sudah sejak senin malam saya ingin menuliskan hal ini. Namun karena satu dan lain hal akhirnya saya putuskan untuk menundanya. Saya berkesempatan untuk menghadiri undangan  acara pertemuan Blogger dan Hacker di Depkominfo Senin malam. Setelah acara selesai, saya di wawancarai oleh salah satu stasiun TV Swasta untuk dimintai pendapat mengenai hasil pertemuan tersebut.

Seperti biasa, setelah wawancara selesai, saya ditanya nama dan nomor yang bisa dihubungi. Namun saya agak terkejut ketika si pewawancara meminta persetujuan untuk menyebut diri saya sebagai Pakar IT. “Pak, saya sebut Bapak sebagai pakar IT saja ya untuk disiarkan besok pagi”

Kontan saja saya langsung bilang bahwa saya tidak mau disebut sebagai Pakar IT. Sebut saja saya blogger. Namun si pewawancara kelihatannya kurang setuju. Akhirnya dia menawarkan untuk menggunakan pengamat IT saja. “Ah, kalau itu boleh mbak, silakan saja. Tetapi tolong ya Mbak jangan sebut saya sebagai Pakar IT. Malu saya Mbak”, jawab saya dengan perasaan masih heran.

Apakah hal seperti ini umum dilakukan di kalangan wartawan? Jika memang iya, wajar saja akhirnya Indonesia memiliki seorang Pakar seperti Roy Suryo, karena gelar Pakar sedemikian mudah didapat. Mudah-mudahan apa yang saya alami tidak dilakukan oleh semua wartawan, dan saya yakin bahwa wartawan saat ini akan lebih hati-hati untuk memberikan gelar pakar kepada siapa pun.


47 komentar untuk “Kemudahan Mendapatkan Gelar Pakar”

  1. 1
    Yahya Kurniawan
    berkomentar pada jam 8:32 pm
    tanggal 12 April 2008

    Hehehe, memang berat kalo disebut pakar. Salah ngomong sedikit, pasti dihujat sana-sini.

    Yahya Kurniawan’s last blog post..Blogger adalah Blogger

  2. 2
    Boyke Bader
    berkomentar pada jam 8:45 pm
    tanggal 12 April 2008

    Kayaknya memang semua ini gak lepas kaitannya dgn wartawan2 kita. Mereka ingin supaya sang narasumber diberi titel yg tinggi supaya mendongkrak value berita itu sendiri. Kita gak boleh nuduh mereka semua begitu, tapi kenyataannya, contoh di infotainment, mereka suka melebih2kan (baca: mem-pelintir) kata2 sang nara sumber supaya beritanya lebih “panas”.

    Boyke Bader’s last blog post..Perkenalan Dengan Internet #5 (Indonet ISP pertama Indonesia)

  3. 3
    TEGUH WAHHYUDI
    berkomentar pada jam 9:04 pm
    tanggal 12 April 2008

    :d , mendingan jadi pengamat IT aja deh , kalau gelar PAKAR IT sepertinya berat utk bisa mempertanggungjawabkankepakarannya , karena seorang yang dapat disebut sebagai Pakar IT adalah seseorang yang benar2 menguasai dan mengetahui tetang segala sesuatu hal yang berhubungan dengan Bidang IT dan telah teruji kemampuanya , jadi apabila di tanya tentang IT seorang Pakar IT bisa menjawab …. hehehehe :)

  4. 4
    Okta Sihotang
    berkomentar pada jam 9:06 pm
    tanggal 12 April 2008

    hmm….berani ngomong didepan khalayak umum sambil mempresentasikan sesuatu yang barling…pasti jadi pakar..
    he..he… ;)

    Okta Sihotang’s last blog post..Actually, life is struggle !!!

  5. 5
    Jed
    berkomentar pada jam 9:10 pm
    tanggal 12 April 2008

    ya makanya itu kali si Roy Suryo bisa dengan gampangnya dapet gelar pakar….yang penting kan akses ke wartawan.

    Jed’s last blog post..Wah Tulisan Gue Ada di LintasBerita.Com

  6. 6
    Riyogarta
    berkomentar pada jam 9:18 pm
    tanggal 12 April 2008

    @Yahya Kurniawan, @TEGUH WAHYUDI
    Sebenarnya bukan masalah berat atau tidaknya, tetapi layak tidaknya seseorang bisa disebut seorang pakar.Dan saya belum merasa layak disebut sebagai pakar IT.

    @Jed
    Ya mungkin saja. Mudah-mudahan mereka para wartawan juga bisa mengambi hikmah dari kejadian seorang Roy Suryo. Mudah-mudahan.

  7. 7
    Albert Setiadi
    berkomentar pada jam 10:01 pm
    tanggal 12 April 2008

    tapi saya salut mas, anda memberikan contoh yang baik. Walaupun tau banyak, tapi masih rendah hati. Dan emang “TAU DIRI”, karena emang bukan pakar.
    Harusnya ini dicontoh oleh orang2 yang d wawancara oleh media.
    Kita harus inget d atas langit masih ada langit.
    :d :d

  8. 8
    Luthfi
    berkomentar pada jam 10:03 pm
    tanggal 12 April 2008

    kurang TM tuh :))
    Pakar ™

  9. 9
    nurussadad
    berkomentar pada jam 10:09 pm
    tanggal 12 April 2008

    klo gak pakar, omongannya gak dianggap berita
    so dipaksain jadi pakar

  10. 10
    fR3dDy
    berkomentar pada jam 10:45 pm
    tanggal 12 April 2008

    Ntar gw mo bikin software sistem pakar dah …, akuisisi pengetahuannya dari Bang Roy ..

    fR3dDy’s last blog post..Nulis Buku … (^-^)?

  11. 11
    Zulkarnaen Arsi
    berkomentar pada jam 11:21 pm
    tanggal 12 April 2008

    Mas, ‘pakar’ itu kependekan dari “PAndai BerkelaKAR” ya? :p

    Zulkarnaen Arsi’s last blog post..Hak Asasi Manusia dan Kesetaraan Gender

  12. 12
    landy
    berkomentar pada jam 11:28 pm
    tanggal 12 April 2008

    Ya lebih aneh nya orangnya kok gak merasa beban ya di berikan julukan yang sebenarnya bukan untuk dirinya :(

    landy’s last blog post..“ Itsar, Kasih Sayang Dan Pengorbanan Sahabat “

  13. 13
    ridu
    berkomentar pada jam 11:37 pm
    tanggal 12 April 2008

    yess.. yg penting ridu udah ketemu sama pakar IT yg dimaksud itu dan udah foto2 (bukan pakar telematika yah..0

    ridu’s last blog post..Sisi Lain Dialog Terbuka

  14. 14
    Ucup Carrick
    berkomentar pada jam 1:13 am
    tanggal 13 April 2008

    wah…edan cara kuli disket ini…pantes aja…
    hiii..ati2 ah…

  15. 15
    jimmy
    berkomentar pada jam 1:26 am
    tanggal 13 April 2008

    beda ya kalo yang tau diri mah.. walaupun pakar tetep aja gak mau dibilang pakar ^:)^

    jimmy’s last blog post..Zlio, Buka Toko Online Dengan Sangat Mudah

  16. 16
    Donny Reza
    berkomentar pada jam 1:40 am
    tanggal 13 April 2008

    Wah, undang wartawan ahhh…. =))

    Donny Reza’s last blog post..Rafling With Anak Jalanan

  17. 17
    rd Limosin
    berkomentar pada jam 1:43 am
    tanggal 13 April 2008

    =))

    ntar Mas Riyo jadi sibuk ngurus foto-foto porno lagi :))
    kan kerjaan “pakar” gitu

    rd Limosin’s last blog post..One Step Forward

  18. 18
    Gunawan
    berkomentar pada jam 4:17 am
    tanggal 13 April 2008

    kalo ane sih setuju kata Pakar itu pantas untuk kang ONNO yang merakyat. always bela rakyat untuk mengenal IT.

    Dengan ide ide memperkenalkan, Voip rakyatnya, RT/RW netnya. atau juga anten kaleng nya

  19. 19
    Rosyidi
    berkomentar pada jam 5:39 am
    tanggal 13 April 2008

    Ya soalnya wartawan butuh narasumber yg berbobot. Pembaca gak akan percaya kalo yg disebut blogger, soalnya banyak yg blom tau apa itu blogger. Ya wajar aja lah kalo itu.
    Btw, tapi kalo diterima bisa hebat juga tuh. Ntar bisa nyaingi Roy Suryo :D
    hehehe..
    biar ada penyeimbangnya lah. Terima aja mas :)
    Sama seperti perusahaan, kalo misalnya telkom monopoli, gak bakalan maju2 telekomunikasi Indonesia. Karena itu butuh pesaing juga. :)>-

    Rosyidi’s last blog post..Ketika Wartawan Salah Kutip

  20. 20
    mitra w
    berkomentar pada jam 6:24 am
    tanggal 13 April 2008

    wah bener mas, saya juga paling ogah disebut pakar, palagi pakarnya pakar cinta :(.

    Btw, senang eksistensi Blogger smakin dipandang, meskipun musti bertahap dan perlu dedikasi yg lebih banyak lagi… ^_^

    apa kabar nih mas?

    mitra w’s last blog post..Sensasi Terbang

  21. 21
    Agung Prasetyo
    berkomentar pada jam 6:48 am
    tanggal 13 April 2008

    Salut buat keputusannya..
    Lagian dengan menolak berarti menghindari perseteruan yang lebih besar dengan U know Who. Yah seklian ngasi contoh buat dia bahwa ga gampang menyandang suatu gelar, kaya’ “pakar” n “KRMT”.

  22. 22
    JaF
    berkomentar pada jam 8:17 am
    tanggal 13 April 2008

    Sedih emang, tapi itulah kenyataannya Yo.. Sudah bagus si wartawan berusaha mengkonfirmasi titel atau designation anda, meskipun kok dia yang ngatur apa sebutannya hehehe. Yang lebih parah, ada yang tidak lagi konfirmasi dan main pasang. Disinilah saya yakin muncul istilah Pakar IT, Presiden Blogger dlsb.

    Herannya,kenapa nolak pake istilah blogger ya? Padahal itu juga titel hehe

    JaF’s last blog post..Memperkenalkan: Unduh Radio

  23. 23
    yusdi
    berkomentar pada jam 8:28 am
    tanggal 13 April 2008

    wartawan yg aneh…..

    apa memang kerjaan wartawan seperti itu ya?memberi gelar seenaknya kepada orang yg diwawancarai? (no offence)

    just keep being blogger !!!

    yusdi’s last blog post..Mencari Judul Atau Topik?

  24. 24
    Gak punya blog
    berkomentar pada jam 9:17 am
    tanggal 13 April 2008

    Tak ada rotan, pakar punjabi

  25. 25
    Labyrinth™
    berkomentar pada jam 9:20 am
    tanggal 13 April 2008

    Apa yang mendasari wartawan itu menyebut “pakar IT” ya…???

    Jangan2 mereka melakukan itu setiap kali wawancara…!!!!

    Tapi ngak apa-apa lah, karena ITU ADALAH SEBUAH PILIHAN™

    :D :D :D

  26. 26
    cempluk
    berkomentar pada jam 9:21 am
    tanggal 13 April 2008

    kapan tampil mas di tv? stasiun apa ? apa stasiun sctv yg beberapa hari yg lalu ??

    cempluk’s last blog post..Cempluk kopdar bareng Nidjiholic

  27. 27
    ochim
    berkomentar pada jam 9:37 am
    tanggal 13 April 2008

    MEMANG gelar dn title seseorang hrs lah sesuai dengan yg di sandangnya krn semua akan berakibat baik dn buruknya seseorang.
    gitu ya mas, ?

    ochim’s last blog post..Antara Hasil dan Upaya

  28. 28
    Amrul
    berkomentar pada jam 10:30 am
    tanggal 13 April 2008

    jadi ternyata gelar pakar tuh mudah didapat yaah…

    hmmm…

    *memikirkan gelar apa yang cocok buat diri sendiri*

    SALUT buat mas riyo… ato pak riyo…

    hehe..

    jadi pengen bimbingan sama bapak niyh,,, :D

    Amrul’s last blog post..20th Century Boys Live Action

  29. 29
    masnuman
    berkomentar pada jam 12:01 pm
    tanggal 13 April 2008

    satu kata buat mas riyo: SALUT ^:)^

    sukses terus ya…

    Wassalam.

  30. 30
    mr.bambang
    berkomentar pada jam 8:24 pm
    tanggal 13 April 2008

    Ahh… mas Riyogarta ini lo… PAKAR kan sama artinya dengan PAndai berkelaKAR <:-P
    Kemungkinan yang mudah menyebutkan kata PAKAR pada seseorang itu bukan wartawan IT ;;)

  31. 31
    Rio Octaviano
    berkomentar pada jam 8:13 am
    tanggal 14 April 2008

    gampang kan…?
    besok mao ambil gelar itu ah…

    dmana yah? mall ambasador ada gak?

  32. 32
    ivn
    berkomentar pada jam 2:08 pm
    tanggal 14 April 2008

    oya sebenernya roy tu pakar dalam bidang apa sih??

    ivn’s last blog post..Gosip jalanan yang bukan gosip

  33. 33
    ramadhani
    berkomentar pada jam 7:00 pm
    tanggal 14 April 2008

    memang menjadi pakar gampang. cukup berbicara ini itu anu saja anda bisa di bilang pakar ini itu anu (saya tidak membicarakan si ‘pakar’ IT tandem dialog anda kemarin). pengalaman pribadi saya, asal kita memoles dengan sedikit pengetahuan anda bisa jadi pakar kok.
    :) :) :)

    ramadhani’s last blog post..dialog terbuka antara Riyogarta dengan Roy Suryo

  34. 34
    Erri
    berkomentar pada jam 2:34 am
    tanggal 15 April 2008

    Sedikit share nih, memang tidak ada “undang2x” untuk menentukan seseorang itu pakar atau bukan, tapi tidak terlalu sulit untuk sedikit membuat kategori jika seseorang bisa disebut pakar. Misalnya, berpengalaman/ bekerja dibidangnya lebih dari 5 tahun / 10 tahun (atau berapapun), atau hasil2x karya/produknya yg berhasil di terima masyarakat/komunitas. Kalo dari kalangan kampus/peneliti, kepakaran bisa diukur dari jumlah jurnal/report/research. DAN, kesemuanya harus ada report tertulis secara lengkap yg dipublished baik internal perusahaan/kampus/atau media cetak/internet.
    Nah, menurut saya nih.. Infotainment, news, masih terlalu pendek untuk ukuran seseorang di sebut pakar jika tidak ada written report yg lengkap. TV news, infotainment, dan sejenisnya hanya bisa dipakai untuk menjelaskan “abstraknya” saja.. dan itupun mungkin masih terlalu panjang untuk durasi visual news.
    Makanya.. pakar HARUS bikin report or jurnal yg lengkap, baru itu proses pembelajaran masyarakat yg benar dan effektif.

  35. 35
    doa
    berkomentar pada jam 11:54 am
    tanggal 15 April 2008

    setuju dengan mas erri tuh. musti ada hasil konkrit dulu dari org yg dibilang pakar, bukan yg hanya bisa ngeles doank- hehe…
    ;dh/

  36. 36
    waterbomm
    berkomentar pada jam 1:31 pm
    tanggal 15 April 2008

    wah wah… keknya bener2 akan terjadi PAPG nih =))
    ayo mas… semangat!!
    Pakar IT KMRT Riyogarta :-? :-? cuco abis bo’

    waterbomm’s last blog post..Kampanye “Stop atuh Global Warming”

  37. 37
    away
    berkomentar pada jam 4:20 pm
    tanggal 15 April 2008

    gak mau ah kalo aku disebut pakar
    loh, lagian emang ada yg nyebut aku pakar?
    hehe
    ge-er aja
    :d

    away’s last blog post..Perpanjang KTP

  38. 38
    Fandy
    berkomentar pada jam 6:24 pm
    tanggal 15 April 2008

    Gwe bisa jadi pakar juga dong.. Temen wartawan ada banyak,kebetulan gwe juga orang media.. Tinggal nunggu kasus trus kasih dikit analisa.. jadi deh pakar :dancing:
    Salut buat Riyo. Smoga masih banyak orang pinter yang rendah diri.. Yang paling penting “tau diri” ;;)

    Fandy’s last blog post..UU ITE udah disahkan…

  39. 39
    h45m1
    berkomentar pada jam 9:55 am
    tanggal 17 April 2008

    Memang sgt susah menanggung beban sbg seorang pakar, penilaian itu seharusnya didapat dr masy banyak dan harus diakui oleh lembaga yg berwenang utk itu. Kalo seorang pakar, cuma bisa mengucapkan kata2 yg sama disetiap bicaranya, apa itu juga masih bisa disebut pakar???? Spt…yaaach…anda tau lah….

    h45m1′s last blog post..Rasa Yang Tertinggal

  40. 40
    nia
    berkomentar pada jam 1:49 am
    tanggal 18 April 2008

    pada dasarnya..orang itu kan harus mengenal diri sendiri. Kalo tidak mengenal siapa dirinya..pasti akan mudah membohongi diri sendiri. Ya seperti bukan pakar bilang diri sendiri pakar. Bukan penemu pertama lagu nasional tapi bilang penemunya..

  41. 41
    Edwin Hendra Kusuma
    berkomentar pada jam 6:06 pm
    tanggal 18 April 2008

    I can understand that kind of attitude, though I oppose it wholeheartedly. Back in my college days, I remember that every paper we made should quote at least one expert’s opinion on the concerned matter. Without the quote, no matter how good, how logical, and how interesting your paper was, the lecturer wouldn’t consider it a valid paper.

    The same thing might apply to the reports of our reporter. They need to quote an expert, so when they can’t find one they will think that it’s easier to invent one. Thus Roy :O) Suryo… Story of our nation, Boss! :d

  42. 42
    Danel
    berkomentar pada jam 7:52 pm
    tanggal 23 April 2008

    Manusia ga ada yang sempurna, walaupun orang tersebut pantas disebut pakar bisa saja ada yang tidak diketahuinya…
    Saya juga mau dong disebut pakar

  43. 43
    ame268
    berkomentar pada jam 5:42 pm
    tanggal 7 May 2008

    Ayo kita lebih semangat lagi bikin hal-hal yang lebih manfaat buat negeri ini. Mudah-mudahan para pakar bisa kerja sama dengan pengamat untuk ngajari para murid-murid ini, tidak malah debat trous, jadi binun ntar murid2 ini.. piss ^:)^

  44. 44
    Arif Diamanta
    berkomentar pada jam 12:21 pm
    tanggal 25 June 2009

    Wartawan meminta izin anda ditulis sebagai pakar, mungkin saja mereka ingin pembaca tulisan mereka merasa yakin dengan anda sebagai nara sumber.
    Yg membuat mas RS makin tenar sebagai “pakar” adalah kebanyakan pers dan sebagian besar masyarakat awam yang menelan mentah2 tiap perkataan RS tanpa check n re-check ke sumber yang lain. =)

  45. 45
    Pakar WVDIAL
    berkomentar pada jam 10:22 am
    tanggal 27 January 2010

    karena terlalu sering konek internet pakai dialup di terminal/konsol Linux, saya menyebut diri saya sendiri “Pakar Wvdial”, tapi khusus untuk komputer saya sendiri, bukan komputer orang lain, hehehe…

  46. 46
    ujang
    berkomentar pada jam 5:35 pm
    tanggal 13 February 2010

    jadi seorang pakar itu ada susah dan senengnya juga loh.
    btw kalou gitu aja bisa dibilang pakar, gimana kalau bisa bikin umat ini rukun yah.
    kira-kira saya dah jadi pakar lom yah.
    komentarin donk. http://www.kuncicahaya.blogspot.com
    thank atas komentarnya yah

  47. 47
    Obat untuk penyakit maag kronis
    berkomentar pada jam 8:56 am
    tanggal 31 October 2013

    Sebuah gelar pakar,tidak sembarang orang bisa memilikinya,sehingga jadikanlah gelar pakar,motivasi untuk lebih baik.


Isi Komentar


  • *