Kemudahan Mendapatkan Gelar Pakar
Dikirim: April 12th, 2008 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Diary | 46 Komentar »Sebenarnya sudah sejak senin malam saya ingin menuliskan hal ini. Namun karena satu dan lain hal akhirnya saya putuskan untuk menundanya. Saya berkesempatan untuk menghadiri undangan acara pertemuan Blogger dan Hacker di Depkominfo Senin malam. Setelah acara selesai, saya di wawancarai oleh salah satu stasiun TV Swasta untuk dimintai pendapat mengenai hasil pertemuan tersebut.
Seperti biasa, setelah wawancara selesai, saya ditanya nama dan nomor yang bisa dihubungi. Namun saya agak terkejut ketika si pewawancara meminta persetujuan untuk menyebut diri saya sebagai Pakar IT. “Pak, saya sebut Bapak sebagai pakar IT saja ya untuk disiarkan besok pagi”
Kontan saja saya langsung bilang bahwa saya tidak mau disebut sebagai Pakar IT. Sebut saja saya blogger. Namun si pewawancara kelihatannya kurang setuju. Akhirnya dia menawarkan untuk menggunakan pengamat IT saja. “Ah, kalau itu boleh mbak, silakan saja. Tetapi tolong ya Mbak jangan sebut saya sebagai Pakar IT. Malu saya Mbak”, jawab saya dengan perasaan masih heran.
Apakah hal seperti ini umum dilakukan di kalangan wartawan? Jika memang iya, wajar saja akhirnya Indonesia memiliki seorang Pakar seperti Roy Suryo, karena gelar Pakar sedemikian mudah didapat. Mudah-mudahan apa yang saya alami tidak dilakukan oleh semua wartawan, dan saya yakin bahwa wartawan saat ini akan lebih hati-hati untuk memberikan gelar pakar kepada siapa pun.
berkomentar pada jam 8:32 pm
tanggal 12 April 2008
Hehehe, memang berat kalo disebut pakar. Salah ngomong sedikit, pasti dihujat sana-sini.
Yahya Kurniawan’s last blog post..Blogger adalah Blogger
berkomentar pada jam 8:45 pm
tanggal 12 April 2008
Kayaknya memang semua ini gak lepas kaitannya dgn wartawan2 kita. Mereka ingin supaya sang narasumber diberi titel yg tinggi supaya mendongkrak value berita itu sendiri. Kita gak boleh nuduh mereka semua begitu, tapi kenyataannya, contoh di infotainment, mereka suka melebih2kan (baca: mem-pelintir) kata2 sang nara sumber supaya beritanya lebih “panas”.
Boyke Bader’s last blog post..Perkenalan Dengan Internet #5 (Indonet ISP pertama Indonesia)
berkomentar pada jam 9:04 pm
tanggal 12 April 2008
berkomentar pada jam 9:06 pm
tanggal 12 April 2008
hmm….berani ngomong didepan khalayak umum sambil mempresentasikan sesuatu yang barling…pasti jadi pakar..
he..he…
Okta Sihotang’s last blog post..Actually, life is struggle !!!
berkomentar pada jam 9:10 pm
tanggal 12 April 2008
ya makanya itu kali si Roy Suryo bisa dengan gampangnya dapet gelar pakar….yang penting kan akses ke wartawan.
Jed’s last blog post..Wah Tulisan Gue Ada di LintasBerita.Com
berkomentar pada jam 9:18 pm
tanggal 12 April 2008
@Yahya Kurniawan, @TEGUH WAHYUDI
Sebenarnya bukan masalah berat atau tidaknya, tetapi layak tidaknya seseorang bisa disebut seorang pakar.Dan saya belum merasa layak disebut sebagai pakar IT.
@Jed
Ya mungkin saja. Mudah-mudahan mereka para wartawan juga bisa mengambi hikmah dari kejadian seorang Roy Suryo. Mudah-mudahan.
berkomentar pada jam 10:01 pm
tanggal 12 April 2008
tapi saya salut mas, anda memberikan contoh yang baik. Walaupun tau banyak, tapi masih rendah hati. Dan emang “TAU DIRI”, karena emang bukan pakar.
Harusnya ini dicontoh oleh orang2 yang d wawancara oleh media.
Kita harus inget d atas langit masih ada langit.
berkomentar pada jam 10:03 pm
tanggal 12 April 2008
kurang TM tuh
Pakar ™
berkomentar pada jam 10:09 pm
tanggal 12 April 2008
klo gak pakar, omongannya gak dianggap berita
so dipaksain jadi pakar
berkomentar pada jam 10:45 pm
tanggal 12 April 2008
Ntar gw mo bikin software sistem pakar dah …, akuisisi pengetahuannya dari Bang Roy ..
fR3dDy’s last blog post..Nulis Buku … (^-^)?
berkomentar pada jam 11:21 pm
tanggal 12 April 2008
Mas, ‘pakar’ itu kependekan dari “PAndai BerkelaKAR” ya?
Zulkarnaen Arsi’s last blog post..Hak Asasi Manusia dan Kesetaraan Gender
berkomentar pada jam 11:28 pm
tanggal 12 April 2008
Ya lebih aneh nya orangnya kok gak merasa beban ya di berikan julukan yang sebenarnya bukan untuk dirinya
landy’s last blog post..“ Itsar, Kasih Sayang Dan Pengorbanan Sahabat “
berkomentar pada jam 11:37 pm
tanggal 12 April 2008
yess.. yg penting ridu udah ketemu sama pakar IT yg dimaksud itu dan udah foto2 (bukan pakar telematika yah..0
ridu’s last blog post..Sisi Lain Dialog Terbuka
berkomentar pada jam 1:13 am
tanggal 13 April 2008
wah…edan cara kuli disket ini…pantes aja…
hiii..ati2 ah…
berkomentar pada jam 1:26 am
tanggal 13 April 2008
beda ya kalo yang tau diri mah.. walaupun pakar tetep aja gak mau dibilang pakar
jimmy’s last blog post..Zlio, Buka Toko Online Dengan Sangat Mudah
berkomentar pada jam 1:40 am
tanggal 13 April 2008
Wah, undang wartawan ahhh….
Donny Reza’s last blog post..Rafling With Anak Jalanan
berkomentar pada jam 1:43 am
tanggal 13 April 2008
ntar Mas Riyo jadi sibuk ngurus foto-foto porno lagi
kan kerjaan “pakar” gitu
rd Limosin’s last blog post..One Step Forward
berkomentar pada jam 4:17 am
tanggal 13 April 2008
kalo ane sih setuju kata Pakar itu pantas untuk kang ONNO yang merakyat. always bela rakyat untuk mengenal IT.
Dengan ide ide memperkenalkan, Voip rakyatnya, RT/RW netnya. atau juga anten kaleng nya
berkomentar pada jam 5:39 am
tanggal 13 April 2008
Ya soalnya wartawan butuh narasumber yg berbobot. Pembaca gak akan percaya kalo yg disebut blogger, soalnya banyak yg blom tau apa itu blogger. Ya wajar aja lah kalo itu.
>-
Btw, tapi kalo diterima bisa hebat juga tuh. Ntar bisa nyaingi Roy Suryo :D
hehehe..
biar ada penyeimbangnya lah. Terima aja mas
Sama seperti perusahaan, kalo misalnya telkom monopoli, gak bakalan maju2 telekomunikasi Indonesia. Karena itu butuh pesaing juga.
Rosyidi’s last blog post..Ketika Wartawan Salah Kutip
berkomentar pada jam 6:24 am
tanggal 13 April 2008
wah bener mas, saya juga paling ogah disebut pakar, palagi pakarnya pakar cinta
.
Btw, senang eksistensi Blogger smakin dipandang, meskipun musti bertahap dan perlu dedikasi yg lebih banyak lagi… ^_^
apa kabar nih mas?
mitra w’s last blog post..Sensasi Terbang
berkomentar pada jam 6:48 am
tanggal 13 April 2008
Salut buat keputusannya..
Lagian dengan menolak berarti menghindari perseteruan yang lebih besar dengan U know Who. Yah seklian ngasi contoh buat dia bahwa ga gampang menyandang suatu gelar, kaya’ “pakar” n “KRMT”.
berkomentar pada jam 8:17 am
tanggal 13 April 2008
Sedih emang, tapi itulah kenyataannya Yo.. Sudah bagus si wartawan berusaha mengkonfirmasi titel atau designation anda, meskipun kok dia yang ngatur apa sebutannya hehehe. Yang lebih parah, ada yang tidak lagi konfirmasi dan main pasang. Disinilah saya yakin muncul istilah Pakar IT, Presiden Blogger dlsb.
Herannya,kenapa nolak pake istilah blogger ya? Padahal itu juga titel hehe
JaF’s last blog post..Memperkenalkan: Unduh Radio
berkomentar pada jam 8:28 am
tanggal 13 April 2008
wartawan yg aneh…..
apa memang kerjaan wartawan seperti itu ya?memberi gelar seenaknya kepada orang yg diwawancarai? (no offence)
just keep being blogger !!!
yusdi’s last blog post..Mencari Judul Atau Topik?
berkomentar pada jam 9:17 am
tanggal 13 April 2008
Tak ada rotan, pakar punjabi
berkomentar pada jam 9:20 am
tanggal 13 April 2008
Apa yang mendasari wartawan itu menyebut “pakar IT” ya…???
Jangan2 mereka melakukan itu setiap kali wawancara…!!!!
Tapi ngak apa-apa lah, karena ITU ADALAH SEBUAH PILIHAN™
:D :D :D
berkomentar pada jam 9:21 am
tanggal 13 April 2008
kapan tampil mas di tv? stasiun apa ? apa stasiun sctv yg beberapa hari yg lalu ??
cempluk’s last blog post..Cempluk kopdar bareng Nidjiholic
berkomentar pada jam 9:37 am
tanggal 13 April 2008
MEMANG gelar dn title seseorang hrs lah sesuai dengan yg di sandangnya krn semua akan berakibat baik dn buruknya seseorang.
gitu ya mas, ?
ochim’s last blog post..Antara Hasil dan Upaya
berkomentar pada jam 10:30 am
tanggal 13 April 2008
jadi ternyata gelar pakar tuh mudah didapat yaah…
hmmm…
*memikirkan gelar apa yang cocok buat diri sendiri*
SALUT buat mas riyo… ato pak riyo…
hehe..
jadi pengen bimbingan sama bapak niyh,,, :D
Amrul’s last blog post..20th Century Boys Live Action
berkomentar pada jam 12:01 pm
tanggal 13 April 2008
satu kata buat mas riyo: SALUT
sukses terus ya…
Wassalam.
berkomentar pada jam 8:24 pm
tanggal 13 April 2008
Ahh… mas Riyogarta ini lo… PAKAR kan sama artinya dengan PAndai berkelaKAR <:-P
Kemungkinan yang mudah menyebutkan kata PAKAR pada seseorang itu bukan wartawan IT
berkomentar pada jam 8:13 am
tanggal 14 April 2008
gampang kan…?
besok mao ambil gelar itu ah…
dmana yah? mall ambasador ada gak?
berkomentar pada jam 2:08 pm
tanggal 14 April 2008
oya sebenernya roy tu pakar dalam bidang apa sih??
ivn’s last blog post..Gosip jalanan yang bukan gosip
berkomentar pada jam 7:00 pm
tanggal 14 April 2008
memang menjadi pakar gampang. cukup berbicara ini itu anu saja anda bisa di bilang pakar ini itu anu (saya tidak membicarakan si ‘pakar’ IT tandem dialog anda kemarin). pengalaman pribadi saya, asal kita memoles dengan sedikit pengetahuan anda bisa jadi pakar kok.
ramadhani’s last blog post..dialog terbuka antara Riyogarta dengan Roy Suryo
berkomentar pada jam 2:34 am
tanggal 15 April 2008
Sedikit share nih, memang tidak ada “undang2x” untuk menentukan seseorang itu pakar atau bukan, tapi tidak terlalu sulit untuk sedikit membuat kategori jika seseorang bisa disebut pakar. Misalnya, berpengalaman/ bekerja dibidangnya lebih dari 5 tahun / 10 tahun (atau berapapun), atau hasil2x karya/produknya yg berhasil di terima masyarakat/komunitas. Kalo dari kalangan kampus/peneliti, kepakaran bisa diukur dari jumlah jurnal/report/research. DAN, kesemuanya harus ada report tertulis secara lengkap yg dipublished baik internal perusahaan/kampus/atau media cetak/internet.
Nah, menurut saya nih.. Infotainment, news, masih terlalu pendek untuk ukuran seseorang di sebut pakar jika tidak ada written report yg lengkap. TV news, infotainment, dan sejenisnya hanya bisa dipakai untuk menjelaskan “abstraknya” saja.. dan itupun mungkin masih terlalu panjang untuk durasi visual news.
Makanya.. pakar HARUS bikin report or jurnal yg lengkap, baru itu proses pembelajaran masyarakat yg benar dan effektif.
berkomentar pada jam 11:54 am
tanggal 15 April 2008
setuju dengan mas erri tuh. musti ada hasil konkrit dulu dari org yg dibilang pakar, bukan yg hanya bisa ngeles doank- hehe…
;dh/
berkomentar pada jam 1:31 pm
tanggal 15 April 2008
wah wah… keknya bener2 akan terjadi PAPG nih
cuco abis bo’
ayo mas… semangat!!
Pakar IT KMRT Riyogarta
waterbomm’s last blog post..Kampanye “Stop atuh Global Warming”
berkomentar pada jam 4:20 pm
tanggal 15 April 2008
gak mau ah kalo aku disebut pakar
loh, lagian emang ada yg nyebut aku pakar?
hehe
ge-er aja
away’s last blog post..Perpanjang KTP
berkomentar pada jam 6:24 pm
tanggal 15 April 2008
Gwe bisa jadi pakar juga dong.. Temen wartawan ada banyak,kebetulan gwe juga orang media.. Tinggal nunggu kasus trus kasih dikit analisa.. jadi deh pakar
Salut buat Riyo. Smoga masih banyak orang pinter yang rendah diri.. Yang paling penting “tau diri”
Fandy’s last blog post..UU ITE udah disahkan…
berkomentar pada jam 9:55 am
tanggal 17 April 2008
Memang sgt susah menanggung beban sbg seorang pakar, penilaian itu seharusnya didapat dr masy banyak dan harus diakui oleh lembaga yg berwenang utk itu. Kalo seorang pakar, cuma bisa mengucapkan kata2 yg sama disetiap bicaranya, apa itu juga masih bisa disebut pakar???? Spt…yaaach…anda tau lah….
h45m1′s last blog post..Rasa Yang Tertinggal
berkomentar pada jam 1:49 am
tanggal 18 April 2008
pada dasarnya..orang itu kan harus mengenal diri sendiri. Kalo tidak mengenal siapa dirinya..pasti akan mudah membohongi diri sendiri. Ya seperti bukan pakar bilang diri sendiri pakar. Bukan penemu pertama lagu nasional tapi bilang penemunya..
berkomentar pada jam 6:06 pm
tanggal 18 April 2008
I can understand that kind of attitude, though I oppose it wholeheartedly. Back in my college days, I remember that every paper we made should quote at least one expert’s opinion on the concerned matter. Without the quote, no matter how good, how logical, and how interesting your paper was, the lecturer wouldn’t consider it a valid paper.
The same thing might apply to the reports of our reporter. They need to quote an expert, so when they can’t find one they will think that it’s easier to invent one. Thus Roy
Suryo… Story of our nation, Boss!
berkomentar pada jam 7:52 pm
tanggal 23 April 2008
Manusia ga ada yang sempurna, walaupun orang tersebut pantas disebut pakar bisa saja ada yang tidak diketahuinya…
Saya juga mau dong disebut pakar
berkomentar pada jam 5:42 pm
tanggal 7 May 2008
Ayo kita lebih semangat lagi bikin hal-hal yang lebih manfaat buat negeri ini. Mudah-mudahan para pakar bisa kerja sama dengan pengamat untuk ngajari para murid-murid ini, tidak malah debat trous, jadi binun ntar murid2 ini.. piss
berkomentar pada jam 12:21 pm
tanggal 25 June 2009
Wartawan meminta izin anda ditulis sebagai pakar, mungkin saja mereka ingin pembaca tulisan mereka merasa yakin dengan anda sebagai nara sumber.
Yg membuat mas RS makin tenar sebagai “pakar” adalah kebanyakan pers dan sebagian besar masyarakat awam yang menelan mentah2 tiap perkataan RS tanpa check n re-check ke sumber yang lain. =)
berkomentar pada jam 10:22 am
tanggal 27 January 2010
karena terlalu sering konek internet pakai dialup di terminal/konsol Linux, saya menyebut diri saya sendiri “Pakar Wvdial”, tapi khusus untuk komputer saya sendiri, bukan komputer orang lain, hehehe…
berkomentar pada jam 5:35 pm
tanggal 13 February 2010
jadi seorang pakar itu ada susah dan senengnya juga loh.
btw kalou gitu aja bisa dibilang pakar, gimana kalau bisa bikin umat ini rukun yah.
kira-kira saya dah jadi pakar lom yah.
komentarin donk. http://www.kuncicahaya.blogspot.com
thank atas komentarnya yah