Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia akan memiliki warna kulit yang sama, agama yang hanya satu, tidak ada yang namanya negara, suku bangsa dan tidak ada perbedaan. Artinya Sang Khalik memang menghendaki adanya perbedaan. Perbedaan adalah hakekat penciptaan. Perbedaan itu indah.
Dikirim: April 29th, 2008 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Diary | 33 Komentar »
Setelah 5 bulan Bedeng.com online sebagai layanan blog tanpa biaya, saya sebagai pemilik merasa senang dan bangga karena ternyata layanan ini disambut baik oleh para blogger di tanah air. Namun ada beberapa hal yang perlu menjadi catatan. Berikut catatan sekaligus review dari layanan blog tanpa biaya tersebut:
Baca Selengkapnya »
Dikirim: April 28th, 2008 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Bingungsiana | 56 Komentar »
Beberapa kali saya mengalami dimana tulisan saya pada blog ini di kopas (copy & paste) tanpa ijin. Tapi saya maklumi apalagi jika pada kopas tersebut disertakan link sumbernya. Namun malam menjelang dini hari ini saya sangat heran ketika menemukan ada manusia yang melakukan kopas seperti ini
Baca Selengkapnya »
Dikirim: April 25th, 2008 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Ubuntu | 41 Komentar »
Tanggal 24 April kemarin saya melakukan ugrade Ubuntu 7.10 pada notebook menjadi 8.04 LTS. Proses upgrade ternyata mudah, yakni dengan hanya memanfaatkan fasilitas Update Manager yang berada di menu System Administration. Klik Upgrade dan tunggu hingga selesaiĀ tanpa ada proses yang membuat dahi berkerut
Pokoknya tinggal tunggu jadi
Oh ya, bagi pengguna yang masih menggunakan Ubuntu 6.10 LTS, bisa langsung melakukan upgrade.
Baca Selengkapnya »
Dikirim: April 22nd, 2008 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Diary | 35 Komentar »
Bedeng.com di BBC London? Bedeng.com layanan blog tanpa biaya yang saya buat sejak Desember 2007 memang terdengar dalam siaran radio BBC London yang disiarkan juga oleh Radio Elshinta hari Selasa jam 05.45 WIB.
Ini bermula dari mas Rane yang memberikan nomor HP saya kepada temannya sesama penyiar radio. Lalu Jumat sore minggu lalu (tanggal 18 April 2008) saya dihubungi oleh mas Susilo yang ternyata hendak mewawancarai saya mengenai layanan Bedeng.com. Maka terjadilah wawancara jarak jauh tersebut.
Pertanyaan yang paling awal adalah pertanyaan mengenai tujuan saya membuat layanan Bedeng.com ditengah banyaknya layanan-layanan sejenis. Saya menjawab bahwa hal ini semua bermula dari eksperimen yang ada akhirnya menjadi menyenangkan jika bisa dibagi-bagi kepada orang lain. Jadi bagi saya tidak ada masalah jika ada yang mau menggunakan atau tidak ada yang mau menggunakan. Semua saya kerjakan tulus hanya ingin berbagi.
Baca Selengkapnya »
Dikirim: April 21st, 2008 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Bingungsiana | 39 Komentar »
Ini tanggapan saya atas sikap seorang pemimpin yang marah ketika pidatonya tidak didengar oleh seorang audiens karena tertidur. Dalam point-point dibawah ini, saya mengadaikan jika saya menjadi seorang pemimpin dan mengalami hal tersebut.
- Kenapa harus marah? Mungkin saya sebagai orang yang berpidato tidak bisa menyampaikan topik pembicaraan yang menarik, atau mungkin pidato saya membosankan sehingga menimbulkan rasa kantuk bagi yang mendengar. Mungkin seharusnya saya menyelingi pidato saya tersebut dengan sesuatu yang segar, seperti humor ringan yang membuat suasana menjadi lebih fresh.
- Kenapa harus marah? Jika tenyata saya juga tidak pernah mendengar apa yang dikatakan audiens kepada saya dalam bentuk masukan maupun kritik. Bisa jadi hal ini merupakan balasan yang mereka lakukan tanpa disadari. Atau jangan-jangan ini adalah karma bagi saya yang sering tidak mau mendengar atau memperhatikan keinginan audiens.
- Kenapa harus marah? Karena bisa jadi seseorang yang tertidur itu dalam keadaan sakit. Maka saya akan mendatanginya, turun dari podium dan berjalan mendekati orang yang tertidur itu. Saya akan tanya langsung, “Pak, apakah Anda sakit?”
Hahaha, coba Anda bayangkan jika orang yang tertidur itu adalah Anda. Dan coba bayangkan apa yang akan ditulis wartawan yang meliput acara tersebut. Berita dari kejadian ini akan menimbulkan efek yang jauh lebih bagus.
- Kenapa harus marah? Karena bisa jadi saya mulai kehilangan pesona yang membuat saya terpilih dulu. Mungkin ini saatnya saya untuk melakukan introspeksi meraih kembali pesona yang pernah saya miliki.
- Kenapa harus marah? Kalau toh kemarahan saya sebenarnya muncul karena saya merasa diabaikan? Kecuali jika marah karena benar-benar tidak suka melihat wakil rakyat yang tidur saat bertugas seperti halnya yang sering kita lihat di televisi.
Jadi kenapa harus marah?
Link terkait: Presiden Marah
Dikirim: April 20th, 2008 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Buku, Diary | 35 Komentar »
Pffff
akhirnya (mudah-mudahan) blog ini bisa lolos dari ancaman pembredelan. Pembredelan yang hampir terjadi bukan akibat posting yang melanggar UU-ITE, tetapi akibat Undangan Dialog Terbuka yang saya prakarsai melalui posting dalam blog ini. Akibat kegiatan tersebut berikut posting-posting terkait lainnya, saya mendapat Surat Teguran dari pemilik hosting. Memang tidak ada nada ancaman, namun berdasarkan pengalaman beberapa pengguna lain, jika hal ini terus berlanjut maka pembredelan sangat mungkin terjadi.

Baca Selengkapnya »
Dikirim: April 19th, 2008 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Ubuntu | 49 Komentar »
Sebenarnya saya sudah berkenalan dengan OS berbasis Linux sejak tahun 96. Ketika itu saya memilih distro Red Hat sebagai distro linux yang saat itu –setahu saya– paling banyak digunakan. Hanya kesulitan muncul ketika saya harus mempelajari berbagai perintah di terminal untuk menyesuaikan OS tersebut dengan kebutuhan yang saya perlukan. Lalu saya berpaling ke Mandrake, yang saat itu menurut beberapa teman merupakan distro Linux yang paling user friendly. Nyatanya, kesulitan untuk menyesuaikan OS tersebut dengan kebutuhan tetap saya alami, belum lagi ketidakstabilan dari OS tersebut (mmm, mungkin juga akibat ketidaktahuan saya atas karakteristik OS tersebut).
Usaha demi usaha saya lakukan untuk lebih mencintai Linux dibandingkan Windows yang kerap menjebak pengguna dengan berbagai kemudahan dibandingkan kestabilan dan keamanannya. Saya pun mencoba berbagai distro lainnya, Suse yang cukup memikat hati, Lindows (yang akhirnya menjadi Linspire) yang agak mengecewakan, Slackware yang cukup membuat dahi berkerut, Fedora sebagai OS eksperimen dari Red Hat dan sebagainya. Hingga akhirnya diawal tahun 2006 saya mendengar Ubuntu, distro Linux yang diprakarasai oleh dermawan Mark Shuttleworth.
Baca Selengkapnya »
Dikirim: April 17th, 2008 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Diary | 54 Komentar »
Jam sudah menunjukkan pukul 10 kurang 20 menit ketika saya dan istri masuk ke front office Green Radio. Setelah meyakinkan diri dengan bertanya bahwa benar ini adalah tempatnya, maka saya mengisi buku tamu yang disodorkan mbak Front Officer.
Saat mengisi, saya melirik baris diatas tempat saya mengisikan nama, tertulis “Onno W Purbo” dengan kepentingan “Talk show jam 10.00″. Pikir saya ini pasti acara kemarin, tetapi saya tidak menemukan kolom tanggal pada buku tamu tersebut. Dalam hati saya bertanya, apa jangan-jangan beliau mengisi acara yang sama ya? Berarti pembicara satunya adalah kang Onno?
Baca Selengkapnya »
Recent Comments