User Review: WordPress 2.5 RC1
Dikirim: March 25th, 2008 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Wordpress | 21 Komentar »WordPress versi kali ini bener-bener membuat penasaran, meskipun masih RC1 tetapi banyak juga yang tertarik untuk mendownloadnya –termasuk saya
Akhirnya, malam ini saya sempetkan diri untuk mendownload, menginstall dan mencoba-coba beberapa fitur baru yang dibanggakan WordPress. Berikut hasil review WordPress 2.5 RC1 yang dibuat seadanya
Dari sisi tampilan WordPress kali ini memang lebih terlihat elegan meskipun menurut saya pribadi ada yang aneh dengan warna orange disitu
Kelihatannya warna orangenya kurang pas (ah ini kan hanya masalah selera).
Bagi yang mau melihat lebih jelas, silakan untuk mengklik gambar disamping.
Perubahan terjadi pada menu yang terlihat lebih rapi, dashboard yang bisa dikutomisasi dan tentu saja warna yang terlihat elegan. Sayang WordPress kelihatannya belum mau membuat menu dalam bentuk pulldown. Padahal dengan bentuk pulldown menu, pengguna akan lebih leluasa mengunjungi menu-menu yang ada.
TinyMCE 3.0 juga memberikan warna baru bagi pengguna WordPress saat melakukan kegiatan menulis. Pada versi kali ini, ditambahkan bagian khusus yakni Add Media dimana pengguna bisa memasukan secara langsung baik gambar, video, audio atau media lainnya seperti flash. Jadi penggemar You Tube tidak perlu lagi install plugin untuk memasukan link film kedalam postingnya.
Namun patut disayangkan, window-window kecil yang ada disekeliling editor pada versi ini sudah tidak bisa digeser-geser lagi
Window kategori yang diletakkan dibawah juga membuat penulisan kurang praktis karena harus scroll kebawah terlebih dahulu.
Dalam hal ini, penempatan window pendukung editor pada WordPress versi sebelumnya menurut saya jauh lebih baik. Apalagi pada versi sebelumnya pengguna masih diperkenankan untuk menggeser-geser penempatan window tersebut.
Plugin-plugin yang tersedia pun kelihatannya harus ikut menyesuaikan dengan model window yang ada. Perhatikan window smiley di paling bawah, sudah tidak bisa digeser, tidak bisa di collapse pula
Menu-menu yang lain kelihatannya tidak banyak perubahan kecuali pada sisi tampilan. Namun pada bagian plugin disertakan sesuatu yang baru yakni Upgrade Automatically.
Dengan fasiltas upgrade otomatis ini pengguna tidak perlu lagi mendownload upgrade plugin secara manual. Sayang, konfigurasi FTP yang ditawarkan tidak menyertakan save password FTP. Hal ini membuat pengguna harus berulang-ulang kali memasukan password FTP untuk melakukan upgrade. Upgrade pun kurang dirancang menjadi praktis, upgrade tidak bisa dilakukan serentak, harus dilakukan satu demi satu. Proses upgrade juga tidak memanfaatkan teknologi AJAX, tetapi memanggil halaman baru dimana setelah proses upgrade selesai, pengguna yang akan mengupgrade plugin lainnya diharuskan memanggil kembali halaman plugin
Ketidakpraktisan (bahkan bisa dikatakan kemunduran) juga dapat ditemui pada bagian Widget, yang pada versi ini bukan berada pada menu Presentation
melainkan menu Design. Ketidakpraktisan tersebut terjadi karena dihilangkannya fitur drag-n-drop. WordPress 2.5 RC1 lebih memilih menggunakan tombol (link) Add untuk memasukan Widget ke dalam sidebar.
Silakan klik gambar disebelah untuk melihat lebih jelas
Yang lebih membuat saya bingung adalah tombol remove bagi masing-masing widget yang ternyata ada pada masing-masing window edit widget. Permasalahannya, tidak semua Widget memiliki Window edit. Alhasil beberapa widget seperti calender tidak bisa di remove setelah di add
Kalau Anda perhatikan pada gambar, ada error dibagian bawah. Ini terjadi karena widget-widget bawaan WordPress versi sebelumnya yang ternyata tidak kompatible dan menyebabkan error.
WordPress 2.5 RC1 menawarkan fitur dimana sebuah blog bisa memiliki sidebar widget lebih dari satu. Hal ini mengharuskan perubahan tidak hanya di sisi plugin widget-nya, tetapi juga pada theme yang dipergunakan.
Kesimpulan
Terlalu dini mengatakan bahwa WordPress 2.5 akan menjadi versi WordPress yang lebih baik dari versi sebelumnya. Kecuali dalam beberapa hari ini WordPress dapat melakukan beberapa perubahan dan perbaikan dari hal-hal yang diantaranya telah disebutkan diatas. Jika hal hal tersebut tidak dilakukan, maka pengguna rasanya hanya bisa merasakan perubahan signifikan pada bagian tampilan yang lebih cantik. Padahal yang lebih banyak dilihat orang adalah theme-nya, bukan halaman Admin-nya
Performance yang dijanjikan lebih baik pun tidak terlalu terlihat, bahkan masih tetap kalah dibandingkan WordPress 2.3.3 yang menggunakan WP-Super-Cache
Artinya, WordPress 2.5 RC1 tidak mau belajar dari beberapa plugin yang membuat script ini melenggang lebih baik seperti WP-Super-Cache.
Disamping itu, beberapa perubahan WordPress pada versi 2.5 kelihatannya tidak menjamin kompatibiltas plugin dan theme yang sudah dipergunakan. Mungkin ada baiknya untuk menunggu WordPress versi 2.5.x atau bahkan 2.6 untuk mengharapkan kestabilan.
Saya malah berharap munculnya pecahan kelompok pengembang WordPress seperti halnya Mambo dan Joomla. Sejarah membuktikan bahwa hal seperti ini bisa memberikan percepatan dalam pengembangan sebuah software opensource menuju yang lebih baik.
berkomentar pada jam 5:45 am
tanggal 25 March 2008
ooh gitu toh.. tapi untuk blog ini masih pake yg 2.3.3 atau udah 2.5?
Posting terakhir di blognya ridu Multiple Page
berkomentar pada jam 7:19 am
tanggal 25 March 2008
pertama kali make wp 2.5 RC1 pikiran saya langsung teringat google analitycs, wah wah wah,, cuman yang baru ini bagus banget
berkomentar pada jam 8:13 am
tanggal 25 March 2008
Bukannya selama ini juga gak usah pake plugin mas? Saya sering masukin video youtube ke postingan wordpress langsung copas dari kode untuk “embed” yang disediakan sama youtube nya..
btw setelah baca review mas riyogarta ini jadi masih males pindah ke WP 2.5
Posting terakhir di blognya jimmy MyLot, Cari Duit Sambil Berdiskusi dan Cari Teman
berkomentar pada jam 9:18 am
tanggal 25 March 2008
anu mas, bkn-nya wordpress jg open source?
Posting terakhir di blognya toim Inspirasi Sesama Blogger
berkomentar pada jam 9:47 am
tanggal 25 March 2008
sangad berguna reviw-nya.. jadi masih mikir2 untuk nyoba versi rc-nya.. hehehe
Posting terakhir di blognya gempur Berkabung
berkomentar pada jam 10:44 am
tanggal 25 March 2008
gue panasin deh biar ikut-ikutan apgrade
WordPress 25 Simple Design But More Powerful
Posting terakhir di blognya annmolly Bukan Siapa….
berkomentar pada jam 11:11 am
tanggal 25 March 2008
gak sabar. Yang jelas ak bakal nunggu stable-nya ah
Posting terakhir di blognya rd Limosin Laporan Funtastic STMIK-MDP Laptop Fair 2008
berkomentar pada jam 11:25 am
tanggal 25 March 2008
hmm
itu langsung install onlen?
kemarin saya install juga, tp di lokalhos
hihiihih
mo posting sudah ada yg ngeduluin
itu print skrinnya pake apa? skringrab?
Posting terakhir di blognya Luthfi Live Report : Gw Seminar
berkomentar pada jam 11:38 am
tanggal 25 March 2008
Makasih mas, kapan-kapan mau nyoba.
Posting terakhir di blognya Edi Psw Prihatin Calon Generasi Muda Sekarang
berkomentar pada jam 2:46 pm
tanggal 25 March 2008
@ridu
Masih pakai yang 2.3.3. Kayaknya masih pikir 2x untuk upgrade ke 2.5 meskipun sudah keluar full versionnya tanggal 28 besok.
@quelopi
Maksudnya? Kok saya bingung ya
@jimmy
Eh … begitu ya? hehehe, maklum gak pernah masukin you tube di blog ini.
@toim
Betul
** aya gak bilang wordpress bukan opensource kan?**
@gempur
Iya, pikir2 dulu deh apalagi kalau plugin yang sudah dipergunakan banyak dan sudah ketergantungan dengan plugin tersebut.
@rd Limosin
Yang udah-udah sih seperti yang saya bilang, stablenya di versi 2.5.x atau bahkan 2.6 …
@Luthfi
Kamu gak bilang sih kalau mau posting, kalau bilang saya mengalah
Capture pakai snagit.
@Edi Psw
Coba ajah … tapi ati2 dengan plugin2 dan theme yang sudah digunakan.
berkomentar pada jam 3:20 pm
tanggal 25 March 2008
kalo nunggu yang udah stable gimana? boleh ga?
tapi mayan buat nyoba2 dilocalhost..
Posting terakhir di blognya waterbomm Liburan, ulang tahun sama mabok sate
berkomentar pada jam 4:16 pm
tanggal 25 March 2008
Dihilangkannya drag en drop menurutku soalnya biar lebih user friendly. Jujur aja, pertama kali aku mau mengplikasikan wiget bingung cara ngeaddnya. Baru tau setelah diskusi ama tetanggaku, kalo ternyata didrag en drop. Jadi drag en drop cocok buat pro, sedangkan add biasa lebih cocok buat pemula, dan WP tampaknya lebih mengedepankan pemula.
Bertahap donk. Bikin script buat itu kan gak gampang. Kalo aku pribadi gak akan mengaplikasikan upgrade Automatically. Soalnya hampir semua plugin aku edit satu persatu sebelum aku upload. Untuk memperkecil ukuran plugin.
Sejauh ini wp25 lumayan OK. Kecuali widgetnya itu, aku juga kecewa soalnya udah terlanjur seneng ama widget lama. Bahkan sidebarku pun bisa drag en drop.
Kalo toh themenya harus ganti
Wah gak upgrade dulu deh. Ntar tunggu liburan aja. Kalo ngedit theme makan waktu lama banget
Kalo gitu mas riyo aja yang memecahkan diri. Kan mas riyo pinter php. Aku usul nama aja deh. RiWord. Keren kan. Singkatan Riyogarta WordPress. Atau bisa juga menjadi reward. Atau bisa juga diartikan RI (Republik Indonesia) WordPress. Ato gak usah pake press, cukup word doank.
Posting terakhir di blognya Rosyidi Kekuatan Cinta
berkomentar pada jam 4:33 pm
tanggal 25 March 2008
@waterbomm
Mudah-mudahan saja langsung stable **meski gak yakin**, toh ini kan masih vesi RC1
@Rosyidi
Kan Drag-nDrop-nya gak perlu dihilangkan, cukup menambah link Add-nya saja untuk masalah yang Rosyidi bilang. Belum lagi masalah dimana widget tidak bisa di remove.
Masalah theme kelihatannya harus ada sedikit perubahan agar kompatibel meskipun kalau dipaksakan kelihatannya juga tidak apa sih. Saya coba theme blog ini tidak masalah, hanya tidak yakin bisa memanfaatkan fitur yang sudah disiapkan WordPress di versi ini seperti jumlah sidebar widget yang bisa lebih dari satu, gravatar yang sudah include dsb.
Usul terakhir … hahaha … aya aya wae
berkomentar pada jam 7:57 am
tanggal 26 March 2008
Lom sempet nyobain nih…
Posting terakhir di blognya Anggie Jobs n Gates
berkomentar pada jam 2:30 pm
tanggal 26 March 2008
Saya kebetulan ikutan nyoba juga dari awal maret ini… iya sih, dari beberapa hal emang mengalami ‘kemunduran’ terutama masalah widget…

tapi kalo untuk pemilihan theme, sampe saat ini karena sy ngoleksi theme ratusan, belom ada masalah.
Paling ada sedikit masalah dengan plugin, ada beberapa yang saya temui nggak compatible, terutama yang berhubungan dengan admin interface. Untungnya salah satu plugin favorit yang saya gunakan (admin dropdown menu) langsung ada updatetannya yang untuk WP2.5.
Oh iya, ada masalah saat saya bermain dengan permalinks… pas nyoba untuk gonta-ganti model permalink justru postingan saya malah nggak bisa diakses…
Posting terakhir di blognya Ardee’est Things In My Life [Nu Song…] Save My Soul
berkomentar pada jam 6:18 pm
tanggal 30 March 2008
Ternyata final release-nya lebih baik dari versi RC1 meskipun beberapa tetap tidak berubah. So? Saya sudah update
Riyogarta’s last blog post..Surat Terbuka: Ajakan Dialog Terbuka Dengan Sdr. Roy Suryo
berkomentar pada jam 9:34 am
tanggal 3 April 2008
gue masih pake yang lama aj, masih nunggu yang lebih baek aja.
toh banyak plugin yang belum kompetibel toh???
go blog
dinopermana’s last blog post..Proyeksi Bank Dunia di Bawah APBN-P (Rabu, 2 April 2008)
berkomentar pada jam 11:37 am
tanggal 12 June 2008
hemmm….. bner juga tuh
berkomentar pada jam 4:58 pm
tanggal 19 June 2008
Thanks for the wordpress 2.5 review, thanks God there’s google translate to translate this page. Quite informative =)
berkomentar pada jam 3:59 pm
tanggal 22 October 2008
I have entered as accident but this site so funny
berkomentar pada jam 2:48 am
tanggal 20 May 2009
Tapi dibalik semua kekurangan2 itu ada satu yang penting, yaitu gratis.. hehe