Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia akan memiliki warna kulit yang sama, agama yang hanya satu, tidak ada yang namanya negara, suku bangsa dan tidak ada perbedaan. Artinya Sang Khalik memang menghendaki adanya perbedaan. Perbedaan adalah hakekat penciptaan. Perbedaan itu indah.

Samsuri

Dikirim: October 8th, 2007 | Oleh: | Kategori: Diary | 20 Komentar »

Samsuri, kelahiran Solo tahun 1974 adalah supir langka yang percaya atau tidak masih bisa ditemui di ibukota Jakarta, kota besar yang sudah sangat jauh dari kepolosan dan kejujuran untuk mendapatkan rejeki. Ceritanya bermula dari kebutuhan seorang supir untuk mengantarkan saya pergi ke kantor, ke klien serta ke tempat-tempat lainnya. Atas rekomendasi dari teman, Samsuri saya pekerjakan sebagai supir pribadi sejak akhir Agustus 2007.

“Maaf Mas, kalau saya bekerja jadi supirnya mas Riyo, saya boleh Jumatan atau nggak?”, itulah yang dikatakannya saat pertama saya putuskan untuk menerimanya.

“Ya pasti boleh dong, masak kerja tidak boleh Jumatan,” jawab saya sambil tersenyum.

“Oh ya, kalau begitu saya mau. Tapi kalau saya tidak boleh Jumatan saya mending bilang dari awal saja kalau saya tidak mau terima pekerjaannya Mas,” katanya dengan wajah berseri. Ah, rupanya masih ada manusia yang ingat akan hal ini. Lanjutnya, “Soalnya banyak Mas yang nyuruh supir tetap bekerja saat waktunya shalat Jumat.”

“Oh ya. Gak lha, saya juga shalat Jumat Sam. Tidak hanya shalat Jumat, tapi kalau sudah tiba waktunya shalat 5 waktu ya lebih baik shalat dulu baru jalan. Harus begitu Sam, supaya rejekinya berkah.”

Begitulah awal mula kami berkenalan dan esok paginya Samsuri mulai bertugas, pagi datang, membersihkan mobil dan mengantarkan saya dan istri ke kemana pun tanpa mengeluh –padahal saya sering pulang lewat malam.

Beberapa hari kemudian Samsuri tahu bahwa saya sedang belajar mengemudi dan diluar dugaan, dia justru sangat mendukung saya untuk terus belajar. Ini tidak lazim, dia bahkan tidak berpikir bahwa kalau saya bisa menyetir maka dia tidak dibutuhkan lagi dengan kata lain dia akan kehilangan penghasilan dia sebagai supir. Tidak hanya sampai disini, Samsuri dengan ikhlas mengajarkan saya mengemudi mobil. Jadi, sesekali saya yang menyetir dan dia duduk disebelah sambil mengajari berbagai hal.

Dari sesekali, akhirnya menjadi sering. Suatu hari bahkan dia dengan sengaja tidak memasukan mobil kedalam car port, “Mas, mobilnya gak saya masukin biar mas Riyo nanti malam belajar ya Mas,” katanya sambil senyum.

Hari terus berganti, tidak terasa akhirnya saya bisa menyetir dengan lancar hingga kemarin Samsuri mengantarkan saya untuk membuat SIM. Ketika tiba dirumah, terjadilah percakapan yang membuat saya kagum dengannya.

“Mas, sekarang mas Riyo kan sudah bisa nyetir lancar. Terus sekarang sudah punya SIM lagi. Jadi saya sudah nggak dibutuhkan lagi Mas,” katanya dengan senyum polos yang khas.

“Lho, ya gak begitu Sam. Kamu tetep supir saya sampai akhir bulan Oktober. Lalu saya juga berniat mengangkat kamu jadi supir kantor per November, gimana?”

“Wah Mas, lha wong sebenarnya mas Riyo kan sudah bisa nyetir, ngapain harus pakai supir Mas. Kerja saya sudah selesai Mas hari ini, saya seneng lho Mas lihat mas Riyo bisa nyetir mobil lancar. Lagi pula, hari Selasa depan saya sudah pulang kampung Mas, kangen sama anak dan istri dan pulangnya mungkin lebih lama dari libur kantornya mas Riyo.”

“Oh, ya gak apa-apa Sam. Santai ajah, pokoknya kasih tahu saja setibanya di Jakarta terus kamu kerja seperti biasa.”

“Wah ya nggak begitu Mas. Lha wong saya gak bekerja kok digaji. Oh ya Mas, lagian saya kelihatannya nggak bisa kerja di kantor mas Riyo. Sama istri nggak boleh. Lha saya ini kerja rejekinya buat anak ama istri Mas, jadi kalau sama istri saya nggak boleh nanti malah rejekinya nggak berkah Mas,” katanya dengan tetep senyum. “Saya bukannya nggak betah kerja sama mas Riyo, saya malah seneng Mas. Hanya yaitu Mas, saya nggak bisa kalau harus kerja menetap, tidak enak sama yang punya rumah dimana saya tinggal Mas. Semenjak kerja saya jadi sering bolos ngaji malam, jadi saya mending narik ojek kayak kemarin saja Mas. Maaf lho Mas, sekali lagi bukannya saya tidak betah.”

Apa yang ada dibenak saya adalah kekaguman yang luar biasa. Masih ada manusia seperti dia yang tidak terlalu mengambil pusing dengan kebutuhan akan uang. Bahkan berani menolak tawaran sebagai supir tetap di kantor hanya karena istrinya yang tidak mau dia pulang per 6 bulan (selama ini dia pulang 2 bulan sekali). Wow, luar biasa!

“Tapi begini Mas, kalau nanti suatu hari mas Riyo capek, butuh supir ya silakan telepon saya saja. Insya Allah saya bisa kapan saja.”

Oke-oke, kalau sudah begini saya sudah tidak bisa memaksa lagi, saya hanya bilang, “Ya kalau kamu maunya begitu ya silakan Sam, saya juga tidak mau melarang. Tapi kalau kamu berubah pikiran silakan lho, saya tetep mau terima kamu sebagai supir di kantor.”

Akhirnya kami bersalaman, dia bilang maaf kalau ada yang salah selama ini, saya pun mengatakan hal yang sama. Besok Senin dia akan bekerja untuk terakhir kalinya sebagai supir pribadi, tetapi kelihatannya saya malah akan memberikan dia bonus untuk tidak bekerja tetapi tetap digaji :)

Terimakasih ya Sam atas pelajaran mengendarai mobil yang telah saya terima, juga terimakasih untuk mengingatkan saya bahwa bekerja mencari uang itu bukan segalanya, tetapi mencari ketenangan hati adalah segalanya. Mmmm, ini mungkin salah satu hikmah Ramadhan bagi saya dan istri.


20 komentar untuk “Samsuri”

  1. 1
    Resta
    berkomentar pada jam 5:05 am
    tanggal 8 October 2007

    Subhanallah… kayak di sinetron euy.. hebat tuh pak Samsuri… salut :)
    postingan yang banyak hikmahnya hehehe

  2. 2
    Luthfi
    berkomentar pada jam 7:56 am
    tanggal 8 October 2007

    :)

  3. 3
    KaiToU
    berkomentar pada jam 8:32 am
    tanggal 8 October 2007

    Wew… asik amat…
    BTW, Om Riyo kan dah bisa nyetir…
    Gimana klo jadi supirna Kai ajah…
    Tetep boleh solad jumat, koq… ;)) xixixi…

    *Salam ya bwt Om Samsuri… diajak ngeblog ajah… :P*
    http://samsuri.bedeng.com/

    hehueheuhehehe… :P

  4. 4
    ayahshiva
    berkomentar pada jam 9:42 am
    tanggal 8 October 2007

    hari gini masih ada orang yang seperti itu, wah beruntung sekali mas riyo bisa kenal sama orang seperti itu

  5. 5
    imam
    berkomentar pada jam 2:37 pm
    tanggal 9 October 2007

    wehh.. subhannallah..
    bener” langka, mungkin ada, tapi berbanding jauh.. bisa jadi buat pelajaran tuh.. :((:((:((:((
    thx tuh mas sam juga agh, atas kisah hidupnya yang udah di publish ma mas riyo :d
    *semangat*

  6. 6
    aLe
    berkomentar pada jam 3:36 pm
    tanggal 9 October 2007

    jadi inget sodara aLe yg namanya samsuri juga :D
    tp samsuri ku gak se-hebat samsuri ini :P

    smg mas sam bs menjadi contoh bagi kita semua [-o< aMin.,

  7. 7
    Agam
    berkomentar pada jam 6:16 am
    tanggal 10 October 2007

    Hebat juga tuh orang, bener2 suami yang berbakti kepada keluarganya.
    Banyak hikmah yang bisa kita ambil dari sini.

  8. 8
    miftah
    berkomentar pada jam 7:44 am
    tanggal 12 October 2007

    good story… membuat sy jd lebih optimis menghadapi hidup…. terimakasih atas tulisannya…

  9. 9
    pututik
    berkomentar pada jam 7:31 pm
    tanggal 19 October 2007

    :x Salut dan semoga keluarga pak samsuri mendapatkan berkah dari Alloh SWT. Dan pak riyo mendapatkan supir baru yang lebih baik, minimal seperti beliau pak samsuri.

  10. 10
    ummi
    berkomentar pada jam 8:17 am
    tanggal 22 October 2007

    saluuuuuuutt bwt pak samsuri…!!!!

  11. 11
    mufti
    berkomentar pada jam 10:27 am
    tanggal 28 October 2007

    Teladan yang baik, luar biasa. Di jakarta lagi. Tapi, nama bapakku samsuri je. :o :D

  12. 12
    oon
    berkomentar pada jam 11:53 am
    tanggal 29 October 2007

    :(( terharu mbacanya om….secara disini drivers malah pada bossy…padahal…

  13. 13
    JaF
    berkomentar pada jam 12:04 am
    tanggal 7 November 2007

    cemburu berat sama keikhalasan hidup mas samsuri.. :) hebat!!

  14. 14
    ghinan
    berkomentar pada jam 12:08 pm
    tanggal 7 August 2009

    good good saya salut sama orang seperti pak samsuri urusan agama lebih utama daripada urusan dunia, semoga hari ini adik sahabat baik saya yang meninggal kamis 6 juni 09 jam 16.30 namanya sama dengan pak sam menjadi orang baik dan amal ibadahnya diterima disisi ALLAH SWT, amin.

  15. 15
    Adit
    berkomentar pada jam 3:50 pm
    tanggal 22 September 2010

    Bnr2 salut gw ma om.

  16. 16
    max
    berkomentar pada jam 2:00 am
    tanggal 19 November 2014

    .

    tnx.

  17. 17
    Lewis
    berkomentar pada jam 9:15 pm
    tanggal 19 November 2014

    .

    ñïàñèáî!

  18. 18
    Bobby
    berkomentar pada jam 8:07 pm
    tanggal 20 November 2014

    .

    thanks for information!

  19. 19
    dana
    berkomentar pada jam 3:42 am
    tanggal 27 November 2014

    .

    ñïñ çà èíôó.

  20. 20
    Mitchell
    berkomentar pada jam 12:09 pm
    tanggal 27 November 2014

    .

    thanks.


Isi Komentar