Sony DSC-W80
Dikirim: August 20th, 2007 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Diary, Teknoblogia | 21 Komentar »Sudah cukup lama saya dan istri berhenti dari hobi kami di bidang fotografi, ini terjadi karena beberapa hal diantaranya adalah masalah waktu, biaya dan gadget yang kami miliki. Kesibukan kami masing-masing membuat kegiatan hunting yang dulu sering kami lakukan menjadi kegiatan nomor kesekian dari kegiatan-kegiatan yang harus kami lakukan, apalagi semenjak musibah yang membuat kedua tangan saya patah
Sudah itu, krisis keuangan yang kami hadapi dari mulai pertengahan tahun kemarin alhamdulillah baru bisa dibenahi meskipun belum 100% benah, tapi ya sudah lumayan
Terakhir adalah rusaknya gadget yang kami miliki untuk menjalani hobi tersebut
Kemarin akhirnya kami memutuskan untuk membeli gadget baru untuk kepentingan hobi tersebut. Tentu saja, kali ini kriteria gadget (baca:kamera digital) yang hendak kami beli memiliki kriteria yang agak berbeda dengan sebelumnya, pertama karena keterbatasan dana dan kedua karena fungsinya yang sudah agak lain. Berikut kriteria yang kami inginkan:
- Kecil dan mudah dibawa
- Mumpuni untuk kegiatan fotografi yang lebih bersifat snapshoot.
- Hemat daya dan kami dengan terpaksa melupakan niat kami yang selalu ingin memiliki kamera digital dengan sumber daya bateri AA. Karena kalau yang jenis ini tidak mungkin kecil.
Berhubung kami memiliki CF yang cukup banyak, maka kami mencari kamera digital yang storage-nya bertipe CF. Berhubung kamera digital saat ini sudah jarang yang menggunakan CF, maka kami memutuskan untuk membeli kamera digital dengan storage apa saja yang penting terjangkau.- Sudah tentu, kualitas fotonya bagus meskipun harus dibayar mahal dengan melirik manufaktur lensa dan pendukung.
- Kaya akan fitur kecuali setting manual yang menjadi fitur opsional saat kami memilih kamera digital untuk kebutuhan kami tersebut.
- Kemudahan untuk digunakan (ini berhubungan dengan kriteria nomor 2).
- Modelnya yang enak dililhat (ya pasti enak dilihat versi kami dong)
- Terakhir, harganya yang terjangkau oleh kami
Setelah browsing kesana dan kemari untuk membaca berbagai review, maka ada 2 pilihan yang sudah kami putuskan untuk dibeli yaitu Casio Exilim seri Z dan Sony DSC seri W. Setelah kami lihat secara live, maka kami akhirnya memutuskan untuk membeli Sony DSC-W80. Kenapa?
- Bentuk fisik yang relatif kecil, mudah dibawa sehingga bisa menjadi teman kami kemanapun kami pergi tanpa harus repot untuk memikirkan bagaimana kami membawanya.
- Dengan berbagai fitur yang ada, kamera ini sangat cocok untuk kegiatan snapshoot. Kami tidak perlu lagi memikirkan berapa difragma yang cocok, berapa rana yang tepat, ISO berapa yang seharusnya dipergunakan (dengan konsekuensi timbulnya noise tentunya) dan berbagai hal lain seperti fokus, flash dsb. Pokoknya tinggal jepret dan hasilnya relatif memiliki kualitas yang bagus minimum untuk dokumentasi.
Ah, untuk ini ternyata Sony memiliki beberapa teknologi yang memungkinkan dengan hasil diatas ekspektasi saya:- Super Steady Shoot, jadi jangan kuatir blur akibat goyang saat memotret. Jadi kamera ini mampu menghasilkan foto yang tidak blur kalau fotografernya belum makan dan tangannya gemeteran
- Face Detection Technology, yang ini agak membuat saya kagum, bagaimana bisa teknologi ini membedakan wajah manusia dengan objek lainnya. Karena si kamera mampu membedakan objek wajah dan bukan, maka jangan kuatir jika hendak melakukan pemotretan pada sesi foto keluarga. Fitur ini akan membuat semua wajah menjadi pas dalam hal fokus, exposure dan white balance. Mmm, sayang belum bisa membedakan objek foto yang fotogenic atau tidak
- Double Anti Blur Technology, yang ini adalah teknologi yang mengurangi hasil foto yang blur akibat objek yang kita foto bergerak. Dulu saya selalu mengajarkan kepada siswa-siswi saya pada kuliah fotografi untuk berlatih membuat foto yang tidak blur dengan objek anak kecil dibawah 3 tahun. Ah, kalau pakai ini jadi tidak masalah dong …
- 7.2 Megapixel, jadi hasil foto bisa dicetak sampai dengan ukuran kertas A3. Sudah lebih dari cukup bagi saya.
- Full HD 108, ini adalah teknologi dimana hasil foto yang berada dalam memory bisa ditampilkan slideshow di layar TV dengan berbagai efek dengan latar belakang musik. Lumayan, kalau pertemuan keluarga hasil foto bisa langsung dipertontonkan
- ISO dari 50 sampai dengan 3500, wow … mungkin tidak terlalu berguna karena semakin tinggi ISO maka semakin banyak noise yang terjadi. Tetapi sangat berguna untuk tujuan snapshoot pada kondisi low light karena tidak membutuhkan flash
- BIONZ, ini adalah image processing engine yang mulanya hanya dicangkokkan pada kamera-kamera Sony DSLR prosumer. Dengan adanya processor ini, maka kegiatan mengedit foto seperti memberikan efek, kroping dsb bisa langsung kita lakukan di kamera tersebut. Ahhh, curang banget nih hehehe
- Super Steady Shoot, jadi jangan kuatir blur akibat goyang saat memotret. Jadi kamera ini mampu menghasilkan foto yang tidak blur kalau fotografernya belum makan dan tangannya gemeteran
- Berdasarkan review yang saya baca, Sony DSC-w80 sangat hemat dalam penggunaan daya. Jadi (katanya), kamera ini mampu melakukan jepretan lebih dari 300 kali sebelum batery-nya habis.
- Memory –seperti produk keluaran Sony yang lain– menggunakan MS Duo/Pro Duo. Saya pikir masih semahal dulu, ternyata sekarang harganya sudah hampir sama dengan memory jenis lainnya. Jadi, tidak masalah meskipun agak mikir dengan beberapa CF yang saya miliki …. diapain ya
- Dengan lensa Carl-Zeiss dan teknologi Sony, rasanya saya harus yakin bahwa kualitas yang dihasilkan adalah bagus tetapi bukan bagus sekali. Kelihatannya, biar bagaimana pun, kalau mau hasilnya bagus sekali yang harus DSLR
- Fiturnya banyak ….
Saking banyaknya sampe males mau ditulis disini
- Mudah digunakan sampai-sampai saya sangat yakin, siapa pun yang memotret menggunakan kamera ini pasti hasilnya bagus … kecuali dalam hal komposisi tentunya, yang ini mah kudu belajar dan banyak berlatih
- Modelnya … oh pasti, elegan. Kayak barang mahal —emang mahal booo, ini ajah belinya sampe mikir berkali-kali … sampe muter-muter dulu dan berpikir keras … beli … nggak .. beli .. nggak
Soalnya harganya 1,5 kali budget yang disediakan
- Euh .. sebenernya kurang terjangkau, tetapi setelah pikir ini itu ini itu, akhinya beberapa hal kami putuskan untuk ditunda sehingga pos biayanya bisa dialihkan untuk membeli kamera ini

Yah begitulah, namanya hobi kadang kala tidak mengenal kata mahal
Yang penting sekarang kami bisa melakukan hobi fotografi lagi, kami bisa membawa kamera ini kemana pun dengan mudah, melakukan snapshoot (hihihi ini yang saya suka), mengabadikan berbagai moment penting dan kalau perlu bisa membuat film pendek hahaha.
“Sony DSC-W80 … yang awet yah, awas kalau sebentar ajah rusak.”
“Lha, kan ada garansi 2 tahunnya boss.”
Related posts:
berkomentar pada jam 11:47 am
tanggal 20 August 2007
Bye..bye A95
welcome W80
Iya nih harus diwanti-wanti… ” W80 kamu jangan rewel ya…, yang awet biar disayang oleh kami o:-) “
berkomentar pada jam 8:14 am
tanggal 21 August 2007
Kasi tau dong harganya.. Kalo Panasonic yg seri Lumix bagus ga ? *gak kuku kalo mo beli sony*
berkomentar pada jam 10:56 am
tanggal 21 August 2007
Yang jelas lebih mahalan dari Lumix yang saya incar juga itu
berkomentar pada jam 11:51 am
tanggal 21 August 2007
Wedew, kok salah sih nulisnya, maksudnya …. Lumix-nya yang lebih mahal dari Sony yang saya beli itu.
”
Harusnya ditulis begini:
“Yang jelas, tidak lebih lebih mahal dari Lumix yang saya incar itu
berkomentar pada jam 2:10 pm
tanggal 21 August 2007
wah udah lama banget pengen punya digital camera, tapi sampe sekarang belum kesampean
berkomentar pada jam 2:36 pm
tanggal 21 August 2007
Insya Allah nanti kesampean kok, aku doa’in
berkomentar pada jam 2:54 pm
tanggal 21 August 2007
iya, aku gak akan rewel kok :D
*kpn2 bisa buat foto semua kru warungkopi neh
berkomentar pada jam 4:03 pm
tanggal 21 August 2007
pengen fotografi, cuma blom ad kamera. Jadi kadang pake kamera hape
berkomentar pada jam 8:43 am
tanggal 22 August 2007
Waaaa coba kenal dari dulu ma mas riyogarta…bisa disewa untuk foto nikahan kalo gitu
….hihihihihi j/k lho mas
>-
berkomentar pada jam 8:49 am
tanggal 22 August 2007
Waaaa coba kenal dari dulu yah…bisa disewa untuk foto nikahan kalo gitu
….hihihihihi j/k lho mas
>-
berkomentar pada jam 12:52 pm
tanggal 22 August 2007
Ta.. nyesel deh beli yg kecil2x bagusan nikon D80.. hehehehe…
berkomentar pada jam 7:22 pm
tanggal 24 August 2007
@Ochie
Halah ….
@Erri
Yang gede malah dah bosen hehehe. Sekarang malah inginnya yang rinkes, gampang dibawa-bawah
berkomentar pada jam 12:23 am
tanggal 27 August 2007
sama … wa jg barusan beli W80 :”>
bleh … gambarnya agak fuzzy ya /:)
but overall nice .. ncie .. mayan :”>
berkomentar pada jam 10:28 am
tanggal 27 August 2007
@becco
Itu akibat ISO yang terlalu tinggi. Patok ISO di 100-200 menggunakan mode program.
berkomentar pada jam 12:51 am
tanggal 30 August 2007
harusnya coba pertimbangkan Samsung Digimax S850
btw hasil fotonya upload ke flickr dong
berkomentar pada jam 12:52 am
tanggal 30 August 2007
harusnya coba pertimbangkan Samsung S850. btw hasil fotonya upload ke flickr dong
berkomentar pada jam 1:16 am
tanggal 30 August 2007
@basibanget
Bintang sama 4, tetapi nilai 4 bintang Sony DSC-w80 didapat dari 9 suara, sementara Samsung S850 hanya dri 4 suara hehee.
S850 memang 8MP (selisih 0.8MP dengan DSC-w80), tetapi fiturnya jauh lebih banyak dan bagus DSC-w80 –ini menurut saya lho
berkomentar pada jam 3:27 pm
tanggal 31 August 2007
tapi brand itu perlu :D … klo Sony ma Samsung, wa lebih milih Sony :-\\”
berkomentar pada jam 11:53 am
tanggal 12 October 2007
aku lagi berniat mau beli kamdig ini..
mudah2an yg kecewa:):):)
berkomentar pada jam 11:54 am
tanggal 12 October 2007
aku lagi berniat mau beli kamdig ini..
mudah2an gak kecewa:):):)
berkomentar pada jam 10:55 pm
tanggal 17 October 2007
Sony DSC-W80… OK bgt deh pokoknya saya udah pake 2 blnan… hasilnya ok bgt tuk ukuran 7.2Mpx… Saking banyak fiturnya jadinya harus bener Expert tuk tuk setting agar maxi pakenya… hehe… Performance/Price nya Ok Bgt.. Best Product W/ Value Pricing… hehehe…