Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia akan memiliki warna kulit yang sama, agama yang hanya satu, tidak ada yang namanya negara, suku bangsa dan tidak ada perbedaan. Artinya Sang Khalik memang menghendaki adanya perbedaan. Perbedaan adalah hakekat penciptaan. Perbedaan itu indah.

Pondok Indah XXI

Dikirim: March 18th, 2007 | Oleh: | Kategori: Diary | 14 Komentar »

Malam minggu kemarin saya dan istri pergi menjajal “Pay One For Two” dari kartu kredit BCA. Dengan fasilitas ini, pemegang kartu kredit BCA mendapatkan satu tiket gratis setiap pembelian 1 buah tiket bioskop. Jadi hitung-hitung mendapat korting HTM sebesar 50%, lumayan banget apalagi bagi kami yang hobinya memang nonton :)

Setelah memantapkan pilihan menonton film dengan judul 300, maka kami pun berdiri mengikuti antrian yang sudah tercipta semenjak kami memasuki area Pondok Indah XXI. Sepuluh menit kemudian tiba giliran kami untuk melakukan transaksi, setelah pilih posisi bangku dan saya keluarkan kartu kredit BCA saya, mbak Penjaga loket bilang bahwa saya salah loket. Bah! :-/ Katanya, loket ini khusus untuk pembelian tiket menggunakan uang tunai. Kontan saya pun komplain, karena menurut saya tidak ada info atau tulisan mengenai hal ini dalam jalur antrian. Hal tersebut diakui oleh mbak Penjaga loket tetapi tetap saja dengan gayanya yang tidak menyenangkan dia menyuruh saya untuk antri di loket ujung #-o.

Akhirnya saya pun tidak mau berpanjang lebar, meskipun kesal, saya kembali mengantri di loket yang ditunjuk oleh mbak Penjaga tadi. Setelah mengantri sekitar 10 menit, akhirnya tiba giliran kami untuk membeli tiket. Seperti biasa, kami pun hendak memilih lokasi tempat duduk dengan sebelumnya menanyakan mengenai nasib tiket yang telah kami pesan pada jalur antrian uang tunai. Betapa dongkolnya kami ketika mendengar mbak Penjaga yang ini juga mengatakan –lagi-lagi dengan gaya yang tidak menyenangkan– bahwa kami salah memilih jalur antrian ~X(, karena yang kami pesan tadi adalah tiket bioskop XXI, sementara kami antri di jalur 21. Bah x( Keterlaluan pikir saya!

Saya akhirnya menyampaikan komplain kepada penjaga keamanan. Dengan nada kesal saya sampaikan bahwa saya akan melakukan antri yang ke-3 kalinya akibat tidak adanya informasi yang jelas atas jalur antrian mana yang harus saya pilih. Dia pun menjelaskan bahwa jalur antrian yang seharusnya saya ikuti adalah jalur yang ternyata berada tepat disebelah jalur antrian khusus uang tunai. Brengsek! Padahal mbak Penjaga jalur uang tunai tadi menyuruh kami antri di jalur ujung. Saya katakan dengan nada menyuruh untuk memasang keterangan dalam setiap lajur, dia bilang ada sembari kemudian dia bingung juga untuk membuktikan omongan dia kepada kami :-l :^o

Akhirnya kami pun antri untuk ke-3 kalinya pada jalur yang ditunjuk oleh satpan tersebut. Saat antri kami sempat lihat satpam tersebut sibuk memasang papan kecil bertuliskan “Cash Only”. Tidak sedikit pengunjung yang sudah antri juga sadar bahwa mereka ternyata salah memilih jalur antrian. Payah nih Pondok Indah XXI :))

Akhirnya, setelah antri untuk ke-3 kalinya kami pun mendapatkan tiket masuk dengan harga 50% sesuai dengan apa yang dijanjikan BCA terhadap kartu kreditnya. Thanks buat BCA =d>

Sekedar masukan untuk Pondok Indah XXI dan studio 21 yang lain secara umum. Pelayanan Anda masih jauh dari menyenangkan. Lihat saja penjaga loket dan penjaga pintu masuk yang menurut saya kurang ramah. Jarang senyum bahkan lebih sering bersikap judes. Kalau kami bukan pehobi nonton mungkin kami sudah malas pergi ke 21 atau XXI, tapi berhubung menonton adalah hobi kami, maka gak ada jalan lain kecuali hanya selalu menyayangkan hal ini :-??

Coba lihat pelayanan yang diberikan bank pengeluar kartu kredit yang saya miliki –ini hanya contoh. Mereka selalu tersenyum dan menyapa ramah siapa pun yang tiba di loket. Hal ini sungguh membuat pengunjung yang mungkin sudah capai menunggu antrian menjadi terhibur. Bagi mbak-mbak Penjaga loket dan pintu masuk 21/XXI, apa sih susahnya bersikap seperti itu?


14 komentar untuk “Pondok Indah XXI”

  1. 1
    JiE
    berkomentar pada jam 2:29 pm
    tanggal 18 March 2007

    Hmm.. saya juga pernah salah antrian, tapi karena mbak yg jaga baik akhirnya bersedia melayani pembayaran dgn kartu BCA.

    Err.. menurut saya justru kebalikannya, pegawai bank BCA tidak murah senyum dan judes2 :D

  2. 2
    bebek
    berkomentar pada jam 7:37 pm
    tanggal 21 March 2007

    pengen juga ngerasain pay one for two… cuman… apply bca card selalu olwes gagal… hiks..

  3. 3
    jamsoi
    berkomentar pada jam 8:03 am
    tanggal 22 March 2007

    wah wah wah… gimana nih bos. kok sekarang beralih ke 21. dvd rom nya lagi rusak ya?

  4. 4
    donny
    berkomentar pada jam 10:35 pm
    tanggal 22 March 2007

    Moral cerita :
    Anda akan dapat korting 50% setelah antri 3x, gitu? 8-}
    Btw, 300 katanya seru ya? :D

  5. 5
    Riyogarta
    berkomentar pada jam 8:47 am
    tanggal 23 March 2007

    @jamsoi
    Hehehe, DVD malah sekarang udah jarang nonton. Dari dulu kalau saya kan lebih seneng nonton bioskop. DVD saya beli kalau memang saya gak sempat nonton filmnya semasa diputar di bioskop.

    @donny
    Seru!

  6. 6
    Corat - Coret » Double Date
    berkomentar pada jam 1:44 am
    tanggal 26 March 2007

    […] week, @ Gramedia, PIM1: Me&hubby: “Dan, gue mo nonton 300, bayar 1 dapet 2“ Dani&hubby : “Wow, asyik dong, mau doong“ Me&hubby : “Boleh, […]

  7. 7
    | Nonton: Ayat-ayat Cinta | Corat - Coret
    berkomentar pada jam 4:42 pm
    tanggal 27 February 2008

    […] pada Suprie, salah satu anggota RuangKoPI.com yang memang menanti-nanti AAC diputar. Agar menu Pay 1 For 2 sukses, Suprie pun kami titahkan untuk “merayu” Mr. Bambang yang juga mendambakan […]

  8. 8
    vita
    berkomentar pada jam 9:02 am
    tanggal 11 July 2008

    emang tuh mbak-mbak 21 pada belom makan kali yah cemberut mulu..
    ga dikasih training kali ya sebelum kerja gimana melayani dengan baik, cuma melayani dengan baik kok tidak perlu yang berlebihan juga..
    setuju sama mas riyogartra kalo ga hobi nonton males banget ngeliat muka jutek pegawai 21

  9. 9
    vizi
    berkomentar pada jam 3:55 pm
    tanggal 1 September 2008

    kenapa seh ga mau senyum?!mbak-mbak itu kan harus ngelayanin orang yang baik donk!!ih…sumpah males bgd kalo liat muka bete gitu!udah gitu kita disuruh cepet-cepet milih film seharusnya kan mereka senyum sambil kita itu dipandu eh malah dapet muka jelek!!! =))

  10. 10
    donat uenak
    berkomentar pada jam 4:02 pm
    tanggal 1 September 2008

    fine fine aja tuh….tapi mba2nya harus bisa dipegang2 donk bir hot

  11. 11
    ayu
    berkomentar pada jam 9:33 am
    tanggal 15 May 2009

    :d saya juga seneng nonton…karena saya bayar cash jadi ga pernah da masalah tuh….

  12. 12
    Sebal
    berkomentar pada jam 6:06 pm
    tanggal 28 July 2009

    Iya,saya juga sebel soalnya mbaknya ngocol dan nyolot kadang2.

  13. 13
    yonobae
    berkomentar pada jam 10:48 pm
    tanggal 15 October 2011

    kalo sampe antri 4 kali mungkin diskonnya bisa 75 % ya Mas,,

  14. 14
    Julius
    berkomentar pada jam 11:26 pm
    tanggal 27 November 2014

    .

    áëàãîäàðþ!!


Isi Komentar