Negara Kelima
Dikirim: December 13th, 2006 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Buku | 39 Komentar »
Novel karangan Es Ito ini mungkin satu-satunya novel yang mengangkat cerita mengenai Indonesia dan hubungan dengan legenda Atlantis. Lepas dari percaya atau tidak bahwa Indonesia adalah tempat dimana dahulu benua Atlantis tenggelam, novel ini cukup menarik untuk dibaca meskipun di beberapa bagian terlihat terlalu dipaksakan.
Kalau Anda membaca novel ini, maka Anda akan sepakat bahwa gaya penulisan novel ini benar-benar mirip dengan gaya penulisan Dan Brown. Bab yang pendek-pendek dan cerita yang dipenggal-penggal antar bab yang membuat pembaca penasaran. Didalamnya, Anda bisa membaca sejarah Indonesia yang mungkin belum pernah Anda dengar, khususnya sejarah suku bangsa Minang yang ternyata bukan keturunan Yunan, bangsa yang diyakini merupakan nenek moyang bangsa Indonesia. Tentu saja sebuah sejarah yang bisa menjadi perdebatan dan perlu diteliti kembali kebenarannya oleh para sejarawan.
Sayangnya, ada beberapa hal yang membuat novel ini terasa kurang enak dibaca, seperti penulisan labtop yang seharusnya laptop. Lalu beberapa kata yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia seperti merubah yang seharusnya mengubah. Disamping itu, entah kenapa penulis lebih suka menyebutkan tokoh-tokohnya dengan nama yang lengkap, hal ini membuat novel menjadi berkesan resmi dan kurang enak dibaca.
Bagi Anda yang ingin membaca buku ini, saya sarankan untuk tidak membaca bagian yang saya tulis dalam kotak blockquote ini.
Saya menemukan kesalahan penulis dalam memecahkan kode dalam buku ini (Cetakan I, Oktober 2005), yaitu pada halaman 401, berikut saya kutip kesalahan tersebut.
“Sebenarnya KePaRad melakukan dua jenis aksi yang berbeda pada tanggal 1 September, sehingga susunan tanggal seharusnya, 18, 20, 23, 1, 1, dan 6.”
“Lalu?”
“Cari selisih tiap bilangan dari bawah.”
Eva Duani tidak memerlukan waktu lama untuk menghitung selisih tiap bilangan itu. Dua puluh kurang delapan belas, 23 kurang dua puluh, satu dikurang 23, satu dikurang satu, dan terakhir enam dikurang satu.
“Dua, tiga, sembilan, nol, lima.”Kok bisa yah hasilnya 2,3,9,0,5. Coba dihitung lagi. Seharusnya hasil hitungnya adalah 2,3,-22,0,5. Bagaimana -22 menjadi 9?
![]()
Terlepas dari semua itu, Negara Kelima adalah novel yang cukup unik saat ini. Dan bagi Anda pecinta novel dalam negeri, gak ada salahnya untuk membaca novel ini
Related posts:
berkomentar pada jam 11:38 am
tanggal 14 December 2006
wah alamat aku harus baca nih sama bos besar :P
berkomentar pada jam 4:50 pm
tanggal 14 December 2006
Satu lagi, “omong besar” saya berhasil mempengaruhi tuan Riyo :D
Memang urusan salah ketik, dan kaidah bahasa, bisa dianggap berantakan dalam novel ini. Kalau soal penyebutan nama sih, menurut saya tak terlalu masalah dengan cara pengarang ini. Poin yang menarik dari novel ini alur yang berbelok-belok, cerita yang tergesa-gesa (bikin sesak nafas), lingkungan yang akrab dengan keseharian Indonesia, tentu saja teka-teki tentang sejumlah tokoh dalam novel ini cukup membuat kejutan saat mengetahuinya di akhir-akhir cerita.
berkomentar pada jam 5:04 pm
tanggal 14 December 2006
Hehehe … ayo mau pengaruhi apa lagi, setelah Casino Royale, Negara Kelima .. terus …
Btw, bagaimana dengan kesalahan dalam memecahkan teka-teki tanggal 23/9/05? Ngelamun kali yah penulisnya.
berkomentar pada jam 7:14 pm
tanggal 22 December 2006
Terus terang sejak awal bab saya sudah bisa menduga-duga kalau melvin adalah pelaku utamanya. Karena ketika melvin menemukan mayat anak gadis riyanto, kok wanita pasangannya (maaf, pelacur), ada diruangan itu juga? pertama saya pikir ini kesalahan logika penulis, tapi ternyata itu adalah teka-teki yang ditinggalkan penulis sejak dari awal
Saya setuju dengan saudara riya, bahwa buku ini berkesan resmi, atau banyak menghubung2kan dengan kejadian2 nyata, ga apa2 sih toh cara penulis menghubung2kan itu cukup baik dan menarik, tapi sayang cuma sepotong2, penulis lupa atau “ga sempat” untuk menceritakan lebih banyak, mungkin karena keterbatasan waktu dan biaya, padahal ide yg diangkat bisa dikembangkan dalam bentuk trilogy, sehingga penulis tidak membatasi tulisannya
Contoh, Sejarah PDRI 1948 berkembang dengan gerakan separatis yang dikenal dengan pemberontakan PDRI, ini tidak disinggung2 sedikitpun pada novel, padahal peristiwa dan tokoh pemberontakan ini sangat terkenal dan didukung penuh oleh warga minang saat itu, Tentang peristiwa meletusnya krakatau purba (Krakatoa), Lebih detail menjelaskan tentang Bangsa Punt atau kaum perahu dimana Salon mendapatkan cerita tentang Atlantis
Ketidakcocokan!
Iskandar Zukarnaen adalah leluhur minang (menurut Tambo), tapi kalau diartikan secara langsung agak sulit menerima bahwa beliau adalah Alexander yang agung – walaupun ada kemiripan nama, zulkarnaen berarti yang mempunyai tanduk atau mempunyai kekuasaan sepanjang dua ujung dunia, mungkin gelar “Yang Agung” karena ini.
menurut tambo:
..Mako diturunkanlah pulo malekaik
Nan datang dari langik nan katujuah
Untuak ma agiah namo tanduaktu
Mako dibarilah namonyo Zulkarnain
Aratinyo mampunyoi duo ujuang dunia
Ujuang Masrib jo ujuang Magrib
Untuak rajo dibari namo Iskandar
Namo Zulkarnain dipakai jadi galanyo
singkat cerita, pada bab lanjutan tambo ditulis:
..Mako babarapo lamo pulo sasudah tu
Mako baranak pulolah rajo tigo urang
Laki laki sajo anaknyo katigonyo
Surang banamo Sultan Maharajo alif
Surang banamo Sultan Maharajo Dipang
Surang banamo sultan Maharajo dirajo…
Anak yang ketiga, menurut buku sejarah (yang dijual dimuseum Istana Pagaruyung Batusangkar), bahwa beliau adalah Dapunta Hyang Atau Sultan Maharajo Dirajo. Sementara Raja Iskandar Zulkarnaen adalah Anak dari Nabi Adam yang paling bungsu.
Tambo Dimulai dengan:
Adopun katiko langik takambang
Juo katiko mulai bumi tahampa
Katiko nabi Adam mulai kaditampo
Allah Ta’ala lah sudah manantukan
Anak cucu Adam nan mahuni dunie
Anak Adam nan bungsu manjadi rajo
Bukanlah Alexander yang Agung sesuai sejarah atau, mungkin Tambo tidak bercerita secara harfiah
Saya mendukung penuh buku negara kelima dan bila penulis mencoba mengembangkan menjadi trilogy, seperti tolkien juga setelah sukses terbitin the hobbit, berlanjut dengan sekuel lord of the ring. Tapi saya harap jangan tanggung2, sekalian gambarin ama peta dunianya juga dong
Sukses Es Ito!
berkomentar pada jam 8:20 pm
tanggal 26 December 2006
hmm… aku juga salah ngira ttg perhitungan2 :
“Sebenarnya KePaRad melakukan dua jenis aksi yang berbeda pada tanggal 1 September, sehingga susunan tanggal seharusnya, 18, 20, 23, 1, 1, dan 6.�
“Lalu?�
“Cari selisih tiap bilangan dari bawah.�
Eva Duani tidak memerlukan waktu lama untuk menghitung selisih tiap bilangan itu. Dua puluh kurang delapan belas, 23 kurang dua puluh, satu dikurang 23, satu dikurang satu, dan terakhir enam dikurang satu.
“Dua, tiga, sembilan, nol, lima.�
yang perlu diperhatikan tuh kata ‘bilangan’, harusnya yang diselisihkan tanggalnya (selisih harinya). Jadi: bulan agustus: 20-18, 23-20, nah terus 1 september-23 agustus selisihnya 9 hari… begitu..
aniwei, asyik juga ini novel… ‘menggelitik’ syaraf2 buat berpetualang keliling indonesia *halah*
berkomentar pada jam 5:25 pm
tanggal 31 January 2007
novel negara kelima memang menarik, banyak hal-hal yang tak terduga dimunculkan disini. sebuah rekonstruksi sejarah yang rumit dengan teknik penceritaan yang jelas. saya sendiri tidak menduga jika novel ini akan menghubungkan indonesia dengan nusantara kuno.
secara materi, novel ini semestinya bisa dibuat trilogi atau mungkin malah tetralogi? penulisan yang tergesa-gesa menjadi titik lemah novel ini. tapi bagaimanapun, salut untuk ES ito. sukses selalu.
tolong kirimkan berita jika ES ito buat buku baru.
berkomentar pada jam 3:11 am
tanggal 15 April 2007
untuk seorang novelis Indonesia gw acungin jempol!!!!
rubahlah GENERASI SAMPAH ini, melalui tulisan anda….
chayooooo!!!!!!!
berkomentar pada jam 2:50 pm
tanggal 24 May 2007
Hikmah (grup Mizan) sebentar lg akan menerbitkan novel terbaru ES ITO. klo gak salah dngar judulnya -rahasia meede-. risetnya seputar kebenaran emas VOC yang menjadi alat diplomasi pada saat KMB 1949 di den haag. ada juga cerita ttg terowongan rahasia di jakarta kota hasil sketsa Johannes Rach. tapi ni baru bocoran, sebab gw jadi makin penasaran. karena novel ini mengurai sandi pasukan khusus lewa tato mentawai, penanda waktu nias dan batalyon rahasia Kakehan di pulau Seram.
mungkin harus sabar nunggu ya….
berkomentar pada jam 4:25 pm
tanggal 5 July 2007
aku jadi terpengaruh pingin baca niy. dah agak lama ga baca novel.
berkomentar pada jam 11:01 pm
tanggal 1 August 2007
Beberapa bagian buku negara kelima, benar.
Tambo itu, meragukan.
Lagi pula, ceritera tentang Raja Pagaruyung dan Adityawarman!
SEBENARNYA, ADITYAWARMAN ITU MENGHINBDARI KEKUASAAN MAJAPAHIT, dan setahu kita, Kerajaan di Pagaruyung itu, dalam sejarah Indonesia, rasanya kog nggak pernah di pelajari di sekolah umum, lho? koq ada Raja nya? Dimana dong Pemerintahannya? itulah Minangkabau, kalau menurut saya, MInangkabau itu ethnis. bukan kerajaan. Jadi tolong, bapak2 kita yang lagi punya kepentingan di Sumbar itu, nggak memutar-mutar balik sejarah aja, biar generasi muda nggak jadi bingung terus.Oke?
berkomentar pada jam 11:11 pm
tanggal 1 August 2007
Masalah Iskandar yang agung, hidup 250 tahun SM, Raja Choola adalah Zhuriatnya!
berkomentar pada jam 11:34 am
tanggal 2 August 2007
soal kerajaan Minang itu memang ada, dan memang ada rajanya, jika kita mengunjungi istana pagaruyung di batusangkar, ada kok fotonya, dan musium yg berada di kota padang bernama museum Adityawarman
Yang sekarang saya bingung, jika “Iskandar Dzulkarnaen” adalah orang yang sama dengan yang tersebut di Al Qur’an, maka Alexander bukanlah orang yang “pantas” karena prilakunya dalam sejarah tidaklah begitu bagus (yang konon adalah gay). Mungkin lebih tepat adalah “Cyrus Yang Agung” Raja Persia pertama, yang menguasai dua ujung dunia ( lihat wikipedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Cyrus_Agung )
berkomentar pada jam 12:59 pm
tanggal 3 August 2007
Iskadar Zulkarnain di maksud, benar Cyrus Yang Agung , setelah menaklukkan lembah Industan, mereka terus ke Punyab. Di sini mengadakan kawin beramai-ramai. Para tentera Iskandar yang tidak ikut ke Italia, kembali ke Babillonia melalui Lembah Industan, dan para tentera ini yang sebagaian terdampar di bawa gelombang ke Sumatera. 125 SM.
Iskandar terus ke Italia, setelah lebih dahulu kawin dengan Putri KIda Hindi, kemudian Cicit dari isterinya ini, menjadi Raja Chola, yang menyerang Swriwijaya tahun 1030 M. Bernama Sangsapurba, tiba di bukit Siguntang, Palembang. Kemudian tahun 1046, ia masuk ke Sumatera melalui sungai Indragiri dan Kampar, sampai di Merapi, bergelar Dapunta Hyang. gelar kebesaran dalam Hindu, dan Srimaharaja dalam bahasa melayu.
Ia kawin dengan Indo Jolito, kemudian melahirkan anak Dt.Perpatih Nan Sebatang dan Dt.Katumanggungan, dua tokoh Legendaris di MInangkabau, pendiri dua Keselarasan adat di Minangkabau.
Indo Jolito ini yang di gelari Bundo Kanduang di MInangkabau, sementara Suaminya Sangsapurba, bergeral Dapunta Hyang, mendirikan negeri Sungay Hyang ( sekarang Sungayang ) lalu Bukit GOmbak, kemudian SUngai Emas. dan Lantai Batu, negeri-negeri ini kemudian menjelma menjadi kota Batusangkar yang sekarang menjadi ibulkota Kabupaten Tanah Datar.
Perihal Adityawarman, baru sampai di Pagaruyung tahun 1337 M, karena menghindari kekuasaan Majapahit, ini terbukti dengan terjadinya perang di Sibusuk ketika tentra Majapahit menyerang tahun 1409, dimana ketika itu Adityawarman telah di gantikan anaknya Ananggawarman, ia sendiri bukanlah Raja di MInangkabau, tetapi mengakui dirinya sebagai Srimaharaja Diraja di dengan rakyatnya sebagian dari India, lihat Prasasti BUkit Gombak dan Prasasti Batu Banda Bapahek, di sana di jelaskan.
Dari perang tahun 1409 di Padang sibusuk itulah, lahirnya nama MInangkabau, yakni peperangan Simbolik mengadu kerbau, dan terjadinya nama-nama nagari ; KIliran Jaho, Padang Sibusuk, Sijangek, Simpuruik, dll. Adityawarman sendiri menemui ajalnya, di Biaro.
Yang mengherankan, Adityawarman itu, orang HIndu,setahu saya mayat orang Hindu di kremasi, di bakar. Lho? koq Adityawarman ada kuburannya?)
Jika pun ada Kerajaan MInangkabau, bagaimana struktur Pemerintahannya? sebab yang saya tahu, yang ada di MInangkabau adalah Lembaga Raja Tiga Selo. namun tidak berarti Raja yang Absolut. Struktur pemerintahannya di lengkapi BasaEmpat Balai ( Empat Menteri Besar ) dan Langgam Nan Tujuh (Tujuh Menteri ) dalam keselarasan koto Piliang. INilah Lembaga Adat.
Sedangkan pepatah MInang mengatakan; Di LUhak ber penghulu, di rantau di beri beraja. Jadi di Luhak itu Tidak ada Raja-nya, yang ada Penghulu. Di rantau, diberi Raja-2 kecil. JAdi jangan salah ya?
Tentang foto2 di Istana Pagaruyung, itu adalah foto-foto nenek moyang dan keturunan Raja di Negeri Sembilan, foto eyang Tuanku Jaafar, karena dalam tahun 1875 nenek moyangnya berasal dari MInangkabau, dikirim ke negeri sembilan, dan sampai sekarang masih tetap menjadi seorang raja yang berdaulat.
Untuk lebih lengkapnya, anda bisa menbaca buku INDO JOLITO, bundo Kanduang di Minangkabau, dapatkan di tb.Gramedia Padang atau TB.Angrek, atau pesan melalui travel agency, di sana semua diuraikan. Tks.
berkomentar pada jam 11:56 am
tanggal 6 August 2007
harus diakui sejarah minang kabau memang simpang siur karena kurangnya acuan yang jelas, apalagi dengan sistem “pasan bakaba” (Tambo) yang dari mulut kemulut. Buku Indo Jalito itu sepertinya sangat menarik. Yang saya garis bawahi, kerajaan Minang Kabau memang eksis, ada wilayah dan masyarakatnya, walaupun menganut sistem pemerintahan konfederasi (musyawarah & mufakat), atau bukanlah semata monarki (kerajaan murni), saya rasa inilah sebabnya jarang orang mendengar “Kerajaan” Minang Kabau, karena Raja Alam (gelar tertinggi dalam struktural) bukanlah pemegang kekuasaan otoriter, ia dibantu oleh Raja Adat dan Raja Ibadat, bertiga disebut Rajo Tigo Selo. Dibawah mereka dalam struktural, diduduki oleh “Basa Ampek Balai” (Orang besar/setingkat mentri) dan tuan gadang (Panglima Perang, bukan mentri tapi setingkat). Dari fakta2 ini saya pikir jelaslah bahwa memang pernah ada sistem pemerintahan di minang kabau
berkomentar pada jam 8:43 pm
tanggal 10 August 2007
novel paling menggemparkan tahun ini; rahasia meede, karya E.S. ITO yang akan segera di-launching Hikmah (grup Mizan). Bercerita tentang misteri emas VOC dalam KMB 1949, pembunuhan Gandhi dan Hatta, kota bawah tanah Jakarta, tato kematian dari Mentawai, kode waktu Nias hingga eksotisme Banda dan Papua serta keterlibatan pasukan sandhi yudha Kopassus.
rahasia-meede.blogspot.com
berkomentar pada jam 1:59 pm
tanggal 27 August 2007
ternyata kawan-kawan gak bisa mengikuti alur sejarah kerajaan pagaruyuang.. kerajaan pagaruyuang adalah “rajo dibari” dan tidak berdaulat terhadap ranah minangkabau,. tetapi hanya berdaulat pada rantau jajahan..
sedangkan internal nagari tetap diatur spt dijelaskan uni nelfi..
berkomentar pada jam 12:03 am
tanggal 31 August 2007
Jadi begini;
Pengertian Raja di Minangkabau, bukanlah penguasa Absolut, bukan sebuah monarki.
Tambo Minangkabau itu karya saduran. Dalam menyadurnya, si penyadur tidak mencantumkan karangan sebelumnya, tetapi ia emasukkan pendapatnya sendiri. Setiap negari di Minangkabau, punya Tambo, semuanya mengaku tambo asli. Begitu pula Bundo Kanduangnya, tiap nagari punya Bundo Kanduang, pada hal, bundo kanduang yang sebenarnya adalah Indo Jolito, isteri Sangsapurba, bergelar juga Dapunta Hyang, beliau adalah keturunan Raja Chola dati India, merekalah yang mendirikan beberapa nagari yang sekarang di kenal Kota Batusangkar, pusat Minangkabau zaman dahulu.
Dt.Perpatih Nan Sabatang, dan Katumanggungan, adalah anak Indo Jolito. Indo Jolito ini suaminya dua. Pertama Sangsapurba, kedua Indo Jati alias Cati Bilang Pandai. Bapak Dt.Perpatih nan sabatang. Kedua orang ini adalah dua Tokoh adat Minangkabau yang legendaris.
Itulah sebabnya, Katuamnggungan mengaku keturunan Raja, sedang Perpatih keturunan orang biasa. Ini yang jadi penyebab, lahirnya dua keselarasan adat di Minangkabau, yakni Bodi Chaniago dan Koto Piliang.
Sayangnya, para penghulu sekarang, memenelusuri sejarah setengah=setengah, akibatnya, ya amburadul!
berkomentar pada jam 12:24 pm
tanggal 12 September 2007
berkomentar pada jam 10:52 pm
tanggal 12 September 2007
Malaysia? hm…hm. Negaranya sih, nggak salah. Yang kurang di cintai itu Masyarakatnya lho?.
Saya suka-suka ke Msya. Tapi saya memang lebih cinta negara saya, Indonesia! Kenapa koq, martabat bagsa saya sering di rendahkan di Msya? contohnya; Para pembantu banyak yang di kurung di dalam rumah!………….. ha…..ha……Malaysia sih, ya di cintai juga. Tapi hargai juga kami, masyarakat Indonasia.Adil?
Biar anda tahu, masyarakat Indonesia, sangat hargakan orang Msya datang ke Indon, di elu-elukan, di hormati. Tapi kenapa bangsa saya orang Indonesia, kurang di hargai di Msia?…ha…ha… yang betul bung!
berkomentar pada jam 1:16 pm
tanggal 2 October 2007
Dan ini ulasan novel Rahasia Meede
http://daunsalam.net/umum/rahasiameede.htm
berkomentar pada jam 1:53 pm
tanggal 2 October 2007
@Yan
Busyeeet, udah punya ajah Bapak yg satu ini …
berkomentar pada jam 7:13 pm
tanggal 13 October 2007
pokoke buagusssssssssssssssssssssssssssssssss………………………………………
berkomentar pada jam 3:12 am
tanggal 20 January 2008
Untuk Mbak Nefli, di masa saya SMA dulu dlm buku pelajaran sekolah memang ada Kerajaan Pagaruyung. Yang Dipertuan Agung terakhir menyerahkan kekuasaannya kepada Belanda setelah terdesak oleh kaum Paderi (tapi anehnya sultan ini mendapat gelar pahlawan nasional dari pemerintah RI). Saya heran kalau anda tidak pernah mendengar tentang Kerajaan Pagaruyung.
Minangkabau memang bisa didefinisikan bermacam-macam, walaupun memang lebih tepat dianggap sebagai satuan kaum, kelompok adat. Kerajaan Minangkabau memang bukan hanya Pagaruyung, meskipun hampir dalam sepanjang sejarahnya Pagaruyung mendominasi kerajaan-kerajaan Minangkabau lainnya.
Sebagai kerajaan, Pagarurung lebih eksis di luar wilayah adat Minangkabau. Pantun dan syair di Jambi menggambarkan kebesaran Pagaruyung, begitu juga dongeng-dongeng Mandailing. Tapi mereka tidak pernah menganggap dirinya orang Minangkabau.
Setengah wilayah Riau daratan menggunakan bahasa yang sama dengan orang-orang Minangkabau. Begitu juga penduduk sepanjang pesisir barat pantai Sumatera, bahkan sampai ke Singkil, Tapaktuan dan Meulaboh. Apakah mereka orang Minang? Bukan.
Jadi siapa orang Minang dan darimana asal-usulnya?
Menurut saya, dari segi etnis orang Minang sama saja dengan penduduk/masyarakat lain di Sumatera. Bahwa penguasa dan keluarganya bercampur-baur dengan saudagar atau pembesar dari negeri lain itu bisa saja terjadi, karena memang lazim terjadi di wilayah nusantara mana pun di masa lalu yang memang sangat dipengaruhi oleh kebesaran India dan Cina.
Yang luput dari perhatian orang banyak adalah pengaruh Negara Campa (100-1600) terhadap budaya Minang. Struktur pemerintahan di Minangkabau dengan nagari-nagarinya sangat serupa dengan struktur pemerintahan di Campa. Ini juga sama dengan struktur pemerintahan di Aceh dengan Nanggroe (=Nagari) dan Sagoe (=Luhak) yang pengaruh Campanya juga sangat besar.
Dari segi pengucapan Bahasa Aceh dan Bahasa Minang juga sangat dipengaruhi oleh dialek-daialek Campa (sebagaimana di Sumatera, di Campa juga terdapat banyak dialek). Di semenanjung, daerah yang sangat dipengaruhi Campa adalah Kelantan.
Campa di masa lalu adalah kerajaan besar. Bayangkan beratus tahun berbatasan langsung dengan Kekaisaran Cina, pasti memerlukan kekuatan politik dan militer yang tidak bisa dianggap sebelah mata. Tidak heran kalau mereka mampu mempengaruhi (menciptakan?) dua kerajaan besar di Sumatera.
Jadi menurut saya, kalau mau mempelajari sejarah Minangkabau atau kerajaan lainnya di Sumatera tengoklah ke Campa.
berkomentar pada jam 12:24 pm
tanggal 3 June 2008
PERHATIAN!!
PENTING!!
@yang nulis review
anda menulis:
“Kok bisa yah hasilnya 2,3,9,0,5. Coba dihitung lagi. Seharusnya hasil hitungnya adalah 2,3,-22,0,5. Bagaimana -22 menjadi 9?”
yang dimaksud selisih di sini adalah selisih hari,
dari tanggal 23 Agusutus ke tanggal 1 september jaraknya adalah tepat 9 hari. Jadi penulis tidak salah.
Saya harap anda lebih cerdas dalam membaca novel ini.
thx.
berkomentar pada jam 12:30 pm
tanggal 3 June 2008
PERHATIAN!!!!!
PENTING!!!!!!
@ yang nulis review;
anda menulis:
“Kok bisa yah hasilnya 2,3,9,0,5. Coba dihitung lagi. Seharusnya hasil hitungnya adalah 2,3,-22,0,5. Bagaimana -22 menjadi 9? ”
yang dimaksud selisih di sini adalah selisih hari,
dari tanggal 23 Agustus ke tanggal 1 September jaraknya tepat 9 hari.
Jadi bukan penulis yang salah, tetapi Anda yang kurang cermat.
Saya harap Anda lebih cerdas dalam membaca novel ini, hehe
berkomentar pada jam 10:30 am
tanggal 27 June 2008
[...] novel lokal, saya punya “Rahasia Meede” dan “Negara kelima” karangan E.S Ito. Sedangkan untuk novel terjemahan saya punya “Black Mission” [...]
berkomentar pada jam 6:30 pm
tanggal 12 July 2008
Assalamualaikum…Izinkan saya memberi komentar dan memperjelas gelapnya sejarah pra minangkabau.
Dt.Perpatih Nan Sabatang, dan Katumanggungan, adalah anak Indo Jolito. Indo Jolito ini suaminya dua. Pertama Sangsapurba, kedua Indo Jati alias Cati Bilang Pandai. Bapak Dt.Perpatih nan sabatang. Kedua orang ini menjadi dua Tokoh adat Minangkabau yang legendaris, namun dari mana asal mereka???? suatu pertanyaan yang belum terjawab. disini saya coba menjelaskan.Berdasarkan cerita/tombo adat di Lubuk Jambi (Kuantan-Riau), bahwa kedua tokoh tersebut di lahirkan di daerah Koto Alang (sekarang Padang Candi) yang merupakan pelabuhan/dermaga kerajaan Kandis. Kerajaan Kandis diduga mengalami kejayaan pada abad ke-2 M dan kerajaan kandis inilah kerajaan Melayu tertua di Sumatra. Pusat Kerajaan Kandis terletak di muara dua sungai (Sungai Kandis & Sungai Sako, dan dari muara sungai ini kehilir dinamakan sungai batang antan yang bermuara di sungai Kuantan). Perjalanan Sang Sapurba (Dapunta Hyang) menghulu sungai kuantan (saat itu namanya sungai keruh) akhirnya sampai di Koto Alang dan disambut baik oleh penduduk Koto Alang dan kemudian Sang Sapurba mempengaruhi penduduk Koto Alang untuk memisahkan diri dengan Kerajaan Kandis dan akhirnya Sang Sapurba menikahi indo jalito dan kemudian mendirikan kerajaan koto alang dan dia sendiri yang menjadi raja. Dari pernikahan sang sapurba lahir anaknya bernama Temenggung, dan kemudian indo jalito nikah cati bilang pandai dan lahirlah Patih. Karena Koto Alang telah berkhianat kepada Kerajaan Kandis, akhirnya Kandis menyerang kerajaan Koto Alang yang notabene masih saudaranya sendiri yang tlah dipropokasi oleh Sang Sapurba. Dalam serangan ini Koto Alang di kalahkan oleh Kandis. Sang Sapurba (dapunta Hyang), Indo Jati (Cati bilang pandai), Indo Jalito, Temenggung, Patih, beberapa rombongannya melarikan diri menghulu Sungai Keruh (Kuantan Sekarang) dan akhirnya sampai di merapi, sementara sebagian yang lain lari ke Jambi. Jadi setelah sampai di daerah merapi untuk mengelabui Kandis, Patih berganti nama menjadi Perpatih nan Sabatang, Temenggung berganti nama menjadi Ketemanggungan. Memang dua orang inilah yang mengembangkan adat di Minangkabau. agar jangan sampai bahwa mereka berasal dari Kandis, sejarahpun di manipulasi dengan kata-kata tombo yang tidak masuk akal “dari mano titiak palito, dibaliak telong nan batali, dari mano asal niniak kito, di puncak gunuang merapi”. Karena ketakutan Katumanggungan dan Parpatih nan sabatang kepada Kerajaan Kandis, sampai-sampai bahasa pun di ubah (dalam bentuk pengurangan huruf dari bahasa kandis, seperti kamano diganti menjadi kama, siapo diganti menjadi sia, dan banyak contoh yang lain). Istilah dalam pepatah adat “gunuang merapi sebesar telur itik, singgalang sebesar telur ayam” itu sebenarnya dilihat dari puncak bukit tertinggi (bukit bakar) tidak jauh dari istana kerajaan kandis (Istana Dhamna). Orang-orang Koto Alang yang lari ke arah selatan (Jambi) akhirnya juga membuat kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Jambi (Dharmasraya). Dharmasraya akhirnya kembali menyerang kandis dan dikalahkan, maka lahirlah kerajaan Kuantan yang akhirnya ditaklukkan oleh kerajaan Minangkabau/Pagaruyung. Peninggalan Kerajaan Kandis sebenarnya masih ada di pegang oleh penerus kandis, sementara puing-puing bangunan kandis saat ini sedang dalam penelitian dan pengkajian. Setelah semua data dan fakta sejarah di buktikan nanti baru lah akan diseminarkan, untuk meluruskan sejarah kita. dari sana nanti bisa ditelusuri. Jadi orang kuantan (asli/tulen) bukan dari minangkabau, tetapi sebaliknya…mudah-mudahan tulisan ini dapat memberikan masukan. Terimakasih.
Pebri Mahmud’s last blog post..“Bajaluar di Negeri Maya”
berkomentar pada jam 1:34 pm
tanggal 14 July 2008
ada buku judulnya gunung kelima oleh paulo coelho..
Koko’s last blog post..Write Upside Down
berkomentar pada jam 9:06 am
tanggal 20 October 2008
kesalahan besar gw baca forum ini…. gw baru nyampe bab 25 bacanya, udah ada yang ngasi tau pelaku utamanya… gak seru!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
berkomentar pada jam 1:53 pm
tanggal 14 November 2008
Huh… saya udah baca novel ini. Muatan sejarahnya oke, berbobot, menegangkan… cuma yang bikin nyesek adalah endingnya yang keanya tuh… gimanaaa gitu. Terburu-buru… masa setelah membongkar dari jauh apa sih itu Negara Pertama hingga Negara Kelima, ujung-ujungnya hanya berakhir dengan ending yg seperti itu… keanya endingnya kurang berkelas gimanaa gitu. Padahal kan udah mau ada revolusi gitu kan, tapi di endingnya kenapa malah kaya gitu?! masa ujung-ujungnya Keparad itu cuma jadi alat seorang profesor tua doang??? apaan tuh!
huh, saya saranin lebih baik kalian baca novelnya ES Ito yang satu lagi, deh. Rahasia Meede judulnya. Itu sih menurut saya lebih keren, endingnya juga ga keburu-buru kok..
Sip.
Gomat’s last blog post..GARNET BAND FOREVER!! HAHAHA NAJISS…
berkomentar pada jam 7:56 pm
tanggal 16 November 2008
saya minta infor masi dimn novel ini dijual saya mau beli
dan saya ucapkan terima kasih kalaw ada pemberitauan buat saya
thanks…
berkomentar pada jam 2:27 pm
tanggal 15 December 2008
aku pengen kalo cerita nagara kelima ini dibuat film karena ceritanya seru dan bersejarah, jangan cinta-cintaan melulu yang ditayangkan,sipa tahu film ini bakalan melajit besar separti film-film action barat.hehe < [-O< [-O
berkomentar pada jam 1:02 am
tanggal 16 January 2009
bubarkan indonesia, jemput negara kelima, raih kembali waktu waktu kejayaan. indonesia saat ini hanyalah integrasi pulau.
berkomentar pada jam 3:48 pm
tanggal 23 January 2009
ada bukunya ga
berkomentar pada jam 4:56 pm
tanggal 26 January 2009
bagus banget novelnya…
, jadi bermimpi nih jangan-jangan bener kalo Indonesia itu potongan dari Atlantis..
tapi memang dah bisa ditebak pelaku pembunuhan Lidya itu adalah Melvin, ketauan banget..
tapi buat ES.Ito novelnya so far so good..uppss.salah keren banget
berkomentar pada jam 3:50 pm
tanggal 6 May 2009
mengenai raja minang kabau anda salah bahwa sang sapurba adalah dapunta hyang dari cola yang benar dapunta hyang raja sriwijaya pertama sedangkan sang sapurba adalah raja terakhir dari kerajaan sriwijaya kalau kalau kasih tahu jangan ngawur lihat dulu sejarah baru komentar
berkomentar pada jam 4:00 pm
tanggal 12 June 2009
memang mencengangkan detail dari alur negara ke-5, saya sepakat dengan temen2, detailnya mmng kya novelnya DanBrown, tp gue lg nyari novel slanjutnya ni dri ES ITO Rahasia Meede,tntu aj yg gratisan alias (EEbook) mgkn prend2 ada yg punya gt….maklm pengen pinter tp kantong kempis…….
berkomentar pada jam 2:03 pm
tanggal 3 March 2010
Menurut saya penulis bisa disebut juga Dan Brown Indonesian.
Penulis sangat apik dlam memadukan sejarah yang asli dengan sejarah yang “mungkin” fiktif.
Sehingga jika kita tidak biasa dengan sejarah atau kurang memahami sejarah mungkin bisa saja gak akan bisa membedakan apakah sejarah yang tertulis di buku itu nyata atau tidak….
Menunggu untuk buku ketiga ni…
berkomentar pada jam 4:37 pm
tanggal 19 May 2010
anda tidak tahu mengenai sejarah menurut sejarah datanglah Atung bungsu dia merupakan putra mahkota kerajaan Rao dari india pada tahun 175 m beliau merupakan anak keturunan dari Alexander Agung dari pihak ibu beliau mencari panglimanya yang hilang dan tiba di bukit siguntang dan kemudian ke daerah pagaralam dan menemukan panglimanya yang kemudian pertemuannya bernama besemah. sedangkan Dapunta hyang merupakan keturunan dari Maharaja Atung Bungsu yang kemudian pindah ke Palembang dan mendirikan kerajaan sriwijaya. Peninggalan di pagaralam sangat tua lebih tua dari minangkabau ataupun daerah lain Atung bungsu pun membawa batu yang di dapat dari gunung himalaya untuk membuktikan dari mana asal beliau .lalu mengenai Dapunta Hyang dan Sang sapurba sangat berbeda. Dapunta hyang pendiri kerajaan sriwijaya sedangkan Sang sapurba raja2 terakhir sriwijaya kuburan sang sapurba pun ada di palembang beliau juga bernama Raja sgentar Alam yang wafat di bukit siguntang setalah berkunjung ke semenanjung malaysia dan kepulauan riau anak dari sgigentar alam yaitu Sang nila pahlawan beliau inilah yang menjadi raja di minangkabau, sang nila utama merupakan bapak dari parameswara sedangkan parameswara merupakan pendiri kerajaan malaka sedangkan yang satunya pandit kalau masih melihat sejarah lihatlah pagaralam inilah bukti kebesaran kerajaan dahulu kala bukan di padang