Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia akan memiliki warna kulit yang sama, agama yang hanya satu, tidak ada yang namanya negara, suku bangsa dan tidak ada perbedaan. Artinya Sang Khalik memang menghendaki adanya perbedaan. Perbedaan adalah hakekat penciptaan. Perbedaan itu indah.

Poligami dan A’a Gym

Dikirim: December 9th, 2006 | Oleh: | Kategori: Agama, Bingungsiana | 38 Komentar »

Beberapa hari yang lalu saya sempat berdialog di pembukaan kuliah saya mengenai poligami, apalagi kalau bukan gara-gara berita A’a Gym yang memutuskan untuk memiliki istri kedua. Saat mereka menanyakan pendapat saya, saya jawab saya setuju dengan poligami, tetapi bukan berarti saya mau melakukannya.

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.(QS An-Nissa:3)

Disisi lain, saya katakan bahwa tidak ada masalah bagi saya A’a Gym menikah lagi, itu haknya A’a dan lagi saya bukan pengangum berat A’a. Saya adalah muslim yang kadang-kadang saja mendengarkan ceramah A’a, tidak lebih dari itu.

Dan diakhir pembicaraan, saya kemukakan pendapat saya bahwa kesalahan fatal A’a sebagai public figure adalah, “Kenapa harus wartawan dulu yang mengetahui A’a menikah untuk keduakalinya?, Apakah kalau wartawan tidak memberitakan perkawinan ini lalu A’a tidak akan bilang kepada publik? Apakah memang ada niat dari A’a yang ingin menyembunyikan perkawinan keduanya ini?” Yang lebih membuat saya tidak habis fikir adalah bagaimana efek poligami yang dilakukan A’a terhadap para penggemarnya yang masih belum cukup umur … mmm, bagi mereka A’a adalah panutan yang harus dicontoh :( :-? :-??

Lalu hari ini saya menemukan tulisan yang sangat bagus dari harian Kompas, Benarkan Poligami Sunah?, kalau saja A’a mau membaca ini sebelum memutuskan menikah untuk keduakalinya, mungkin hasilnya lain.


38 komentar untuk “Poligami dan A’a Gym”

  1. 1
    harry
    berkomentar pada jam 7:29 pm
    tanggal 10 December 2006

    Kalau kata si Aa, terkesan dia akhirnya poligami agar orang2 yang hampir jatuh ke zina jadi sadar — bahwa ada pilihan yang lebih baik.

    Dan siapa yang bisa menduga bahwa timingnya pas sekali :) pas si Aa poligami, pas ada satu lagi tokoh publik yang zina.
    Dan kelihatan sendiri justifikasi dari tindakan si Aa tersebut bahkan sebelum dijustifikasi oleh ybs — pada saat ini di Indonesia, lebih terhormat berzina daripada berpoligami.
    Lihat saja bagaimana ternyata ada yang justru bersimpati kepada YZ (alasan: “dia kan korban pemerasan”), dimana pelaku poligami justru habis dicaci maki, he he.

    Cuma menambah satu lagi perspektif untuk soal ini :)

    btw; gw ada ide soal situsfoto.net, ‘tak telpon sebentar…

  2. 2
    ella
    berkomentar pada jam 3:16 pm
    tanggal 14 December 2006

    poligami aaah:x:x:x:x:x

  3. 3
    Zacky
    berkomentar pada jam 1:37 am
    tanggal 30 December 2006

    Zina sudah menjadi kambing hitam untuk dijadikan alasan klise supaya bisa berpoligami. Rasulullah SAW menawarkan hal lain selain poligami, yaitu berpuasa untuk mengekang hawa nafsu. Jadi, orang yang berpoligami yang beralasan supaya tidak berzina sebetulnya adalah orang yang tidak mampu menguasai nafsu syahwatnya. Dan orang yang tidak mampu menguasai syahwatnya berarti tidak mampu menguasai dirinya, dan … jika begitu, dia harus lebih banyak belajar mengenai Islam dan Iman, lalu mengamalkannya, jangan hanya dijadikan retorika untuk konsumsi publik. Ya runyam jadinya bila tuntunan sudah dijadikan tontonan. Saya tidak menyinggung siapa pun lho, hanya mengingatkan diri sendiri SAJA.\:d/:-";)[-(

  4. 4
    noname
    berkomentar pada jam 10:49 am
    tanggal 4 January 2007

    buat saya sederhana saja sebenarnya, ketika seseorang memutuskan untuk memilih sesuatu maka harus mengikuti/mempercayai apa yang ada di dalamnya.

    misalnya: ketika orang memutuskan Islam sebagai agama-nya maka mestinya harus percaya sepenuhnya, jangan setengah2 (ambil enaknya doang) … di kasus ini misalnya poligami, kan sudah jelas dibolehkan di Islam, ya ngapain diperdebatkan ???!!!! saya yakin sekali jika sesuatu dibenarkan di Islam maka akan lebih banyak manfaatnya, seperti halnya rukun Islam/Iman, masa kita mau memperdebatkannya … jika ingin masuk/memeluk ya jangan setengah2 dong …. istilah katanya gentleman lah .. atau profesional-lah

    Ibaratnya, kita mau install software … trus ada term of agreement kita disuruh klik Agree atau Disagree … pasti kita klik Agree ya gak ??? padahal sebelum kita klik Agree, kita harus paham banget apa yang ada di TOA tadi, yang jadi masalah ada yang pernah baca gak :D …. nah maksudnya gentleman or profesional, kalo kita udah Agree .. masa kita mau masalahin pasal2 yang ada di dalam TOA tadi … kalo setuju silakan ikuti kalo nggak ya … gak usah install-lah :D

    intinya …. mendingan tanya ke diri masing2 … sebenernya kita ini Islam beneran apa nggak (termasuk saya, hwahahaha)

    thanks

  5. 5
    lil
    berkomentar pada jam 11:34 am
    tanggal 14 March 2007

    artikel kompas nya bagus juga untuk menambah sudut pandang tentang poligami…

    tapi intinya kan poligami itu boleh-boleh saja kan…
    jadi kenapa harus di permasalahkan? itukan hak pribadi orang yang mau berpoligami dan mau di poligami. katanya indonesia ini ham lagi di perjuangkan, tapi masalah pribadi orang seperti ini kok dimasalahkan.

    kalau ada yg mengaggap aa’ gym pablik figur yg harus menjaga kelakuannya. ya, tanya pada diri orang-orang yg mengaggap dia seperti itu. apakah seorang aa’ gym harus diikuti semua perkataan dan perbuatannya? merekalah yang harus lebih banyak belajar tentang islam dan jangan hanya memfigurkan orang-orang tertentu saja. jangan hanya ikut-ikutan, tapi berbuatlah dengan ilmu.

    belajar-belajar….

  6. 6
    agus saputra
    berkomentar pada jam 3:25 pm
    tanggal 18 April 2007

    poligami… waahhh… kenapa mesti diperdebatkan dan dipersoalkan.
    Indonesia sudah maju dalam hal pemikiran, tapi sebenarnya kembali lagi ke zaman baheula, dimana tokoh2 indonesia yg kritis seakan2 berada dlm ruang yg sempit, sehingga gak bisa berkembang…

  7. 7
    suna
    berkomentar pada jam 11:27 am
    tanggal 30 May 2007

    kenapa ribut poligami. islam adlah agma rahmatallilalamin bila sudah ada di ketentuan agama selama dia tidak keluar jalur dan agama membolehkan . jadi itu kan sudah menjadi urusan dia dengan Tuhannya kenapa ditanggapi dengan sepenuh rasa sedang mengambil hikmah itu lebih baik bagimu

  8. 8
    Saleh Aziz
    berkomentar pada jam 5:23 pm
    tanggal 13 June 2007

    Membunuh atas nama agama. Kekerasan juga atas nama agama. Poligami atas nama Alloh dan nafsu, membuat para kyai, ulama dan tokoh-tokoh muslim lainnya berulah nakal dan cabul. Padahal jelas sekali bahwa poligami merendahkan derajat wanita.

    Kenapa menjadi begini?

    Waktu jaman Majapahit, orang Jawa (Gajah Mada, dll) membuat nusantara makmur dan jaya. Orang jawa berkebudayaan tinggi, kreatif dan toleran.

    Setelah Islam masuk di Jawa, negara kita hancur korban dari penajahan Belanda, Jepang, dsb. Korban dari korupsi, kekerasan/teror, malapetaka. Dan korban dari imperialisme Arab (Indonesia adalah negara pemasok jemaah haji yang terbesar di dunia). Bangsa Arab ini memang hebat sekali karena telah berhasil menemukan cara untuk memasukkan devisa untuk mereka sendiri. Sedangkan situasi ekonomi negara kita dalam keadaan yang sangat parah. Imperialisme Arab ini memang sangat kejam. Turun-temurun sampai anak-cucu, tidak tahu sampai kapan, nusantara diharuskan membayar “pajak” kepada Imperialisme Arab ini dengan alasan: kewajiban menjalankan rukun Islam.

    Padahal, sebelum Islam masuk ke tanah Jawa, orang Jawa sudah menganut agama universal yaitu agama Kejawen.

    Kenapa kebudayaan Jawa yang luhur ini sedang dibarter dengan sistim hidup Arab? Padahal peradaban Jawa jauh lebih tinggi dari pada yang di Arab.

    Bagaimana caranya supaya orang Jawa kembali bisa memakmurkan negara kita yang tercinta ini?

  9. 9
    Riyogarta
    berkomentar pada jam 5:36 pm
    tanggal 13 June 2007

    Duh mas … gak usah bikin ribut disini deh …
    Ini orang udah udah bikin comment di blok mana-mana isinya sama ajah.
    Hari gini masih ngomongin suku …. walah .. kelaut ajah

  10. 10
    lil
    berkomentar pada jam 6:54 pm
    tanggal 13 June 2007

    ni orang goblok kali ya…
    loe kira yang bikin kita merdeka dari penjajah itu siapa?
    ya para ulama islam yang mau berjuang

    emangnya kalo islam gak masuk indo, belanda juga gak bakal kemari??? mikir pake otak, …!

  11. 11
    Saleh Aziz
    berkomentar pada jam 5:02 pm
    tanggal 14 June 2007

    lil,
    Kenapa berani bilang orang goblok.
    Yang bikin merdeka Indonesia itu bukan para ulama islam, melain kan du bom amerika yang jatuh di Hirosima dan Nagasaki. Bukan oleh bambu runcing dari para ulama islam. Ini anda bilang karena dari buku pelajaran sejarah di SD dan SMP. Buku sejarah kita dibohongi.

    Sejak kurang lebih 500 tahun, setelah Islam masuk di Indonesia, KEBETULAN Belanda masuk, KEBETULAN korupsi di Indonesia, KEBELULAN banyak kekerasan, KEBETULAN ada malapetaka.
    Jadi selama 500 tahun, semuanya adalah KEBETULAN.

    Jadi anda penter lah.

  12. 12
    lil
    berkomentar pada jam 8:34 pm
    tanggal 14 June 2007

    lah… kamu sendiri menghina orang islam, ya wajar dong kalo saya balik ngatain kamu goblok… karena emang kamu goblok…
    emang tuh bom bisa ngusir jepang dari indonesia kalo gak ada orang indoneisa yang ngelawan…! trus orang indonesia yang berjuang itu siapa? ya orang islam!!!

    ya udah kalo gak betah di indo yg banyak islamnya pindah ke negara lain aja yg penduduk kafirnya banyak… cocok tuh sama kamu…

  13. 13
    ummi
    berkomentar pada jam 11:51 pm
    tanggal 28 June 2007

    yang saya tau sih….
    amerika tu slalu ngebantu didepan….
    nusuk di blakang…

    lil aq setuju ma kmu….
    yg jelas orng indonesia
    ga nyerang iraq bwt minyak….

  14. 14
    Saleh Aziz
    berkomentar pada jam 2:39 am
    tanggal 29 June 2007

    Iran adalah salah satu negara terkaya di dunia dilihat dari tambang minyak.

    Tapi sejak para mollah memerintah di negara ini dengan sistim agama yang mencampuri setiap segi kehidupan orang Iran, maka sekarang negara persia ini mengalami krisis besar. Kehidudapan di Iran saat ini sangat susah. Jauh lebih susah dari pada kehidupan waktu di Rusia komunis (USSR). Anak-anak muda sekarang berontak. Jangan-jangan negara ini menjadi seperti Afganistan.

    Gara-gara agama, suatu negara yang bagamimanapun kayanya bisa menjadi hancur.

    Sayang sekali!

  15. 15
    Riyogarta
    berkomentar pada jam 2:50 am
    tanggal 29 June 2007

    Saya sih gampang ajah … komentar orang yang tinggal di perancis ini udah gak nyambung dan gak mutu :))
    Silakan sampeyan cari tempat lain ajah … kalau disini percuma, gak bakalan dilayani … hehehe.

    Yang waras ngalah :d

  16. 16
    Saleh Aziz
    berkomentar pada jam 2:54 am
    tanggal 29 June 2007

    lil …. Ya, kamu memang orang pintar. Para ulama bisa menakut-nakuti orang Jepang dengan bambu runcing, sehingga orang Jepang lari karena takut runcingan bambu itu. Mungkin bambu itu dipotong sangat tajap. Atau mungkin ujung runcingnya dulu dicat warna merah yang mengkilap. Saya sangat kasihan kepada kamu. Itu bukan salahnya kamu, tapi otakmu sudah dibersihkan sejak dulu. Sekarang kamu sudah tidak bisa lagi berpikir secara kritis.

    Kenyataan sejarah:
    Ssetelah bom nuklir jatuh di kota Hirosima dan Nagasaki, Jepang bertekuk lutut, menyerah tanpa syarat kepada tentara sekutu.

  17. 17
    B Ali
    berkomentar pada jam 12:00 pm
    tanggal 22 July 2007

    Ada yang bertanya: Apakah Islam agama teroris?
    Jawaban saya adalah: Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk menjadi teroris.

    Tetapi, di dalam Al-Qur’an, ada banyak sekali ayat-ayat yang menggiring umat untuk melakukan hal-hal yang tidak manusiawi, seperti: kekerasan, anarki, poligami dengan 4 istri, anggapan selain muslim adalah orang kafir, dsb. Sikap-sikap tersebut tidak sesuai lagi dengan norma-norma kehidupan masyarakat modern.

    Al-Qur’an dulu diracik waktu jaman tribal, sehingga banyak ayat-ayat yang tidak bisa dimengerti lagi seperti seorang suami diperbolehkan mempunyai istri 4. Dimana mendapatkan angka 4? Kenapa tidak 10 atau 25? Terus bagaimana sakit hatinya istri yang dimadu (yang selalu lebih tua dan kurang cantik)? Banyak lagi hal-hal yang nonsense seperti ini di Al-Qur’an. Karena semua yang di Al-Qur’an dianggap sebagai kebenaran mutlak, maka orang muslim hanya menurutinya saja secara taken for granted.

    Banyak pengemuka muslim yang berusaha menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an supaya menjadi lebih manusiawi. Tapi usaha ini sia-sia saja karena ayat-ayat Al-Qur’an itu semuanya sudah explisit sekali. Sehingga tidak bisa ditawar lagi. Jadi umat muslim terjebak.

  18. 18
    bagas
    berkomentar pada jam 5:32 pm
    tanggal 13 August 2007

    saya malah pengen mengomentari mas Saleh Aziz …

    melihat dari nama mas yang sangat indah dengan harapan orang tua yang baik kepada mas, saya g tau kok sampeyan bisa ngomong kaya gitu di blog ini.

    Afwan alias maaf y mas, g bermaksud menyinggung, kita kan mbahas poligami, pelajaran Agama kayanya nyangkut deh, bukan Sejarah Dunia.
    [-(

    But, stay peace bro…

  19. 19
    bagas
    berkomentar pada jam 5:38 pm
    tanggal 13 August 2007

    oh ya lupa, kalo saya, setuju ga setuju ma Poligami…
    :d/
    Setuju:
    Karena ajarannya langsung dari Allah. kalo dulu malah budayanya POligami tu banyak banget, budaya jahiliyah, nikah ma lebih dari lima cewek boleh, malah ga da status yang jelas. tapi di Islam dibatasi cuma empat aja. (logika, cewek di dunia pan lebih banyak dari cowokna)

    Kata Dia, dibatesi empat, kalo bisa adil…Masalahnya yang Maha Adil itu kan cuma Dia (dengan huruf kapital di awal)

    manusia ga adil-adil banget kan,jadi ya mungkin dengan alasan lain aja deh poligaminya… misalnya ma janda yang takut dijadikan bahan omongan orang, yang miskin, yang anaknya se Indonesia Raya, dll.

    daripada Zina or punya simpenan, mending nikah lagi, diumumin, biar ga dicurigain…

    ya gitu deh, kalo da salah maaf yah, namanya juga baru belajar..!:-\”

  20. 20
    hatinurani21
    berkomentar pada jam 1:24 pm
    tanggal 16 August 2007

    Di Forum Religiositas Agama, saya menemukan artikel yang menarik sekali. Ini situsnya: http://hatinurani21.wordpress.com/

    MENGAPA KEBUDAYAAN JAWA MENGALAMI KEMUNDURAN YANG SIGNIFIKAN?

    Pengantar

    Manusia Jawa adalah mayoritas di Indonesia. Nasib bangsa Indonesia sangat tergantung kepada kemampuan penalaran, skill, dan manajemen manusia Jawa (MJ). Sayang sekali s/d saat ini, MJ mengalami krisis kebudayaan; hal ini disebabkan Kebudayaan Jawa (KJ) dibiarkan merana, tidak terawat, dan tidak dikembangkan oleh pihak2 yang berkompeten (TERUTAMA OLEH POLITISI). Bahkan KJ terkesan dibiarkan mati merana digerilya oleh kebudayaan asing (terutama dari timur tengah/Arab). Mochtar Lubis dalam bukunya: Manusia Indonesia Baru, juga mengkritisi watak2 negatip manusia Jawa seperti munafik, feodal, malas, tidak suka bertanggung jawab, suka gengsi dan prestis, dan tidak suka bisnis (lebih aman jadi pegawai).
    Kemunduran kebudayaan Jawa tidak lepas dari dosa regim Orde Baru. Strategi regim Soeharto untuk melepaskan diri dari tuannya (USA dkk.) dan tekanan kaum reformis melalui politisasi agama Islam menjadikan Indonesia mengarah ke ideologi Timur Tengah (Arab). Indonesia saat ini (2007) adalah kembali menjadi ajang pertempuran antara: Barat lawan Timur Tengah, antara kaum sekuler dan kaum Islam, antara modernitas dan kekolotan agama. (mohon dibaca artikel yang lain dulu, sebaiknya sesuai no. urut)

    Boleh diibaratkan bahwa manusia Jawa terusmenerus mengalami penjajahan, misalnya penjajahan oleh:
    – Bs. Belanda selama 300 tahunan
    – Bs. Jepang selama hampir 3 tahunan
    – Regim Soeharto/ORBA selama hampir 32 tahun (Londo Ireng).
    – Negara Adidaya/perusahaan multi nasioanal selama ORBA s/d saat ini.
    – Sekarang dan dimasa dekat, bila tidak hati2, diramalkan bahwa Indonesia akan menjadi negara boneka Timur Tengah/Arab Saudi (melalui kendaraan utama politisasi agama).

    Kemunduran kebudayaan manusia Jawa sangat terasa sekali, karena suku Jawa adalah mayoritas di Indonesia, maka kemundurannya mengakibatkan kemunduran negara Indonesia, sebagai contoh kemunduran adalah terpaan berbagai krisis yang tak pernah selesai dialami oleh bangsa Indonesia. Politisasi uang dan agama mengakibatkan percepatan krisis kebudayaan Jawa, seperti analisa dibawah ini.
    Gerilya Kebudayaan
    Negara2 TIMTENG/ARAB harus berjuang sekuat tenaga dengan cara apapun untuk mendapat devisa selain dari kekayaan minyak (petro dollar), hal ini mengingat tambang minyak di Timur Tengah (TIMTENG/Arab) adalah terbatas umurnya; diperkirakan oleh para ahli bahwa umur tambang minyak sekitar 15 tahun lagi, disamping itu, penemuan energi alternatip akan dapat membuat minyak turun harganya. Begitu negara Timur Tengah mendapat angin dari regim Orde Baru, Indonesia lalu bagaikan diterpa badai gurun Sahara yang panas! Pemanfaatan agama (politisasi agama) oleh negara asing (negara2 Arab) untuk mendominasi dan menipiskan kebudayaan setempat (Indonesia) mendapatkan angin bagus, ini berlangsung dengan begitu kuat dan begitu vulgarnya. Gerilya kebudayaan asing lewat politisasi agama begitu gencarnya, terutama lewat media televisi, majalah, buku dan radio. Gerilya kebudayaan melalui TV ini sungguh secara halus-nylamur-tak kentara, orang awam pasti sulit mencernanya! Berikut ini adalah gerilya kebudayaan yang sedang berlangsung:
    – Dalam sinetron, hal-hal yang berbau mistik, dukun, santet dan yang negatip sering dikonotasikan dengan manusia yang mengenakan pakaian adat Jawa seperti surjan, batik, blangkon kebaya dan keris; kemudian hal-hal yang berkenaan dengan kebaikan dan kesucian dihubungkan dengan pakaian keagamaan dari Timur Tengah/Arab. Kebudayaan yang Jawa dikalahkan oleh yang Timur Tengah.
    – Artis2 film dan sinetron digarap duluan mengingat mereka adalah banyak menjadi idola masyarakat muda (yang nalarnya kurang jalan). Para artis, yang blo’oon politik ini, bagaikan di masukan ke salon rias Timur Tengah/Arab, untuk kemudian ditampilkan di layar televisi, koran, dan majalah demi membentuk mind set (seting pikiran) yang berkiblat ke Arab.
    – Bahasa Jawa beserta ungkapannya yang sangat luas, luhur, dalam, dan fleksibel juga digerilya. Dimulai dengan salam pertemuan yang memakai assalam…dan wassalam…. Dulu kita bangga dengan ungkapan: Tut wuri handayani, menang tanpo ngasorake, gotong royong, dsb.; sekarang kita dibiasakan oleh para gerilyawan kebudayaan dengan istilah2 asing dari Arab, misalnya: amal maruh nahi mungkar, saleh dan soleha, dst. Untuk memperkuat gerilya, dikonotasikan bahwa bhs. Arab itu membuat manusia dekat dengan surga! Sungguh cerdik dan licik.
    – Kebaya, modolan dan surjan diganti dengan jilbab, celana congkrang, dan jenggot ala orang Arab. Nama2 Jawa dengan Ki dan Nyi (misal Ki Hajar …) mulai dihilangkan, nama ke Arab2an dipopulerkan. Dalam wayang kulit, juga dilakukan gerilya kebudayaan: senjata pamungkas raja Pandawa yaitu Puntadewa menjadi disebut Kalimat Syahadat (jimat Kalimo Sodo), padahal wayang kulit berasal dari agama Hindu (banyak dewa-dewinya yang tidak Islami), jadi bukan Islam; bukankah ini sangat memalukan? Gending2 Jawa yang indah, gending2 dolanan anak2 yang bagus semisal: jamuran, cublak2 suweng, soyang2, dst., sedikit demi sedikit digerilya dan digeser dengan musik qasidahan dari Arab. Dibeberapa tempat (Padang, Aceh, Jawa Barat) usaha menetapkan hukum syariah Islam terus digulirkan, dimulai dengan kewajiban berjilbab! Kemudian, mereka lebih dalam lagi mulai mengusik ke bhinekaan Indonesia, dengan berbagai larangan dan usikan bangunan2 ibadah dan sekolah non Islam.
    – Gerilya lewat pendidikan juga gencar, perguruan berbasis Taman Siswa yang nasionalis, pluralis dan menjujung tinggi kebudayaan Jawa secara lambat namun pasti juga digerilya, mereka ini digeser oleh madrasah2/pesantren2. Padahal Taman Siswa adalah asli produk perjuangan dan merupakan kebanggaan manusia Jawa. UU Sisdiknas juga merupakan gerilya yang luar biasa berhasilnya. Sekolah swasta berciri keagamaan non Islam dipaksa menyediakan guru beragama Islam, sehingga ciri mereka lenyap.
    – Demikian pula dengan perbankan, mereka ingin eksklusif dengan bank syariah, dengan menghindari kata bunga/rente/riba; istilah ke Arab2an pun diada-adakan, walau nampak kurang logis! Seperti USA memakai IMF, dan orang Yahudi menguasai finansial, maka manusia Arab ingin mendominasi Indonesia memakai strategi halal-haramnya pinjaman, misalnya lewat bank syariah.
    – Keberhasilan perempuan dalam menduduki jabatan tinggi di pegawai negeri (eselon 1 s/d 3) dikonotasikan/dipotretkan dengan penampilan berjilbab dan naik mobil yang baik. Para pejabat eselon ini lalu memberikan pengarahan untuk arabisasi pakaian dinas di kantor masing2.
    – Di hampir pelosok P. Jawa kita dapat menyaksikan bangunan2 masjid yang megah, dana pembangunan dari Arab luar biasa besarnya. Bahkan organisasi preman bentukan militer di jaman ORBA, yaitu Pemuda Pancasila, pun mendapatkan grojogan dana dari Timur Tengah untuk membangun pesantren2 di Kalimantan, luar biasa!
    – Fatwa MUI pada bulan Agustus 2005 tentang larangan2 yang tidak berdasar nalar dan tidak menjaga keharmonisan masyarakat sungguh menyakitkan manusia Jawa yang suka damai dan harmoni. Bila ulama hanya menjadi sekedar alat politik, maka panglima agama adalah ulama politikus yang mementingkan uang, kekuasaan dan jabatan saja; efek keputusan tidak mereka hiraukan. Sejarah ORBA membuktikan bahwa MUI dan ICMI adalah alat regim ORBA yang sangat canggih. Saat ini, MUI boleh dikata telah menjadi alat negara asing (Arab) untuk menguasai
    – Dimasa lalu, banyak orang cerdas mengatakan bahwa Wali Songo adalah bagaikan MUI sekarang ini, dakwah mereka penuh gerilya kebudayaan dan politik. Manusia Majapahit digerilya, sehingga terdesak ke Bromo (suku Tengger) dan pulau Bali. Mengingat negara baru memerangi KKN, mestinya fatwa MUI adalah tentang KKN (yang relevan), misal pejabat tinggi negara yang PNS yang mempunyai tabungan diatas 3 milyar rupiah diharuskan mengembalikan uang haram itu (sebab hasil KKN), namun karena memang ditujukan untuk membelokan pemberantasan KKN, yang terjadi justru sebaliknya, fatwanya justru yang aneh2 dan merusak keharmonisan kebhinekaan Indonesia!
    – Buku2 yang sulit diterima nalar, dan secara ngawur dan membabi buta ditulis hanya untuk melawan dominasi ilmuwan Barat saat ini membanjiri pasaran di Indonesia. Rupanya ilmuwan Timur Tengah ingin melawan ilmuwan Barat, semua teori Barat yang rasional-empiris dilawan dengan teori Timur Tengah yang berbasis intuisi-agamis (berbasis Al-Quran), misal teori kebutuhan Maslow yang sangat populer dilawankan teori kebutuhan spiritual Nabi Ibrahim, teori EQ ditandingi dengan ESQ, dst. Masyarakat Indonesia harus selalu siap dan waspada dalam memilih buku yang ingin dibacanya.
    – Dengan halus, licik tapi mengena, mass media, terutama TV dan radio, telah digunakan untuk membunuh karakater (character assasination) budaya Jawa dan meninggikan karakter budaya Arab (lewat agama)! Para gerilyawan juga menyelipkan filosofis yang amat sangat cerdik, yaitu: kebudayaan Arab itu bagian dari kebudayaan pribumi, kebudayaan Barat (dan Cina) itu kebudayaan asing; jadi harus ditentang karena tidak sesuai! Padahal kebudayaan Arab adalah sangat asing!
    – Gerilya yang cerdik dan rapi sekali adalah melalui peraturan negara seperti undang-undang, misalnya hukum Syariah yang mulai diterapkan di sementara daerah, U.U. SISDIKNAS, dan rencana UU Anti Pornografi dan Pornoaksi (yang sangat bertentangan dengan Bhineka Tunggal Ika dan sangat menjahati/menjaili kaum wanita dan pekerja seni). Menurut Gus Dur, RUU APP telah melanggar Undang-Undang Dasar 1945 karena tidak memberikan tempat terhadap perbedaan. Padahal, UUD 1945 telah memberi ruang seluas-luasnya bagi keragaman di Indonesia. RUU APP juga mengancam demokrasi bangsa yang mensyaratkan kedaulatan hukum dan perlakuan sama terhadap setiap warga negara di depan hukum. Gus Dur menolak RUU APP dan meminta pemerintah mengoptimalkan penegakan undang-undang lain yang telah mengakomodir pornografi dan pornoaksi. “Telah terjadi formalisasi dan arabisasi saat ini. Kalau sikap Nahdlatul Ulama sangat jelas bahwa untuk menjalankan syariat Islam tidak perlu negara Islam,” ungkapnya. (Kompas, 3 Maret 2006).

    – Puncak gerilya kebudayaan adalah tidak diberikannya tempat untuk kepercayaan asli, misalnya Kejawen, dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan urusan pernikahan/perceraian bagi kaum kepercayaan asli ditiadakan. Kejawen, harta warisan nenek moyang, yang kaya akan nilai: pluralisme, humanisme, harmoni, religius, anti kekerasan dan nasionalisme, ternyata tidak hanya digerilya, melainkan akan dibunuh dan dimatikan secara perlahan! Sungguh sangat disayangkan! Urusan perkawinan dan kematian untuk MJ penganut Kejawen dipersulit sedemikian rupa, urusan ini harus dikembalikan ke agama masing2! Sementara itu aliran setingkat Kejawen yang disebut Kong Hu Chu yang berasal dari RRC justru disyahkan keberadaannya. Sungguh sangat sadis para gerilyawan kebudayaan ini!
    – Gerilya kebudayaan juga telah mempengaruhi perilaku manusia Jawa, orang Jawa yang dahulu dikenal lemah-lembut, andap asor, cerdas, dan harmoni; namun sekarang sudah terbalik: suka kerusuhan dan kekerasan, suka menentang harmoni. Bayangkan saja, kota Solo yang dulu terkenal putri nya yang lemah lembut (putri Solo, lakune koyo macan luwe) digerilya menjadi kota yang suka kekerasan, ulama Arab (Basyir) mendirikan pesantren Ngruki untuk mencuci otak anak2 muda. Akhir2 ini kota Solo kesulitan mendatangkan turis manca negara, karena kota Solo sudah diidentikan dengan kekerasan sektarian. Untuk diketahui, di Pakistan, banyak madrasah disinyalir dijadikan tempat brain washing dan baiat. Banyak intelektual muda kita di universitas2 yang kena baiat (sumpah secara agama Islam, setelah di brain wahing) untuk mendirikan NII (negara Islam Indonesia) dengan cara menghalalkan segala cara. Berapa banyak madrasah/pesantren di Indonesia yang dijadikan tempat2 cuci otak anti pluralisme dan anti harmoni? Banyak! Berapa jam pelajaran dihabiskan untuk belajar agama (ngaji) dan bahasa Arab? Banyak, diperkirakan sampai hampir 50% nya! Tentu saja ini akan sangat mempengaruhi turunnya perilaku dan turunnya kualitas SDM bgs. Indonesia secara keseluruhan! Maraknya kerusuhan dan kekerasan di Indonesia bagaikan berbanding langsung dengan maraknya madrasah dan pesantren2. Berbagai fatwa MUI yang menjungkirbalikan harmoni dan gotong royong manusia Jawa gencar dilancarkan!

    – Sejarah membuktikan bagaimana kerajaan Majapahit, yang luarbiasa jaya, juga terdesak melalui gerilya kebudayaan Arab sehingga manusianya terpojok ke Gn. Bromo (suku Tengger) dan P. Bali (suku Bali). Mereka tetap menjaga kepercayaannya yaitu Hindu. Peranan wali Songo saat itu sebagai alat politis (mirip MUI dan ICMI saat ini) adalah besar sekali! Semenjak saat itu kemunduran kebudayaan Jawa sungguh luar biasa!
    Tanda-tanda Kemunduran Budaya Jawa
    Kemunduran kebudayaan manusia Jawa sangat terasa sekali, karena suku Jawa adalah mayoritas di Indonesia, maka kemundurannya mengakibatkan kemunduran negara Indonesia, sebagai contoh kemunduran adalah:
    – Orang2 hitam dari Afrika (yang budayanya dianggap lebih tertinggal) ternyata dengan mudah mempedayakan masyarakat kita dengan manipulasi penggandaan uang dan jual-beli narkoba.
    – Orang Barat mempedayakan kita dengan kurs nilai mata uang. Dengan $ 1 = k.l Rp. 10000, ini sama saja penjajahan baru. Mereka dapat bahan mentah hasil alam dari Indonesia murah sekali, setelah diproses di L.N menjadi barang hitech, maka harganya jadi selangit. Nilai tambah pemrosesan/produksi barang mentah menjadi barang jadi diambil mereka (disamping membuka lapangan kerja). Indonesia terus dengan mudah dikibulin dan dinina bobokan untuk menjadi negara peng export dan sekaligus pengimport terbesar didunia, sungguh suatu kebodohan yang maha luar biasa.
    – Orang Jepang terus membuat kita tidak pernah bisa bikin mobil sendiri, walau industri Jepang sudah lebih 30 tahun ada di Indonesia. Semestinya bangsa ini mampu mendikte Jepang dan negara lain untuk mendirikan pabrik di Indonesia, misalnya pabrik: Honda di Sumatra, Suzuki di Jawa, Yamaha di Sulawesi, dst. Ternyata kita sekedar menjadi bangsa konsumen dan perakit.
    – Orang Timur Tengah/Arab dengan mudah menggerilya kebudayaan kita seperti cerita diatas; disamping itu, Indonesia adalah termasuk pemasok devisa haji terbesar! Kemudian, dengan hanya Asahari, Abu Bakar Baasyir dan Habib Riziq (FPI), cukup beberapa gelintir manusia saja, Indonesia sudah dapat dibuat kalang kabut oleh negara asing! Sungguh keterlaluan dan memalukan!
    – Kalau dulu banyak mahasiswa Malaysia studi ke Indonesia, sekarang posisinya terbalik: banyak mahasiswa Indonesia belajar ke Malaysia (bahkan ke S’pore, Thailand, Pilipina, dst.). Konyol bukan?
    – Banyak manusia Jawa yang ingin kaya secara instant, misalnya mengikuti berbagai arisan/multi level marketing seperti pohon emas, dst., yang tidak masuk akal!
    – Dalam beragamapun terkesan jauh dari nalar, bijak dan jauh dari cerdas, terkesan hanya ikut2an saja. Beragama tidak harus menjiplak kebudayaan asal agama, dan tidak perlu mengorbankan budaya lokal.
    – Sampai dengan saat ini, Indonesia tidak dapat melepaskan diri dari berbagai krisis (krisis multi dimensi), kemiskinan dan pengangguran justru semakin meningkat, padahal negara tetangga yang sama2 mengalami krisis sudah kembali sehat walafiat! Peran manusia Jawa berserta kebudayaannya, sebagai mayoritas, sangat dominan dalam berbagai krisis yang dialami bangsa ini.

    Penutup

    Beragama tidak harus menjiplak kebudayaan asal agama. Gus Dur mensinyalir telah terjadi arabisasi kebudayaan. Kepentingan negara asing untuk menguasai bumi dan alam Indonesia yang kaya raya dan indah sekali sungguh riil dan kuat sekali, kalau negara modern memakai teknologi tinggi dan jasa keuangan, sedangkan negara lain memakai politisasi agama beserta kebudayaannya. Indonesia saat ini (2007) adalah sedang menjadi ajang pertempuran antara dua ideologi besar dunia: Barat lawan Timur Tengah, antara kaum sekuler dan kaum Islam, antara modernitas dan kekolotan agama. CLASH OF CIVILIZATION antar dua ideologi besar di dunia ini, yang sudah diramalkan oleh sejarahwan kelas dunia – Samuel Hutington dan Francis Fukuyama.

    Tanpa harus menirukan/menjiplak kebudayaan Arab, Indonesia diperkirakan dapat menjadi pusat Islam (center of excellence) yang modern bagi dunia. Seperti pusat agama Kristen modern, yang tidak lagi di Israel, melainkan di Itali dan Amerika. Beragama tanpa nalar disertai menjiplak budaya asal agama tersebut secara membabi buta hanya akan mengakibatkan kemunduran budaya lokal sendiri! Maka bijaksana, kritis, dan cerdik sangat diperlukan dalam beragama.

  21. 21
    gunda
    berkomentar pada jam 10:00 am
    tanggal 17 October 2007

    b ali yang diprancis,anda pasti tahu apa yang telah anda tulis itu bisa menyakiti milyaran hati umat islam. rasanya otak situ harus diperiksa kewarasannya. mudah2an situ segera diusung di keranda, dan ditanamkan ke dalam tanah. agar segera tahu bhw apa yg anda pikir bhw alqur’an itu td relevan lagi tiu adalah salah!

  22. 22
    bukan bagas
    berkomentar pada jam 12:12 pm
    tanggal 31 October 2007

    HeeH …:d/

    I agree with you Gunda!!!

  23. 23
    Solihin
    berkomentar pada jam 5:23 am
    tanggal 7 January 2008

    Assalaamu’alaikum.

    Saya sangat setuju dengan poligami.

    Saya mempunyai seorang teman yang sudah mempunyai seorang istri + 2 anak. Dia mau tidur seranjang dengan gadis yang berumur 9 tahun. Gadis ini adalah anak dari seorang teman akrabnya. Teman saya ini mau mencontohi Nabi Muhammad SAW.

    Teman saya ini mengetahui bahwa gadis tsb bukan milik ayahnya, melainkan milik Alloh.

    Pertanyaan saya: Berhakkah si Ayah menolak permintaan teman saya ini? Apakah si ayah akan masuk neraka karena menolak ajaran Nabi Muhammad SAW?

    Terima kasih atas pertolongannya untuk menjawab pertanyaan ini.

  24. 24
    Ramli Rais
    berkomentar pada jam 2:04 am
    tanggal 12 January 2008

    Assalaamu’alaikum.
    Saya menemukan posting yang sangat menarik tentang: Doktrin-Doktrin Yang Kurang Perlu dalam Islam. Ini link-nya: http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1312
    Selamat membaca dan terima kasih,
    Wassalam

  25. 25
    agus
    berkomentar pada jam 10:04 am
    tanggal 2 April 2008

    wah kelihatannya topiknya semakin hangat. mulai dari ngomongin poligami, trs bergeser ke kebudaan trs bergeser ttg keraguan terhadap alqur’an dan yang terakhir saya baca ttg tulisan “Doktrin-Doktrin Yang Kurang Perlu dalam Islam”.

    komentarnya pada hebat2 semua. Sama ketika itu waktu ada temen abis nonton Film “Nagabonar Jadi 2″ temen2 pada kasih komentar ada yang bilang bagus, karena selain komedi juga ada yang sisi nasionalismenya yang ditunjukan si nagabonar dan komentar2 yang laen. Berhubung saya nggak lihat filmnya tapi cuman lihat cuplikannya ya saya bilang filmnya kayaknya bagus, lucu (soalnya saya suka film komedi :) )

    yang jadi pertanyaan saya ketika komentar2 tersebut diatas dituliskan apakah semua yang memberi komentar tersebut mengerti islam secara penuh, mempelajari alqur’an mulai jus 1 sampe jus 30, mengetahui hadits2 yang shohih, dhoif, bathil, mardud.

    karena ketika komentar tersebut ditulis keraguan saya adalah apakah komentar tersebut dikeluarkan berdasarkan LOGIKA. Kalau misal emang HANYA menggunakan LOGIKA dan pengetahuan yang sepotong2 maka keraguan saya menjadi ketakukan karena komentar2 tersebut muncul karena ketidak tahuan tentang ISLAM yang sebenarnya.

    Dan alangkah baiknya kalo kita mempelajari sepenuhnya dulu baru kemudian ikut memberikan komentar. :)

    agus’s last blog post..Dulu CUK! sekarang CAK

  26. 26
    Zulfiki Bin Taha
    berkomentar pada jam 6:51 pm
    tanggal 7 April 2008

    Memang satu-satunya agama yang dibela oleh pemerintah adalah agama Islam.

    Sikap pemerintah seperti ini sangat berbahaya.

    Resikonya adalah:
    Bagi umat Islam yang anti pemerintah, hal ini adalah peluang yang sangat bagus untuk menentang pemerintah. Umat muslim tidak usah menunggu pemilihan umum untuk menentang pemerintah yang sekarang.

    Kalau umat muslim mau menentang pemerintah yang sekarang, cukup dengan meinggalkan agama Islam untuk memeluk agama lain selain Islam. Meninggalkan agama Islam berarti anti pemerintah yang sekarang. Reaksi ini lebih ampuh dari pada menyoblos di pemilu. Hasil penghitungan suara di pemilihan umum bisa direkayasa dan dicurangi. Tetapi meninggalkan agama Islam ke agama lain adalah reaksi yang tidak bisa dikontrol oleh pemerintah. Dan pemerintah nanti hanya bisa gigit jari.

    Inilah resiko yang dihadapi oleh pemerintah yang kerjanya hanya membela agama Islam.

  27. 27
    hero
    berkomentar pada jam 4:53 pm
    tanggal 10 April 2008

    saya sih setuju poligami, tapi saya sendiri ngga pengen karena :
    saya tidak bisa adil ( berat bos adil itu)
    biayain 2 ato lebih istri kan ngga gampang
    pasti ada keributan karena ada unsur kecemburuan
    sulit untuk berprilaku yg baik (selama hidupnya) seperti nabi
    nb:
    tidak usah di dengar komentar orang lain agama yg berhubungan dengan ajaran agama pasti menyesatkan ( pake aja surah al kafirun) karena sudah ada tempatnya masing2 :-?

  28. 28
    Eka
    berkomentar pada jam 10:23 am
    tanggal 16 July 2008

    Saya agak bingung dengan saudara kita di France. Ada apa yach disana ? Koq bisa-bisanya pemikiran mereka jadi seperti itu. Udah gitu, logika komunikasi gak dipake banget gitchu…!
    Kita khan lagi ngobrol poligami dan linknya seperti yang dicantumkan di kompas, tapi koq pembahasannya jauh amat melenceng.
    Mengenai budaya jawa dan sejarah perjuangan Indonesia, tolong dong belajar lagi, dengan hati ikhlas dan otak tenang serta nafas teratur. Terima dulu segala sesuatu yang berbeda dengan tulus, jangan langsung buat self defense. Gak bakal masuk kalo gitu.
    Trus, jangan bandingkan Islam dengan budaya. Sekarang kalo banyak yang make budaya arab, trus gak boleh, boleh gak kita melarang budaya cina dibawa kemari ? Kagak kan ?
    Saya yakin, setiap individu yang yakin akan Hari Akhir dan Hari Pembalasan, akan menjaga setiap perkataan dan tindakan. Karena Allah sang Maha Gaib tidak pernah tertidur. Selalu mencatat setiap amal yang kita lakukan. Dan pada tubuh kita terdapat komponen yang melakukan tugas dari Allah itu. Tidak yakin ? Silakan Anda mengatakan seenak perut Anda, silakan berbuat maksiat sesuka Anda.

  29. 29
    Khaled Elkasi
    berkomentar pada jam 12:28 pm
    tanggal 17 August 2008

    Agama memang mengajar perbuatan yang barbar seperti memekikkan nama Tuhan dan bertingkah di luar kodrat manusia seperti poligami.

    Musuh Islam yang utama adalah ajaran Islam itu sendiri yang semakin berkontradiksi dengan kehidupan manusia di masyarakat. Tidak mengherankan bahwa baik di Malaysia maupun di Indonesia, sedang terjadi murtad massal. Semakin waktu berlarut, muslim fanatis semakin sulit membela kebenaran Islam. Sehingga menuju jalan buntu, seperti: “dihalalkan oleh Quran, di akherat, dsb”. Dengan kata lain, jawabannya adalah “memang begitulah”.

    Kecuali di kalangan politisi atau elit yang mempergunakan Islam untuk mendapatkan kekayaan dan kekuasaan, Islam hanya dihayati benar-benar di masyarakat miskin dan yang berpendidikan rendah. Kalau umat muslim mulai berpikir dan berpendidikan lebih tinggi, mereka mulai kritis terhadap Islam dan berusaha untuk menjauhi ajaran Islam. Ini kenyataan yang kita sedang melihatnya di Indonesia dan di Malaysia saat ini.

  30. 30
    DeZiGh
    berkomentar pada jam 2:48 pm
    tanggal 5 November 2008

    ===quoting===
    kesalahan fatal A’a sebagai public figure adalah:
    “Kenapa harus wartawan dulu yang mengetahui A’a menikah untuk keduakalinya?, Apakah kalau wartawan tidak memberitakan perkawinan ini lalu A’a tidak akan bilang kepada publik? Apakah memang ada niat dari A’a yang ingin menyembunyikan perkawinan keduanya ini?”
    ===end quoting===

    Jarang-jarang saya menemukan pendapat yang sepemikiran dengan saya.
    Nikah memang kalau sebisa mungkin dikabarkan ke seluruh lapisan masyarakat (semampunya tentunya) untuk menginformasikan bahwa yang menikah itu kini pasangan yang sah, juga untuk menghindari fitnah, dan biar orang lain jangan ganggu-ganggu, juga mengharapkan doa dari semua orang agar mereka bisa menjadi keluarga yang sakinah gitu deh.

    Jadi kalo nikah (untuk sekelas Aa Gym) tapi diem-diem, sepertinya tidak sesuai dengan esensi dari akad nikah itu sendiri (yang membutuhkan saksi) yang merupakan salah satu cara untuk menjaga tatanan masyarakat dalam kondisi yang baik.

    Kalo diem-diem karena nggak punya duit untuk mengkabar-kabarkan sih ya wajar lah, ya toh ya toh?

    Peace, ah…

  31. 31
    DeZiGH
    berkomentar pada jam 2:55 pm
    tanggal 5 November 2008

    Setuju banget denga riyogarta, yeah!

  32. 32
    Jasmine
    berkomentar pada jam 10:54 pm
    tanggal 28 February 2009

    Memang susah kalau bicara sama orang yang tahunya tentang ajaran Islam hanya se-potong2.

    Lha terus kalo orang nikah mau sebatas kerabat sendiri saja yg tau memangnya kenapa? Kan hak masing2 orang mo kasih tau seluruh dunia apa kasih tau orang2 terdekat saja. Orang aja yang usil mau tau urusan orang lain. Wong yang terpenting itu ada pengantin, ada penghulu, ada wali, Cukup.

    Jangan asal njeplak soal budaya Jawa. Saya orang Jawa, asli, lahir dari keturunan nenek moyang Jawa yang ngerti betul sejarah dan budaya Jawa. Mbah putri saya saja semasa hidupnya masih mempraktekkan ajaran2 Kejawen yang banyak diturunkan ke cucu2nya. Saya tau betul bahwa dalam budaya Jawa ada juga unsur2 ajaran negatif dan positif, sama seperti budaya2 lain.

    Yang gak setuju poligami, silahkan. Yang setuju, monggo. Apa ndak bisa ya saling menghormati pilihan masing2?. Saya ya poligami, istri kedua. Dilamarkan oleh istri pertama. Mbak yu saya yang meyakinkan saya bahwa suaminya layak menikahi saya. Al hamdu lillah kami akur.

    Apa mbak yu saya itu jelek? Tuwek kempot? Bodo? Nuwun sewu, aktifitas biologisnya nol? Salah besar…mbak yu saya tu cuantik, hi-tech, gede di Amrik, lulusan salah satu universitas terkenal di Amrik, sampai sekarang masih giat cari ilmu. Pengetahuan agamanya (Islam) jempolan. Baiknya luar biasa.

    Sudah to…belajar menghormati pilihan dan privacy orang…apa anda mau privacy anda diubek-ubek? dikomentari kiri kanan? Ndak tooo….?

    Matur suwun.

  33. 33
    Amad
    berkomentar pada jam 10:40 am
    tanggal 22 April 2009

    Aaah Jasmine…………komentar anda saya ibaratkan segelas air penyejuk dipadang pasir yang ditemukan oleh orang2 yang tengah dahaga.
    POLIGAMI istilah kan, kawin lebih dari satu. APABILA DILAKSANAKAN menurut ajaran Islam stentang syarat-syarat pernikahan maka itu SAH, dilindungi UUD 45 karena UUD 45 adalah kristalisasi (titik temu dan tidak bertabrakan) semua UU yang adaberlaku diIndonesia.Dan DIRIDHOI oleh Alloh S W T.

  34. 34
    etikush
    berkomentar pada jam 7:36 am
    tanggal 14 May 2010

    http://etikush.blogspot.com/2009/03/aq-ingindipoligami.html

  35. 35
    adhen
    berkomentar pada jam 12:15 am
    tanggal 14 July 2010

    saya mah samina waatona terhadap para ustadz, tidak memilih ustad mana?, fans ini dan fans itu?, golongan mana?, sy mah tidak mau mengotak-atik al-qur’an yang jelas-jelas ada dasarnya, sy mah open mind saja (terbuka pikirannya) selama itu berasal dari qur’an dan hadist termasuk sy mendukung aa gym. YANG jadi pertanyaan BESAR di HATI saya kenapa yang jelas-jelas melakukan video mesum (ariel peter.., LM,dan CT) yang membuat geeer seiindonesia bahkan sampai keluar negri malah didukung lewat facebook bahkan mengunjungi LP di mabes polri untuk memberi dukungan moril…………. Benar-benar aneh tapi NYATA…………………
    yang ada dasarnya dihujat….yang bertentangan agama….malah didukung…..
    inilah indonesia…..menilai orang berdasarkan dunia mentalnya(referensinya)……

  36. 36
    pitulastman
    berkomentar pada jam 5:50 am
    tanggal 14 March 2011

    saya nggk mau komentar kok….cuma berkunjung…..jangan berantem ya….hak hak hak

  37. 37
    anton danil
    berkomentar pada jam 7:41 pm
    tanggal 19 March 2011

    POLIGAMI TAK JAUH DARI ZINA…
    ANDA MAU TAU SIAPA NABI YANG TIDAK PERNAH MEMUASKAN SYAHWATNYA…?
    DAPATKAH ANDA MENCARI SETITIK SAJA DOSA DIA..?

    KALAU TIDAK ADA MAKA POLIGAMI DAN ZINA PASTI DALAM KELOMPOK DALIH YANG SAMA YAITU DOSA..

  38. 38
    Gerald
    berkomentar pada jam 5:35 am
    tanggal 18 November 2014

    .

    ñïñ çà èíôó!!


Isi Komentar


  • *