Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia akan memiliki warna kulit yang sama, agama yang hanya satu, tidak ada yang namanya negara, suku bangsa dan tidak ada perbedaan. Artinya Sang Khalik memang menghendaki adanya perbedaan. Perbedaan adalah hakekat penciptaan. Perbedaan itu indah.

Sidang Akibat Tilang

Dikirim: December 5th, 2006 | Oleh: | Kategori: Bingungsiana, Diary | 18 Komentar »

Akhirnya tiba juga hari yang saya nantikan, hari dimana saya sidang akibat kena tilang seminggu yang lalu. Dengan semangat ingin ikut sidang dan melakukan pembelaan, ternyata hanya “mebuang waktu” menunggu sidang tanpa disidang .. hiks :(

Sebenarnya sudah bukan rahasia lagi bahwa sidang tilang hanyalah basa-basi yang ujungnya hanyalah membayar denda sesuai dengan pasal yang kita langgar. Beberapa kawan pun sudah bilang bahwa hal yang saya inginkan untuk melakukan pembelaan itu rasanya sulit untuk direalisasikan. Tetapi, saya tetap ingin melakukan, selain karena penasaran, juga karena merasa diperlakukan tidak adil.

Saya datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan di jalan Ampera tepat jam 8.00 sesuai dengan waktu yang tertera di surat tilang. Setelah menunggu 45 menit saya pun menanyakan kepada petugas, jam berapa sebenarnya sidang akan dilaksanakan. Mereka menjawab sekitar jam 10.00 .. weh :( Lalu saya menanyakan, apa yang terjadi jika nama saya dipanggil dan saya tidak mendengar atau tidak ada di tempat. Mereka menjawab, tidak masalah, nanti dipanggil lagi yang hingga sidang tutup jam 11.30. Akhirnya saya putuskan untuk pergi dulu meninggalkan pengadilan, karena kebetulan saya mempunyai jadwal mengajar jam 9.45.

Saya kembali ke pangadilan sekitar jam 10.30. Saya menunggu dan akhirnya nama saya disebut untuk menghadap hakim. Ini dia pikir saya :p Tetapi dugaan saya salah, setibanya dimuka hakim, hakim hanya bilang, “Melanggar pasal sekian denda Rp. 20.000.” Lalu saya digiring petugas untuk segera ke ruangan belakang untuk melakukan pembayaran. Bah .. gak ada kesempatan untuk melakukan pembelaan meskipun saya sempat bilang “Saya melakukan pelanggaran karena menghidari kopaja yang nyaris menabrak motor saya.” … judulnya dicuekin … :((

Kesimpulan kalau ditilang:

  • Jangan berharap bisa mendapat kebijaksanaan apalagi berharap melakukan pembelaan di waktu sidang, percuma.
  • Siapkan sejumlah uang sesuai dengan pasal yang dilanggar dan sabar-sabar untuk menunggu waktu dipanggil (sabarnya kudu bener-bener soalnya lama banget euiiii nunggunya)
  • Kalau waktu bagi Anda jauh lebih berharga dibandingkan 2 sampai 3 kali nilai (jumlah uang) tilang, lebih baik manfaatkan saja brokers yang selalu menawarkan diri saat Anda parkir :p
  • Masih gak punya waktu juga untuk menghadiri sidang, ada dua cara
    1. Cuekin saja sampai Anda punya waktu. Saat Anda punya waktu, percayalah, SIM atau STNK Anda akan tetap bisa diurus dengan sedikit repot dan sedikit pengeluaran ekstra :p (ini saya dapatkan dari hasil wawancara dari beberapa orang yang sudah mempunyai pengalaman seperti ini)
    2. Pakailah tenaga orang lain untuk mengurus tilang Anda. Toh saya mengalami sendiri dimana tidak satu tanda pengenalpun ditanyakan kepada saya untuk mengurus tilang yang saya alami
  • Terakhir, bawa pengokot, karena kokotan yang menempelkan SIM/STNK di surat tilang itu gak dilepas dengan baik dan benar oleh petugas .. hihihi jadi ingat dengan pengokot

Haaaa, sudahlah, alhamdulillah hanya keluar Rp. 20.000 untuk mendapatkan SIM saya kembali meskipun harus jamuran dulu untuk menunggu dipanggil masuk ke ruang sidang :D Makasih ya pak Polisi dan pak Hakim, Anda berdua sudah memberikan pengalaman yang JELAS mengenai hukum di negara kita :p


18 komentar untuk “Sidang Akibat Tilang”

  1. 1
    Yuliazmi
    berkomentar pada jam 5:07 pm
    tanggal 5 December 2006

    Halah, sama sekali gak diberi kesempatan buat membela diri???

    padahal slogannya POLRI itu: Pelindung, Pengayom dan Pelayan Masyarakat ( http://www.polri.go.id/ ) lalu Depkumham punya slogan Menegakkan Supremasi Hukum Berdimensi HAM… salah satu HAM kan terhindar dari kecelakaan ( http://www.depkumham.go.id/xdepkumhamweb/xtentangkami/visimisi.htm ) :( :-?

    *gak habis pikir sayah *

  2. 2
    gunsan
    berkomentar pada jam 8:28 am
    tanggal 12 December 2006

    wah sedih juga yah!
    sampai umur[masih kuliah] segini pun saya malah blum bikin SIM biz mahal banget sih!
    ya sudah deh sabar aja ya mas semoga ga terjadi lagi.
    salam kenal, gunadi.

  3. 3
    Budi
    berkomentar pada jam 4:48 pm
    tanggal 27 December 2006

    minggu depan saya juga mau sidang di jakarta selatan, mudah-mudahan disidang beneran sih.. daripada sidang tilang di jakarta barat dan timur.. gak ada sidangnya! malah suruh bayar 30 rebu ke petugas kejaksaannya.. jadi mungkin uangnya gak masuk ke pemerintah.. malah masuk ke tangan oknum… hiks…

  4. 4
    Riyogarta
    berkomentar pada jam 6:00 am
    tanggal 30 December 2006

    @Budi
    Mudah-mudahan disidang bener, yg udah-udah ya sepertiu pengalaman saya itu ternyata. Hanya mendengar keputusan hakim untuk membayar sekian rupiah :(

  5. 5
    katrine
    berkomentar pada jam 8:04 pm
    tanggal 25 January 2007

    :d
    saya sih cuma mau bilang, kasihan de bapak….
    :d
    becanda pak…
    ya…, hari gene pak…,, dimana-mana ya do-it lah pak…
    kencing aje bayar…
    :d
    kasian juga bapak dosenku yang satu ini!!!

  6. 6
    rangga
    berkomentar pada jam 4:27 pm
    tanggal 23 August 2008

    saya juga kena tilang baru-baru ini di daerah ancol..
    dan saya memenfaatkan jasa “Orang dalam” untuk mengurusnya..

    alhasil, saya cuma butuh waktu 3-4 hari untuk “menebus” STNK saya dari ketetapan sidang yang mencapai waktu 2 minggu…

    tapi, saya harus mengeluarkan uang 2x lipat dari biaya sidang..

    “itung-itung” biaya bensin Dll lah pak.. (kata orang dalamnya)

    tapi gak papa lah, yang penting STNK gak lama-lama ditahan dan urusannya cepat selesai….

    makasih ya “Orang dalam”
    hehehehehe….

    saya harap pengalaman saya ini dapat menjadi pengalaman untuk semua orang yang membaca mail list ini…

    thanks a lot….
    ^_^

  7. 7
    rangga
    berkomentar pada jam 4:39 pm
    tanggal 23 August 2008

    :) saya rangga, saya cuma mau memberi tahu pada yang tidak tahu tentang sidang tentang tilang… :) :) :) :)

    Kalau ditilang di jalan sebenarnya ada dua pilihan, form biru dan form merah.

    Formulir biru adalah menerima kesalahan (artinya tidak perlu berdebat dengan hakim).
    Dengan form ini bayar denda di BRI yg ditunjuk.
    Sehabis bayar denda resmi ke BRI, ambil SIM atau STNK yang disita ke kantor Ditlantas setempat

    Formulir merah artinya anda tidak terima kesalahan yang dituduhkan, dan diberikan kesempatan untuk berdebat atau minta keringanan kepada hakim. Biasanya tanggal sidang adalah maksimum 14 Hari dari tanggal kejadian, tergantung Hari sidang Tilang di PN (Pengadilan Negeri) bersangkutan.

    Oleh polisi, barang sitaan (SIM dan/atau STNK) akan disetor ke kantor Ditlantas setempat sampai dengan H-1 tanggal sidang.
    Selama masih di kantor Ditlantas SIM/STNK itu bisa ditebus tanpa sidang ke PN, cukup ke loket yang tadi disebutkan, serahkan form ulir merah, bayar dendanya, SIM/STNK kembali ke tangan anda0.
    H-1 sebelum sidang dan seterusnya, SIM/STNK sudah dikirim ke pengadilan sesuai daerah perkara, jadi harus ditebus di PN masing-masing

    Menghadiri Sidang banyak alternatif untuk menyelesaikan melalui calo, tetapi biasanya akan lebih mahal daripada kalau menyelesaikan sendiri:

    Sepanjang jalan menuju pengadilan, +- 50-100 m sebelum pengadilan banyak terdapat ‘Calo’ jasa pengurus tilang yang sebenarnya tidak memiliki pengaruh atau efek apapun terhadap pengurusan surat yang ditilang apalagi kemudahannya. Keberadaan mereka ‘Calo’ jangan ditanggapi dan jangan dihargai sama sekali! Karena mereka mudah emosi dan marah.

    Setibanya di PN, begitu parkir sudah dikerubuti calo. Parkir kendaraan di dalam bangunan pengadilan, ambil tiket parkir pada petugas. Jangan parkir depan tepat dibagian luar pagar pengadilan yg banyak ‘Calo’ juga tukang parkir ‘Preman’ yang memaksa dan berkata “ya.. yak..parkir disini.. Disini.. Didalam tidak bisa!” Itu bohong, mereka menggangu saja.
    Selepas resepsionis calo masih saja akan mendekati anda. Kali ini calo-nya berseragam hijau pegawai negeri. Kata calo tersebut “ibu tunggu aja disini, Rp 65.600,- aja. cepat kok selesainya”.

    Setelah ditunjukkan ruangan sidangnya, anda tunggu hakim datang. Lalu satu persatu, akan dibacakan nama dan kasusnya hakim langsung akan memberikan putusan soal besarnya denda pembelaan diri bisa dilakukan kalau perlu pembayaran langsung dilakukan di ruang sidang dan STNK yang ditahan juga langsung dikembalikan saat itu
    Selepas sidang ada loket untuk mengambil SIM. Bayar disitu untuk mengambil SIM Anda. Akan dikatakan bahwa biayanya Rp 50.600,- jangan percaya.

    Langsung sodorkan surat tilang ke salah satu petugas sambil berkata “saya mau ambil berkas ini.”

    Sang petugas memeriksa surat tilang tersebut dan langsung mencari berkas yang diperlukan di tumpukan yang tepat, dan dalam waktu singkat menemukan berkas yang dicari.

    Langsung SIM tersebut diambil dari berkas itu dan diserahkan kepada anda, dan dia akan berkata “45 ribu”. Berikan uang dalam jumlah yang tepat.

    Cek tabel denda untuk tahu denda yang tepat
    Kalau tidak ada tabel denda, tawar saja atau minta bulatkan angkanya.
    Tidak Menghadiri Sidang

    Kalau anda ingin menghadiri sidang, datanglah sesuai tanggal sidang yang tertera di surat tilang ke PN yg ditunjuk. Tapi ini tidak disarankan karena antriannya luar biasa banyak. Kita tidak akan punya kesempatan bertemu hakim, karena sidangnya sebenarnya IN ABSENTIA, dan banyak sekali CALO yang menawarkan bantuan.
    Anda disarankan untuk abaikan saja tanggal sidang tersebut, ambil SIM/STNK di hari lain terserah anda, hindari hari sidang tilang supaya tidak terjebak keramaian, dan langsung tuju loket khusus tilang yang ada di masing-masing PN.

    Tunjukkan formulir merahnya, dalam 5 menit SIM/STNK sudah kembali dengan bayar denda resmi.
    Sebelumnya cermati berapa denda resminya, supaya tidak dilebihkan oleh petugasnya. Contohnya, anda tahu denda masuk jalur cepat dengan naik motor Rp 15.000, petugasnya berkata Rp 25.600. Dia menambahkan Rp 600 seolah-olah itu perhitungan dengan rumus yang rumit, padahal akal-akalan saja biar ada yang masuk ke kantong dia.
    Anda berikan uang bulat 15.000, dia akan diam saja
    Intinya:

    Jangan takut kalau kena tilang.
    Jangan sekali-kali damai dengan polisi di jalanan, pilih tilang saja.
    Jangan percaya kalau ditakuti polisi soal denda 1 juta.
    Jangan pernah mau kalau polisi menyuruh mengambil SIM di kantor, sepertinya hanya bakal ada cerita tawar-menawar disana.
    Jangan percaya kalau polisi berkata sidangnya jam 10. (karena loketnya udah buka dari pagi)

    Mengenai sidang:
    Jangan takut ikut sidang tilang.
    (sidangnya sendiri non-existance)
    Pengadilan itu malah lucu
    Beli makan di pengadilan mahal
    Banyak supporter gadungan (teman-teman terdakwa), tidak usah takut dengan mereka
    Sidang tidak dianjurkan kalau tidak mau sebal
    Jangan mau pake calo, abaikan calo yang menawarkan bantuan
    Bayar denda sesuai tarif resmi.
    Jangan percaya sama pecahan 600. Itu buat memberi kesan bahwa dendanya uang pas.
    Untuk yang datang terlambat lalu terkejut karena “sidangnya sudah selesai” biasanya akan mendapat “tawaran bantuan” dari pegawai di sana, yang katanya “bisa membantu menyelesaikan”. Padahal sebenernya kita bisa menyelesaikan sendiri

    Menolak Berdamai dengan Nepotisme
    Saat tawaran damai muncul, tantanglah polisi untuk memberikan data-data dirinya yang lengkap, yaitu nama, kesatuan, resor, dsb.
    Ambil telepon genggam dan katakan bahwa anda akan menelepon pejabat tinggi kepolisian yang kebetulan adalah paman anda
    Seharusnya si polisi pada titik ini sudah ketakutan, dan anda dapat melanjutkan dengan prosedur resmi di atas

    Referensi
    Tips dari Masyarakat Transparansi
    Tips Pengadilan Tilang
    Email dari Bakhtiar Sutanto
    Kenapa Takut Disidang?
    Sharing Pengalaman Sidang Tilang
    Sharing lagi
    Tips
    Diperoleh dari “http://id.wikibooks.org/wiki/Tahu_Sama_Tahu/Polisi/Menghadapi_Tilang/Menolak_Ajakan_Damai_Polisi”

  8. 8
    PUTRA ADITA
    berkomentar pada jam 8:49 am
    tanggal 15 July 2009

    saya seorang siswa sma,saya kena tilang pada tgl 14 juni 2009,sebab saya kena tilang karna saya ingin bantu teman saya yang lagi gk ad uang wat pulang krmah,saya ketemu ma dy di jlan,dy lg jln di pinggir trotoar dan sy pun menghmprinya untk membntunya pulang,di jlan sya menxakn”knp kmu kok jlan kki ?dy jwb gk pux uang wat naik bes.
    pas saya bncengin dy seorg polisi menghmpiri sy,sy pun langsung d bwa ke kntor polisi untk d tilang….

    sekian”””’

    putra_bangsa99@ymail.com

  9. 9
    sni (Standard Nasional Polisi)
    berkomentar pada jam 11:49 am
    tanggal 12 June 2010

    ya……kita berdoa saja semoga makhluk2 ciptaan Tuhan itu akan mendapat ganjarannya…..
    Ya syukur2 bisa buat dia cacat seumur hidup……..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  10. 10
    joko
    berkomentar pada jam 9:38 am
    tanggal 15 December 2010

    kmrn jam stg 12 siang saya kena tilang,,,,,, krna tak mau rbt saya lgsng aja mnta damai, polisi lgsng bilg berapa? tai kucing kata saya. polisi bis gajian msh aja cari2 yg laen. bangsat asu

  11. 11
    Sukarja
    berkomentar pada jam 3:07 pm
    tanggal 1 July 2011

    Dapat hadiah di ultah polri ke-66,..ini adalah tilang saya kedua. Tilang pertama dama,..tilang edua ni prinsipnya si polisi ngasih opsi damai,..tapi saya mau coba sidang agar kalau denda pun mauk k kas negara,…bantu2 keuangan negara yg banyak dikorup atau dborosin untuk gaji2 yg gak perlu.

    Soal tilang ini, selanjutnya bis dibaca di http://maskarja.blogspot.com/2011/06/hadiah-surat-tilang-di-ultah-polri.html

  12. 12
    joy
    berkomentar pada jam 2:51 pm
    tanggal 2 July 2011

    ya sedih juga ya udah nunggu lama ,,, utk bela diri gak ada kesempatan … ya begini lah hukum di indo

  13. 13
    voteyes
    berkomentar pada jam 2:53 pm
    tanggal 2 July 2011

    gan kayaknya klu ketilang mendingan langsung damai ditempat kali ya dari pada nunggu , memang sih uangnya masuk kantong hihih

  14. 14
    tjang
    berkomentar pada jam 2:55 pm
    tanggal 2 July 2011

    sepertinya gak dikantor polisi aja tuh …dikantor -kantor lain juga sperti itu

  15. 15
    lomba
    berkomentar pada jam 11:18 am
    tanggal 23 October 2011

    pengokot itu apa yah??

  16. 16
    eko marwanto
    berkomentar pada jam 7:27 pm
    tanggal 23 December 2011

    Wah saya hari ini habis sidang, kena 120rb

  17. 17
    willy
    berkomentar pada jam 11:05 am
    tanggal 3 January 2012

    waduh mas, ati2 donk
    pantun lucu

  18. 18
    kepoo
    berkomentar pada jam 10:12 am
    tanggal 31 May 2014

    saya kemarin kena tilang pada tgl 30-5-14 karna saya bonceng 3 dan tidak punya SIM dan itu saya bisa maklumkan tpi saya heran kemarin saya sempat melihat ada seorang ibu” memboncengi anaknya tapi tidak kena tilang sedangkan kemarin rata” yg kena tilang alat” berkendara’an yg mereka bawa lengkap, tetapi mengapa tetep saja mereka tilang ??? dan sedangkan orang yg tidak memakai helm dibebaskan begitu saja ?? itu harus dipertanyakan dan menurut saya itu tidak adil dan tidak bijak,. saya heran dengan polisi jaman sekarang -_-


Isi Komentar


  • *