Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia akan memiliki warna kulit yang sama, agama yang hanya satu, tidak ada yang namanya negara, suku bangsa dan tidak ada perbedaan. Artinya Sang Khalik memang menghendaki adanya perbedaan. Perbedaan adalah hakekat penciptaan. Perbedaan itu indah.

Ditilang!!

Dikirim: November 28th, 2006 | Oleh: | Kategori: Bingungsiana | 13 Komentar »

Maksud hati ingin menghindar dari kecelakaan yang sangat mungkin terjadi, eeehhh, malah ditilang :( Baca pengalaman saya selengkapnya Petugas Polantas Yang Tidak Bijaksana di detik.com

detikcom – Jakarta, Saya sungguh menyesalkan tindakan penilangan yang dilakukan polisi kepada saya, karena penilangan dilakukan tanpa pertimbangan atas kejadian yang saya alami dan tidak berdasrakan azas keadilan.

Peristiwa ini terjadi tanggal 26 Nopember 2006 sekitar jam 2 siang. Saat itu, saya dan istri mengendarai motor di jalan Gatot Subroto perempatan Rasuna-Mampang.

Sejak dari kejauhan saya sudah berniat untuk menyetop motor saya karena melihat lampu sudah beralih ke warna kuning, namun saya melihat melalui kaca spion bahwa di belakang saya persis ada kopaja yang ngebut dan sama sekali tidak mengurangi kecepatannya.

Maka, untuk menghindari tertabraknya motor saya oleh Kopaja tersebut, saya memaksakan motor saya untuk tetap sedikit melaju untuk mengambil arah agak ke kanan. Akibatnya, motor saya berhenti tepat di zebra cross (di depan garis stop). Sesuai dengan dugaan saya Kopaja tetap melaju kencang menerobos lampu yang sudah berwarna merah dengan jarak cukup dekat dengan motor yang saya kendarai.

Saya dan istri menarik napas lega membayangkan apa yang terjadi jika saya tetap nekat untuk stop sesuai dengan niat awal. Bisa saja dan sangat mungkin terjadi motor yang kami kendarai tertabrak Kopaja tadi dari belakang dan entah bagaimana nasib kami.

Setelah itu, karena saya tahu betul bahwa motor saya berada dalam posisi yang salah, maka saya berniat memundurkan motor namun sayang telah terhalang oleh motor yang telah ada di belakang. Saya pun mulai menyadari bahwa ada seorang polisi yang mulai menghampiri kami.

Saya pikir, polisi tersebut mau menenangkan kami berdua atas peristiwa yang mungkin saja bisa merenggut nyawa kami. Tetapi yang terjadi adalah kami ditilang dengan alasan kesalahan melanggar garis stop.

Saya sempat protes, pertama saya katakan bahwa hal ini terjadi karena saya tidak mau tertabrak Kopaja yang ngebut tadi. Namun hal ini tidak dihiraukan bahkan saya dituduh berniat menerobos lampu merah. Lalu saya saya tanyakan kepada polisi tersebut, “Mengapa Kopaja tersebut yang sudah jelas menerobos lampu merah didiamkan? Tidak ditilang?”

Jawabannya adalah, “Anda sudah melanggar garis stop, dan ini adalah pelanggaran lalu lintas. Banyak kecelakaan terjadi akbat pelanggaran lalu lintas,” jawabnya sambil menggebrak meja.

Selanjutnya, saya pun dibilang orang pinter dan dia tandai surat tilang saya dengan huruf XXX. Selanjutnya dia tambahkan tanda KK yang dilingkari. Saya memperkirakan tanda KK adalah singkatan dari Keras Kepala, tetapi tidak tahu apa artinya XXX.

Yang jelas, saya yakin tanda-tanda tersebut adalah kode yang diberikan bagi orang yang dianggap melawan. Ini saya simpulkan dari sikap polisi tersebut yang menganggap saya melawan, padahal saya hanya ingin mereka tahu apa latar belakang hal ini terjadi dengan harapan mereka lebih bijak melihat situasi.

Sayangnya, apa pun yang saya katakan tetap tidak dihiraukan dan surat tilang pun tetap keluar.

Kejadian ini sungguh menyesakkan dada kami yang berniat menghindari kecelakaan yang sangat mungkin terjadi malah ditilang tanpa adanya pertimbangan mengapa hal ini saya lakukan. Bahkan saya dianggap melawan.

Di sisi lain, Kopaja yang saya khawatirkan akan membuat celaka justru tidak dipermasalahkan meskipun telah ngebut dan menerobos lampu merah. Padahal, saat kejadian ini terjadi ada tiga petugas yang seharusnya melihat dengan jelas kejadian ini.

Akhirnya kami pun hanya menerima pasrah surat tilang yang telah diberikan. Dan kami pun diperintahkan untuk melakukan pembelaan di depan pengadilan tanggal 5 Desember 2006.

Rasanya, saya tidak yakin bisa melakukan pembelaan apalagi dengan surat tilang yang telah diberi tanda XXX dan KK, yang paling mungkin terjadi adalah saya keluarkan uang untuk menebus ini semua di pengadilan seperti yang sudah banyak dialami orang-orang disekitar saya.

riyo at bedeng dot com
telepon di redaksi


13 komentar untuk “Ditilang!!”

  1. 1
    ryosaeba
    berkomentar pada jam 10:21 am
    tanggal 5 December 2006

    wah hari ini ya sidangnya? walaupun sudah diberi tanda XXX dan KK, kenapa tidak dicoba untuk menjelaskan kenapa sampai melanggar marka?

  2. 2
    Catatan » Sidang Akibat Tilang
    berkomentar pada jam 1:06 pm
    tanggal 5 December 2006

    […] Akhirnya tiba juga hari yang saya nantikan, hari dimana saya sidang akibat kena tilang seminggu yang lalu. Dengan semangat ingin ikut sidang dan melakukan pembelaan, ternyata hanya “mebuang waktu” menunggu sidang tanpa disidang .. hiks […]

  3. 3
    dina
    berkomentar pada jam 5:05 pm
    tanggal 5 December 2006

    lhoooooooooooooooooooooooooooo….koq, jadi gada sidang neeehhh…
    wah itu precedent buruk bangggeeettthh…HARUSSS ditulis di Kompas tuh oom Riyo..lha koq malah aq yang penasaran tooohhh…

  4. 4
    astaufik
    berkomentar pada jam 10:19 am
    tanggal 22 May 2007

    wah … saya juga pagi ini baru kena tilang… 8-| dan akan disidang tanggal 31 mei saya gak tau apa akan disidang atau enggak…karena saya curiga…polisi-polisi itu pada males dateng ke ruang sidang….. paling-paling juga cuman disuruh bayar denda doank…. huh… kepolisian indonesia payeh…. :)>-

  5. 5
    v3
    berkomentar pada jam 3:02 pm
    tanggal 27 November 2008

    tolong donk ..
    kasih komentar ,,
    menurutmu gimana sikap polisi terhadap pelanggar yang melanggar lampu merah lalu lintas .padahal pada dasarnya orang tersebut sudah berhenti lama sampai setengah jam.akhirnya orang tersebut menerobos dengan keaadan lampu masih merah..
    tp ternyata polisi menilangnya ??
    menurut km gmn sikap polisi tersebut??????????//
    tolong yah kasih penjelasan..
    thank before.

  6. 6
    herla
    berkomentar pada jam 1:39 pm
    tanggal 14 May 2011

    ckckckck… petugas ga punya hati nurani

  7. 7
    TheTwilight
    berkomentar pada jam 8:13 pm
    tanggal 17 May 2011

    Emang gila polisi sekarang, cpe deeeh

  8. 8
    poppy
    berkomentar pada jam 2:16 pm
    tanggal 8 October 2011

    capeee dehhh

  9. 9
    george
    berkomentar pada jam 8:35 pm
    tanggal 9 October 2011

    tak ada hati nurani tuh polisi hanya bisa menilang demi Rp

  10. 10
    ivan
    berkomentar pada jam 8:40 pm
    tanggal 9 October 2011

    ya begitulah kepolisian …. kita musti hati2

  11. 11
    ranby
    berkomentar pada jam 10:24 pm
    tanggal 8 October 2012

    sampe ga bisa coment apa2.. ckck

  12. 12
    lynn
    berkomentar pada jam 11:48 am
    tanggal 19 November 2014

    .

    good.

  13. 13
    todd
    berkomentar pada jam 1:49 am
    tanggal 20 November 2014

    .

    ñïñ.


Isi Komentar