Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia akan memiliki warna kulit yang sama, agama yang hanya satu, tidak ada yang namanya negara, suku bangsa dan tidak ada perbedaan. Artinya Sang Khalik memang menghendaki adanya perbedaan. Perbedaan adalah hakekat penciptaan. Perbedaan itu indah.

Seminggu Menjadi Dosen dan Cita-cita

Dikirim: September 29th, 2006 | Oleh: | Kategori: Diary | 8 Komentar »

Seminggu menjadi dosen, mmm, rasanya masih sukar dipercaya bahwa salah satu dari cita-cita saya akhirnya tercapai di tahun ini. Keinginan untuk menjadi dosen sebenarnya telah muncul 11 tahun yang lalu ketika saya berhasil menyelesaikan S-1. Tetapi nasib berkata lain, saya harus menjadi pegawai dulu di sebuah perusahaan swasta di Jakarta hingga menjadi pimpinan sebuah unit di divisi teknologi informasi. Lalu di awal tahun saya resign dengan niat berwiraswasta bersama teman-teman. Ternyata, keinginan untuk berwiraswasta pun tidak semudah seperti yang saya bayangkan. Singkat kata, keinginan untuk berwiraswasta dengan mendirikan perusahaan kelihatannya belum cukup untuk membiayai kebutuhan hidup yang semakin hari semakin berat. Dari sinilah saya berpikir untuk mencari penghasilan lain dengan tidak membuang keinginan saya untuk berwiraswasta, dan keputusannya adalah menjadi dosen sebagai pekerjaan sambilan :)

Diawali dari pertengahan bulan Juli ketika saya dipanggil untuk diwawancarai sebagai dosen, akhirnya seminggu yang lalu saya dipercaya untuk menjadi dosen di B*I. Tidak tanggung-tanggung, alhamdulillah saya dipercaya untuk memegang 9 kelas, 4 kelas Struktur Data, 1 kelas Bahasa Rakitan, 3 kelas Fotografi dan 1 kelas Fotografi Desain. Total mengajar sebanyak 22 SKS, wow. Tetapi 2 SKS, –yaitu kelas Bahasa Rakitan– dengan sangat terpaksa saya cancel, karena waktunya yang tidak memungkinkan –padahal ini bahasa yang sangat saya sukai ketika saya kuliah dulu :D

Lalu bagaimana kesan-kesannya menjadi dosen baru? Jawabnya hanya satu kata, “Menyenangkan!”.

Dari pekerjaan baru ini pula saya akhirnya nekat membeli notebook yang tentunya akan saya pergunakan untuk mengerjakan hal-hal lainnya di sela-sela waktu mengajar. Artinya, pekerjaan saya yang berhubungan dengan niat saya berwiraswasta saat ini bisa saya kerjakan dimana pun, tidak tergantung pada PC yang saya miliki di rumah. Dengan kata lain, saya ingin memanfaatkan waktu sedemikian rupa sehingga insya Allah tidak ada yang terbuang percuma.

Oke, dari sekian banyak cita-cita, alhamdulillah beberapa sudah pernah saya capai. Yang baru ini adalah menjadi seorang dosen yang alhamdulillah juga tercapai. Cita-cita lain yang sedang dalam proses adalah berwiraswasta yang insya Allah akan tetap saya jalani hingga tercapai.

Cita-cita lain? Entah kenapa, tiba-tiba muncul dalam benak saya, yaitu ingin menjadi ustad …. mampukah? Insya Allah, dimana ada keinginan yang dibarengi oleh usaha, maka tidak ada kata lain selain harus mampu. Insya Allah.


8 komentar untuk “Seminggu Menjadi Dosen dan Cita-cita”

  1. 1
    Luthfi
    berkomentar pada jam 9:35 pm
    tanggal 29 September 2006

    selamats:d

  2. 2
    feha
    berkomentar pada jam 6:00 am
    tanggal 30 September 2006

    congratz :d
    jadinya dosen diman yah? hehehe….

  3. 3
    Yuliazmi
    berkomentar pada jam 1:48 am
    tanggal 1 October 2006

    Sukses ya Yang, jadi dosen… mudah2an senang dan betah :) Kan sudah dapat kesan yang menyenangkna di awal2 perkuliahan ;)

  4. 4
    Riyogarta
    berkomentar pada jam 1:50 am
    tanggal 1 October 2006

    @Yuliazmi

    Amin … makasih yah doanya :x

  5. 5
    diena
    berkomentar pada jam 9:06 am
    tanggal 26 October 2006

    ups kok sama dg saya ya..punya cita-cita yg banyakkk ! dari guru TK, Dosen, Dokter eh skrg nyangkut jadi mining engineer..dan udah satu tahun ini jadi murobbi. Justru profesi yg terakhir ini yg cool krn bisa mengelola bahkan ngusir bete..ada nilai lebih dari sekedar hidup !

  6. 6
    dinda
    berkomentar pada jam 2:14 pm
    tanggal 9 October 2008

    “Dari sinilah saya berpikir untuk mencari penghasilan lain dengan tidak membuang keinginan saya untuk berwiraswasta, dan keputusannya adalah menjadi dosen sebagai pekerjaan sambilan”

    wah..saya sih rada kecewa membaca tulisan Bapak yg mengatakan dosesn sebagai pekerjaan sambilan..kesannya tidak sungguh2..bekerja harus sungguh2 dan berprestasi..jangan hanya seadanya..sisa waktu luang sebaiknya digunakan untuk meng-upgrade ilmu, berkomunikasi dengan dosen sejawat, mahasiswa, dan industri yg terkait..klo pikiran sudah terbagi, nanti hasilnya tidak optimal..tapi kalau niat wiraswasta dapat mengasah pengetahuan dan skill Bapak sebagai dosen saya sangat setuju Bapak berwiraswasta..jadilah dosen yang terbaik di bidangnya..berkaryalah..

    terima kasih dan maaf klo ada yang kurang berkenan

  7. 7
    Kirk
    berkomentar pada jam 11:55 am
    tanggal 20 November 2014

    .

    tnx!

  8. 8
    Andrew
    berkomentar pada jam 11:05 am
    tanggal 22 November 2014

    .

    hello.


Isi Komentar