Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia akan memiliki warna kulit yang sama, agama yang hanya satu, tidak ada yang namanya negara, suku bangsa dan tidak ada perbedaan. Artinya Sang Khalik memang menghendaki adanya perbedaan. Perbedaan adalah hakekat penciptaan. Perbedaan itu indah.

Pluto, Nasibmu Kini

Dikirim: September 16th, 2006 | Oleh: | Kategori: Uncategorized | 1 Komentar »

Keputusan untuk mencabut status pluto sebagai planet akhirnya keluar bulan kemarin, tepatnya tanggal 24 Agustus 2006. Saya ingat ketika saya duduk di bangku SMP saat semangat-semangatnya mempelajari segala sesuatu berbau astronomi dalam pelajaran Bumi dan Antariksa. Saya sempat bertanya kepada guru, “Kenapa pluto digolongkan menjadi sebuah planet?” Saat itu saya hanya berpikir “aneh” melihat pluto dengan orbitnya yang “unik” karena bertumpang-tindih dengan Neptunus digolongkan sebagai planet (bukan masalah besar kecilnya). Guru saya hanya menjawab, “Itu sudah disepakati oleh para ilmuwan.” Ah, guru saya rupanya tidak berbohong, karena ilmuwan pula lah yang kali ini mencabut status planet yang melekat padanya :) Ternyata nasib pluto pun tidak behenti sampai disini. Setelah diturunkan pangkatnya menjadi asteroid, maka namanya pun diganti menjadi asteroid dengan nomor 134340.

Sayang, informasi seperti ini kurang mendapat tanggapan dalam sistem pendidikan di Indonesia. Lihat saja berita di detik, Depdiknas Belum Siapkan Langkah Sosialisasi Soal Pluto, Pluto Keluar dari Susunan Planet, Buku Pelajaran Tidak Ditarik. Lalu ada juga berita Penyebaran Info Pluto Jangan Dibebankan pada Depdiknas, aneh yah :-?.

Saya kembali ingat ketika saya eyel-eyelan dengan guru karena guru bersikeras mengatakan bahwa planet yang memiliki cincin hanyalah saturnus. Padahal Jupiter, Uranus dan Neptunus pun memiliki cincin (ah … jangan-jangan Anda pun tidak tahu :p ). Saya hanya membayangkan saat ini, seorang murid eyel-eyelan dengan gurunya yang dengan keukeuh mengatakan bahwa pluto itu adalah planet ke-9 :D


Satu komentar untuk “Pluto, Nasibmu Kini”

  1. 1
    anghuda
    berkomentar pada jam 9:13 am
    tanggal 22 September 2006

    akibat banyaknya ditemukan objek sejenis pluto, dan adakalanya lebih besar … lalu ilmuwan membuat suatu klasifikasi baru mengenai objek di langit di mana pluto termasuk di dalamnya, keputusan para ilmuwan tidak mempengaruhi status bumi sebagai satu-satunya planet layak huni :-”

    bumi pun dulunya berstatus planet mati, kemudian dihidupkan agar manusia bisa hidup di atasnya, kalaupun suatu saat nanti ilmuwan mengubah status bumi menjadi objek langit bernomor 10340, tak masalah bukan … ? tokh dalam ilustrasi astronomi galaxi bimasakti, bumi begitu tak nampaknya …


Isi Komentar


  • *