Kenapa Baru Sekarang?
Dikirim: April 16th, 2006 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Bingungsiana | 2 Komentar »Begitulah pertanyaan saya dalam hati ketika melihat betapa hebohnya mereka akibat terbitnya majalah Playboy. Bagi saya –meskipun belum sempat beli & lihat karena keburu habis– majalah ini tidak jauh beda dengan majalah-majalah yang ada sebelumnya, bahkan menurut beberapa orang yang sudah sempat melihatnya, majalah ini katanya jauh lebih sopan dibandingkan majalah FHM dan Popular :o
Lalu kenapa baru sekarang sebuah organisasi (yang katanya Islam) tersebut ribut? Bahkan sampai melakukan tindakan pengrusakan yang sama sekali tidak terpuji? Kenapa hal yang sama tidak dilakukan pada majalah-majalah senada yang telah terbit jauh-jauh hari sebelum terbitnya Playboy? Mmm, apa iya hanya karena sebuah nama Playboy?
Ayolah, salurkan tenaga dan energi yang ada untuk hal-hal lain yang jauh lebih bermanfaat. Ketidaksetujuan terhadap terbitnya majalah Playboy bukan tidak bermanfaat, tetapi alangkah jauh lebih bermanfaat jika bisa menunjukkan ketidakseutujuan tersebut dengan cara yang simpatik sehingga bisa menjadi contoh bagi semua umat di Indonesia.
berkomentar pada jam 3:27 pm
tanggal 17 April 2006
Mungkin..mungkin nih yaa…yg mereka liat asalnya si majalah itu juga, selain namanya tentu
. Waah..ketauan nih, pada suka baca PB-nya buatan luar..hahaha
Yg aku gak ngerti, kelompok ini koq cuma perdulu sama yg berbau porno dan miras… gedung DPR itu gak mereka demo juga yah..padahal banyak juga kan penyelewengan2
berkomentar pada jam 8:56 am
tanggal 18 April 2006
“Suara Hati Anak Pantai”
Bang Rhoma yang saya hormati…
Jangan salahkan turis pakai bikini
Mereka mencari matahari
Di pantai kebanggaan negeri ini
Untuk itu tolong pahami
Tak mungkin berjemur pakai dasi
Bang Rhoma yang saya hormati…
Mulailah introspeksi diri
Kelak kau temukan kebenaran sejati
Jangan banyak teori
Apalagi merasa suci
Engkau sendiri berpoligami
Kami anak pantai
Terbiasa dengan pemandangan begini
Biar pun rambut warna-warni
Kami masih punya nurani
Tak pernah ada syahwat menari
Bang Rhoma yang saya hormati…
Silahkan engkau datang kemari
Nikmati alam anugerah ilahi
Kami sambut dengan suka hati
Surfing pun kami ajari
Meluncur di atas ombak tinggi
Akan tetapi…
Jangan engkau pelototi
Kalau ada bodi seksi
Apalagi sampai birahi
Bang Rhoma yang saya hormati…
Mereka jangan dicaci maki
Apalagi dituduh pornografi
Semua itu keindahan tubuh yang alami
Dari negeri Sakura sampai Chili
Semua ada disini
Biarkan semua bangsa berbaur dalam damai
Mereka tidak cari sensasi
Tapi menghilangkan kepenatan sehari-hari
Jangan fanatik budaya Arab Saudi
Ingat budaya Indonesia asli
Sensual tapi penuh arti
Jika kau paksa terapkan di Bali
Semua itu akan jadi basi
Bang Rhoma yang saya hormati…
Jika engkau sudah datang kemari
Satu hal yang saya peringati
Meski ada turis cantik sekali
Jangan kau jadikan istri
Salam damai dari kami
——————————-
Masyarakat Madani Indonesia,
Fuck Pengacau Indonesia
——————————-
RUU APP katanya menyelamatkan moral bangsa
Sedangkan moralnya sendiri rusak
Lihat pendemo dari golongan agama tertentu di Jakarta, meraka merusak, membakar, menteror orang lain
Moral mana yang mau diselamatkan?
Sedang meraka sendiri tidak bermoral!
Sweeping majalah playboy, katanya merusak moral bangsa.
Perbaiki moralmu sendiri, sebelum mengurus moral orang lain
Membuat teror, merusak dan membakar jauh lebih bobrok moralnya
dibanding hanya menampilkan foto-foto syur di majalah, internet, dan di tivi
atau memakai bikini di pantai, atau hanya memakai rok mini di mall atau di pasar
dasar otak ngeres, melihat paha mulus saja sudah terangsang
jangan jadi orang munafik, anda malah akan ditertawakan orang
lihat di Irian Jaya, mereka tidak pakaia baju
perkosaan hampir tidak ada
lihat di arab saudi, mereka ada hukum rajam, masyarakatnya memakai baju jilbab penutup tubuh
perkosaan malah merajalela
moral bangsa tidak bisa hanya di ukur dengan pakaian
karena memang moralnya sudah rusak
percaya atau tidak, pakaian tertutup/jilbab hanya menjadi peredam atau pemendam atau pembangkit nafsu saja
jika melihat baju bikini, nafsu akan meledak dan ingin memperkosa/meperistrinya
sudah terbukti di indonesia, banyak yang berpoligami dari kalangan tertentu yang munafik dan sok suci
dan sok bermoral….
sekian…..