Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia akan memiliki warna kulit yang sama, agama yang hanya satu, tidak ada yang namanya negara, suku bangsa dan tidak ada perbedaan. Artinya Sang Khalik memang menghendaki adanya perbedaan. Perbedaan adalah hakekat penciptaan. Perbedaan itu indah.

Kenapa Baru Sekarang?

Dikirim: April 16th, 2006 | Oleh: | Kategori: Bingungsiana | 5 Komentar »

Begitulah pertanyaan saya dalam hati ketika melihat betapa hebohnya mereka akibat terbitnya majalah Playboy. Bagi saya —meskipun belum sempat beli & lihat karena keburu habis— majalah ini tidak jauh beda dengan majalah-majalah yang ada sebelumnya, bahkan menurut beberapa orang yang sudah sempat melihatnya, majalah ini katanya jauh lebih sopan dibandingkan majalah FHM dan Popular :o

Lalu kenapa baru sekarang sebuah organisasi (yang katanya Islam) tersebut ribut? Bahkan sampai melakukan tindakan pengrusakan yang sama sekali tidak terpuji? Kenapa hal yang sama tidak dilakukan pada majalah-majalah senada yang telah terbit jauh-jauh hari sebelum terbitnya Playboy? Mmm, :-? apa iya hanya karena sebuah nama Playboy?

Ayolah, salurkan tenaga dan energi yang ada untuk hal-hal lain yang jauh lebih bermanfaat. Ketidaksetujuan terhadap terbitnya majalah Playboy bukan tidak bermanfaat, tetapi alangkah jauh lebih bermanfaat jika bisa menunjukkan ketidakseutujuan tersebut dengan cara yang simpatik sehingga bisa menjadi contoh bagi semua umat di Indonesia.


5 komentar untuk “Kenapa Baru Sekarang?”

  1. 1
    ita
    berkomentar pada jam 3:27 pm
    tanggal 17 April 2006

    Mungkin..mungkin nih yaa…yg mereka liat asalnya si majalah itu juga, selain namanya tentu :d. Waah..ketauan nih, pada suka baca PB-nya buatan luar..hahaha
    Yg aku gak ngerti, kelompok ini koq cuma perdulu sama yg berbau porno dan miras… gedung DPR itu gak mereka demo juga yah..padahal banyak juga kan penyelewengan2 :-?

  2. 2
    Riko
    berkomentar pada jam 8:56 am
    tanggal 18 April 2006

    “Suara Hati Anak Pantai”

    Bang Rhoma yang saya hormati…
    Jangan salahkan turis pakai bikini
    Mereka mencari matahari
    Di pantai kebanggaan negeri ini
    Untuk itu tolong pahami
    Tak mungkin berjemur pakai dasi

    Bang Rhoma yang saya hormati…
    Mulailah introspeksi diri
    Kelak kau temukan kebenaran sejati
    Jangan banyak teori
    Apalagi merasa suci
    Engkau sendiri berpoligami

    Kami anak pantai
    Terbiasa dengan pemandangan begini
    Biar pun rambut warna-warni
    Kami masih punya nurani
    Tak pernah ada syahwat menari

    Bang Rhoma yang saya hormati…
    Silahkan engkau datang kemari
    Nikmati alam anugerah ilahi
    Kami sambut dengan suka hati
    Surfing pun kami ajari
    Meluncur di atas ombak tinggi
    Akan tetapi…
    Jangan engkau pelototi
    Kalau ada bodi seksi
    Apalagi sampai birahi

    Bang Rhoma yang saya hormati…
    Mereka jangan dicaci maki
    Apalagi dituduh pornografi
    Semua itu keindahan tubuh yang alami
    Dari negeri Sakura sampai Chili
    Semua ada disini
    Biarkan semua bangsa berbaur dalam damai
    Mereka tidak cari sensasi
    Tapi menghilangkan kepenatan sehari-hari

    Jangan fanatik budaya Arab Saudi
    Ingat budaya Indonesia asli
    Sensual tapi penuh arti
    Jika kau paksa terapkan di Bali
    Semua itu akan jadi basi

    Bang Rhoma yang saya hormati…
    Jika engkau sudah datang kemari
    Satu hal yang saya peringati
    Meski ada turis cantik sekali
    Jangan kau jadikan istri

    Salam damai dari kami
    ——————————-
    Masyarakat Madani Indonesia,
    Fuck Pengacau Indonesia
    ——————————-
    RUU APP katanya menyelamatkan moral bangsa
    Sedangkan moralnya sendiri rusak
    Lihat pendemo dari golongan agama tertentu di Jakarta, meraka merusak, membakar, menteror orang lain
    Moral mana yang mau diselamatkan?
    Sedang meraka sendiri tidak bermoral!
    Sweeping majalah playboy, katanya merusak moral bangsa.
    Perbaiki moralmu sendiri, sebelum mengurus moral orang lain
    Membuat teror, merusak dan membakar jauh lebih bobrok moralnya
    dibanding hanya menampilkan foto-foto syur di majalah, internet, dan di tivi
    atau memakai bikini di pantai, atau hanya memakai rok mini di mall atau di pasar
    dasar otak ngeres, melihat paha mulus saja sudah terangsang
    jangan jadi orang munafik, anda malah akan ditertawakan orang
    lihat di Irian Jaya, mereka tidak pakaia baju
    perkosaan hampir tidak ada
    lihat di arab saudi, mereka ada hukum rajam, masyarakatnya memakai baju jilbab penutup tubuh
    perkosaan malah merajalela
    moral bangsa tidak bisa hanya di ukur dengan pakaian
    karena memang moralnya sudah rusak
    percaya atau tidak, pakaian tertutup/jilbab hanya menjadi peredam atau pemendam atau pembangkit nafsu saja
    jika melihat baju bikini, nafsu akan meledak dan ingin memperkosa/meperistrinya
    sudah terbukti di indonesia, banyak yang berpoligami dari kalangan tertentu yang munafik dan sok suci
    dan sok bermoral….

    sekian…..

  3. 3
    Mathew
    berkomentar pada jam 6:56 pm
    tanggal 21 November 2014

    .

    thank you!

  4. 4
    Troy
    berkomentar pada jam 3:42 am
    tanggal 26 November 2014

    .

    ñïñ!

  5. 5
    Stephen
    berkomentar pada jam 1:09 am
    tanggal 27 November 2014

    .

    ñïñ!!


Isi Komentar