Dikirim: April 19th, 2006 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Teknoblogia | 8 Komentar »
Bagaimana mengecek kecepatan koneksi internet yang kita miliki? Hal inilah yang baru saja saya lakukan menggunakan utility bandwidth meter yang banyak tersedia di internet.
Pertama, saya menguji bandwith internet menggunakan bandwidth meter yang disediakan oleh Indo.net.id, multidata.net.id dan i2.co.id. Ketiganya saya asumsikan untuk mengecek bandwidth internet pada jalur IIX (lokal). Hasil rata-rata dari masing-masing menyatakan bahwa bandwidth yang diberikan ISP kepada saya sebesar 350kbps, artinya secara teori kecepatan download jalur internet yang saya pergunakan di jalur IIX kurang lebih 43,6 KB/sec.
Yang kedua, saya menguji bandwidth internet menggunakan bandwidth meter yang disediakan oleh situs-situs luar. Saya menggunakan beberapa bandwidth meter yang ada pada Broadband Speedtest. Hasilnya secara rata-rata menyatakan bandwidth yang diberikan ISP kepada saya sebesar 65kbps, artinya secara teori kecepatan download jalur internet yang saya pergunakan di jalur internasional kurang lebih 8,125 KB/sec.
Bener juga, rata-rata kecepatan download yang didapat ketika mendownload data dari situs luar memang sekitar 8 KB/sec (meskipun terkadang bisa mencapai 16-18 KB/sec). Jadi untuk mendownload data sebesar 1 MB diperlukan waktu lebih dari 2 menit. Berbeda saat mendownload data dari situs lokal (situs yang terkoneksi ke IIX), untuk data 1 MB diperlukan waktu kurang dari satu menit.
**Yah lumayan, bisa mempergunakan internet unlimited dengan bandwidth rata-rata sebesar 350kbps di jalur IIX dan 65kbps di jalur internasional dengan biaya yang relatif murah
Thanks buat BigNet.
0
0
Dikirim: April 18th, 2006 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Buah Pena | 11 Komentar »
“Satu tahun telah kau lewati lagi,” sapanya. Lagi-lagi, dan aku masih saja seperti dulu. “Pernahkah kau berpikir untuk mulai mengubah semua yang telah kau lewati?” Tentu. Aku akan mengubahnya, mengubahnya untuk menjadi semakin baik.
“Ya, kau masih seperti yang dulu. Sosok yang keras kepala, selalu menggebu dan selalu ingin melakukan perubahan dimana pun.” Aku ingat sekarang, siapa dirimu. “Tentu, dan kau tidak akan pernah lupa meskipun sesekali kau terlalu sombong untuk mengingat siapa diriku.” Tidak. Aku bukan sombong, aku hanya ingin mencari, mencari sesuatu yang selalu kucari. “Dan kau telah mendapatkannya?” Mungkin. Mungkin aku telah mendapatkannya kembali, tetapi aku ragu, apakah ini yang selama ini kucari.
“Ragu. Yah, mungkin itulah yang selalu kau takuti. Bahkan ketika segala sesuatu telah jelas di depan mata, kau selalu ragu. Kau selalu berpangku diatas logika. Sampai kapan kau percaya dengan apa yang selalu kau banggakan?” Tidak, tidak seperti itu. Aku hanya yakin bahwa segala yang telah kulewati selalu mempunyai dampak positif.
“Kau yakin dengan apa yang telah kau pegang?” Hatiku bergetar. “Kau yakin telah menemukannya kembali?” Insya Allah. Apa yang selalu kucari mulai terlihat jelas. Aku tidak akan ragu lagi, aku harus semakin kuat dan aku akan selalu bersamamu.
Terimakasih ya Allah atas nikmat yang telah kau berikan selama ini. Dan maafkan ya Allah, atas segala dosa hambamu ini. Amin.
0
0
Dikirim: April 16th, 2006 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Bingungsiana | 2 Komentar »
Begitulah pertanyaan saya dalam hati ketika melihat betapa hebohnya mereka akibat terbitnya majalah Playboy. Bagi saya –meskipun belum sempat beli & lihat karena keburu habis– majalah ini tidak jauh beda dengan majalah-majalah yang ada sebelumnya, bahkan menurut beberapa orang yang sudah sempat melihatnya, majalah ini katanya jauh lebih sopan dibandingkan majalah FHM dan Popular :o
Lalu kenapa baru sekarang sebuah organisasi (yang katanya Islam) tersebut ribut? Bahkan sampai melakukan tindakan pengrusakan yang sama sekali tidak terpuji? Kenapa hal yang sama tidak dilakukan pada majalah-majalah senada yang telah terbit jauh-jauh hari sebelum terbitnya Playboy? Mmm,
apa iya hanya karena sebuah nama Playboy?
Ayolah, salurkan tenaga dan energi yang ada untuk hal-hal lain yang jauh lebih bermanfaat. Ketidaksetujuan terhadap terbitnya majalah Playboy bukan tidak bermanfaat, tetapi alangkah jauh lebih bermanfaat jika bisa menunjukkan ketidakseutujuan tersebut dengan cara yang simpatik sehingga bisa menjadi contoh bagi semua umat di Indonesia.
0
0
Dikirim: April 14th, 2006 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Uncategorized | 8 Komentar »
Sudah lama sebenarnya ingin memasak ini, hanya ndilalah baru sekarang sempatnya. Jadi ceritanya, membuat dadar telur adalah keahlian saya. Saking ahlinya, Ibu saya selalu menyuruh saya untuk membuatnya ketika saya masih tinggal bersama keluarga di Bandung.
Bahan:
- 4 Buah telur ayam
- Garam dan merica secukupnya
- Keju parut LEBIH dari cukup :D
- Air panas
- Mentega satu sendok makan
Cara memasak:
- Kocok 4 telur hingga rata
- Masukan garam dan merica secukupnya
- Masukan keju parut yang LEBIH dari cukup itu :D
- Tuangkan 3 sendok teh air panas. Air panas sangat membantu telur untuk lebih mengembang ketika dimasak.
- Panaskan satu sendok mentega di penggorengan.
- Tuangkan (tidak seluruhnya) adonan telur tersebut sedikit demi sedikit ke penggorengan hingga membentuk lapisan tipis. Gerakan penggorengan agar telur merata. Saat lapisan tersebut terlihat setengah matang, maka segera gulung lapisan tersebut. Gulungan ini adalah gulungan pertama yang selanjutnya menjadi dasar gulungan lapisan-lapisan telur berikutnya. Lakukan terus hingga adonan telur habis dan voilaaa, dadar telur – jurig keju akan terlihat tebal
Catatan:
- Jangan segera memotong dadar telur – jurig keju sesaat setelah diangkat dari penggorengan. Pemotongan yang terlalu cepat membuat panas bagian dalam telur cepat hilang yang mengakibatkan tidak matangnya bagian tengah (yang tebal) dari masakan ini.
Dikirim: April 14th, 2006 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Diary | 3 Komentar »
Weleh, ternyata sudah 2 minggu lebih gak nge-blog. Sebenarnya sudah mau menulis semenjak nama saya dan istri tercantum di Blogfam Magazine edisi III April 2006 dengan judul artikel Romantika di Blogsphere seperti yang istri saya tulis di blognya. Jadi ceritanya, kami The Bedeng’s –istilah yang dibuat BZ untuk kami– di akhir tulisan dibilang romantis … hmmm :”>
Btw, thanks yah buat JaF yang telah membuat kenangan untuk kami berdua atas dimuatnya kami berdua di BZ sebagai salah satu pasangan yang nge-blog. Ayooo, ajak juga donk istrinya
Btw, ada ralat nih …
Kalaupun Anda lupa, ketik saja bedeng.com dan secara bergantian Anda akan dibawa ke masing-masing blog mereka, ….
Kalau mengunjungi bedeng.com, yang terjadi bukan secara bergantian … tapi akan mengunjungi riyogarta.com atau yuliazmi.com secara random
Lalu ngapain 2 minggu ini? Wah .. banyak. Dari membuat script Family Tree yang tak kunjung usai karena lagi-lagi masih terdapat bug. Meeting di perusahaan elektronika terbesar di Indonesia untuk meneliti kebutuhan mereka terhadap sistem yang saya tawarkan. Membuat TOR untuk salah satu proyek yang rencananya akan kami tangani di salah satu kawasan yang sedang dibangun di daerah Jakarta. Penasaran dengan Ubuntu sampai-sampai ketiduran karena menunggu hasil download. Baca buku Kisah-kisah Kebijaksanaan Cina Klasik yang juga tidak kunjung selesai, maklum, setiap bab saya renungkan sebelum menginjak bab berikutnya … cieeee. Main game komputer, tentu, ini hiburan di kala senggang atau ketika lagi puyeng. Yang terakhir tentu saja jalan-jalan dan nonton film dengan pemilik blog Corat – Coret 
Dikirim: April 14th, 2006 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Operating System, Teknoblogia | 2 Komentar »
Akhirnya berhasil juga menginstall Firefox 1.5 dan Thunderbird 1.5 di Ubuntu 5.10. Lumayan lha, caranya cukup panjang dan –bah– ternyata setelah semua ini selesai, saya menemukan bahwa ada cara yang sangat sederhana. Ampun deh … kok tahunya telat yah, tahu yang susah dulu, baru yang gampang hehehe. Oke, bagi mereka yang menggunakan Ubuntu 5.10, ini trik paling mudah menginstall Firefox 1.5 dan Thunderbird 1.5
#dowload dulu
wget http://beerorkid.com/automatix/automatix_5.8-1_i386.deb
#lalu install
sudo dpkg -i automatix_5.7-3_i386.deb
Nah, setelah proses diatas selesai, silakan untuk memanggil Automatix di Application–>System Tools. Setelah mengisi password dengan benar, maka autoscript akan mendownload beberapa paket yang tersedia, dan setelah itu Anda akan melihat Atomatix dengan berbagai paket yang siap diinstall (paket-paket ini tidak terdapat pada Sypnatic Package Manager). Diantaranya Firefox 1.5, Thunderbird 1.5, Acrobat Reader dsb. Selamat mencoba
Tambahan
Satu jam setelah saya tulis posting ini, saya menemukan Easy Ubuntu yang memudahkan pengguna Ubuntu untuk menginstall beberapa paket yang disediakan. Silakan lihat disini untuk menginstall Easy Ubuntu.
0
Recent Comments