Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia akan memiliki warna kulit yang sama, agama yang hanya satu, tidak ada yang namanya negara, suku bangsa dan tidak ada perbedaan. Artinya Sang Khalik memang menghendaki adanya perbedaan. Perbedaan adalah hakekat penciptaan. Perbedaan itu indah.

WordPress 2.0.2

Dikirim: March 12th, 2006 | Oleh: | Kategori: Wordpress | 2 Komentar »

Untuk ketiga kalinya blog Catatan milik saya diupgrade. Pertama tanggal 28 Desember 2005 dengan WordPress 2.0. Kedua tanggal 6 Februari 2006 dengan WordPress 2.0.1, dan yang ketiga adalah hari ini dengan WordPress 2.0.2.

Dengan judul Security Release, WordPress 2.0.2 diluncurkan 2 hari yang lalu. Mengingat upgrade ini sangat berhubungan dengan masalah keamanan, maka ada baiknya, bagi pengguna Worpdress 2.0 untuk segera melakukan upgrade. Ayooo upgrade buruan :)


Blue Ocean Strategy

Dikirim: March 7th, 2006 | Oleh: | Kategori: Buku | 16 Komentar »

Blue Ocean StrategyMenciptakan ruang pasar tanpa pesaing dan membiarkan kompetisi menjadi tidak relevan, begitulah yang hendak disampaikan W. Chan Kim dan Renee Mauborgne dalam bukunya Blue Ocean Strategi. Perusahaan selalu mengejar pertumbuhan yang langgeng dan menguntungkan melalui pertarungan dan perebutan pangsa pasar demi keunggulan kompetitif dan penciptaan differensiasi. Hal ini pada akhirnya hanya menghasilkan red ocean, yaitu prilaku perusahaan untuk saling mengalahkan demi mendapatkan pangsa pasar dalam ruang pasar yang telah terdefinisi dan diterima dengan aturan-aturan persaingan yang sudah diketahui.

Sebaliknya, blue ocean adalah sebuah teknik agar perusahaan dapat menciptakan ruang pasar baru yang belum terjelajahi (belum ada pesainganya) dengan memperluas batasan-batasan industri yang sudah ada sehingga kompetisi tidak relevan lagi karena aturan permainannya baru diciptakan.

Selama ini saya berpegang pada buku Sun Tzu Perang dan Manajemen karangan We Chow-Hou, Lee Khai Sheang dan Bambang Waluyo Hidajat. Tetapi setelah membaca buku Blue Ocean Strategy, terasa bahwa strategi samudera biru lebih membumi dibandingkan strategi Sun Tzu.

Strategi perusahaan secara umum saat ini memang berakar dari strategi militer, yaitu strategi yang menjelaskan bagaimana caranya melawan/menghadapi musuh, memperebutkan sepetak tanah dengan luas yang terbatas dan berjumlah tetap, padahal pasar tidak pernah konstan! Artinya, perusahaan yang menjalankan strategi militer menerima faktor yang menjadi pehambat utama dalam perang yaitu, keterbatasan daerah dan perlunya mengalahkan musuh untuk bisa berhasil. Samudera biru justru memanfaatkan kelebihan khas dari dunia bisnis, yaitu kemampuan menciptakan ruang pasar baru yang belum ada pesaingnya.

Lalu apakah Blue Ocean Strategy merupakan strategi baru? Jawabnya adalah bukan. Banyak perusahaan sukses didunia yang telah menjalankannya secara sadar ataupun tidak. Yang tidak ada selama ini adalah kerangka kerja dan alat analisis agar perumusan dan penerapan strategi ini dapat sesistemastis dan sepraktis red ocean. Bagaimana caranya? Baca aja deh ;)

**gile, gara-gara blog sekarang gue jadi jarang baca buku nih, tapi baca blog orang mulu :D


Ubuntu, Akhirnya Datang Juga

Dikirim: March 6th, 2006 | Oleh: | Kategori: Diary | 1 Komentar »

Paket UbuntuSetelah memesan paket Ubuntu tanggal 14 Februari yang lalu, akhirnya hari ini saya mengambilnya ke kantor pos di daerah Kebayoran Baru Jakarta-Selatan. Dengan membawa secarik kertas Panggilan Pos Indonesia, pagi tadi paket tersebut saya ambil dengan tebusan sebesar Rp. 3.000. Sebelumnya, seperti yang ditulis oleh priyadi dalam blognya, banyak diantaranya yang harus menebus dengan biaya yang cukup mahal. Jadi saya pikir, kalau ternyata saya pun harus menebus dengan harga yang mahal, lebih baik saya mengunduhnya saja dari situs Ubuntu :)

Paket yang saya pesan berisi 5 pasang CD Ubuntu, dimana masing-masing pasangan terdiri dari Ubuntu Install CD dan Ubuntu Live CD. Ubuntu Live CD membutuhkan waktu kurang lebih 2.5 sampai 3 menit untuk mencapai posisi siap pakai (pada PC AMD64 2800+ & memory 1GB) . Sementara, Ubuntu install CD, installasinya terbilang paling mudah dibandingkan beberapa distro linux lainnya yang pernah saya coba.

Mau ikutan pesan? Silakan pesan di http://shipit.ubuntu.com gratis!
Saya sendiri juga mau pesan lagi nih yang versi 64bit :D


Test Kirim Pakai Deepest Sender

Dikirim: March 5th, 2006 | Oleh: | Kategori: Wordpress | 5 Komentar »

Deepest SenderHari ini saya menemukan extension Firefox baru lagi buat blogging, namanya Deepest Sender. Berbeda dengan Performancing, extension Deepest Sender menggunakan window yang terpisah dari window Firefox.

Kelebihan yang langsung terlihat adalah pengisian password dapat dilakukan ketika dipanggil, jadi password tidak harus disimpan seperti yang terjadi pada Performancing. Kelebihan lainnya adalah saat melakukan pengeditan terhadap posting yang ada. Setiap posting yang diedit akan membuka window baru (eh … btw ini kelebihan apa bukan yah hehehe).

Sementara kekurangannya, lagi-lagi yaitu tidak bisa otomatis posting bersama image ( seperti BlogJet yang tidak gratis itu hiks :( ). Jadi image harus diupload terlebih dahulu, setelah itu barulah alamat image tersebut dicantumkan pada fasilitas insert image yang disediakan.

Deepest Sender menyediakan software ini untuk mereka yang menggunakan LiveJournal, Blogger, WordPress, MSN Space dan tentu saja metaWeblog.


Menganggur …

Dikirim: March 4th, 2006 | Oleh: | Kategori: Diary | 2 Komentar »

Menganggur, ya itulah yang terjadi semenjak saya dan kawan-kawan resign pertanggal 1 Maret 2006 kemarin. Beberapa teman dan saudara menasehati dan mengatakan bahwa saya gegabah untuk memilih keputusan ini. Tetapi itulah keputusan dan itulah yang sudah terjadi.

Tetapi sebenarnya tidak lah tepat jika saya dikatakan menganggur, yang lebih tepat adalah menunggu. Menunggu persiapan segala tetek bengek mengenai kantor dari perusahaan yang telah susah payah kami dirikan. Mungkin juga ini adalah kesempatan kami untuk berleha-leha dulu setelah bekerja beberapa tahun disebuah perusahaan semi swasta. Mungkin juga ini adalah hari-hari berleha-leha kami yang terakhir sebelum memasuki hari-hari bersama PUD. Kami menyadari, membuka usaha baru bukanlah sesuatu yang mudah, tetapi sesuatu yang membutuhkan banyak energi dan pengorbanan.

Tinggal beberapa hari lagi, kantor kami dibuka dan mulai mengerjakan berbagai proyek yang ada di depan mata. Lembaran baru dibuka bukan untuk menutup lembaran sebelumnya. Lembaran sebelumnya akan selalu menjadi pelajaran yang tidak bisa dibuang begitu saja. Kini saatnya, saya dan teman-teman akan mulai mengisi lembaran-lembaran baru tersebut dengan sesuatu yang seharusnya lebih baik dari lembaran-lembaran sebelumnya.

Menggangurlah untuk beberapa saat, mengumpulkan dan mempersiapkan tenaga dan pikiran untuk mengisi lembaran baru yang akan dibuka.