Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia akan memiliki warna kulit yang sama, agama yang hanya satu, tidak ada yang namanya negara, suku bangsa dan tidak ada perbedaan. Artinya Sang Khalik memang menghendaki adanya perbedaan. Perbedaan adalah hakekat penciptaan. Perbedaan itu indah.

Eskpedisi Madewa

Dikirim: March 13th, 2006 | Oleh: | Kategori: Film | 5 Komentar »

Ekspedisi MadewaDuh, saya memang sudah lama sekali tidak menonton film Indonesia. Alasannya karena bosan dengan tema yang itu-itu saja. Kalau tidak tema cinta remaja, ya apalagi kalau bukan horor –yang seringnya juga tidak berhasil membuat saya tegang atau takut. Film Indonesia yang terakhir saya tonton adalah Gie, karena menurut saya film ini agak sedikit lain dan saya pun puas menonton film ini meskipun ada beberapa hal yang menurut saya kurang pas.

Lalu hari ini saya pun melirik untuk menonton Ekspedisi Madewa yang menurut saya memiliki tema lain dengan tema-tema yang sudah ada. Alhasil saya pun memutuskan untuk menonton film ini. Hasilnya, aduh … saya kecewa karena film ini benar-benar jauh dari bayangan saya. Belum lagi beberapa adegan yang tidak logis. Sebut saja adegan diawal-awal film ketika Maulana (Indra Birowo) menodongkan pistolnya ke Tiro Mandawa (Tora Sudiro). Kenapa Maulana dengan pistol tetap mengarah musti meninggalkan Tiro terlebih dahulu, lalu kembali lagi mengejar Tiro sambil menambakinya. Belum lagi mengenai berbagai peralatan teknologi yang dibuat agar kelihatan canggih tetapi –menurut saya– malah menjadi norak. Disisi lain, ketapel yang seharusnya menjadi senjata andalan Tiro juga tidak signifikan terlihat fungsinya.

Satu adegan yang saya suka pada film ini hanyalah adegan saat Tiro Mandala dan Sandhika (Marsha Timothy) berbicara berdua di depan api ungun. Lhaaa ini kan film action, kok malah adegan kayak begini yang disuka??

Bagi Anda yang hobi nonton film-film petualangan dengan tokoh seperti Indiana Jones, Allan Quatermain, Jack Colton dan lainnya pasti kecewa melihat film ini. Tetapi Ekspedisi Madewa paling tidak sudah memberikan warna baru dalam dunia perfilman di Indonesia. Ayo, maju terus film Indonesia :)


5 komentar untuk “Eskpedisi Madewa”

  1. 1
    uyung
    berkomentar pada jam 10:30 am
    tanggal 14 March 2006

    Itulah adegan klasik film indonesia raya, ngobrol ditempat makan sambil makan lagi (norak), ngobrol didepan api unggun (teringat ketika waktu di Pramuka), terus kalau marah matanya melotot sambil otot bibir dan pipi melengos kesana kemari, bunyi pistol meledaknya kayak petasan, sambil pegangnya niru film hongkong (dipelintir), ya itulah karya bangsa kita. Koktidak meniru film kayak Cut Nyak Dien, G-30 S-PKI (meski kontroversial tapi menurutku kualitasnya baik banget), dan Taksi. Sebenarnya banyak kok yang berkualitas tapi enggak tahu sineas fim kita kok kehilangan arah saja, hanya memikirkan pangsa pasar saja sich, kualitas nol.

  2. 2
    Kukuh
    berkomentar pada jam 5:16 pm
    tanggal 16 March 2006

    udah tahu belum film ekspedisi madewa ada official java gamesnya…
    bisa dimainkan di hp yang ada features javagamesnya

    screen shoot bisa dilihat disini
    http://burningarmor.com/forum/viewtopic.php?p=3168#3168

  3. 3
    Riyogarta
    berkomentar pada jam 8:09 pm
    tanggal 16 March 2006

    Ya, saya sudah lihat sebelumnya melalui info dalam salah satu milis yang saya ikuti. Thanks infonya.

  4. 4
    nobay
    berkomentar pada jam 10:38 pm
    tanggal 15 October 2011

    he he he namanya juga orang Indonesia,,kalo bikin film terlalu dipaksain sehingga hasilnya seperti itu lah,

  5. 5
    Leonard
    berkomentar pada jam 12:07 am
    tanggal 22 November 2014

    .

    ñïñ.


Isi Komentar