Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia akan memiliki warna kulit yang sama, agama yang hanya satu, tidak ada yang namanya negara, suku bangsa dan tidak ada perbedaan. Artinya Sang Khalik memang menghendaki adanya perbedaan. Perbedaan adalah hakekat penciptaan. Perbedaan itu indah.

Hampir 10 Tahun

Dikirim: February 20th, 2006 | Oleh: | Kategori: Diary, Kenangan | 29 Komentar »

Ini kisah nyata yang saya sendiri sulit untuk mempercayainya. Saya telah berkeja hampir 10 tahun di salah satu perusahaan reasuransi di Indonesia. Disana, saya bekerja sebagai pegawai Divisi Teknologi Informasi (saat saya masuk masih berbentuk Bagian EDP). Diawali sebagai pegawai percobaan di akhir tahun 1996, lalu menjadi pegawai sementara di tahun 1997, pegawai tetap tahun 1998 dan menjadi pejabat yang membawahi seksi Analisis dan Pengembangan tahun 2000 hingga sekarang. Lalu sebuah keputusan muncul untuk mengakhiri semua ini dengan diserahkannya surat pengunduran diri saya pertanggal 2 Maret 2006. Ada apa?

Sebelum saya tuliskan apa penyebabnya, saya ingin tuliskan berbagai debut saya yang saya anggap sebagai prestasi saya, baik disaat saya menjadi pegawai percobaan, pegawai sementara, pegawai tetap hingga menjadi pejabat. Beberapa terkesan lucu bahkan rasanya tidak mungkin, tetapi percayalah, semua ini adalah nyata terjadi di tempat saya bekerja.

Berikut berbagai debut yang bisa saya ingat (mungkin tidak berurut dan mungkin banyak juga yang tidak tertulis karena saya lupa).

Sebagai Pegawai Percobaan (1996–1997)

  • Satu setengah bulan bekerja saya sanggup menguasai GUPTA, bahasa pemrograman yang benar-benar ajaib. Hingga sekarang saya masih bingung, apa landasan pemikiran para sesepuh TI di kantor memilih bahasa tersebut sebagai bahasa pemrograman yang dipergunakan untuk membuat Sistem Komputerisasi Terpadu.
  • Dua bulan kemudian saya menyampaikan komplain saya terhadap pemilihan bahasa tersebut. Saya katakan saat itu bahwa bahasa ini akan bermasalah di kemudian hari. Dan percaya atau tidak, meskipun terbukti bermasalah, bahasa tersebut tetap dipergunakan hingga saat ini!
  • Meskipun bermasalah, mau tidak mau saya pergunakan juga untuk membuat program penggajian (system payroll) sampai perhitungan pajak penghasilan karyawan (Pph 21). Di kemudian hari, ketika konsultan datang dan menyentuh sistem HRD, program saya dicontek abis tanpa kulonuwon dan diakui sebagai karya mereka :((
  • Memberi pengetahuan kepada senior-senior saya bahwa tidak hanya server yang bisa melakukan perintah sharing. Windows 95 sebagai workstation pun bisa melakukan hal itu. Saat itu barulah mereka ngeh bahwa printer bisa dipasang ke satu PC dan di share sehingga PC lain bisa mencetak ke printer tersebut. Sebelumnya mereka menggunakan switch, kuno banget kan hehehe. Lalu user juga mulai kesenengan melakukan share seluruh foldernya agar bisa dibaca di tempat lain tanpa menggunakan disket lagi. Dan lain lain hingga akhirnya virus menyebar dengan cepat =))

Sebagai Pegawai Sementara (1997–1998)

  • Selalu menolak melakukan lembur di hari Sabtu!
  • Memberitahukan senior saya mengenai manajemen user dan security pada Windows NT 3.51. Padahal saya juga baru saja belajar beberapa malam sebelumnya ketika lembur.
  • Memperkenalkan teknologi bahwa internet bisa digunakan secara bersama-sama. Saat itu saya menggunakan Wingate 1.0. Tetapi usulan saya ditolak, karena katanya yang boleh nge-net hanya kepala seksi saya saja. Karena saya juga kepingin nge-net, akhirnya saya pasang saja secara diam-diam wingate tersebut di PC beliau. Jadi ketika dia online, saya numpang online juga tanpa ketahuan. Sorry yah boss hehehe.
  • Mengajari konsultan mengenai beberapa trik pemrograman. Tetapi sayangnya omongan saya tidak terlalu dianggap. Bicara dengan Boss saya saat itu pun tidak ditanggapi. Mereka benar-benar terlalu percaya kepada konsultan. Hasilnya? Seperti yang sudah diduga, setelah konsultan pergi, masalah demi masalah terjadi dan saya ketiban pulung membenahinya :((
  • Memperkenalkan software antivirus NAV.
  • Memperkenalkan IE4. Selama ini mereka hanya mengenal Netscape.
  • Memperkenalkan email, padahal waktu itu saya hanya tahu hotmail saja.

Sebagai Pegawai Tetap (1998–2000)

  • Seperti biasa, Selalu menolak melakukan lembur di hari Sabtu!
  • Mengubah PC teman kerjanya saya menjadi proxy server sehingga sekarang semua user bisa berinternet. Horeee, ini terjadi akibat dukungan salah seorang user di bagian teknik yang akhirnya menjadi salah satu sahabat saya hingga kini.
  • Memperkenalkan program chatting, ICQ dan MIRC. Sembari saya sendiri jarang sekali menggunakannya.
  • Mengusulkan tenaga programmer baru untuk membantu saya memperbaiki sistem komputerisasi peninggalan konsultan. Maka masuklah teman-teman saya yang kelak secara struktur menjadi anak buah saya, mereka adalah Samodra, Adam dan Arief.
  • Mengajari mereka programming GUPTA, SQL dan sistem secara garis besar dalam waktu setengah tahun.
  • Mulai memberikan pengantar untuk mengubah image bahwa komputer rakitan itu tidak jelek. Ini saya lakukan dengan meminta agar PC saya dan teman-teman menggunakan PC rakitan yang jauh lebih murah tetapi tetap memiliki mutu yang baik.
  • Menolak untuk membuat MIS karena sistem dasarnya yang belum stabil. Tetapi MIS tetap dibuat menggunakan jasa konsultan yang cukup mahal dan lagi-lagi hasilnya jauh seperti yang diharapkan. Saat ini MIS tersebut sudah tidak digunakan lagi.
  • Memperkenalkan mailing list.
  • Mulai memberikan wacana mengenai pentingnya perusahaan memiliki website yang bisa dimanfaatkan agar setiap pegawai memiliki email. Sedihnya, ide ini dianggap sebagai kreatif keblinger-nya saya oleh Boss waktu itu, hiks :(
  • Mulai melakukan konfrontasi dengan atasan yang saya nilai tidak penah mau tahu mengenai pekerjaannya sebagai Kepala Divisi Teknologi Informasi.
  • Membuat program penagihan khusus yang mempermudah kegiatan bagian penagihan premi reasuransi.
  • Membuat ulang program SDM yang telah dibuat konsultan meliputi sistem penggajian, kepegawaian hingga masalah Pph21.
  • Membuat ulang program Reasuransi Klaim Facultative dan Treaty karena permasalah Outstanding yang sudah benar-benar tidak bisa diperbaiki.
  • Membuat ulang program Kontrak Retrosesi Proporsional dan Non Proporsional untuk menjaga kekompabilitasan alur data Reasuransi Klaim dan Retro Klaim.
  • Mengawali pembuatan ulang program Retro Klaim. Untuk selanjutnya, program ini diteruskan dan dikembangkan bahkan diganti total oleh Samodra.
  • Mengenalkan Apache, MySQL dan PHP, meskpun hanya satu anak buah saya saja yang mau mempelajarinya saat itu.
  • Membuat embrio website perusahaan yang sayangnya hingga kini tidak ada yang mau meneruskannya meskipun sudah sengaja saya buat sesederhana mungkin. Maksudnya sih biar ada yang gatal dan mau mengoreksi atau memberikan ide agar tampilannya lebih menarik.
  • Selebihnya mengenalkan berbagai OS yang berguna seperti Windows versi baru dari mulai 98, ME hingga XP. Saya selalu yang menginstallnya pertama di kantor :) Lalu berbagai program lainnya dari versi ke versi, seperti Microsoft Office, NAV, email client, Adobe Acrobat dsb. Juga games :D

Sebagai Pejabat (2000–2006)

  • Sudah pasti, selalu menolak melakukan lembur di hari Sabtu!
  • Melakukan konfrontasi dengan atasan secara terbuka. Hal ini saya lakukan untuk menjaga agar TI tetap berjalan pada track yang benar.
  • Mengusulkan dan untuk pertama kalinya di perusahaan saya meminta agar penerimaan pegawai kali ini dilakukan menggunakan seleksi yang saya rancang sendiri. Artinya, calon pegawai tidak di test seperti biasanya, tetapi di test menggunakan soal yang saya buat (beberapa soal dibuat oleh Samodra). Dari hasil test, masuklah Eko A. sebagai pengganti anak buah saya yang keluar pertengahan tahun 2003.
  • Mengusulkan, mengurus dan menerapkan perubahan koneksi internet yang semula menggunakan dial-up menjadi koneksi broadband. Saat ini perusahaan memiliki dua buah koneksi, koneksi kabel dan wireless.
  • Mengusulkan, mencari dan mendidik 7 orang tenaga programmer kontrak untuk mengerjakan proyek pembaharuan sistem menggunakan Borland Delphi. Mereka adalah Abi, Bahren, Indra, Reza, Sofyan, Ndoe, dan Wishnu,
  • Mengakali manajemen (dan berhasil) sehingga kami semua di TI akhirnya bisa menggunakan komputer HP (yang seharusnya dipergunakan para pejabat diluar divisi TI) hingga saat ini. Tapi kayaknya HP-nya palsu, soalnya ini komputer lambat dan sering bermasalah, mungkin gara-gara dapatnya dari “ngakaliâ€? sih :D
  • Membuat NAT server menggunakan Linux.
  • Membuat mail server menggunakan MDaemon.
  • Mengenalkan berbagai browser, seperti Opera, Avant Browser, dan sudah tentu … Firefox :)
  • Mengenalkan VMWare. Sampai saat ini server VMWare tetap dipergunakan sebagai virtual server untuk program development.
  • Memberanikan diri untuk menyampaikan berbagai permasalahan di Divisi Teknologi Informasi, khususnya mengenai kepemimpinan Kepala Divisinya yang saya nilai tidak tahu apa-apa mengenai TI kepada orang no.1 di perusahaan.

Langkah terakhir ini pula yang akhirnya membuat saya semakin kecewa terhadap manajemen perusahaan. Kepala Divisi saya dimutasi ke Divisi Pengawasan Internal dan Kepala Divisi TI yang kosong diisi oleh seseorang yang tidak asing bagi saya. Orang tersebut adalah eks konsultan yang hasil pekerjaannya telah saya dan teman-teman benahi selama ini! Luar biasa bukan?

Akhirnya saya memutuskan untuk keluar dan mendirikan perusahaan bersama seluruh anak buah saya. Bagi saya, meskipun secara organisasi mereka adalah anak buah saya, tetapi saya lebih sering menganggapnya sebagai teman sejawat. Berikut alasan mengapa akhirnya saya memutuskan untuk keluar setelah bekerja di perusahaan hampir 10 tahun.

  1. Kekecewaan terhadap manajemen
    Saya letakkan sebagai alasan nomor satu karena sebenarnya inilah satu-satunya trigger yang membuat saya untuk kembali memikirkan cita-cita saya. Manajemen sudah melakukan hal yang menurut saya adalah langkah blunder dalam permainan catur. Mengangkat orang luar untuk duduk sebagai atasan kami adalah sesuatu yang sangat menyakitkan, pertanyaannya hanya satu, “Apakah tidak ada diantara kami, yang telah berkarier hampir bahkan lebih dari 10 tahun, yang layak untuk menduduki jabatan tersebut?” Mereka (manajemen) tidak pernah melihat betapa capeknya kami banting tulang membuat TI seperti saat ini. Mereka sama sekali tidak mau tahu dan menghargai kami.
  2. Menjalankan sebuah cita-cita
    Ini cita-cita saya sejak duduk di bangku kuliah, yaitu mendirikan perusahaan sendiri bersama teman-teman. Kondisi perusahaan yang seperti ini (point no. 1) dan peluang di depan mata, kenapa harus berpikir 2 kali untuk memutuskan keluar dan berwiraswasta?

Hidup adalah sebuah pilihan, dan insya Allah inilah pilihan terbaik saya, mengundurkan diri dan mendirikan perusahaan bersama teman-teman. Amin.

** Sembilan hari lagi, saat-saat yang telah ditunggu tiba


29 komentar untuk “Hampir 10 Tahun”

  1. 1
    yuliazmi
    berkomentar pada jam 12:48 am
    tanggal 21 February 2006

    Gak berasa hampir 10 tahun yang lalu, aku nemenin kamu anterin surat lamaran kerjanya. Kehujanan dan tak terduga dianterin pakai merci sama mas-mas yang sama2 keujanan di gedung BNI 46 Kramat.

    Hmm, mungkin cerita merci itu ilapat untuk PUD kali ya Yang :-?

  2. 2
    Riyogarta
    berkomentar pada jam 12:54 am
    tanggal 21 February 2006

    Hehehe, rasanya bukan mercy deh Yang, tapi BMW.
    Iya, waktu itu, di pertengahan tahun 1996, saya memberikan surat lamaran kerja bersama pacar saya (yang saat ini menjadi istri saya). Waktu itu hujan dan gara-gara kami meminjamkan payung, maka kami diajak naik mobil si peminjam untuk kemudian diantarkan ke gedung tujuan kami di Raden Saleh. Makasih yah sudah diantarkan waktu itu :)

  3. 3
    yuliazmi
    berkomentar pada jam 12:59 am
    tanggal 21 February 2006

    Eh iya ya… BMW, untung banget dianterin kalau tidak kita terlambat ngasihnya. Kan waktu itu hari Jum’at. jam pulang kantornya lebih cepat. :)

  4. 4
    Endoe Ireng
    berkomentar pada jam 7:01 am
    tanggal 21 February 2006

    Hemmmm … “Tetap Semangat Mas Yo!” …. pagi hari itu akan segera tiba dan merubah malam! :)

  5. 5
    Ali
    berkomentar pada jam 7:22 am
    tanggal 21 February 2006

    Yo, gue baca blog ini jadi senyum-senyum sendiri..Jadi inget lagi kejadian dari tahun 1996 sampe sekarang..hampir 10 tahun ya :) Waktu bikin proxy server pertama kali..itu pake pc gue kan..\:d/.. Anyway it’s just history..
    Good luck for your new company and success..:)>-

  6. 6
    Riyogarta
    berkomentar pada jam 8:08 am
    tanggal 21 February 2006

    Betul PC lo Li :D
    Tapi gak percuma kan pengorbanan lo, sekarang internet bisa dipake semua orang kan hehehe

  7. 7
    Samodra
    berkomentar pada jam 9:27 am
    tanggal 21 February 2006

    Wakakakaa… ini cerita terlucu yang pernah aku dengar… ada pegawai baru di bag.TI, masih junior pula. Berusaha memberitahu hal-hal yang seharusnya dilakukan ke para senior. Tapi sayang, gak pernah ‘didenger’ walaupun teorinya benar… hahaha… gara-gara ‘junior’…
    Kesan yang ada, ilmu setinggi apapun yang kita punya, masih tetap kalah sama ‘tongkrongan’… gak peduli sama teori yang ada… hehehe… Indonesiana…
    Gue jadi belajar nih… moga-moga gue gak meremehkan seorang ‘junior’…. siapapun dia….

  8. 8
    Eko
    berkomentar pada jam 12:22 pm
    tanggal 21 February 2006

    Salut buat lo yang dah berbaik hati ngasih 10 tahun buat sesuatu yang ga memberikan positive feed back in return. Based upon your story..and my own 2 years of experience has giving me enough reason to get out of this place and move forward for another beginning..Bismillah.

  9. 9
    Adam Kurniawan
    berkomentar pada jam 12:36 pm
    tanggal 21 February 2006

    :((, tinggal gw nih tersisa dari peninggalan jaman purba :d, tapi untungnya lagi disuruh keluar, [-o< mudah2an nggak disuruh balik lagi ke tempat itu, bisa habis terkuras daya upaya, gw, kalo disuruh balik juga paling gw bakalan ke glodok melulu aje beli pelem :-". Gw doain [-o< supaya pada sukses, kalo udeh sukses jangan lupa ngajak ngajak

  10. 10
    Samodra
    berkomentar pada jam 12:43 pm
    tanggal 21 February 2006

    Ini buat Eko nih (gue takutnya Adam ke Ge-eR an atau kesinggung):
    Ko, padahal aku sudah berdoa lho, supaya NR bisa mendapatkan orang-orang yang lebih baik dari kita (baca deh di blog gue, PT. Prakarsa Ultima Data), walaupun sebenarnya gue juga bingung… siapakah orang yang lebih baik dan sekaligus cukup ***** dan bisa bertahan lama, untuk menggantikan kita dengan kondisi seperti ini? :P

  11. 11
    Shanti
    berkomentar pada jam 1:45 pm
    tanggal 23 February 2006

    Yo…Ko…Sam….
    :( sedih neh ditinggal kalian….:((
    jangan lupain aku yaaa….dan maapin kalo2 aku punya salah selama jadi temen kalian…….
    good luck for u all….we’re gonna miss u all…..

  12. 12
    Emanuel Setio Dewo
    berkomentar pada jam 4:48 pm
    tanggal 23 February 2006

    Salam kenal,
    Hm… memulai bisnis dari sakit hati ya? BTW, bisnis baru apa?

    Semoga berhasil.

  13. 13
    Riyogarta
    berkomentar pada jam 8:06 pm
    tanggal 23 February 2006

    Mmm, sebenarnya bisnisannya sudah lama tetapi hanya sebagai side job dengan numpang pada perusahaan-perusahaan orang lain. Lalu gara2 kekecewaan kami kepada manajemen, maka kami buat saja side job tersebut sebagai main job dengan mendirikan perusahaan sendiri :) .. otomatis kami pun resign dari perusahaan tempat dimana kami bekerja saat ini sebagai konsekuensinya.

    Bisnisnya? Gak jauh dengan pekerjaan kami saat ini, masih berhubungan dengan penyediaan jasa di bidang teknologi informasi.

  14. 14
    Emanuel Setio Dewo
    berkomentar pada jam 1:27 pm
    tanggal 24 February 2006

    Oke deh…
    Semoga berhasil.

    Salam

  15. 15
    Catatan »
    berkomentar pada jam 6:36 pm
    tanggal 28 February 2006

    […] Akhirnya tiba juga hari dimana saya harus berpamitan dengan teman-teman, dengan kantor dimana saya telah bekerja hampir 10 tahun. Ada perasaan sedih ketika berpamitan dan bersalaman dengan mereka. Kenangan hampir 10 tahun memang tidak bisa hilang begitu saja. Suka dan duka telah kami lewati. Senda gurau disela-sela kesibukan sehari-hari tidak akan pernah saya lupakan. […]

  16. 16
    didats
    berkomentar pada jam 3:04 pm
    tanggal 1 March 2006

    *cuma bisa bengong*

  17. 17
    andriansah
    berkomentar pada jam 7:30 am
    tanggal 2 March 2006

    hebat bisa 10 tahun di 1 perusahaan, gw aja 6 tahun di 4 prsh, dan disini yang paling lama

    lam nal

  18. 18
    Sunaryo Hadi
    berkomentar pada jam 2:46 pm
    tanggal 2 March 2006

    Manajemen memang kadang-kadang ajaib. Salah benar ambil keputusan ini tidak perlu dipermasalahkan lagi.

    Sekarang langkah ke depan yang boleh dibilang cukup berat. Bekerja sendiri juga bukan hal yang mudah. Mungkin malah tidak akan bisa menolak kerja lembur di hari Sabtu :)

    Selamat berjuang kawan!

  19. 19
    aRdho
    berkomentar pada jam 10:43 pm
    tanggal 20 March 2006

    good luck ya.. :)

  20. 20
    Catatan » Seminggu Menjadi Dosen dan Cita-cita
    berkomentar pada jam 8:42 pm
    tanggal 29 September 2006

    […] Seminggu menjadi dosen, mmm, rasanya masih sukar dipercaya bahwa salah satu dari cita-cita saya akhirnya tercapai di tahun ini. Keinginan untuk menjadi dosen sebenarnya telah muncul 11 tahun yang lalu ketika saya berhasil menyelesaikan S-1. Tetapi nasib berkata lain, saya harus menjadi pegawai dulu di sebuah perusahaan swasta di Jakarta hingga menjadi pimpinan sebuah unit di divisi teknologi informasi. Lalu di awal tahun saya resign dengan niat berwiraswasta bersama teman-teman. Ternyata, keinginan untuk berwiraswasta pun tidak semudah seperti yang saya bayangkan. Singkat kata, keinginan untuk berwiraswasta dengan mendirikan perusahaan kelihatannya belum cukup untuk membiayai kebutuhan hidup yang semakin hari semakin berat. Dari sinilah saya berpikir untuk mencari penghasilan lain dengan tidak membuang keinginan saya untuk berwiraswasta, dan keputusannya adalah menjadi dosen sebagai pekerjaan sambilan […]

  21. 21
    great blog
    berkomentar pada jam 6:52 pm
    tanggal 25 December 2006

    great blog

  22. 22
    bumisegoro
    berkomentar pada jam 5:07 pm
    tanggal 5 July 2007

    pada suatu titik-titik waktu aku juga mengalami luka yang sama. hanya saja, aku belum berani ambil keputusan sedrastis itu. keputusan paling besar hanyalah pindah majikan. untuk mandiri, selalu ada kekhawatiran karena belum ada contingency plan yang tepat.

  23. 23
    Riyogarta
    berkomentar pada jam 12:16 pm
    tanggal 6 July 2007

    Mmm, setelah melewati satu tahun setelah keputusan untuk mandiri, memang banyak suka dan dukanya, bahkan saat tulisan ini dibuat. Tetapi saya merasa justru mendapat banyak sekali pelajaran yang tidak pernah saya dapatkan selama saya menjadi pekerja :)

    Kekhawatiran memang selalu ada, tetapi insya Allah, selama punya keyakinan (tentunya dibarengi dengan contingency plan yang baik), jalan akan terbuka. Amin.

  24. 24
    Wahid Thomas
    berkomentar pada jam 3:15 pm
    tanggal 10 October 2007

    Sabar mas…, kita harus sabar dan disertai juga dengan berdoa…, segala keputusan itu ada hasilnya.. apakah itu succes / tidak , idealisme memang ada harganya… keep going…

  25. 25
    gek febri
    berkomentar pada jam 9:05 pm
    tanggal 18 July 2008

    Cool, keep goin’ don’t give up!!

  26. 26
    mifta
    berkomentar pada jam 11:31 am
    tanggal 23 April 2009

    boleh tidak saya melamar pekerjaan pada bapak?

  27. 27
    mirc
    berkomentar pada jam 6:20 pm
    tanggal 4 May 2010

    Admin THANX

  28. 28
    william
    berkomentar pada jam 2:52 am
    tanggal 17 November 2014

    .

    thank you!!

  29. 29
    Ben
    berkomentar pada jam 1:51 pm
    tanggal 27 November 2014

    .

    good.


Isi Komentar