Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia akan memiliki warna kulit yang sama, agama yang hanya satu, tidak ada yang namanya negara, suku bangsa dan tidak ada perbedaan. Artinya Sang Khalik memang menghendaki adanya perbedaan. Perbedaan adalah hakekat penciptaan. Perbedaan itu indah.

Burger dan Bapak Penjual Pisang

Dikirim: January 16th, 2006 | Oleh: | Kategori: Diary | 8 Komentar »

Burger

Hari ini, ketika kami (saya dan istri) membeli Blenger Burger, kami melihat ada seorang Bapak penjual pisang yang sibuk melongok-longokan kepalanya diantara kerumunan pembeli. Entah kenapa, tiba-tiba saja kami ingin sekali membelikan Bapak itu sebuah burger.

Tanpa niat apa pun, akhirnya saya berjalan ke arah Bapak itu dan memberikannya sebuah kantong plastik berisi burger yang baru saja kami pesan. Terlihat wajahnya yang terkejut bercampur senang. Setelah membaca hamdalah, Bapak itu lalu tersenyum sambil mengucapkan terimakasih pada saya. Saya pun kembali ke tempat duduk untuk menunggu pesanan burger sebagai penggati burger yang telah kami berikan pada Bapak itu.

Beberapa saat kemudian, sungguh kami terkejut ketika Bapak penjual pisang itu menegur saya dan memberikan sekantong plastik berisi sesisir pisang. Wow pikir kami. Tentu saja dengan berat hati kami menolak pemberiannya dan mengatakan bahwa pemberian kami itu tidak usah dan tidak diharapkan untuk ditukar. Bapak itu hanya mangguk-mangguk dan saya pun mengelus punggungnya agar Bapak itu mengerti bahwa kami tidak berniat apa pun selain membelikannya. Syukurlah Bapak itu bisa mengerti dan akhirnya pergi  membawa sesisir pisang tersebut dan kami tidak melihat lagi kemana Bapak itu pergi menghilang diantara kerumunan para pembeli yang semakin banyak.

Sebuah burger mungkin bukan sesuatu yang luar biasa untuk kita. Tetapi sebuah burger bisa jadi adalah makanan yang luar biasa yang mungkin untuk sebagian orang bahkan menjadi mimpi untuk bisa menikmatinya. Dan itulah yang mungkin terjadi di sore ini. Kami senang bisa membuat orang seperti Bapak penjual pisang itu sesekali bisa merasakan makanan yang mungkin selama ini hanya menjadi angan-angannya. Kami senang melihat seyum bahagia Bapak itu ketika menerima burger dari kami. Kami senang melihat usaha Bapak itu yang dengan lugu berusaha menukar pemberian kami dengan sesisir pisang.

Mungkin hari ini adalah hari yang kembali mengingatkan kepada kami dan mungkin kita semua. Hari yang mengingatkan bahwa masih banyak orang di luar sana yang tidak bisa menikmati apa yang kita nikmati saat ini. Kami hanya bisa bersyukur … terimakasih ya Allah atas rejeki yang telah Kau limpahkan pada kami. Amin.


8 komentar untuk “Burger dan Bapak Penjual Pisang”

  1. 1
    yuliazmi
    berkomentar pada jam 7:11 pm
    tanggal 16 January 2006

    Memang mengejutkan…, masih tersisa kemuliaan dibalik keluguan bapak tersebut…, mengikhlaskan dagangannya sebagai tanda terima kasih [-o< Moga2 sebuah burger tersebut dapat memberikan sebuncah bahagia buatnya

  2. 2
    oginson
    berkomentar pada jam 7:08 am
    tanggal 18 January 2006

    Burger! …. WoooW …. mmmmmaaaaauuuuu.

    Seandainya si bapak itu adalah saya :o:o:o.

  3. 3
    Pembeli Blenger
    berkomentar pada jam 1:11 pm
    tanggal 15 July 2006

    ngantrinya gileeeeee… masa antrian bisa sampe ke 100, huuuuu…. b-(

  4. 4
    gadgetboi
    berkomentar pada jam 9:23 pm
    tanggal 29 July 2010

    wah … jadi terharu saya dengan tindakan mas riyo dan keluarga … :) … semoga keluarga mas riyo diberikan rezeki yang berlimpah

  5. 5
    erfano
    berkomentar pada jam 11:25 am
    tanggal 7 February 2011

    Wah gak nyangka ternyata ini pengalaman mas riyo…dulu banget pernah baca tulisan ini kalo gak salah di milis :)

  6. 6
    info lomba
    berkomentar pada jam 5:19 pm
    tanggal 2 October 2011

    Benar2 pengalaman yang menginspirasi..

  7. 7
    Ronald
    berkomentar pada jam 12:35 pm
    tanggal 17 November 2014

    .

    good!

  8. 8
    glen
    berkomentar pada jam 1:34 am
    tanggal 25 November 2014

    .

    hello!!


Isi Komentar