Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia akan memiliki warna kulit yang sama, agama yang hanya satu, tidak ada yang namanya negara, suku bangsa dan tidak ada perbedaan. Artinya Sang Khalik memang menghendaki adanya perbedaan. Perbedaan adalah hakekat penciptaan. Perbedaan itu indah.

Kritik Buat Pendidikan di Indonesia

Dikirim: December 22nd, 2005 | Oleh: | Kategori: Opini | 35 Komentar »

Menarik sekali membaca tulisan Adi W. Gunawan berjudul Born to be a Genius but Conditioned to be an Idiot dan Sekolah Dirancang Untuk Menghasilkan Orang-orang Gagal. Kedua tulisan ini benar-benar bisa menggambarkan mengapa sistem pendidikan sekolah di Indonesia tidak bisa menghasilkan SDM yang diharapkan. Saya sendiri sering berdiskusi mengenai hal ini bersama teman-teman sejawat, waktu itu saya hanya punya keyakinan bahwa kegagalan sistem pendidikan di Indonesia karena terlalu banyaknya mata pelajaran yang harus dikuasai selama 12 tahun sekolah. Selain itu juga mutu guru yang lebih memilih metoda “menanamkan rasa takut” kepada siswa-siswinya agar mau belajar atau mengerjakan pekerjaan rumah. Selebihnya adalah kurangnya praktek di kelas dasar dan menengah mengenai bagaimana berbicara dan mengemukakan pendapat dengan baik dan benar.

Baca Selengkapnya »


Akhirnya .. 98%

Dikirim: December 19th, 2005 | Oleh: | Kategori: Diary | 8 Komentar »

Cita-cita ingin mendirikan dan punya perusahaan sendiri bersama teman-teman akhirnya nyaris tercapai. Kemarin, hari Senin 19 Desember 2005, saya bicara dengan pak Apul, orang yang membantu saya mewujudkan cita-cita tersebut. Alhasil, perusahaan yang bergerak di bidang IT ini insya Allah akan dibentuk dengan susunan dan pembagian saham sebagai berikut:

  • ET duduk sebagai Komisaris dengan saham sebesar 6%
  • TP duduk sebagai Direktur Utama (merangkap sebagai pemberi modal) dengan saham sebesar 47%
  • RG duduk sebagai Direktur R&D dengan saham sebesar 17%
  • SM duduk sebagai Direktur Operasional dengan saham sebesar 17%
  • EA sebagai programmer dengan saham 6.5%
  • KE sebagai programmer dengan saham 6.5%

Jika segalanya jalan sesuai rencana, maka Rabu 21 Desember 2005 27 Desember 2005 28 Desember 2005 29 Desember 2005, PT. Prakarsa Ultima Data resmi ditandatangani dihadapan notaris. Amin, mudah-mudahan jalan sesuai rencana dan sukses dalam menjalankan usahanya. Terimakasih Allah dan semua yang turut membantu.

PUD

Terimakasih buat Ndoe atas rancangan logo perusahaannya. Keren euy …

** Btw, nama perusahaan Prakarsa Ultima Data disingkat menjadi PUD, alias Pokoknya Untung Dech :D

Selanjutnya: Akhirnya .. 99%


Bubur Merah Putih

Dikirim: December 18th, 2005 | Oleh: | Kategori: Bingungsiana | 1 Komentar »

Ini nama makanan yang boleh dikata cukup ngetop. Bagaimana tidak, makanan ini sering dihubungkan dengan kegiatan selametan yang diadakan masyarakat. Misalnya, untuk mengganti nama seseorang karena katanya “keberatan nama” dan sebagainya.

Bagi yang sudah pernah melihat, atau yang sudah pernah merasakan, tolong diperhatikan, ternyata sama sekali tidak ada warna merah di bubur itu. Sebetulnya, nama yang tepat adalah bubur coklat putih, entah kenapa jadinya bubur merah putih. Dugaannya adalah karena bubur tersebut dibuat coklat dengan mencampurkan gula merah saat dimasak. Padahal, lagi lagi, gulanya sendiri juga tidak berwarna merah, tapi lebih tepat berwarna coklat.

Bubur merah putih, faktanya adalah bubur coklat putih. Gula merah, faktanya adalah gula coklat. Bingung bingung …


Nonton Narnia

Dikirim: December 18th, 2005 | Oleh: | Kategori: Diary, Film | 2 Komentar »

Sabtu malam midnight nonton King Kong yang ternyata bener-bener tidak mengecewakan. Hari minggu malam nonton lagi –busyeeet–, soalnya dah janji ama Istriku yang ingin nonton Narnia sejak pertama kali keluar.

Kala pertama lihat, asli deh, terus terang, rada-rada males nonton ini film. Bagi saya posternya kurang menarik, kayak cerita fabel jaman dulu. Tapi saya lihat di Yahoo Movie, weleh, ini film box office, jadinya saya penasaran juga. Akhirnya diputuskanlah untuk menonton di minggu malam. Dan ternyata … seru euy … bagus. Mau baca laporan Narnia ? Kebetulan istriku udah buat di blog-nya, baca ajah deh disana.

Narnia di Corat-Coret


Nonton King Kong

Dikirim: December 18th, 2005 | Oleh: | Kategori: Diary, Film | 1 Komentar »

Ha ha ha, akhirnya kesampaian juga nonton film King Kong. Midnight, mulai jam 22.00, selesai jam 00.55 di Bintaro Plaza … gile 3 jam gitu. Kesan-kesannya, ini film keren … bagus deh. Pas banget buat yang mau mencari hiburan segar, buat yang mau nostalgia, juga yang mau melihat betapa makin canggihnya teknologi animasi di dunia perfilman (btw, kapan yah Indonesia bisa bikin film kayak begini ?).

Kalau bicara mengenai akting para bintang filmnya … wah, yg ini saya belum bisa komen, tapi kalau mau tanya akting King Kong-nya, nah ini saya bisa jawab :)
Itu King Kong, hidup sekali, sorot matanya bagus. Saya ingat film animasi Beauty & The Beast dimana saya untuk pertama kalinya melihat sebuah karakter muncul dari sebuah film animasi. The Beast digambarkan sebagai sosok seram yang sebenarnya memiliki kelembutan hati. Hal yang sama akan bisa kita lihat dari sosok King Kong karya Peter Jackson ini. Oke deh, selamat buat mas Peter, filmnya saya rasa akan sesukses trilogi Lord Of The Ring.


King Kong

Dikirim: December 15th, 2005 | Oleh: | Kategori: Diary, Kenangan | 7 Komentar »

Yeeeee….., ini kata yang terucap sebagai bentuk rasa kecewa terhadap belum diputarnya film yang sudah saya tunggu-tunggu dari tahun lalu, King Kong. Katanya diputar tanggal 14 Desember 2005, tahunya sampe tanggal 15 belum juga .. wah gak bener nih.

Sekedar info, film ini benar-benar menyimpan banyak kenangan saya di masa kecil. Waktu itu film King Kong dibuat dalam banyak versi, dan rasa-rasanya saya menonton semua versi yang ada. Tapi jangan tanya gimana ceritanya, sumpah deh, udah lupa. Saya inget betul ketika itu saya merengek pada Ibu ingin melihat patung King Kong yang besar di Alun-alun Bandung. Patung itu memang sengaja dibuat dalam rangka pemutaran film King Kong. Dan Ibu saya benar-benar mengantarkannya ke tampat itu dan menggendong saya agar bisa menyentuh tangan King Kong yang besar. Makasih yah Bu.

Itu.
Itu alasannya mengapa saya ingin benar menonton film King Kong saat ini. Tak lebih tak kurang, hanya ingin mengenang, bernostalgia dengan masa kecil saya. Kangen sama masa kecil ….. kangen sama Ibu yang mengantarkan saya nonton King Kong dan kangen sama Bapak yang mengajarkan lagu dengan lirik, “King Kong datangnya dari Hongkong makan keripik singkong minum air segentong.”

Dan dengan kreatifnya, lagu tersebut saya nyanyikan melalui modifikasi tanpa mengubah arti, “Tin Tong datannya dali Hongtong matan kelipik sintong minum ail segentong.” Hehehehe

Tapi … jangan salah, berkat menyanyikan lagu itu berkali-kali akhirnya saya bisa melepaskan diri dari masa -masa berbicara cadel. Makasih ya Pak, ….. sayang Bapak gak bisa lihat film King Kong dengan teknologi animasi yang canggih … hiks :(


Proposal Buat Tuhan

Dikirim: December 15th, 2005 | Oleh: | Kategori: Buah Pena | 12 Komentar »

Bapak itu duduk di depanku setelah selesai menjalankan shalat maghrib. Kopiah yang sedari tadi menempel di kepalanya, dilepas dan ditaruhnya di atas meja.

“Pak,” sapa saya membuka pembicaraan. “Saya sering berdoa dan rasa-rasanya kok hanya sedikit sekali doa yang saya panjatkan itu dikabulkan.”

Bapak itu tersenyum, “Kamu pernah membuat sebuah proposal untuk suatu kegiatan?”

“Tentu,” jawab saya dengan bangga.

“Saya ingin tanya kepada kamu. Bagaimana sebuah proposal itu bisa diluluskan atau disetujui oleh penerima proposal ?”

“Mmm, yang jelas proposal tersebut haruslah berisi hal-hal yang sifatnya bisa atau mungkin dilakukan.”

“Proposal yang realisitis. Begitu maksud kamu?”

“Betul Pak.”

“Sebenarnya ada hal-hal lain yang harus kamu perhatikan ketika kamu membuat sebuah proposal. Misalnya, tata cara penulisan yang baik dan benar dengan bahasa yang mudah dimengerti. Proposal juga harus jelas tujuannya, kebutuhannya dan untung ruginya. Tanpa ini semua, jangan harap proposal kamu diterima.”

“Iya sih Pak. Hanya kembali kepada pertanyaan saya di awal. Kenapa tidak semua doa saya dikabulkan?”

“Karena kamu tidak membuat proposal dengan baik. Doa itu adalah proposal rencana kegiatan yang akan kita lakukan kepada Tuhan. Tuhan akan menerima proposal kita, jika proposal kita itu realistis, jelas tujuannya, jelas kebutuhannya, jelas untung ruginya dan disampaikan dengan aturan main yang sudah ditetapkan,” jawabnya lalu mengambi kopi panas yang sudah disiapkan sejak tadi.

“Maksud Bapak, doa itu layaknya sebuah proposal ? Harus realisitis, jelas tujuannya, jelas kebutuhannya, jelas untung ruginya dan disampaikan dengan cara yang baik,” tanya saya meyakinkan apa yang saya tangkap dari pembicaraan yang disampaikan Bapak itu.

“Dengan cara yang sesuai dengan aturan mainnya. Itu lebih tepat.” Ditaruhnya cangkir kopi panas yang baru saja dicicipinya itu di atas meja. “Kopinya enak,” katanya dengan senyum yang khas. Senyum dari seorang yang sudah banyak makan asam garam di dunia ini, senyum yang menampakkan ketenangan jiwa yang luar biasa.

“Nak, ikuti cara-cara orang sukses membuat proposal sehingga proposalnya diterima. Ikuti bagaimana Rasulmu membuat proposal dan menyampaikannya pada sang Khalik. Insya Allah Nak, proposalmu, cepat atau lambat akan diterima-Nya. Yang jelas, proposal yang kamu buat haruslah realistis, jelas dan mengikuti aturan main yang sudah ditetapkan-Nya.”

Ya ya ya, proposal buat Tuhan. Kenapa tidak pernah terpikirkan oleh saya.


Sembuh …

Dikirim: December 14th, 2005 | Oleh: | Kategori: Diary | 1 Komentar »

Alhamdulillah, tenggorokannya mulai terasa enakan setelah beberapa hari ini sakit. Ini tentunya gara-gara obat “isep” yang kemarin dibeli, baru 3x isep-isep sudah berkurang sakitnya secara signifikan. Artinya, besok harusnya sudah sembuh total nih. Amin.