Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia akan memiliki warna kulit yang sama, agama yang hanya satu, tidak ada yang namanya negara, suku bangsa dan tidak ada perbedaan. Artinya Sang Khalik memang menghendaki adanya perbedaan. Perbedaan adalah hakekat penciptaan. Perbedaan itu indah.

Bubur Merah Putih

Dikirim: December 18th, 2005 | Oleh: | Kategori: Bingungsiana | 2 Komentar »

Ini nama makanan yang boleh dikata cukup ngetop. Bagaimana tidak, makanan ini sering dihubungkan dengan kegiatan selametan yang diadakan masyarakat. Misalnya, untuk mengganti nama seseorang karena katanya “keberatan nama” dan sebagainya.

Bagi yang sudah pernah melihat, atau yang sudah pernah merasakan, tolong diperhatikan, ternyata sama sekali tidak ada warna merah di bubur itu. Sebetulnya, nama yang tepat adalah bubur coklat putih, entah kenapa jadinya bubur merah putih. Dugaannya adalah karena bubur tersebut dibuat coklat dengan mencampurkan gula merah saat dimasak. Padahal, lagi lagi, gulanya sendiri juga tidak berwarna merah, tapi lebih tepat berwarna coklat.

Bubur merah putih, faktanya adalah bubur coklat putih. Gula merah, faktanya adalah gula coklat. Bingung bingung …


2 komentar untuk “Bubur Merah Putih”

  1. 1
    Yuliazmi
    berkomentar pada jam 1:49 pm
    tanggal 20 December 2005

    Hmmmm, mungkin gak sih ini dijadiin alesan :mrgreen:

    Gini, jaman dulu warna-warna makanan diambil dari warna alam, alias bahan-bahan alami. Nah yang sudah jelas warnanya pasti merah adalah darah, cabe merah, tomat merah.

    Nah kalau pake darah gak mungkin. cabe merah jadi pedes, pakai tomat kayaknya aneh. Trus mungkin darah itu kan merah, klo dah kering kan jadi kecoklat-coklatan gitu. So bisa aja inspired “kok coklatnya sama dengan warna gula merah”… JADI deh buburnya sah dikasih nama bubur merah putih :lol:

  2. 2
    Mario
    berkomentar pada jam 11:49 am
    tanggal 28 November 2014

    .

    ñïñ!!


Isi Komentar