Proposal Buat Tuhan
Dikirim: December 15th, 2005 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Buah Pena | 12 Komentar »Bapak itu duduk di depanku setelah selesai menjalankan shalat maghrib. Kopiah yang sedari tadi menempel di kepalanya, dilepas dan ditaruhnya di atas meja.
“Pak,” sapa saya membuka pembicaraan. “Saya sering berdoa dan rasa-rasanya kok hanya sedikit sekali doa yang saya panjatkan itu dikabulkan.”
Bapak itu tersenyum, “Kamu pernah membuat sebuah proposal untuk suatu kegiatan?”
“Tentu,” jawab saya dengan bangga.
“Saya ingin tanya kepada kamu. Bagaimana sebuah proposal itu bisa diluluskan atau disetujui oleh penerima proposal ?”
“Mmm, yang jelas proposal tersebut haruslah berisi hal-hal yang sifatnya bisa atau mungkin dilakukan.”
“Proposal yang realisitis. Begitu maksud kamu?”
“Betul Pak.”
“Sebenarnya ada hal-hal lain yang harus kamu perhatikan ketika kamu membuat sebuah proposal. Misalnya, tata cara penulisan yang baik dan benar dengan bahasa yang mudah dimengerti. Proposal juga harus jelas tujuannya, kebutuhannya dan untung ruginya. Tanpa ini semua, jangan harap proposal kamu diterima.”
“Iya sih Pak. Hanya kembali kepada pertanyaan saya di awal. Kenapa tidak semua doa saya dikabulkan?”
“Karena kamu tidak membuat proposal dengan baik. Doa itu adalah proposal rencana kegiatan yang akan kita lakukan kepada Tuhan. Tuhan akan menerima proposal kita, jika proposal kita itu realistis, jelas tujuannya, jelas kebutuhannya, jelas untung ruginya dan disampaikan dengan aturan main yang sudah ditetapkan,” jawabnya lalu mengambi kopi panas yang sudah disiapkan sejak tadi.
“Maksud Bapak, doa itu layaknya sebuah proposal ? Harus realisitis, jelas tujuannya, jelas kebutuhannya, jelas untung ruginya dan disampaikan dengan cara yang baik,” tanya saya meyakinkan apa yang saya tangkap dari pembicaraan yang disampaikan Bapak itu.
“Dengan cara yang sesuai dengan aturan mainnya. Itu lebih tepat.” Ditaruhnya cangkir kopi panas yang baru saja dicicipinya itu di atas meja. “Kopinya enak,” katanya dengan senyum yang khas. Senyum dari seorang yang sudah banyak makan asam garam di dunia ini, senyum yang menampakkan ketenangan jiwa yang luar biasa.
“Nak, ikuti cara-cara orang sukses membuat proposal sehingga proposalnya diterima. Ikuti bagaimana Rasulmu membuat proposal dan menyampaikannya pada sang Khalik. Insya Allah Nak, proposalmu, cepat atau lambat akan diterima-Nya. Yang jelas, proposal yang kamu buat haruslah realistis, jelas dan mengikuti aturan main yang sudah ditetapkan-Nya.”
Ya ya ya, proposal buat Tuhan. Kenapa tidak pernah terpikirkan oleh saya.
berkomentar pada jam 12:12 pm
tanggal 16 December 2005
Hhhhmmmmm berarti proposal kita harus direview lagi nih, supaya cepat dikabulkan
berkomentar pada jam 1:11 pm
tanggal 19 December 2005
Yo…salut. Ga semua orang bisa nulis seperti ‘bakat’ or ‘kebisaan’ yg elo punya ini. Mungkin juga ini termasuk “proposal” nya Iyo ke Tuhan kali yee..
Terus berkreasi Yo..
berkomentar pada jam 1:25 pm
tanggal 19 December 2005
Nice touch Yo…. mengajak daku untuk berpikir membuat “proposal” untuk diri sendiri.. he.. he.. he… mungkin dengan ke-bisa-an membuat proposal untuk diri sendiri (tentunya lebih mudah, negoisasinya kan diri sendiri ==> ataw lebih sulit kali ? ), lebih bisa menerima jawaban “TIDAK” dari NYA.
berkomentar pada jam 1:30 pm
tanggal 19 December 2005
Semua itu ada benarnya, namun kita juga tidak boleh lupa bahwa Tuhan memiliki otoritas penuh untuk mengabulkan, menunda atau menolak “proposal” yang sudah kita buat dengan benar. Disamping itu, kita juga tidak bisa memaksakan kehendak/kemauan kita kepada Tuhan.
Sebab segala keputusan-Nya adalah yang terbaik buat kita.
berkomentar pada jam 9:50 pm
tanggal 26 December 2005
proposal buat tuhan, hmhmhm.. tulisan yg bagus, bikin saya mikir ulang tentang sebagus apa proposal yg saya buat untuk tuhan. jadi malu sendiri..
berkomentar pada jam 8:54 am
tanggal 5 April 2006
ehm..bener juga yah..berdoa emang gak boleh juga sembarangan..palagi kalo mau doanya cepat dikabulkan. by the way, aku juga lagi punya permohonan pada Allah, sedang menunggu dikabulkan,sepertinya sih sedang dalam proses..Aku tetap menunggu..karna aku yakin bakal dikabulkan,insyaAllah,amin ya rabbal alamin..
berkomentar pada jam 11:21 am
tanggal 2 March 2007
ada titik persamaan antara proposal dan doa yakni suatu bentuk permohonan agar hajat kita dikabulkan, akan tetapi antara proposal dan doa di dunia fana ini ada titik perbedaan yang jelas. Apabila Proposal kita ingin cepat dikabulkan kita harus memberikan 10 % atau lebih kepada Pemberi sedangkan Doa cukup dengan sungguh -sungguh dan berprasangka baik kepada Pemberi (Sang Kholik)
berkomentar pada jam 9:04 pm
tanggal 1 August 2007
berkomentar pada jam 3:28 pm
tanggal 21 February 2008
emang bener yang saudara tulis, namun sayang “bapak” kok kurang rinci penjelasannnya. Bagaimana kalau yang baca seorang mualaf, kalau cuman klise2 seperti itu kan nggak dimengerti
berkomentar pada jam 3:30 pm
tanggal 24 February 2008
gimana sih cara membuat judul proposal dan isinya agar dapat diterima waktu tugas akhir?? sy kuliah di jur arsitekur..
saya berencana untuk membuat dengan judul one stop dog’s entertainment… tp kata dosen sudah setiap tahun ada yang mengambil ttg anjing…
tp saya berani bertanggung jawab jika proyek saya ini berbeda dan lebih berkualitas, bermutu dan memberi kenyamanan…
tolong dibantu.. kirim saja ke email saya.. terima kasih byk….
berkomentar pada jam 9:22 am
tanggal 22 March 2008
hallo
bgs bgt tulisannya, membuat orang nyaman dan optimis jk membacanya, tapi
mf krg bs dimengerti, mungkin perlu penambahan di beberapa kalimat spy lebih menarik. sukses buat anda. . .
berkomentar pada jam 1:10 pm
tanggal 18 April 2008
[...] bagaimana seorang anak kecil bernama Chiyo berdoa dan berusaha mewujudkan doanya –jadi ingat Proposal Buat Tuhan. Apa yang terjadi pada Chiyo ini menggambarkan bahwa kita semua sebenarnya diberi kebebasan untuk [...]