Dikirim: August 31st, 2005 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Diary | Belum Ada Komentar »
Senangnya cuti disetujui … tapi senangnya cuma sebentar, yaitu saat disetujuinya saja. Kenapa ? Karena cuti yang direncanakan mulai 29 Agustus terpaksa diundur ke tanggal 31 Agustus karena kudu mengikuti In-House Training Custom Bond tanggal 29-30 Agustus. In-House Training selesai .. cuti deh … seneng ? Nggak terlalu tuh … ada tugas yang cukup bikin sibuk, yaitu merancang sistem Reasuransi Syariah. Perusahaan Reasuransi dimana saya bekerja memang sedang mempersiapkan diri untuk pendirian cabang Syariah-nya. Nah, gue termasuk tim pendirian cabang Reasuransi syariah tersebut. Ya sudah …. amal Yo … ayo kerjain sambil cuti, minimal bisa datang ke kantor siang, setengah hari atau suka-suka .. lha wong cuti
Dikirim: August 25th, 2005 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Uncategorized | 25 Komentar »
Menarik membaca kiriman email dari salah satu teman saya mengenai berbagai fakta sehubungan dengan hari kemerdekaan Indonesia yang selalu kita rayakan setiap tanggal tanggal 17 Agustus. Fakta-fakta ini didapatkan si pengirim email dari Harian Suara Merdeka , hari Jumat, tanggal 18 Agustus 1995, halaman VII, dalam rangka memperingati 50 tahun kemerdekaan Indonesia.
Berikut pengatar dan fakta-fakta mengenai hari kemerdekaan Indonesia:
Sejarah bisa diceritakan dalam berbagai versi dan gaya. Kali ini, seorang pemerhati sejarah di Jakarta, Iwan Satyanegara, menyajikan “Lintasan Sejarah” dari sisi dan style lain. Selain bisa menambah wawasan, tulisan yang diramu dari berbagai sumber dan hasil renungan penulisnya itu diharapkan juga mampu memberikan hiburan segar dalam rangka nuansa Indonesia Emas.
- Mungkinkah Revolusi Kemerdekaan Indonesia disebut sebagai revolusi dari kamar tidur? Coba simak ceritanya. Pada 17 Agustus 1945 pukul 08.00, ternyata Bung Karno masih tidur nyenyak di kamarnya, di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini. Dia terkena gejala malaria tertiana. Suhu badannya tinggi dan sangat lelah setelah begadang bersama para sahabatnya menyusun konsep naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda.
“Pating greges”, keluh Bung Karno setelah dibangunkan dr Soeharto, dokter kesayangannya. Kemudian darahnya dialiri chinineurethan intramusculair dan menenggak pil brom chinine. Lalu ia tidur lagi.
Pukul 09.00, Bung Karno terbangun. Berpakaian rapi putih-putih dan menemui sahabatnya, Bung Hatta.
Tepat pukul 10.00, keduanya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari serambi rumah.
“Demikianlah Saudara-saudara! Kita sekalian telah merdeka!”, ujar Bung Karno di hadapan segelintir patriot-patriot sejati. Mereka lalu menyanyikan lagu kebangsaan sambil mengibarkan bendera pusaka Merah Putih. Setelah upacara yang singkat itu, Bung Karno kembali ke kamar tidurnya. masih meriang. Tapi sebuah revolusi telah dimulai…
Baca Selengkapnya »
Dikirim: August 5th, 2005 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Buku | 2 Komentar »
Apasih bedanya antara manajer dan pemimpin ? EB Tani dalam bukunya berjudul Get Real menjelaskan bahwa manajer yang baik belum tentu pemimpin yang baik, pemimpin yang baik belum tentu manajer yang baik. Jadi apa bedanya ?
Seorang manajer yang baik adalah mereka yang memegang pimpinan dalam sebuah unit dan unit tersebut berhasil mencapai target/tujuan dengan baik. Sementara pimpinan yang baik bisa dilihat dari loyalitas bawahannya terhadap kepemimpinannya. Jadi, lebih baik yang mana ? Menjadi menajer atau menjadi pemimpin ? Jawabnya harus menjadi keduanya, menjadi manajer sekaligus pemimpin
Jadi, tahu kan mengapa Indonesia tidak juga maju-maju ? Karena presiden Indonesia yang udah-udah hanya seorang pemimpin. Kita bisa lihat betapa pengikutnya sangatlah loyal terhadap presiden tetapi tujuan/target negara sebagai unit yang dia pimpin lagi-lagi tidak tercapai sampai masa kepemimpinannya habis. Apakah presiden SBY hanya seorang pemimpin ? Kita lihat saja ….
Dikirim: August 3rd, 2005 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Opini | Belum Ada Komentar »
Beberapa hari yang lalu saya berbicang-bincang dengan rekan kantor dimana saya bekerja. Dia menjelaskan bahwa ada rumusan sederhana yang bisa dipegang untuk menjadi pemenang dalam iklim usaha yang semakin kompetitif saat ini. Apakah itu ? Jawabnya sungguh di luar dugaan, E=mc^2 ! Bagaimana bisa ?
E adalah Energi atau bisa diartikan sebagai sebuah kekuatan. Sebuah usaha tidak akan berhasil jika si pelaku usaha tidak memiliki kekuatan –ini semua orang sudah tahu. Yang menjadi masalah adalah komponen apa yang cocok untuk membangun kekuatan di jaman seperti ini ? Jawabnya adalah Management(m), Computer and Communication(c^2). Mmmm, boleh juga
Dikirim: August 1st, 2005 | Oleh: Riyogarta | Kategori: Opini | Belum Ada Komentar »
Saya sering heran plus dongkol melihat orang yang nggak mau antri. Heran karena hal itu dilakukan oleh orang tanpa rasa malu, dan dongkol karena kejadian seperti ini sering sekali terjadi. Kenapa yah budaya antri kok susah sekali menjadi budaya bangsa Indonesia sebagai bangsa yang (katanya) santun dan ramah-tamah.
Bisa jadi, karena tidak mau antri untuk mendapat giliran rejeki maka seseorang akan menyelak antrian rejeki orang, itu sebabnya korupsi susah diberantas. Indonesia … Indonesia, gimana lo bakal bisa maju ? Antri ajah nggak bisa menjadi budaya …
Recent Comments