Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia akan memiliki warna kulit yang sama, agama yang hanya satu, tidak ada yang namanya negara, suku bangsa dan tidak ada perbedaan. Artinya Sang Khalik memang menghendaki adanya perbedaan. Perbedaan adalah hakekat penciptaan. Perbedaan itu indah.

Da Vinci Code (Tamat)

Dikirim: March 3rd, 2005 | Oleh: | Kategori: Buku | 1 Komentar »

Keren … itu kata yang paling tepat setelah membaca habis novel Da Vinci Code karya Dan Brown. Membaca novel ini seperti menonton film –ini mengingatkan saya pada novel-novel karya Sidney Sheldon. Yang mengasyikkan adalah bagaimana pengarang mengangkat berbagai isu kontroversial, diantaranya, yang paling menarik dan merupakan inti dari cerita ini adalah isu Holy Grail. Apakah Holy Grail itu ? Mmm, kalau saya cerita … nanti nggak seru lagi ;)

Baca juga:
Church fights Da Vinci Code novel
The Da Vinci Code put ‘on trial’
Da Vinci Code is ‘lousy history’
Dan Brown: Decoding the Da Vinci Code author

Novel berikutnya yang ingin saya baca adalah Angels & Demons dari pengarang yang sama. Katanya sih, dari berbagai review, novel ini plot-nya jauh lebih apik dibandingkan Da Vinci Code. Nah .. bagi yang berminat membaca Da Vinci Code, ada baiknya membaca Angels & Demons terlebih dahulu, karena (sebenarnya) novel ini merupakan cerita yang mengawali novel Da Vinci Code –meskipun saya merasakan tanpa membaca Angels & Demons terlebih dahulu juga tidak bermasalah.

Emang … orang-orang Inggris itu benar-benar jago dongeng. Lihat saja sederatan nama-nama pengarang novel yang laris di didunia, dari Sir Arthur Conan Doyle, Ian Fleming, Agatha Christie, Enid Blyton sampai J.K Rowling hingga Dan Brown. Semua karya-nya benar-benar mendunia. Kapan yah saya bisa jadi pengarang seperti mereka sehubungan dengan keinginan dan cita-cita saya menjadi pengarang ?


Satu komentar untuk “Da Vinci Code (Tamat)”

  1. 1
    Badu
    berkomentar pada jam 2:30 am
    tanggal 19 December 2007

    Test


Isi Komentar


  • *