Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia akan memiliki warna kulit yang sama, agama yang hanya satu, tidak ada yang namanya negara, suku bangsa dan tidak ada perbedaan. Artinya Sang Khalik memang menghendaki adanya perbedaan. Perbedaan adalah hakekat penciptaan. Perbedaan itu indah.

Program Pajak

Dikirim: February 3rd, 2005 | Oleh: | Kategori: Opini | 4 Komentar »

Bagi perusahaan yang sudah menerapkan ERP, membuat laporan pajak tahunan adalah hal yang mudah, karena data-data yang digunakan sebenarnya bisa diperoleh langsung dari HRD secara sistem. Sejak dari tahun 1998, laporan pajak perusahaan berjalan lancar menggunakan program yang telah dibuat Divisi IT (dimana saya ditempatkan) hingga tiba saatnya dimana Dirjen Pajak mengeluarkan peraturan agar seluruh perusahaan BUMN menggunakan program yang mereka keluarkan.

Semula, saya memiliki harapan karena tersedianya fasilitas import data program tersebut, sehingga saya hanya menyediakan data didalam format CSV yang saya buat dengan langsung menarik data gaji dari bagian HRD.

Tetapi harapan saya pupus ketika fasilitas tersebut tidak berjalan lancar –selalu saja ada error yang membuat proses import gagal. Celakanya lagi, ketika hal ini ditanyakan kepada staff IT di Dirjen Pajak, mereka juga tidak bisa berbuat apa pun karena program tersebut dibuat dengan cara outsourcing . Jadi mereka hanya bisa menyarankan agar laporan pajak diselesaikan dengan cara mengentri ulang saja data-data gaji pegawai. Yah … sudahlah, dengan sedikit kesal hal yang disarankan mereka kami turuti. Jadi kami mencetak laporan gaji setahun dari sistem, dibuat summary-nya lalu salah seorang pegawai ditugaskan untuk mengentri sekitar 140 data gaji pegawai berikut nama, status, alamat, jabatan dsb untuk menyelesaikan laporan pajak.

Apakah permasalah selesai begitu saja ? Jawabnya tidak. Program ini ternyata memiliki banyak hal yang menurut saya aneh, aneh sekali. Sepertinya pembuatnya tidak pernah atau belum memiliki banyak pengalaman dalam membuat sebuah sistem. Saking banyaknya keganjilan sistem dalam program tersebut, saya sampai pusing untuk menuliskannya … pokoknya … asli deh tuh program …. ngerjain abis.

Saran buat yang mebuat program pajak keluaran Dirjen Pajak, mbok yao tuh program direvisi paling tidak untuk tahun 2006 nanti. Juga agar diubah sehingga program tersebut jangan sekedar memudahkan pendataan pajak di Dirjen Pajak saja, tapi juga dibuat mudah (dong) bagi yang menggunakannya seperti fasilitas import yang lebih baik, interface program yang lebih user friendly, fasilitas pencetakkan laporan yang lebih baik dan … tuh kenapa mesti harus ada dua program yang terpisah sih ? Padahal datanya sama ajah, itu-itu juga, akibatnya kan entri harus dilakukan 2 kali, diprogram yang satunya dan di program yang satunya lagi. Kalau memang mau dipisah programnya, mbok yao database access-nya satu file saja, dipake bareng … getu loooo Mas.

Oke, senang sebetulnya melihat perkembangan Dirjen Pajak yang sudah memulai menggunakan sistem komputerisasi. Anggap saja ini awal dari hal tersebut sehingga …. wajarlah kalau sangat banyak kekurangan :(


4 komentar untuk “Program Pajak”

  1. 1
    Liesda
    berkomentar pada jam 11:29 am
    tanggal 21 September 2007

    Makasih, atas saran nya..ntar ta’ bilangin sama pak dirjen…kebetulan aku kerja didirjen pajak….masih ingat aku ngga??? anak kelompok A..angkatan 92..(kan kita seangkatan…ama deny, dewi kebon jeruk, dewi kesehatan/bintaro,lily, desy, nova, anita/susan/nenhe:)>-

  2. 2
    Riyogarta
    berkomentar pada jam 11:51 pm
    tanggal 21 September 2007

    Weeh, ya terang masih lha :)
    Wah, kerja disana ya, sip …

  3. 3
    DIAN MASERO
    berkomentar pada jam 4:01 pm
    tanggal 27 October 2009

    saya mau belajar pajak dengan komputer bisakah saya mendapatkan program ini. soalx aku pengen sekali tahu tentang pajak

  4. 4
    Andrian21
    berkomentar pada jam 10:27 pm
    tanggal 18 August 2011

    Nice Post Kang :))


Isi Komentar


  • *