Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia akan memiliki warna kulit yang sama, agama yang hanya satu, tidak ada yang namanya negara, suku bangsa dan tidak ada perbedaan. Artinya Sang Khalik memang menghendaki adanya perbedaan. Perbedaan adalah hakekat penciptaan. Perbedaan itu indah.

Upgrade SGT-N5100 ke KitKat

Dikirim: October 15th, 2014 | Oleh: | Kategori: Android | 2 Komentar »

Berikut adalah cara mengupgrade SGT-N5100 atau yang dikenal dengan nama Samsung Galaxy Note 8″. Berhubung upgrade yang akan dilakukan menggunakam Heimdall, maka ada baiknya Anda membaca cara menggunakan tools flashing tersebut pada link berikut:

Cara Menggunakan Heimdall

Baca Selengkapnya »


Cara Menggunakan Heimdall

Dikirim: October 15th, 2014 | Oleh: | Kategori: Android, Tips | 5 Komentar »

Bagi pengguna Android yang sering ngoprek tentu tidak asing dengan istilah flashing menggunakan Odin. Tulisan ini akan menjelaskan bagaimana menggunakan Heimdall, tools flashing alternatif yang bisa dijalankan di lingkungan Linux, Mac dan Windows.

Langkah pertama adalah mendownload Heimdall dari sumbernya di http://glassechidna.com.au/heimdall/

Baca Selengkapnya »


Kekuasaan

Dikirim: January 7th, 2013 | Oleh: | Kategori: Agha, Definisi Kata | 37 Komentar »

“Ketuwasaan, apa itu Yah?” tanya Agha tiba-tiba menyela pembicaraan yang sedang terjadi antara saya dan Bunli.

“Kekuasaan itu kemampuan Gha. Kemampuan itu segala suatu yang bisa dilakukan,” jawab saya menjelaskan pertanyaan anak yang usianya beranjak 4 tahun.

“Misalnya Agha sekarang sudah bisa mengubah-ubah rel kereta Thomas di rumah. Nah, Agha bisa mengubah-ubah jalur kereta sesuai yang Agha mau. Artinya rel kereta yang menjalar kemana-mana di rumah itu, yang juga bikin berantakan rumah itu, adalah kekuasaan Agha.”

“Yayyoo juga bisa,” timpalnya sesaat setelah mendengarkan penjelasan tentang arti kata kekuasaan. “Yayyoo bisanya banyak. Yayyoo bisa buat kopi sendiwri, bisa masak tewlowr yang enak buat Agha, bisa mandiyin Agha, bisa beliyin susu buat Agha, bisa cawriin mainan buat Agha,” katanya terus berceloteh mengenai berbagai kebisaan Ayahnya terhadapnya. “Bisa buwat powgwram komputewr, bisa kasih makan ikan, bisa nyetiwr mobi,” lanjutnya terus membuat daftar.

Baca Selengkapnya »


Minuman Botol

Dikirim: January 2nd, 2013 | Oleh: | Kategori: Agha, Makanan dan Minuman | 21 Komentar »

Beberapa hari yang lalu, saat haus di siang hari, saya menenggak hampir habis sebotol mizone dingin di lemari es. Saya benar-benar lupa kalau botol minuman itu milik Agha. “Agha nggak mo omong lwagi ama Yayyooo,” katanya dengan nada marah.

Sebelumnya dia marah sama Bunli yang menurut sangkaannya sudah menghabiskan minuman itu. Tapi setelah saya jelaskan bahwa yang meminumnya itu bukan Bunli, Agha memeluk Bunli dan mengalihkan marahnya ke saya.

“Maaf Gha, nanti Yahyo belikan lagi ya. Yahyo pikir itu punya Yahyo,” disambut gerutu Agha yang membuat saya geli. Akhir-akhir ini Agha memang sedang mengenalkan kemampuannya untuk marah. Beberapa kami tegur jika marahnya memang salah tempat, beberapa kami tanggapi karena memang layak marah.

Semalam saat kami keluar rumah, saya tawarkan kepadanya untuk mampir ke salah satu mini market membeli mizone pengganti. Namun Agha menolak, “Bunni aja yang bewyiin mijon kawrena Yayyoo uwdah abisin mijon Agha.”

Baca Selengkapnya »


Adang dan Nasi Goreng

Dikirim: December 31st, 2012 | Oleh: | Kategori: Agha, Makanan dan Minuman | 6 Komentar »

Agha sangat sering mengajak Pamannya menginap di rumah. Katanya agar dia bisa menemaninya bermain. Maka, salah satu Pamannya memutuskan untuk ikut saat Agha kami jemput dari rumah Kakek Neneknya di malam hari.

Saat perjalanan pulang, kami yang memang belum makan malam memutuskan untuk mampir di penjual nasi goreng langganan. Langganan nasi goreng yang juga disukai Agha.

“Dang,” panggil saya ke Adang. Adang adalah nama panggilan Agha kesalah satu Pamannnya. Sebuah panggilan khas di keluarga Minang yang berasal dari kata Mamak Gadang yang berarti Paman Besar. Jika Pamannya adalah saudara Ibu, disebutlah Mamak seperti hubungan Bunli, Bundanya Agha dengan Pamannya ini. Tapi jika Pamannya adalah saudara Ayahnya, dipanggilnya Bapak bukan Mamak. Sementara kata Gadang karena Pamannya masih punya adik namun bukan yang tertua.

Karena panggilannya bisa Bapak Gadang bisa pula Mamak Gadang, maka disederhanakan panggilannya menjadi Adang. Semacam standarisasi agar keponakannya tidak bingung memanggil Pamannya.  Baca Selengkapnya »


Pelangi di Tengah Rumah

Dikirim: December 29th, 2012 | Oleh: | Kategori: Agha, Pengetahuan | 3 Komentar »
37065_4718921484303_1613343659_n
Sore tadi Agha lompat kesana kemari karena girang melihat fenomena pelangi di tengah rumah. “Mungkin pelwanginya ada gawra-gawra ada sinawr matahawri panjang itu. Tewrus kena sini sini tewrus situ tewrus sini,” katanya sambil menunjuk ventilasi udara, dinding, cermin lalu lantai.Dulu kami pernah menceritakan bagaimana pelangi terbentuk dari buku cerita anak. Dari buku itu Agha tahu kalau pelangi akan terbentuk jika terjadi hujan saat matahari bersinar.

Nah kali ini tidak ada hujan dan pelanginya pun bukan dilangit, melainkan di lantai. Hahaha, kapan-kapan saja Yahyo ceritakan mengapa hal tersebut bisa terjadi ya Nak. Untuk sementara, bersenang-senang saja dulu dengan pelangi di tengah rumah itu.


Gaya Rambut

Dikirim: December 26th, 2012 | Oleh: | Kategori: Agha, Lain-lain | 4 Komentar »

207838_4699884808398_309027028_n

 

“Sudah Bun?” tanya Agha kepada Bunli berharap kegiatan pemotongan rambut segera selesai. Padahal pemotongan rambut baru saja dimulai. Tapi seperti biasa, Agha paling tidak betah saat rambutnya dipotong.

Bunli memang pandai memotong rambut. Bahkan saat kami dulu berpacaran, saya adalah pelanggan setianya. Potongan rambutnya bagus walau pernah salah dan diselesaikan dengan pergi ke tukang potong rambut untuk diubah menjadi potongan model TNI. Begitu juga dengan adik-adiknya, mereka adalah pelanggan setia Bunli. Kini Agha adalah pelanggan spesialnya yang cerewet. Hampir setiap menit menanyakan apakah potong rambutnya sudah selesai atau belum.

Baca Selengkapnya »


Bola Bersih Buat Adik

Dikirim: December 21st, 2012 | Oleh: | Kategori: Agha, Lain-lain | Belum Ada Komentar »

Saya sedang mengerjakan sesuatu di depan notebook saat terjadi percakapan antara Agha dan Bunli (nama panggilan Agha untuk Bundanya). Diawali dari pertanyaan Bunli kepada Agha yang sejak tadi berusaha mengambil beberapa bola kecil untuk dikumpulkan.

Bola itu umurnya jauh lebih tua dari Agha. Dibeli dan digunakan untuk melakukan terapi tangan saya yang patah di tahun 2007. Namun sejak kecil Agha sangat senang memainkan bola ini karena bisa mengeluarkan bunyi saat dipencet dengan keras. Memang sudah agak lama Agha tidak memainkan bola-bola itu lagi sejalan dengan bertambahnya usia.

“Bowlanya kotwor Bun. Hawrus dicuchi,” jawab Agha kepada Bunli yang sejak tadi melihatnya wira-wiri membawa bola. Saya pun menghentikan pekerjaan sejenak melihat tingkahnya berusaha mengambil bola yang ada di kolong sekitar kamar.

Baca Selengkapnya »